Apa Ciri-Ciri Tumor Parotis?


By Cindy Wijaya

Masih heran dengan keberadaan tumor parotis atau tumor kelenjar ludah? Lalu, bagaimana ciri-ciri tumor parotis? Setidaknya dengan mengetahui ciri tersebut sejak awal, Anda dapat mencegah perkembangan tumor menjadi kanker yang sifatnya ganas. Mari kita lihat bersama-sama!

Hal ini berawal dari rasa nyeri atau sulit saat menelan ataupun saat membuka mulut lebar-lebar. Tumor parotis juga disertai dengan mati rasa pada sebagian wajah dan lemasnya otot-otot wajah yang disertai dengan benjolan pipi – tepatnya didepan telinga, tempat kelenjar ludah parotis berada.

Ada begitu banyak jenis kanker dan tumor kelenjar ludah, misalnya; adenokarsinoma, adenokarsinoma poli-morpous kelas rendah, karsinoma sel asinik, karsinoma kistik adenoid, karsinoma sel jernih, tumor ganas campuran, karsinoma muko-epidermoid, karsinoma onkositik, karsinoma saluran ludah, dan karsinoma sel skuamosa.

Sekalipun beberapa dari jenis kanker ini tampaknya berbeda, namun sebenarnya jenis sel kanker yang menyerang sama. Perbedaan jenis ini hanya menunjukan lokasi sel dalam tubuh yang diserang oleh kanker, bukan karena banyaknya jenis kanker itu.

Untuk dapat memastikan ciri-ciri tumor parotis yang Anda rasakan, cobalah untuk menghubungi dokter. Mereka bisa jadi menganjurkan Anda untuk melakukan tes pencitraan setelah pemeriksaan fisik selesai dilakukan.Tes pencitraan yang biasa dianjurkan ialah CT-scan, MRI, dan PET – selain itu, biopsi juga dilakukan untuk memeriksa sel tumor dan dibawa ke laboratorium. Setelah tumor berhasil diidentifikasi dokter akan melihat hasilnya guna menentukan tingkat stadium tumor yang Anda alami. Barulah pengobatan dilakukan, bisa berupa kemoterapi, radiasi atau pembedahan.

Bahkan dapat gabungan dari beragam jenis metode pengobatan tersebut, guna mencegah serangan kanker yang datang untuk kedua kalinya. Beberapa orang mungkin merasakan adanya efek samping setelah melakukan terapi radiasi berupa mulut kering dan beberapa komplikasinya, hal ini dapat diringankan dengan menyikat gigi beberapa kali dalam sehari, berkumur dengan larutan air hangat dan garam setelah makan siang, hindari makanan yang pedas dan asam, pilihlah makanan yang dapat melembabkan rongga mulut, seperti; susu, kaldu, dan hidangan berkuah.

Baca Juga:  Apa Gejala Tumor Parotis?

Beberapa alternatif pengobatan juga diberikan untuk mengatasi kelelahan karena pengobatan kanker tersebut, hal ini dapat terdiri dari terapi komplementer, seperti; berolahraga ringan dengan durasi 30 menit dalam sehari.

Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas ini, terutama jika Anda memutuskan untuk berjalan cepat, guna memastikan apakah ini aman untuk keadaan Anda sekalipun tujuannya mengurangi rasa lelah. Perawatan medis lainnya dapat berupa akupuntur, terapi massage, dan relaksasi dengan mendengarkan musik.

Apabila Anda merasakan adanya ciri-ciri tumor parotis dalam diri Anda, segera carilah bantuan tak hanya kepada ahli medis. Bicarakanlah dengan anggota keluarga sehingga mereka dapat mengerti kondisi Anda dan dapat memberikan dukungan secara emosi. Hal ini turut melegakan beban yang harus dirasa sebelum, selama, atau setelah pengobatan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}