• Home
  • Blog
  • Campak
  • Campak: Rubeola, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Campak: Rubeola, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Rubeola? Ini adalah penyakit campak yang sangat mudah menular dan disebut juga campak merah (red measles). Penyakit ini lebih sering menjangkiti anak-anak, remaja dan orang dewasa yang belum pernah diberi vaksin. Maka dari itu penderitanya sebaiknya berada dalam lingkungan yang terisolasi, sehingga virus tidak menyebar.

Bila keadaan ini tidak segera diatasi, dapat menyebabkan peradangan telinga bagian tengah, radang paru (pneumonia), dan radang otak (ensefalitis). Beberapa orang mengatakan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian, namun ini hanya terjadi jika komplikasi seperti yang disebutkan telah terjadi.

Penyebab Rubeola

Campak jenis ini disebabkan oleh virus yang disebut Paramyxovirus dari genus Morbillivirus. Virus ini dapat menular melalui udara, misalnya melalui bersin atau batuk. Penularan virus dapat terjadi sejak 5 hari sebelum penderitanya menunjukkan gejala campak dan 5 hari setelah gejala utamanya timbul. Jika Anda sudah pernah mengidap campak, ini tidak akan muncul lagi.

Beberapa orang yang memiliki masalah dengan sistem imun berpotensi lebih besar terserang campak. Faktor lain yang memungkinkan Anda terkena campak ialah; perjalanan ke suatu tempat dimana campak sedang mewabah dan sedang menjalani terapi obat yang mengandung kartikosteroid.

Gejala Rubeola

Pasien biasanya mengidap demam hingga 4 hari yang disertai dengan batuk, pilek, keringat dingin, bercak pada lidah, dan mata merah. Setelah demam, barulah ruam atau bintik berwarna merah muncul—ini berawal dari bagian belakang telinga, lalu menjalar ke bagian leher, kepala, hingga sekujur tubuh disertai dengan rasa gatal. Penyebaran ruam hanya beberapa jam setelah bercak awal dan dapat berlangsung hingga 8 hari, kemudian berubah menjadi cokelat lalu hilang.

Pengobatan Rubeola

Pasien campak dapat dirawat dirumah, ia tidak dianjurkan untuk keluar rumah, karena dapat meningkatkan penularan kepada orang-orang lain yang kekebalan tubuhnya menurun. Pengobatan dapat dilakukan dengan konsumsi obat demam sesuai dengan resep dan dosis yang telah ditentukan. Salah satu contohnya adalah ibuprofen atau parasetamol.

Minumlah banyak air guna mengganti cairan tubuh yang keluar dan mengurangi resiko dehidrasi. Memiliki kebiasaan istirahat yang teratur, juga dapat membantu dalam mengatasi perasaan tidak nyaman, sekaligus meredakan demam yang timbul. Suplemen tambahan seperti vitamin A bisa saja diberikan oleh dokter jika dibutuhkan oleh pasien.

Pencegahan Rubeola

Campak dapat dicegah dengan cara menjalani vaksin immunoglobulin (IG) secepat mungkin. Pada anak-anak, pemberian vaksin ini biasanya terjadi pada usia 1 ½ tahun. Vaksin tidak akan diberikan jika usia bayi dibawah itu, karena mereka masih memiliki kekebalan yang berasal dari ibu, selama dalam kandungan.

Pemberian vaksin untuk yang kedua kalinya berlangsung pada usia 4-5 tahun guna meningkatkan kekebalan terhadap serangan virus tersebut. Bila sang ibu mengalami campak saat sedang hamil, dokter bisa jadi memberikan vaksin yang dibutuhkan kala itu, dengan demikian resiko komplikasi bagi ibu dan anak dapat diminimalisasi.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}