Cara Lengkap Mengatasi Payudara Bengkak


By Nurul Kuntarti

Kadang pada ibu menyusui, muncul keluhan yang sangat tidak nyaman pada area payudara dan putting susu. Payudara akan membengkak dan puting susu terasa sakit. Bagaimana seharusnya cara mengatasi keluhan payudara bengkak ini? Adakah obat tradisional untuk kondisi yang menyebabkan area puting terasa sakit ? Apa keluhan payudara bengkak itu berarti ibu mengalami mastitis? Bagaimana cara mengatasi mastitis?

Payudara bengkak dan puting sakit adalah keluhan khas wanita yang biasanya dialami oleh ibu dalam masa menyusui. Kondisi ini acapkali dikaitkan dengan keluhan mastitis. Tetapi apa itu sebenarnya mastitis? Apakah setiap keluhan payudara bengkak serta merta menjadi mastitis?

Apa Itu Mastitis?

Untuk memahami cara tepat mengatasi mastitis, kita harus paham dulu apa itu sebenarnya mastitis. Secara medis mastitis merupakan keluhan peradangan pada payudara. Keluhan peradangan ini bisa disebabkan oleh banyak aspek. Termasuk di antaranya infeksi bakteri.

Salah satu tanda dari mastitis memang berupa pembengkakan payudara dan keluhan nyeri pada puting payudara. Hanya saja, pada kasus ibu menyusui, keluhan pembengkakan payudara dan puting nyeri bisa saja terjadi tanpa adanya mastitis.

Apa Beda Payudara Bengkak dan Mastitis?


Mari pahami dulu soal beda dari keluhan payudara dan mastitis. Sebagaimana dijelaskan soal apa itu mastitis di atas, mastitis pada dasarnya adalah peradangan dan infeksi pada payudara. Dan ditandai oleh pembengkakan pada payudara. Hanya saja tidak semua pembengkakan pada payudara adalah mastitis.

Pada umumnya, pembengkakan payudara sangat berkaitan dengan masa menyusui. Ketika awal masa menyusui, arus keluarnya ASI belum lancar, saluran susu belum sempurna menyalurkan ASI dan puting masih kaku hingga keluarnya ASI terhambat.

Pada masa seperti ini, bisa jadi produksi ASI dalam payudara tidak berimbang dengan keluarnya ASI yang dihisap bayi. Akibatnya terbentuk endapan ASI dalam payudara. Payudara mengeras, membengkak dan menjadi terasa sakit dan berat.

Sementara itu, puting yang belum elastis bisa menjadi iritasi akibat isapan bayi. Dari awalnya sekedar iritasi berkembang menjadi luka terbuka dan abses yang menyakitkan. Ibu kemudian merasakan nyeri pada payudara dan puting. Dan tidak selalu berarti terjadi peradangan atau infeksi dalam payudara.

Apa Itu Penyebab Mastitis
Ilustrasi Pad Penyebab Mastitis (Credit Photo: tolikoffphotography / 123rf

Apa Penyebab Mastitis Itu?

Berbeda dengan mastitis yang ditandai dengan gejala-gejala serupa dengan infeksi lain. Bakteri masuk ke dalam payudara dan menginfeksi jaringan saluran susu dan kelenjar susu di dalamnya.  Menyebabkan peradangan pada payudara. Di sini payudara biasanya tidak hanya membengkak tetapi terlihat merah, keras dan terasa sangat nyeri.

Pada ibu menyusui, memang resiko untuk mengidap mastitis menjadi lebih tinggi. Apa itu penyebab utama mastitis pada ibu menyusui lebih tinggi? Karena ibu menyusui lebih mudah membentuk luka terbuka di area payudara, seperti pada puting yang abses.

Dari luka terbuka inilah kemudian bakteri masuk ke dalam payudara. Itu sebabnya ketika puting mulai luka, ibu harus segera merawat area luka ini dengan baik. Supaya tidak menjadi rumah bakteri yang mengancam.

Dan bila di saat yang sama payudara ibu tengah membengkak. Mengendapnya ASI dalam payudara ini juga akan menjadi ruang yang sangat baik untuk berkembangnya bakteri pada payudara. Terjadilah masalah mastitis.

Apa itu penyebab lain mastitis pada ibu menyusui? itu adalah kebiasaan ibu dalam mengenakan pad untuk menahan ASi keluar merembes ke pakaian. Cara ini lazim dilakukan demi alasan estetis. Hanya saja bila pad tidak rutin diganti, pad akan menjadi rumah untuk banyak bakteri. Dan bakteri ini akan mencari cara untuk masuk ke dalam payudara.

Mungkinkah Mastitis Terjadi pada Wanita Tidak Menyusui?


Pada dasarnya mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Bila pada ibu menyusui masuknya bakteri melalui puting yang terluka atau puting yang tidak bersih. Kemudian bakteri berkembang pada saluran air susu yang tersumbat oleh endapan ASI yang tidak lancar.

Maka apa itu penyebab mastitis pada wanita yang tidak menyusui? Sementara puting pada wanita tidak menyusui cenderung lebih rapat hingga sulit bakteri untuk masuk. Tidak ada pula endapan air susu yang memudahkan bakteri berkembang.

Bakteri dapat masuk ketika terbentuk luka pada area payudara dan puting yang diabaikan. Puting bisa luka karena efek gesekan dengan pakaian dalam, atau karena puting yang kering dan mengalami keretakan hingga akhirnya menjadi lebih rentan luka.

Juga karena penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak menggunakan bahan yang menyerap keringat dan memiliki elemen busa tebal yang membuat area payudara terasa pengap. Keringat yang berdiam lama dalam area kulit payudara menjadi rumah baru untuk bakteri. Danbakteri ini akan mencari celah untuk masuk ke dalam payudara.

Bahkan dalam kadang ditemukan kasus bayi baru lahir yang mengalami pembengkakan payudara. Tidak jarang kondisi ini disertai dengan keluhan keluarnya cairan serupa susu dari ujung payudara bayi. Kondisi ini disebut dengan ginekomastia.

Keluhan ini berkaitan erat dengan kadar estrogen pada ibu selama hamil yang berlebihan. Estrogen berlebihan ini memicu stimulasi tidak wajar pada organ kewanitaan bayi. Ini yang kemudian memicu bayi mengalami gejala payudara bengkak.

Cara mengatasi payudara bengkak pada bayi adalah dengan rutin mengompres menggunakan air hangat. HIndari memijat dan menekannya supaya pembengkakan tidak berkembang menjadi mastitis bayi. Kondisi ini tidak perlu diobati karena biasanya keluhan ini tidak serius dan akan hilang dalam 2 pekan.

Apa Gejala Mastitis Itu?


Payudara yang bengkak dan terasa kencang, disertai munculnya rasa nyeri ringan pada payudara selama masa awal menyusui adalah hal yang lazim. Ketika payudara penuh oleh ASI biasanya tekanan yang dihasilkan memicu rasa nyeri dan kencang. Hal yang sama kadang muncul saat payudara melakukan proses pengisian ulang ASI setelah dihisap oleh bayi.

Terbentuknya luka dan rasa perih di area puting juga menjadi hal yang lazim pada masa awal menyusui. Tidak semua keluhan pada payudara dapat diidentifikasi sebagai mastitis.

Mastitis memiliki sejumlah gejala yang lebih spesifik dari sekedar pembengkakan dan rasa nyeri pada payudara dan puting. Lalu apa itu gejala utama dari mastitis? berikut gambarannya.

  • Muncul rasa demam dan meriang
  • Tubuh terasa letih dan lesu
  • Payudara menjadi keras dan nyeri bahkan ketika disentuh ringan
  • puting tampak membengkak dan merah, aerola juga terlihat tegang
  • area payudara terlihat merah dan hangat bila disentuh
  • Payudara terasa sakit ketika dihisap bayi
  • Terabanya pembengkakan kelenjar limfosit pada area sekitar ketiak
  • Detak jantung tidak beraturan (aritmia)
  • Kadang muncul luka atau abses pada area puting, bahkan berdarah atau bernanah
Ilustrasi Cara Mengatasi Mastitis
Credit Photo: lolostock / iStock

Bagaimana Cara Mengatasi Payudara Bengkak?

Bila yang Anda alami saat ini jelas tidak disertai dengan gejala-gejala mastitis di atas. Itu tandanya Anda hanya tengah mengalami gangguan payudara bengkak akibat awal menyusui. Anda tidak perlu khawatir, Anda hanya harus merawatnya dengan cara-cara sederhana.

Karena pada dasarnya seiring dengan waktu, payudara dan puting Anda akan beradaptasi dengan pola dan jadwal minum susu bayi Anda. Sehingga produksi dan masa menyusui bisa berjalan selaras. Puting dan payudara juga menjadi lebih lentur dan lunak hingga tidak lagi mudah luka seperti sebelumnya.

Obat Tradisional untuk Puting Sakit


Tetapi bila Anda merasa tidak nyaman dengan payudara dan puting Anda, Anda bisa coba sejumlah cara rumahan mengatasi payudara bengkak dan beberapa obat tradisional untuk puting yang sakit.

Dan berikut adalah sejumlah cara mudah mengatasi payudara bengkak dan beberapa obat tradisional untuk atasi puting sakit dan luka.

  • Kompres Air Panas dan Dingin

    kompres dengan suhu panas dan dingin juga diketahui baik untuk membantu meredakan keluhan payudara bengkak dan puting yang nyeri. Ini membantu melancarkan kembali sirkulasi darah dan mengatasi endapan ASI di dalam payudara. Juga mencegah terbentuknya kembali pembengkakan.

    Pada saat payudara membengkak dan terasa nyeri, coba kompres dengan kain lap yang sudah direndam air hangat. Letakan membungkus payudara dan diamkan beberapa saat. Cara ini akan mengatasi payudara yang bengkak. Air hangat akan membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurai endapan ASI yang menyumbat pada saluran air susu.

    Anda bisa menyusui setelahnya sembari tetap mengompres area payudara yang sakit dengan suhu hangat. Menyusui pada dasarnya merupakan cara terbaik mengatasi mastitis. Ini akan membantu meredakan payudara yang bengkak dan mengeras.

    Setelah menyusui, coba untuk mengompres payudara dengan air bersuhu rendah. Diamkan beberapa saat supaya efeknya bekerja. Ini adalah metode obat tradisional untuk mencegah payudara kembali bengkak dan puting menjadi sakit.

    Air dingin akan mengecilkan kembali pembuluh darah dan saluran ASI. Hingga cara ini tidak hanya mengatasi mastitis, tetapi mencegah terbentuknya penumpukan darah dan ASI di dalam payudara, sesaat setelah ASI dikeluarkan.

  • Tetap Menyusui

    Selama masih memungkinkan, sebaiknya Anda tidak berhenti untuk menyusui. Bila kasus mastitis yang Anda alami berkaitan dengan proses menyusui. Karena justru menyusui akan menjadi cara terbaik mengentaskan keluhan yang muncul.

    Menyusui akan menjadi cara mudah mengatasi payudara bengkak dengan mengosongkan payudara yang penuh. Efek nyeri dan bengkak pada payudara bisa jadi berasal dari penuhnya ASI dalam payudara.

    Air susu yang dihasilkan juga terbukti dapat membantu melunakan payudara yang kering dan teriritasi. Jadi secara bertahap justru ASI yang mengalir keluar akan menjadi obat tradisional yang sederhana untuk keluhan puting sakit dan luka.

  • Kompres dengan Irisan Kentang

    Ambil kentang segar dan baru, lalu iris tipis menjadi beberapa lembar. Gunakan irisan ini sebagai kompres pada payudara dengan menempelkannya pada seluruh permukaan kulit payudara berikut dengan putingnya. Secara tradisional ini dianggap efektif untuk cara mengatasi payudara bengkak.

    Obat tradisional ini efektif atasi puting yang luka dan sakit. Kentang dikenal memiliki sifat anti inflamasi dan efektif mempercepat penyembuhan luka dan menstimulasi pembentukan jaringan baru pada luka. Sebagaimana dijelaskan dalam Food Chemistry 2016. Khasiat ini membuat kompres dengan kentang akan mempercepat sembuhnya luka terbuka pada payudara.

    Kentang juga memiliki sifat meredakan pembengkakan. Kentang sebelumnya juga sudah lazim dikenal sebagai terapi rumahan untuk mata bengkak dan kaki bengkak. Diasumsikan kinerjanya dengan membantu memperbaiki sumbatan dalam pembuluh darah. Juga dalam hal ini termasuk saluran susu.

  • Bersihkan dan Lumas dengan Minyak Zaitun

    Salah satu cara untuk membantu melunakan payudara dan puting adalah dengan rutin membersihan dan memijatnya dengan minyak zaitun. Ini akan membantu memperbaiki tekstur dari puting dan payudara sehingga tidak keras dan kaku.

    Termasuk pula membantu mengatasi luka dan pecah-pecah pada puting. Sebagaimana dijelaskan dalam Worldwide Evidence Based Nursing tahun 2015. Dalam minyak zaitun ditemukan kandungan vitamin E, anti inflamasi dan analgesik yang akan efektif meredakan nyeri dan mempercepat proses sembuhnya luka.

    Gunakan juga minyak zaitun untuk membersihkan area puting hingga tidak ada kotoran dan kerak yang menutupi jalan keluar ASI. Kadang aspek sederhana ini justru yang menyebabkan ASI tidak lancar.

  • Mengonsumsi Lechitin

    Lesitin adalah substansi protein dengan komponen lemak di dalamnya. Ini banyak terkandung dalam kuning telur, kacang kedelai, daging merah, biji-bijian, ikan-ikanan dalam susu. Mengonsumsi lesitin dianggap efektif membantu meredakan keluhan nyeri dan bengkak pada payudara.

    Lesitin terbukti membantu menormalkan kadar hormon dalam tubuh wanita menyusui, hingga membantu melancarkan produksi ASI dan memperbaiki penyumbatan yang terbentuk. Hingga dapat menjadi cara mengatasi payudara bengkak.

    Dalam asumsi lain diduga lesitin membantu memperbaiki komposisi lemak dalam susu ASI hingga mencegah ASI menjadi mudah mengerak dan lengket pada dinding saluran ASI. Sebagaimana dijelaskan dalam laporan Drugs and Lactation Database tahun 2006.

obat tradisional puting sakit
Ilustrasi Kubis untuk Mastitis (Credit Photo: nutritionfact)

Apa Cara Mengatasi Mastitis Itu?


Berbeda dari sekedar puting luka dan payudara yang penuh, mastitis adalah infeksi bakteri yang harus diterapi secara medis. Maka terapi yang paling lazim diberikan pada kasus ini adalah dengan antibiotik. Terapi antibiotik ini terbukti akan efektif mengatasi serangan infeksi bakteri.

Selain dengan bantuan antibiotik, biasanya pasien disarankan mengonsumsi obat Pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol. Hanya saja, terapi dengan Pereda nyeri ini dianggap kurang tepat diberikan untuk ibu yang tengah menyusui, karena dikhawatirkan akan terserap ke dalam ASI. Jadi terapi ibuprofen hanya dapat dilakukan dengan terbatas.

Saran medis lain yang banyak disarankan adalah dengan mengonsumsi lebih banyak air supaya tubuh tetap terhidrasi. Pada kasus ibu menyusui, mastitis dapat muncul akibat air susu yang tidak deras hingga justru mengendap pada saluran susu. Untuk itu pasien disarankan minum lebih banyak untuk menstimulasi produksi ASI lebih banyak lagi.

Bersihkan payudara dan puting supaya infeksi tidak memburuk. Anda bisa gunakan air atau minyak untuk membersihkan payudara. Penggunaan air garam juga banyak disarankan sebagai pembersih di sini

Anda juga bisa menggunakan sejumlah cara tradisional untuk membantu mengatasi mastitis juga puting sakit dan payudara bengkak yang menyertainya.

  • Kompres dengan Lembaran Kubis

    Kubis dikenal baik sebagai sumber vitamin C dan asam folat yang baik untuk perkembangan janin. Tetapi khusus untuk kasus ini, kubis juga dipahami baik sebagai obat tradisional mengatasi puting sakit dan payudara bengkak.

    Secara awam,  kubis digunakan sebagai obat tradisional puting sakit dan payudara bengkak. Cara mengatasi payudara bengkak kubis adalah dengan membungkus payudara menggunakan lembaran kubis mentah. Diamkan sesaat sampai rasa nyeri mereda. Anda juga bisa menggunakan kubis yang sudah didiamkan dalam lemari es supaya rasa dingin yang dihasilkan lebih maksimal.

    Khasiat kubis sebagai cara mengatasi payudara bengkak ini bahkan telah dibuktikan secara ilmiah dalam jurnal JBI Library Systemic Reviews tahun 2012. Terapi dengan kubis terbukti membantu menurunkan intensitas kinerja kelenjar susu hingga membantu mengurangi kepadatan pada payudara.

    Tetapi kompres kubis diketahui secara empiris dapat membantu mengurangi aktivitas sel-sel kelenjar susu. Pada kasus mastitis, ini akan sangat membantu tetapi bila dilakukan berlebihan justru dapat menyebabkan produksi ASI menurun.

    Dan dalam review lain tahun 2015 juga diungkap kubis dapat menjadi cara mengatasi mastitis. Hal tersebut diulas dalam Nursing and Midwifery Research Journal. Dalam kubis ditemukan sifat anti bakterial yang baik untuk meredam infeksi.

    Kubis juga dipahami dapat bekerja sebagai astringent yang meredakan peradangan pada payudara Anda. Hingga akan membantu meringankan efek kemerahan dan panas pada payudara dan meringankan rasa nyeri yang muncul. Ini dapat menjadi cara alami mengatasi mastitis tanpa efek samping.

  • Gunakan Air Garam

    Membersihkan area bengkak dan luka dengan zaitun kerap dianggap kurang lagi efektif bila payudara sudah mengalami peradangan. Dibutuhkan pembersih yang lebih efektif mengangkat jaringan mati dan sebagai desinfektan.

    Anda bisa gunakan air garam sebagai alternatif mudah untuk mencuci area peradangan pada payudara dan puting. Atau bila perlu coba untuk mandi dengan air garam atau merendam payudara berikut dengan putingnya menggunakan air larutan garam. Ini diketahui efektif sebagai cara mengatasi payudara bengkak. Juga efektif menjadi obat tradisional puting yang abses dan sakit.

    Kandungan air garam yang diketahui baik untuk membantu penyembuhan luka akan sangat efektif sebagai obat tradisional untuk puting yang luka dan perih. air garam memiliki efek mengirigasi endapan pada luka dan membantu proses pembentukan jaringan baru pada luka. Ini yang kemudian diharapkan dapat bekerja pada mastitis.

    Hanya saja, sejatinya garam bukan jenis anti mikrobakterial dan anti radang yang aktif. Jadi terapi ini sebaiknya dilakukan sebagai pembersihan area payudara. Untuk kemudian dilanjutkan dengan cara lain dalam mengatasi payudara bengkak.

  • Dioleskan dengan Minyak kelapa

    Bila dirasa perawatan dengan minyak zaitun tidak lagi efektif, sejumlah pakar kemudian menyarankan untuk beralih dengan minyak kelapa. Khasiatnya yang kaya membuatnya tidak lagi sekedar sebagai obat tradisional untuk cara mengatasi puting sakit dan payudara bengkak biasa. Tetapi juga efektif menjadi cara mengatasi radang mastitis.

    Dalam riset yang melibatkan sejumlah hewan menyusui dijelaskan bahwa terapi dengan mengoleskan minyak kelapa murni atau VCO pada hewan  penderita mastitis sangat efektif meredakan infeksi dan menurunkan intenstias peradangan. Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Helion tahun 2019.

    Berangkat dari pandangan ini kemudian banyak yang juga menyarankan untuk memanfaatkan khasiat VCO sebagai cara mengatasi payudara bengkak atau mastitis ini. Penerapan ini juga diungkap dalam International Journal of Biotechnology for Wellness Industries tahun 2016.

    Sebagaimana diungkap dalam jurnal lain, Pharmaceutical Biology tahun 2010 diungkap bahwa dalam minyak kelapa murni tersimpan komponen anti piretik, analgesik, anti bakterial, anti fungal, pelembab, astringent dan anti peradangan. Seluruh fungsi yang sangat berperan dalam penyembuhan mastitis.

    Terapi dengan VCO juga efektif menjadi obat tradisional pada area puting yang luka dan sakit. Karena biasanya rasa nyeri muncul dari luka terbuka yang terbentuk pada puting. Dengan terapi VCO, permukaan puting akan kembali lebih lembut, kenyal dan luka yang muncul dapat membaik.

  • Kompres dengan Bawang Putih

    Bawang putih dikenal baik sebagai herbal anti infeksi dan anti bakterial yang cukup agresif. Anda bisa mengatasi luka dengan cepat menggunakan bawang putih. Hanya saja kadang efek agresifnya akan menyebabkan area luka menjadi terasa seperti terbakar dan kering.

    Untuk itu, terapi bawang putih untuk obat tradisional puting terluka dan sakit tidak disarankan dilakukan secara langsung. Anda bisa lakukan dengan menghaluskan bawang putih dan campur dengan cukup banyak minyak kelapa. Kemudian oleskan tipis pada area bengkak dan luka di payudara. Gunakan dalam tempo lebih singkat dan jangan dibiarkan berjam-jam.

    Cara ini dianggap lebih efektif dan aman dibandingkan dengan mengompresnya secara langsung. Ada cara lain yang juga dianggap lebih aman dan lebih nyaman dijalankan. Cara alternatif mengatasi mastitis ini adalah dengan mengonsumsi bawang putih mentah. Anda bisa potong kecil-kecil supaya dapat lebih mudah ditelan. Efek anti bakteri dan anti inflamasi dari bawang putih juga efektif didapat dengan cara dikonsumsi.

  • Mengasup Vitamin C

    Vitamin C diketahui memiliki kemampuan anti inflamasi dan memiliki efek mempercepat penyembuhan luka. Vitamin C juga baik sebagai imun stimulus yang baik meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan serangan bakteri dalam payudara.

    Mengasup vitamin C dalam dosis tinggi akan membantu meredakan peradangan dengan efektif, termasuk sebagai cara mengatasi payudara bengkak dan puting luka. Vitamin C akan efektif mempercepat penyembuhan infeksi yang menjadi penyebab mastitis.

    Hanya saja, sebaiknya Anda harus cukup hati-hati untuk mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi. Lakukan hanya dalam jangka pendek saja. Karena vitamin C dalam dosis tinggi yang dikonsumsi berketerusan dapat menyebabkan diare, gangguan pencernaan dan masalah ginjal.

Selalu jaga kebersihan area payudara dan rawat payudara supaya permukaannya tetap lembut, sehat dan tidak kering. Dan lakukan sejumlah teknik perawatan di atas sebagai cara mengatasi payudara bengkak atau mastitis. Dengan obat tradisional di atas, tidak hanya mengatasi puting sakit, tetapi juga akan mencegah munculnya efek samping pada kualitas ASI yang dihasilkan.

Sumber

Referensi Cara Mengatasi Payudara Bengkak:

Michigan Medicine University of Michigan. Reviewed: 2019-05-29. Mastitis While Breastfeeding. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw98039

Cleveland Clinic. Reviewed: 2014-10-15. Mastitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15613-mastitis

KellyMom. Updated: 2020-04-08. Natural treatments for nursing moms. https://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/herbs/natural-treatments/

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}