Apa Itu Obat Polisitemia?


By Fery Irawan

Obat Polisitemia yang ada dalam artikel ini merupakan alternatif lain bagi penderita ‘kelebihan sel darah merah’. Salah satu alternatif pengobatan dapat dilakukan dengan mengonsumsi tanaman herbal, sayuran, atau buah-buahan dengan kandungan zat yang dapat mengatasi gejala yang ditimbulkan oleh polisitemia, sehingga dapat bekerja selayaknya obat medis dengan sedikit risiko dan biaya yang lebih kecil. Mari kita selidiki beberapa kandungan dalam tanaman berikut ini!

Bawang Putih (Allium sativum) – jenis rempah yang satu ini tak hanya melezatkan masakan Anda, tetapi juga mampu memperlambat proses pembekuan darah, sehingga pembentukan gumpalan darah dapat dicegah. Khasiatnya sebagai anti-koagulan sama seperti obat medis yang dikenal dengan sebutan aspirin. Dengan demikian bawang putih disebut juga sebagai obat polisitemia. Namun, jika Anda berencana untuk melakukan operasi hindarilah konsumsi bawang putih.

Cabe Merah (Cayenne / Capsicum annuum) – bagi para penggemar hidangan pedas, cabe merah masih dapat mereka hadapi. Namun, tahukah Anda bahwa cabe merah juga digunakan dalam bidang kesehatan? Tentu, tak hanya sebagai sumber vitamin C saja. Kandungan capsaicin dalam cabe merah tampaknya dapat membantu gangguan yang terkait dengan sirkulasi darah, penelitian lebih lanjut mengenai capsaicin dalam mengobati penyakit jantung masih dilakukan.

Ginseng (Panax ginseng) – akar tanaman ini sudah sering digunakan bagi beragam penyakit, Anda bisa jadi pernah mendengar bahwa ginseng berkhasiat bagi masalah yang berkaitan dengan fungsi seksual. Tapi ternyata, khasiat lain dari ginseng ialah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat proses pembentukan gumpalan darah. Namun, Anda perlu berhati-hati karena ginseng bisa jadi membuat Anda sulit untuk tidur yang disebut dengan insomnia.

Lidah Buaya (Aloe Vera) – jenis tanaman yang satu ini sudah banyak dijual sebagai bahan campuran minuman yang serupa dengan ‘sari kelapa’. Namun, khasiatnya tak hanya baik untuk menghindari serangan ‘panas dalam’ saja. Lidah buaya juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kulit, seperti; kulit lecet dan luka bakar ringan. Tapi, jika Anda memiliki alergi terhadap bawang putih, bisa jadi Anda juga mengalami alergi terhadap lidah buaya, maka waspadalah.

Cakar Kucing (Cat’s Claw / Uña de gato / Uncaria tomentosa) – jenis tanaman ini lebih dikenal di daerah Spanyol atau Portugis. Khasiat dari tanaman cakar kucing ialah merangsang sistem kekebalan tubuh, membantu mengatasi nyeri pada tulang, meningkatkan perbaikan DNA, dan membantu kelelahan yang sifatnya kronis. Cakar kucing dapat bekerja seperti obat anti-inflamasi (obat anti-radang) dan anti-oksidan. Tanaman ini tidak cocok bagi ibu hamil atau ibu yang menyusui.

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) – tanaman asal Papua ini sudah dikenal ampuh dalam mengobati segala jenis kanker. Karena salah satu jenis komplikasi penyakit polisitemia adalah leukemia (sejenis kanker darah), maka herbal ini dapat digunakan sebagai obat polisitemia (saat komplikasi sudah diketahui guna menghindari stadium yang tinggi). Kandungan asam fenolik merupakan senyawa yang dapat menghilangkan radikal bebas penyebab terjadinya kanker.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}