Macam-Macam Fobia secara Spesifik

533

Diedit:

Istilah ‘fobia’ mengacu pada sekelompok gejala kecemasan yang disebabkan oleh objek atau situasi tertentu. Di dunia ini terdapat macam-macam fobia yang dialami oleh orang-orang. Simak selengkapnya di dalam artikel ini.

Suatu fobia spesifik, yang dulu dikenal sebagai fobia sederhana, adalah ketakutan yang terus ada dan tidak masuk akal yang timbul karena kehadiran atau pemikiran terhadap suatu objek atau situasi yang sebenarnya tidak berbahaya.

Pertemuan dengan objek atau situasi spesifik menimbulkan reaksi spontan dan menyebabkan seorang yang dobia jadi sangat cemas atau berusaha sebisa mungkin menghindari objek atau situasi tersebut.

Perasaan tertekan yang diakibatkan oleh fobia dan hasrat yang besar untuk menghindari objek/situasi sumber fobia dapat berpengaruh besar kepada kehidupan normal penderitanya. Orang dewasa yang memiliki fobia spesifik menggambarkan ketakutan yang dialaminya sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal, tetapi ia tidak sanggup mengatasinya.

Ada bermacam-macam fobia spesifik, berdasarkan objek atau situasi yang ditakuti, termasuk:

  • Fobia binatang: contohnya termasuk ketakutan terhadap anjing, ular, serangga, atau tikus. Fobia binatang merupakan jenis fobia spesifik yang paling umum.
  • Fobia situasi: ini melibatkan ketakutan terhadap situasi tertentu, seperti fobia terbang, naik mobil, transportasi umum, mengemudi, naik jembatan, masuk terowongan, atau berada di tempat yang tertutup (misalnya di dalam lift).
  • Fobia lingkungan alam: contohnya termasuk fobia badai, ketinggian, atau air.
  • Fobia darah: ini termasuk takut terluka, melihat darah, melihat jarum suntik, atau melakukan pemeriksaan darah.
  • Fobia lainnya, seperti takut jatuh, suara keras, dan takut karakter berkostum seperti badut.

Seseorang bisa mempunyai lebih dari satu jenis fobia spesifik.

Apa Saja Gejala Fobia Spesifik?

  • Ketakutan berlebihan atau tidak masuk akal terhadap objek/situasi tertentu.
  • Menghindari objek/situasi atau merasa sangat tertekan ketika berhadapan dengan objek/situasi tertentu.
  • Mengalami serangan panik atau kecemasan, seperti jantung berdebar, mual atau diare, berkeringat, gemetaran, mati rasa atau kesemutan, sesak nafas, merasa pusing, dan merasa seperti dicekik.
  • Kecemasan yang diantisipasi, misalnya menjadi gugup sebelum berhadapan atau bersentuhan dengan objek/situasi yang jadi sumber fobia. Contohnya, orang yang takut anjing dapat menjadi sangat cemas ketika mengetahui ada anjing di rumah yang dikunjunginya.
  • Anak kecil yang memiliki fobia spesifik mungkin memperlihatkan kecemasan/ketakutannya dengan menangis, menempel ke orangtuanya, atau meronta-ronta.
Baca juga:  Kiat Mengatasi Fobia Berbicara di Depan Umum

Apa yang Menyebabkan Fobia Spesifik?

Penyebab pasti dari fobia spesifik masih belum diketahui, tetapi tampaknya ada kaitan kuat antara pengalaman traumatis atau reaksi yang dipelajari dari orang lain dengan fobia. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki pengalaman buruk dengan binatang, misalnya pernah diserang atau digigit, dapat mengembangkan fobia spesifik terhadap hewan.

Menyaksikan peristiwa traumatis dimana orang lain tersiksa/terluka atau merasakan ketakutan yang luar biasa juga dapat menyebabkan fobia spesifik di kemudian hari. Sama halnya juga dengan terus-menerus diberi peringatan tentang situasi/objek yang berpotensi membahayakan.

Ketakutan bisa dipelajari dari reaksi orang lain. Seorang anak yang orang tuanya memiliki fobia terhadap objek/situasi tertentu cenderung ikut memiliki fobia terhadap objek/situasi yang serupa. Demikianlah informasi mengenai macam-macam fobia dan penyebabnya, semoga informasi ini bisa membantu Anda memahami fobia dengan lebih jelas.