Aspirin: Kawan atau Lawan?

776
Google Image

Pernahkah Anda bertanya dalam hati, apa yang membuat Anda sakit kepala? Ini terjadi sewaktu jaringan sel mengalami kerusakan, sinyal saraf akan menyampaikan laporan kerusakan sel pada otak sehingga menimbulkan rasa sakit. Hal ini bisa sangat menjengkelkan karena Anda tak dapat beraktivitas dengan normal.

  • Bagaimana cara kerja aspirin?

Aspirin berupaya memblokir jalan menuju otak dengan menghambat pembentukan prostaglandin (penyebab reaksi demam, peradangan, dan penggumpalan darah). Pada pasien yang mengalami serangan jantung, aspirin bekerja dengan cara mengganggu proses terbentuknya pembekuan darah atau mengencerkan keping darah sehingga resiko penyumbatan darah pada jantung dapat teratasi.

  • Apakah itu berarti Anda harus selalu mengonsumsinya?

Tidak selalu, konsumsi aspirin setiap hari hanya bagi mereka yang sudah terjangkit serangan jantung dan stroke. Tapi Anda perlu memastikan agar berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya!

Serangan jantung terjadi sewaktu darah tidak mengalir ke jantung karena penyempitan, tersumbatnya pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, efek dari pengerasan dinding pembuluh darah–atherosclerosis (disebabkan oleh lemak, kolesterol, dan zat lain) sehingga sebagian sel jantung mati.

Bagaimana dengan penderita diabetes yang berusia 50 hingga 60 tahun? Jika Anda tidak pernah mengalami sakit jantung namun beresiko tinggi terjangkit serangan jantung ada baiknya mengkonsumsinya berdasarkan resep dokter dan pastikan Anda tidak alergi terhadap komponen obat ini.

  • Apakah aspirin memang berasal dari bahan alami?

Sebenarnya aspirin berasal dari kulit kayu pohon willow yang biasa diambil oleh orang Indian Amerika.

Mengenai dosis yang dapat di konsumsi cukup beragam; mulai dari tablet 75 miligram (mg), 81 mg hingga 325 mg. Dosis akan disesuaikan dengan kebutuhan Anda, bergantung jenis penyakit dan usia Anda. Misalnya untuk anak-anak dosis yang di rekomendasikan ialah 10 mg hingga 15 mg dan setiap anak bisa berbeda, oleh karena itu untuk penggunaannya tetap dibutuhkan konsultasi dokter.

Fakta yang mengejutkan!

Ingatlah bahwa obat ini dapat memperparah keadaan Anda. Ini bisa jadi mengejutkan, karena sewaktu Anda memutuskan untuk berhenti menjalani terapi aspirin, ini justru meningkatkan resiko penggumpalan darah, serangan jantung, dan bahkan dapat membahayakan jiwa Anda.

Efek samping yang juga dirasa oleh pengguna aspirin adalah gangguan pencernaan, keram perut, nyeri, pusing, pingsan, mudah memar, mual, muntah, lelah, hilangnya pendengaran, pembengkakan pada mulut, dan tenggorokan. Anda diduga memiliki alergi terhadap aspirin jika mengalami kesulitan bernapas, gatal-gatal dan mengalami munculnya bercak-bercak merah seperti jerawat (ruam kulit).

Adakah solusi alternatif yang memiliki khasiat serupa dengan aspirin dalam mengatasi serangan jantung dan stroke namun bebas efek samping? Anda bisa terhindar dari efek samping aspirin dengan herbal, contohnya Noni juice. Kandungan skopoletin dalam Noni Juice memiliki khasiat melancarkan peredaran darah. Jadi, mana yang Anda pilih?