Apa Bahaya Menginang: Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Tersebut?


By Fery Irawan

Tahukah Anda apa saja bahaya yang dapat timbul karena menginang? Berapa banyak orang yang mengalami dampak buruk menginang? Dapatkah kebiasaan ini dihentikan?

Sebuah laporan kesehatan Oral Health mengatakan, bahwa “pinang sirih sudah digunakan sejak dahulu kala dan memiliki banyak fungsi sosial, budaya dan bahkan agama”. Mereka yang terbiasa menginang seringkali menganggap kebiasaan ini tidak begitu berbahaya, mengapa? Karena menginang memberi mereka sensasi kepuasan, gembira, dan rasa hangat.

Sayangnya apa yang mereka rasa tidaklah sama dengan fakta, bukti ilmiah memperlihatan bahwa salah satu kandungan dalam campuran sirih-pinang dapat menyebabkan kecanduan, alhasil noda pada gigi akan muncul seraya berkembangnya beragam keluhan seputar kesehatan gusi.

Apa Saja Bahaya Menginang?

Fakta yang disebutkan dalam laporan Oral Health kembali memperlihatkan bahwa orang yang terbiasa menginang dapat mengalami perubahan selaput lendir dalam mulut sehingga tampak cokelat kemerahan dan timbul kerutan, gejala ini sering disebut sebagai ”mukosa penginang”.

Orang yang menginang bisa saja mengalami ”radang mukosa mulut” yang semakin akut dan disebut dengan fibrosis submukosa mulut. Penyakit ini memiliki kondisi yang serupa dengan pra-kanker yang terjadi pada rongga mulut. Bagaimana penyakit ini dapat terbentuk?

Rupanya di dalam buah pinang yang dikunyah mengandung zat yang dapat memengaruhi peningkatan produksi kolagen (semacam protein) dalam tubuh, lalu kandungan tembaga dalam buah pinang menjadi perantara terbentuknya fibrosis submukosa mulut.

Selain itu, menginang dapat menimbulkan kanker mulut yang disebut karsinoma sel skuamosa rongga mulut, pada tenggorokan bagian belakang. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus kanker rongga mulut di Asia Tenggara, menurut laporan The China Post ada peningkatan sebesar 4 kali lipat dalam periode 40 tahun terakhir, khususnya di kawasan Taiwan sebesar 85% para penginang mengidap penyakit berat ini.

Halnya sama dengan laporan surat kabar Papua New Guinea Post-Courier yang menyatakan, ”ada sedikitnya 2.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya dan mengalami banyak masalah kesehatan karena kebiasaan menginang, beragam pengaruh yang ditimbulkan oleh kecanduan sirih pinang hampir sama dengan yang dialami perokok, dan ini mencakup penyakit jantung maupun masalah yang berkaitan dengan pembuluh darah”.

Dua Cara Menghentikan Kebiasaan Menginang!

  • Pertama, milikilah tekad. Sama seperti sewaktu Anda hendak berhenti merokok, sekedar mengetahui bahaya yang timbul saja tidak cukup, oleh karena itu memiliki tekad yang kuat akan membantu Anda mengatasi kebiasaan buruk ini.
  • Kedua, mencari dukungan orang lain. Hal ini bermanfaat agar tekad yang telah dibuat tidak mengendur, teman yang baik akan memotivasi Anda agar tidak gagal sewaktu berpantang terhadap kebiasaan menginang ini. Dukungan dapat dicari dari keluarga, teman-teman, atau tetangga yang sama-sama ingin menghentikan kebiasaan menginang.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}