Akibat Gondongan yang Tidak Boleh Diabaikan


By Fery Irawan

Komplikasi atau akibat gondongan dapat sangat berbahaya jika Anda mengabaikan keberadaanya. Apa saja dampak yang bisa terjadi dan Anda alami? Dapatkah hal ini diatasi atau dicegah?

Meski sebenarnya tidak berbahaya, penyakit gondongan atau yang dikenal dengan istilah parotitis/mumps dalam dunia medis, ternyata dapat menimbulkan komplikasi serius bagi mereka yang menderitanya. Bahkan, bukan tidak mungkin kematian dapat terjadi akibat komplikasi tersebut. Mari kita kenali beberapa diantaranya. Pertama-tama, mari kita mulai dengan pengenalan seputar penyakit ini.

Akibat Gondongan

Masyarakat pada umumnya, seringkali menyamakan gondongan dengan penyakit gondok. Walau memang gejala khas yang ditimbulkannya mirip, yakni adanya pembesaran kelenjar di area leher, gondongan jelas berbeda dengan penyakit gondok. Sekalipun pembengkakan terjadi disekitar wajah, namun penyebab dan lokasinya jelas tidaklah sama.

Penyakit gondok timbul akibat adanya gangguan hormon thyroid, sedangkan penyakit gondongan timbul akibat serangan Paramyxovirus dan menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada kelenjar parotis (kelenjar ludah).

Selain pembesaran kelenjar di leher, rahang yang terasa kaku, dan nyeri yang timbul ketika mengunyah dan menelan, gejala lainnya dari gondongan tidak jauh berbeda dengan penyakit flu, antara lain demam, nyeri otot, pusing, menggigil, sakit kepala, dan tidak nafsu makan.

Komplikasi Gondongan

Kontak dengan penderita gondongan dapat menyebabkan terjadinya penularan, terutama ketika daya tahan tubuh sedang melemah, entah melalui percikan liur ketika penderita bersin atau batuk maupun lewat udara. Meski gejala penyakit dapat hilang dengan sendirinya, komplikasi masih dapat terjadi, diantaranya sebagai berikut:

  • Gangguan pendengaran permanen pada satu atau kedua telinga.
  • Orchitis/Pembengkakan testis.
  • Pankreatitis.
  • Peradangan ovarium (ooforitis) atau payudara (mastitis).
  • Ensefalitis dan Meningitis yang mengancam jiwa.

Obat khusus untuk penyakit gondongan bisa jadi langka, penyembuhan penyakit ini banyak bergantung pada seberapa kuat sistem imun tubuh Anda dapat melawan virus penyebab gondongan. Umumnya, gondongan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 2 minggu sehingga pengobatan penyakit ini hanya difokuskan pada pengurangan gejala dan keluhan yang terjadi.

Baca Juga:  Penyakit Gondongan: Info Seputar Infeksi Kelenjar Parotis

Pengobatan Gondongan

Selebihnya, yang dibutuhkan penderita adalah asupan nutrisi dan cairan yang cukup guna memperkuat sistem imun tubuh Anda. Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mendongkrak sistem imun Anda guna melawan virus gondongan adalah dengan mengonsumsi herbal Sarang Semut.

Kandungan flavonoid dalam herbal asal Papua ini, diyakini dapat meredakan pembengkakan dan peradangan yang terjadi akibat infeksi virus ini. Kandungan senyawa aktif ini, secara khusus membantu mengurangi dampak peradangan yang terjadi. Pada kondisi yang cukup parah, pengobatan medis mungkin perlu dilakukan. Untuk mempercepat pemulihan lakukan tips-tips berikut;

  • Istirahat sampai demam hilang
  • Kompres dengan air hangat untuk meringankan rasa sakit akibat pembengkakan kelenjar.
  • Hindari makanan yang mengharuskan Anda banyak mengunyah. Anda dapat mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, oatmeal, atau sup.
  • Hindari makanan asam karena dapat merangsang produksi air liur.

Jika gejala dan keluhan tampak semakin parah dan berlangsung lebih dari 1 minggu, segera bawa penderita ke dokter guna mendapatkan pertolongan. Jika dibiarkan, komplikasi serius dapat terjadi, yang bukan tidak mungkin dapat mengancam jiwa. Pengobatan dengan menggunakan herbal hanya bersifat mendukung atau membantu proses pemulihan tubuh dari serangan penyakit.

Demikianlah info lengkap seputar komplikasi atau akibat gondongan yang perlu diwaspadai. Sebelum Anda melakukan pengobatan apapun, cobalah untuk selalu melakukan pemeriksaan medis. Hal ini akan membantu Anda untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}