Share:

Terakhir Diedit:

Minyak kayu putih menghangatkan kita. Minyak ini disuling dari ranting dan daun dan ranting dari pohon kayu putih. Ada banyak manfaat minyak kayu putih bagi kesehatan, mungkin yang paling sering kita tahu adalah untuk meredakan rasa sakit dan untuk mengatasi masalah pernapasan.

Minyak esensial ini awalnya digunakan oleh orang-orang di Indonesia, Malaysia, dan Australia. Walaupun sering dibandingkan dengan minyak pohon teh, tetapi sebenarnya keduanya adalah jenis minyak yang berbeda.

Memang, pohon kayu putih berasal dari famili yang sama dengan pohon penghasil minyak pohon teh. Minyak pohon teh disuling dari pohon Melaleuca alternifolia, sedangkan minyak kayu putih dari Melaleuca cajuputi atau Melaleuca leucadendra (var. cajuputi).

Kedua jenis minyak ini memiliki karakteristik yang mirip, salah satunya sama-sama beraroma kamper. Akan tetapi, minyak kayu putih mempunyai kegunaan dan manfaat uniknya tersendiri.

Minyak Kayu Putih dan Minyak Pohon Teh

Minyak kayu putih dan pohon teh sama-sama disuling dari daun dan ranting. Akan tetapi, secara kimiawi ada perbedaan komponen antara minyak pohon teh dengan kayu putih. Perbedaan kimiawi yang terutama antara lain:

Minyak kayu putih mengandung konsentrat dari 1,8 Cineole (Eucalyptol), limonene, dan alpha-Terpineol yang lebih tinggi. Minyak pohon teh mengandung lebih banyak Terpinen-4-ol dan gamma-Terpinene. Karena itu, kayu putih punya beberapa persamaan karakteristik dengan yang dimiliki Eucalyptus (dari Eucalyptol) dan Lemon (dari limonene).

Komposisi Minyak Kayu Putih VS Minyak Pohon Teh

Berikut ini adalah perbedaan kedua minyak ini dari segi kandungan senyawa di dalamnya.

Senyawa di Dalam Minyak Kayu Putih

  • 1,8-Cineole 44.8% – 60.2%
  • Alpha-Terpineol 5.9% – 12.5%
  • Limonene 4.5% – 8.9%
  • Beta-Caryophyllene 3.8% – 7.6%
Senyawa di Dalam Minyak Pohon Teh

  • Terpinen-4-ol 37.0% – 46.9%
  • Gamma-Terpinene 10.0% – 28.0%
  • 1,8-Cineole 3.0% – 3.6%
  • Para-Cymene 0.5% – 12.0%
  • Alpha-Terpinene 7.9% – 10.4%

Semua data mengenai komposisi dari kedua minyak esensial ini diambil dari buku berjudul “Evidence-Based Essential Oil Therapy: The Ultimate Guide to the Therapeutic and Clinical Application of Essential Oils”. Buku ini ditulis oleh Dr. Scott A. Johnson.

Manfaat Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih punya banyak kesehatan dan kemampuan penyembuhan, sehingga sangat tepat bagi kita untuk menyimpannya di kotak P3K. Berikut adalah sejumlah manfaat minyak kayu putih.

1. Antiseptik

Minyak kayu putih ampuh melawan infeksi, bertindak sebagai pembunuh bakteri, anti-virus, dan pembunuh jamur. Simpanlah minyak antiseptik ini dalam kotak P3K dan oleskan ke luka atau goresan di kulit agar tetap bersih dan bebas infeksi.

  • Oleskan minyak kayu putih ke luka gores yang disebabkan oleh besi berkarat, agar kita terlindung dari tetanus. Ini adalah pertolongan pertama sampai kita bisa sampai ke rumah sakit dan mendapat suntikan tetanus.
  • Minyak kayu putih juga dikenal manfaatnya untuk mencegah infeksi virus influenza, dan penyakit menular seperti kolera dan tifus.

Penelitian lama dari tahun 1960 meninjau penggunaan minyak kayu putih untuk furunculosis—infeksi folikel rambut—yang dapat menimbulkan abses. Gawatnya, infeksi ini biasanya menjadi ‘inang’ bagi Staphylococcus aureus. Infeksi Staphylococcus aureus kemungkinan juga kebal terhadap obat methicillin atau MRSA.

Penelitian ini menemukan bahwa minyak kayu putih membantu penyembuhan yang lebih cepat dan minyak itu bertindak sebagai pembunuh kuman yang kuat untuk melawan berbagai jenis Staphylococcus aureus.

Penelitian lainnya juga meninjau penggunaan minyak kayu putih yang dipadukan dengan antibiotik. Penelitian mendapati bahwa beberapa kombinasi antara antibiotik dan minyak kayu putih menghasilkan kerja-sama yang sinergis.

Jika Anda ingin menggunakan minyak kayu putih berbarengan dengan antibiotik, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

2. Dekongestan

Kita bisa memanfaatkan minyak esensial ini untuk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat. Minyak kayu putih memberikan kelegaan langsung, dengan cara menghilangkan lendir yang menumpuk di hidung dan tenggorokan kita.

Baca juga  Manfaat Minyak Kayu Putih

Minyak ini juga meringankan gejala batuk, mencegah infeksi pada sistem pernapasan, juga meredakan peradangan pada pernapasan seperti laringitis, bronkitis, serta faringitis.

Penderita asma dan alergi sebaiknya mencoba menghirup sedikit minyak kayu putih dulu untuk mengetes apakah kadar tinggi Eucalyptol di dalam minyak ini menimbulkan reaksi yang negatif pada tubuh.

3. Aromaterapi

Minyak kayu putih juga sangat cocok digunakan sebagai diffuser. Hiruplah uap penyembuhan dari minyak esensial kayu putih sewaktu Anda mengalami sesak napas, merasa cemas, atau hanya ingin merasakan aroma segarnya.

Tetapi menghirup aromaterapi kayu putih tidak dianjurkan bagi penderita asma, sebab aromanya justru bisa memicu serangan asma. Kandungan limonene di dalamnya mungkin membuat minyak ini tidak cocok sebagai diffuser aromaterapi ultrasonik. Bacalah petunjuk yang diberikan oleh pembuat diffuser.

4. Pelancar Sirkulasi

Efek menghangatkan dari minyak kayu putih membantu melancarkan sirkulasi dan memperbaiki fungsi dari organ-organ, serta mengaktifkan fungsi-fungsi sekresi yang vital.

Sebagai stimulan, minyak ini merangsang sekresi dari kelenjar endokrin, serta mendorong fungsi kelenjar keringat. Dengan melancarkan keringat, tubuh dibantu untuk secara efektif menyingkirkan toksin dari dalamnya.

5. Pereda Rasa Sakit

Manfaat minyak kayu putih sebagai pereda rasa sakit atau analgesik alami sudah cukup terkenal. Itu artinya, menggunakan minyak ini untuk penggunaan luar maupun dalam bisa meredakan rasa sakit apa pun.

Kalau sedang sakit gigi atau mengalami infeksi di gigi, cobalah teteskan minyak kayu putih ini untuk segera meredakan rasa sakitnya.

Bagi yang sering sakit kepala tetapi tidak mau minum obat aspirin, manfaatkanlah minyak esensial ini. Pijatkan minyak kayu putih ke dahi, dan Anda akan merasakan kelegaan langsung tanpa harus minum obat kimiawi.

Bila diizinkan oleh dokter, Anda bisa mencoba menelan minyak kayu putih untuk mengurangi rasa nyeri otot dan sendi apa pun yang diakibatkan oleh demam dan pilek.

6. Artritis

Mereka yang menderita artritis rematoid atau nyeri sendi, ingatlah: jika dicampur dengan losion atau salep, minyak kayu putih dapat dipijatkan ke sendi-sendi yang terasa nyeri. Minyak esensial ini bukan hanya berguna untuk meredakan sakit, tetapi juga membantu mengurangi peradangan.

Sebagai alternatif, kita juga bisa tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam bak mandi untuk mendapatkan manfaatnya.

7. Kram Otot

Minyak esensial kayu putih dianggap sebagai antispasmodi, yang artinya sanggup meringankan masalah kram otot.

Encerkan minyak kayu putih dengan minyak lain, lalu pijatkan ke otot-otot setelah olahraga. Dengan cara ini, kita bisa langsung meringankan nyeri, peradangan, dan kram pada otot-otot yang kelelahan.

8. Penurun Demam

Minyak kayu putih punya dua cara dalam hal menurunkan demam. Pertama, minyak ini melawan infeksi-infeksi yang membuat suhu tubuh kita meningkat. Dan kedua, sementara berusaha menyingkirkan infeksi tersebut dari dalam tubuh, minyak ini juga merangsang kelenjar-kelenjar keringat, sehingga membantu mendinginkan suhu tubuh kita.

9. Menghilangkan Gas dalam Perut

Gas yang menumpuk dalam perut dapat menimbulkan situasi-situasi yang tidak enak, memalukan (misalnya kalau keluar jadi kentut), dan bahkan menyakitkan. Beruntung, jika kita membawa minyak kayu putih kemana-mana, kita bisa segera mengatasi masalah ini.

Baca juga  Manfaat Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih bekerja sebagai karminatif, yang artinya bukan cuman sanggup mengatasi masalah ini, tetapi juga mampu menghambat terbentuknya gas lebih banyak sekaligus menghilangkan gas yang menumpuk di dalam perut.

Manfaat minyak kayu putih juga sangat baik untuk mendukung pencernaan, merangsang sekresi dari cairan-cairan enzim pencernaan untuk membantu memecahkan makanan secara efektif lalu menyerap nutrisi-nutrisi darinya. Minyak ini membantu mencegah masalah pencernaan seperti kolik, dispepsia, kram perut, disentri, dan enteritis.

10. Perawatan Kulit

Minyak esensial kayu putih berfungsi sebagai astringen ampuh sehingga layak dijadikan perawatan kulit rutin kita. Kemampuan antibakteri yang dimilikinya bukan cuman dapat mencegah infeksi dan noda di kulit, tetapi juga membantu meratakan serta mencerahkan warna kulit kita.

Bahkan, minyak kayu putih sering dijadikan salah satu bahan dari produk kosmetik dan krim antiseptik berkat kemampuannya tersebut.

11. Psoriasis dan Kudis

Minyak ini bersifat antiseptik sehingga cocok untuk mengobati infeksi jamur pada kulit jika dioleskan. Larutkan beberapa tetes minyak kayu putih dengan minyak lain, lalu oleskan ke kulit. Hal ini bukan hanya untuk melawan infeksi jamur penyebab psoriasi dan kudis, tetapi juga bagus untuk pencegahan bagi orang-orang yang menderita penyakit jamur kulit yang kronis.

12. Pengusir Serangga

Manfaat minyak kayu putih sangat bagus untuk menjaga serangga jauh-jauh dari kita, khususnya waktu kita sedang ada di luar ruangan. Larutkan minyak kayu putih dengan minyak lain, lalu oleskan ke kulit untuk mencegah gigitan serangga, terutama nyamuk.

  • Jika dilarutkan, minyak yang ampuh ini dapat disemprotkan atau diuapkan untuk menjaga rumah bebas dari serangga.
  • Celupkan kawat nyamuk ke minyak kayu putih, atau semprotkan minyak ini ke kawat tersebut, untuk memberi perlindungan tambahan dari nyamuk.

13. Cacing Usus

Jika diizinkan oleh dokter yang menangani, minyak kayu putih bisa dicoba dilarutkan dengan air kemudian diminum. Kemampuan antibakteri yang dimilikinya dapat membantu membunuh cacing-cacing di usus. Tetapi ingatlah, menelan minyak esensial pada umumnya tidak dianjurkan dilakukan jika tanpa petunjuk dari dokter.

Efek Samping Minyak Kayu Putih

  • Anda harus selalu konsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial untuk mengobati penyakit apa pun. Dokter dapat membantu mencari tahu apakah minyak tersebut punya efek samping tertentu, bisa menimbulkan komplikasi, atau punya reaksi negatif bila digunakan bersama obat medis.
  • Minyak kayu putih tidak dianggap aman digunakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
  • Penderita asma harus hati-hati: menghirup minyak kayu putih kemungkinan dapat memicu serangan asma. Minyak esensial yang mengandung kadar tinggi 1,8 Cineole (Eucalyptol) pada umumnya tidak direkomendasikan bagi anak-anak atau penderita alergi.
  • Walaupun sebuah penelitian tahun 2002 yang mempelajari alergen dari pohon Melaleuca, dan mendapati bahwa tidak dampak yang signifikan darinya—tetapi beberapa orang tetap mengalami iritasi dan sensitivitas terhadapnya. (NCBI)
  • Sebelum memanfaatkan minyak kayu putih dalam pengobatan, cobalah sedikit dulu untuk memastikan apakah Anda alergi terhadap minyak ini.
  • Minyak kayu putih dapat digunakan sendiri atau dipadukan dengan minyak esensial lain agar memaksimalkan manfaatnya.

Sebagaimana sudah kita lihat, minyak kayu putih punya segudang manfaat kesehatan, jadi tak heran bila minyak esensial ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan. Kita bisa memanfaatkannya sebagai antiseptik, dekongestan, aromaterapi, pereda rasa sakit, bahkan untuk perawatan kulit.

Tetapi ingatlah, meskipun ada banyak manfaat minyak kayu putih, tetap ada kemungkinan minyak ini menimbulkan efek samping bagi beberapa orang. Terutama bagi Anda yang menderita asma dan alergi, sebaiknya pastikan dulu apakah menggunakan minyak kayu putih aman bagi Anda.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.