Hipoksia: Apa Penyebab Kesulitan Bernapas Saat Berada Di Ketinggian!

657
Google Image

Diedit:

Jika Anda senang berekreasi dan mendaki gunung, sebaiknya waspada dengan gejala berikut! Misalnya, apakah Anda pernah merasa pusing hingga hampir pingsan yang terjadi secara tiba-tiba? Apakah Anda merasa sakit kepala dan mengalami gangguan tidur? Pernahkah Anda terbangun karena merasa kehabisan napas?

Gejala atau ciri seseorang mengalami Hipoksia!

Gejala yang disebutkan tersebut adalah beberapa ciri dari Hipoksia dan ini umum dirasa oleh orang-orang yang berada di ketinggian tertentu. Contohnya mereka yang tinggal di pegunungan Andes dengan ketinggian 3.300 meter. Bahkan, orang yang sudah biasa tinggal di area pegunungan dapat mengalaminya lagi, setelah mereka menghabiskan waktu cukup lama di wilayah dataran rendah. Hipoksia merupakan salah satu reaksi tubuh dalam beradaptasi terhadap lingkungan disekitarnya.

Dalam jangka waktu yang cukup panjang seseorang dapat mengalami kelelahan, berkurangnya nafsu makan, dan cenderung lebih banyak tidur. Gangguan tidur ini sering dikaitkan dokter sebagai gangguan pernapasan periodik yang mengejutkan bagi kebanyakan orang.

Ya, terhentinya napas selama beberapa detik saat tidur dapat membuat Anda terbangun dengan megap-megap. Jika Anda baru pertama kali mengalaminya, bisa jadi ini adalah pengalaman yang menakutkan. Kadar pengaruh hipoksia tidak selalu sama, beberapa orang mengalami hal ini pada ketinggian 2.000 atau 3.000 meter—ada juga yang tidak terpengaruh sama sekali, walau mereka tiba di tempat tinggi.

Apa yang menyebabkan timbulnya Hipoksia? Apa akibatnya?

Kesulitan bernapas dapat terjadi jika Anda kekurangan oksigen, semakin tinggi lokasi Anda berada—semakin sedikit oksigen yang Anda dapatkan. Hal ini dikarenakan oleh penurunan tekanan atmosfer dan pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut oksigen berkurang sebesar 20%.

Pada saat kekurangan oksigen, secara otomatis tubuh akan berupaya untuk menarik napas lebih banyak dengan tujuan mendapatkan asupan oksigen yang dibutuhkan. Alasan lain ialah adanya penumpukan karbon dioksida dalam darah yang dihasilkan oleh aktivitas otot.

Baca juga:  Hipoksia: Cara Mencegah Kesulitan Bernapas Saat Berada Di Ketinggian!

Oleh karena itu walau Anda bernapas lebih banyak saat berada di dataran tinggi, ini tidak akan memenuhi asupan oksigen yang dibutuhkan, namun dokter dapat memberikan obat yang membantu Anda bertahan dalam keadaan demikian.

Tahukah Anda bahwa kekurangan oksigen dapat menurunkan kemampuan kerja otot, lebih mudah merasa stres yang memengaruhi sistem saraf, dan gangguan dalam mencerna makanan yang mengandung lemak. Anda juga dapat mengalami gejala mabuk gunung yang diakibatkan oleh penimbunan cairan di dalam otak.

Tekanan di dalam otak menimbulkan sakit kepala dan tampaknya ini tidak selalu dialami oleh semua orang, hal ini dipengaruhi oleh ukuran tengkorak. Pada kasus yang jarang terjadi, beberapa orang dapat kehilangan kendali atas fungsi otot, gangguan penglihatan, timbul halusinasi, dan kebingungan mental. Jika kondisi ini terjadi ada baiknya untuk segera mencari bantuan medis dan turun menuju dataran rendah.

Advertisement
Alinesia