• Home
  • Blog
  • Kusta
  • Kusta: Lepra, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Kusta: Lepra, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Lepra? Ini adalah penyakit kusta atau leprosy yang mengakibatkan kerusakan kulit dan saraf. Penyakit ini sering disalah mengerti sebagai penyakit kutukan, mitos yang berbicara mengenai pelepasan bagian tubuh dengan begitu mudahnya juga masih dipertanyakan. Walaupun penyakit ini menular, bukan berarti penderitanya tidak dapat sembuh.

Penyebab Kusta

Penyebab dari penyakit ini ialah munculnya bakteri Mycobacterium leprae yang menyebabkan infeksi kronis pada kulit. Penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit Hansen, guna mengingat penemunya yang berasal dari Norwegia, yaitu Gerhard Henrik Armauer Hansen. Penularan dapat dari kontak langsung maupun udara, maka itu penderitanya perlu berada dalam ruangan khusus atau ruang isolasi.

Beberapa peneliti merasa bahwa penyakit ini masuk melalui kulit dan saluran pernapasan, masa inkubasi atau hinggapnya bakteri hingga gejala utamanya muncul berkisar antara 3 hingga 5 tahun. Penyakit ini dapat tinggal cukup lama pada tubuh penderitanya, bahkan hingga 25 atau 30 tahun. Kusta sering menimpa orang yang kekebalan tubuhnya melemah.

Gejala Kusta

Gejala yang dialami pasien kusta bergantung pada jenis yang menyerangnya, misalnya; pada kusta multibasiler tampak pengurangan warna kulit (hipopigmentasi) yang disertai dengan mati rasa dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan, pada kusta tuberkuloid jumlah lesi yang timbul tidak sebanyak multibasiler.

Lalu, kusta lepromatosa yang ditandai dengan munculnya lesi, plak kulit yang simetris, menipisnya lapisan kulit, tampak nodul, penyumbatan hidung, perdarahan di hidung yang disebut juga epistaksis., dan terjadi kerusakan saraf yang tidak dapat dideteksi.

Pengobatan Kusta

Pemberian kombinasi dari tiga obat berikut sebaiknya dilakukan berdasarkan petunjuk dari dokter yang menangani pasien, obat-obat ini ialah; dapson, klofazimin, dan rifampin. Obat yang disebut dapson tidak dapat di konsumsi sendiri, mengingat ini hanyalah obat pembasmi bakteri yang bisa jadi tidak tahan dengan serangan balik dari bakteri penyebab kusta, maka di khawatirkan bakteri malah kebal terhadap obat demikian. Pergilah ke dokter guna memastikannya lagi.

Sayangnya terapi multiobat ini tidaklah murah, karena seringkali berlangsung cukup lama dengan harga obat yang sangat mahal. Namun, bisa jadi dokter memiliki alternatif pengobatan bagi Anda, maka jangan menyerah sebelum mencoba! Pengobatan awal untuk kusta lepromatosa ialah 24 bulan dengan kombinasi 3 obat tersebut. Sedangkan untuk kusta tuberkuloid dibutuhkan waktu 6 bulan dengan rifampisin dan dapson. Obat-obat ini memiliki efek samping bagi hati.

Pencegahan Kusta

Pemberian vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG) memberikan sejumlah perlindungan yang efektif mengatasi kusta selain penyakit tuberculosis (TBC). Berdasarkan pengujian, obat ini memiliki persentase sebesar 26 hingga 41 persen dalam mengontrol kusta. Berdasarkan pengamatan pemberian dua kali dosis vaksin lebih efektif dengan persentase 60%, namun pengembangan vaksin masih terus dilakukan.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}