Manfaat Mahkota Dewa: Obat Herbal Berjuta Khasiat

1062
Wikipedia

Kita beruntung tinggal di Indonesia yang kaya akan berbagai tanaman obat. Untuk berbagai keluhan kesehatan maupun penyakit yang diderita seolah sudah tersedia obatnya di alam. Dan salah satu tanaman obat yang terkenal ampuh dalam mengobati berbagai penyakit ialah mahkota dewa. Apa sajakah manfaat mahkota dewa bagi kesehatan Anda?

Di wilayah Jawa, tanaman mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) sejak dahulu kala biasa ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau sebagai peneduh. Bagian dari tanaman mahkota dewa yang sering kali dimanfaatkan ialah buah, daun, serta bijinya.

Efek kesehatan yang dimiliki mahkota dewa adalah perannya sebagai antitumor/antikanker, antibodi, analgetik, antiradang, antipiretik, dan hiperurinesia atau anti asam urat.

Bukti Empiris Berkenaan dengan Manfaat Mahkota Dewa

Dari bukti empiris atau berdasarkan pengalaman penggunanya, manfaat mahkota dewa dirasakan oleh pasien kanker, diabetes, penyakit liver, hipertensi, disentri, rematik, encok, kolesterol tinggi, sampai ke penyakit-penyakit yang lebih ringan misalnya jerawatan, gatal-gatal, bisul, serta gigitan serangga. Di wilayah Maluku, biji mahkota dewa biasa dikeringkan dan disangrai untuk kemudian diseduh sebagai obat asam urat.

Meskipun memang bermanfaat bagi kesehatan, namun konsumsi buah mahkota dewa harus dengan hati-hati. Buah mahkota dewa mengandung sejumlah kecil racun yang jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa memicu kerusakan organ tubuh. Oleh karenanya, buah mahkota dewa sebaiknya tidak untuk pengobatan oral.

Mahkota dewa sanggup berperan sebagai sintosinon atau oksitosin yang memacu kinerja otot rahim sehingga dipercaya bisa melancarkan proses persalinan. Akan tetapi, konsumsi mahkota dewa pada masa kehamilan muda tidak dianjurkan sebab efek pemacu tersebut dikhawatirkan malah menyebabkan keguguran.

Senyawa Aktif yang Dimiliki Mahkota Dewa

Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, saponin, polifenol, dan alkaloid. Kulit buah mahkota dewa mengandung flavonoid, saponin, dan alkaloid. Sedangkan buah mahkota dewa mengandung flavonoid, tanin, alkanoid, fenol, saponin, lignan, sterol, dan minyak atsiri. Kandungan senyawa flavonoid, polifenol, alkaloid, saponin, minyak atsiri, serta tanin diketahui banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh maupun dalam membantu pengobatan penyakit tertentu.

Alkaloid bermanfaat untuk memacu kinerja otot rahim sehingga diyakini mampu melancarkan haid serta proses persalinan. Polifenol yang merupakan golongan senyawa sisquiterpen dapat memperbaiki kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi, kolseterol, maupun penyakit lain. Flavonoid merupakan antioksidan alami penangkal radikal bebas yang sanggup memerangi sel-sel kanker.

Satu hal yang perlu diingat, konsumsi herbal mahkota dewa sebaiknya segera dihentikan apabila penyakit sudah sembuh. Karena mengandung racun, banyak pakar herbal yang menganjurkan agar mahkota dewa hanya dimanfaatkan dalam pengobatan bukan sebagai pemelihara kesehatan.

Mahkota dewa punya dua sisi yang saling bertolak belakang—manfaat mahkota dewa untuk menyembuhkan penyakit dan efek samping merugikan yang dimilikinya apabila dikonsumsi tidak sesuai petunjuk. Karena itu jika Anda tertarik mencoba herbal ini, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau pakar herbal yang bisa dipercaya.