Waspadai 8 Efek Samping Kelebihan Kafein Ini!

516
Shutterstock

Diedit:

Jika 15 tahun yang lalu masih banyak orang yang beranggapan kalau kopi dan teh adalah minuman yang tidak terlalu baik untuk kesehatan, maka dalam 5 tahun terakhir kalangan modern justru memastikan bahwa kedua minuman ini bisa kita masukkan dalam kategori minuman sehat.

Memiliki manfaat baik untuk relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah bahkan membantu mengendalikan kenaikan gula darah. Juga dikatakan baik untuk keluhan stress dan memperbaiki konsentrasi. Termasuk pula mendorong metabolisme dan kinerja. Tampaknya cukup menjanjikan memang.

Tetapi satu catatan penting dari kopi dan teh, bahwa Anda sangat tidak disarankan untuk mengonsumsinya dengan berlebihan.  Mengonsumsinya dalam takaran moderat dipastikan memang aman, tetapi menjadi tidak aman bila Anda mengonsumsinya dengan berlebihan.

Ini karena dalam kopi dan teh terdapat komponen kafein. Kadar kafein dalam kopi bisa dikatakan lebih dominan bila dibandingkan dengan teh. Tetapi bagaimanapun ternyata kita tetap disarankan hati-hati dalam mengatur sebanyak apa kita mengonsumsi asupan kafein dalam sehari.

Ketika kafein yang kita konsumsi melebihi batas toleransi tubuh, mungkin akan muncul sejumlah efek samping kafein yang juga bisa berkembang menjadi masalah kesehatan serius.

Secara umum, kita masih dianggap aman untuk mengonsumsi kopi hitam setidaknya 2 cangkir sehari. Tetapi pada beberapa orang, toleransi bisa berkembang hingga 4 cangkir sehari.

Lalu, apa saja sebenarnya reaksi tubuh yang mungkin muncul bila Anda mengonsumsi kopi dan teh dengan takaran berlebihan? Apa saja bahaya yang mungkin mengancam dari mengonsumsi kelebihan kafein?

Insomnia

Pada dasarnya, kafein mempengaruhi produksi sejumlah enzim dan hormon dalam otak. Menurut sumber howstuffworks, rasa kantuk sebenarnya dipengaruhi oleh hormon adenosine.  Hormon ini diproduksi dari setiap aktivitas yang kita jalankan.

Akumulasi dari aktivitas menghasilkan adenosine yang tinggi, yang akan menyebabkan efek kantuk sekaligus membantu melemaskan jaringan pembuluh darah dan saraf. Dan kafein akan bekerja menekan respon tubuh terhadap adenosine. Tubuh tidak lagi sensitif dengan sinyal dari adenosine.

Adenosine bertanggung jawab memberi efek relaksasi, dan ketika tubuh tidak lagi mendapatkan stimulasi dari adenosine maka saraf pada tubuh tidak mengalami efek relaksasi.

Ditambah dengan efek dari kafein dalam meningkatkan hormon Norepinephrine dan Epinephrine, yang memicu tubuh lebih waspada dan konsentrasi, maka kelebihan kafein akan memicu seseorang sulit merasa relaks dan sulit pula untuk tidur.

Secara umum, pengaruh kafein bisa bertahan untuk waktu 5 jam, tetapi sebenarnya pengaruh kopi bersifat cukup kompleks. Bergantung pada daya toleransi konsumen dan kadar kafein yang masuk. Untuk Anda pahami bahkan minuman energi bisa memiliki kadar kafein 3 kali lebih tinggi dari secangkir kopi.

Dan menurut riset yang diungkap dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tahun 2013, bahwa mereka yang mengonsumsi kafein dengan jarak 6 jam, 3 jam dan beberapa saat sebelum tidur bisa saja menjadi sulit tidur bergantung pada daya toleransi setiap individu.

Mudah Gelisah

Sebagaimana dijelaskan bahwa ada efek samping kafein dalam menghambat kinerja reseptor hormon adenoside yang bekerja memicu efek rasa lelah pada otak. Kafein juga memicu produksi hormon Norepinephrine dan Epinephrine yang memicu terbentuknya dorongan otak bekerja lebih aktif,waspada dan konsentrasi.

Tetapi ketika dosis kafein yang Anda konsumsi berlebihan, pengaruh kafein ini justru akan mengakibatkan efek gelisah dan sikap waspada berlebihan. Apalagi kafein juga memicu produksi hormon adrenalin yang memicu detak jantung bekerja lebih kuat.

Baca juga:  Bagi Peminum Kopi, Perhatikanlah 5 Cara Sehat Konsumsi Kafein Ini!

Kelebihan kafein memungkinkan detak jantung Anda bekerja lebih cepat. Efek kafein terhadap relaksasi sel menyebabkan efek tegang pada sistem saraf yang juga memicu efek stress.

Studi terhadap beberapa pria menurut healthline, menunjukan mereka dengan asupan kafein tinggi menunjukan gejala stress yang lebih kuat. Beberapa juga menunjukan reaksi nafas pendek, dada berdebar dan ketegangan pada leher, terutama pada mereka yang tingkat toleransi kafeinnya lebih rendah.

Masalah Pencernaan

Efek samping kafein memiliki kaitan erat dengan keluhan pada pencernaan. Dan itu pula sebabnya beberapa penderita keluhan pencernaan tak disarankan mengonsumsi kafein berlebihan. Sementara mungkin otak mereka masih cukup toleransi dengan kopi, pencernaan mereka memiliki toleransi rendah terhadap kafein.

Menurut Scandinavian Journal of Gastroenterol tahun 1999, kafein mendorong produksi enzim pencernaan bernama gastrin yang mendorong aktivasi kolon. Pada fase moderat, peran kafein cukup baik untuk memperbaiki masalah konstipasi, karena memicu kolon mendorong proses pembuangan dengan lebih baik.

Hanya saja, berlebihan dengan kafein menyebabkan gerak peristaltik berlebihan pada kolon dan mendorong kolon menyerap air berlebihan pada feses. Kadang ini menyebabkan kasus diare.

Selain itu, kafein juga memicu kenaikan produksi asam lambung. Ini jelas bukan hal yang diharapkan oleh mereka dengan kasus GERD atau reflux dimana produksi asam lambung mereka sudah berlebihan. Kafein juga bisa memperburuk keluhan gastritis karena kenaikan kadar asam lambung memicu iritasi lambung memburuk.

Gampang Lelah

kontradiksi dengan pandangan bahwa kafein akan mendorong tubuh meningkatkan produksi energi, ternyata kafein juga akan menyebabkan tubuh lebih mudah merasa lelah.

Kafein memang mendorong produksi energi, sehingga meminum kopi di pagi hari akan membantu Anda lebih segar. Hanya saja ketika kadar kafein dalam tubuh turun, reaksi tubuh akan bekerja sebaliknya.

Sebenarnya selama Anda beraktivitas hormon adenosine dalam tubuh tetap diproduksi hanya saja tidak terbaca oleh tubuh selama reaksi kafein masih bekerja. Kafein dijelaskan sebelumnya menekan kinerja reseptor adenosine.

Begitu efek kafein hilang, akumulasi tinggi dari adenosine tadi memicu efek relaksasi kuat yang menyebabkan tubuh terasa sangat lelah dan akhirnya memicu efek kantuk hebat.

Dalam Innovations In Clinical Neuroscience Journal tahun 2012 dijelaskan bahwa kafein yang berlebihan akan menyebabkan tubuh sama sekali tidak peka terhadap sinyal adenosine. Tetapi tubuh akan menjadi ekstra lelah setelahnya.

Sering Kencing

Kafein memang memiliki peran meningkatkan volume urin, sebagaimana fungsinya sebagai diuretik. Dan tentu saja berlebihan dengan kafein akan membuat volume urin yang dihasilkan juga menjadi berlebihan.

Sebuah riset yang diungkap dalam Journal of Urology tahun 2011, menunjukan mereka yang mengonsumsi kafein hingga 450 mg dalam sehari akan memiliki risiko keluhan kencing berlebihan dan masalah kontinensia, yang bagi kalangan awam kerap disebut dengan istilah anyang-anyangan.

Keluhan ini cenderung lebih rendah risiko kemunculannya pada mereka yang hanya mengonsumsi kafein dalam kadar moderat sekitar 150 mg.

Ketergantungan

Ada juga efek samping kafein yang memicu keluhan ketergantungan dan karenanya kebiasaan mengonsumsi kafein dalam jumlah besar dan jangka panjang bisa menyebabkan ketergantungan yang sulit diatasi.

Baca juga:  Apakah Kafein Berbahaya untuk Ginjal?

Bahkan dikatakan bahwa kafein terbentuknya jenis kimia tertentu pada otak yang sama dilakukan oleh jenis obat lain seperti kokain dan amfetamin. Tetapi tentu saja efeknya tidak cukup signifikan untuk menyebabkan ketergantungan ekstrim sebagaimana terjadi pada narkoba.

Itu sebabnya secara medis ketergantungan pada kafein bukan dikategorikan sebagai efek adiksi tetapi lebih sebagai efek ketergantungan biasa. Dan sebenarnya ketergantungan pada kafein berasal dari efek peningkatan daya toleransi tubuh terhadap kafein pasca mengonsumsi kafein secara rutin.

Dalam LIVESTRONG.COM dijelaskan bahwa efek ketergantungan sebenarnya hanya perkembangan dari efek withdrawal dari kafein. Ini bisa dijelaskan sebagai efek ketika Anda sedang tidak dalam pengaruh kafein.

Ketika Anda terbiasa mengonsumsi kafein, tubuh akan terbiasa terstimulasi untuk bisa menjadi lebih segar dan berkonsentrasi. Dan ketika Anda tidak mengasup kafein, tubuh tidak mendapatkan cukup stimulan untuk merasa segar. Ini memberi efek lemas dan lelah yang tidak nyaman.

Hipertensi dan Aritmia Jantung

Pada dasarnya tidak ada pengaruh kuat dari kafein terhadap kenaikan tekanan darah. Tetapi pada mereka dengan kasus hipertensi menahun, konsumsi kopi di atas kadar moderat bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah. Ini terkait dengan sifat kafein yang mendorong produksi hormon adrenalin dan pengaruhnya terhadap ketegangan sistem saraf.

Hanya beruntung sekali sebenarnya pengaruh kafein tidak seberat yang dikhawatirkan banyak orang. Dalam laman healthline, dijelaskan kemampuan kafein mempengaruhi tekanan darah hanya bersifat sementara. Dan pengaruhnya bersifat individu tergantung kondisi tiap-tiap konsumen.

Selain memicu kenaikan tekanan darah, kafein juga memungkinkan peningkatan kecepatan detak jantung. Kadang pada kondisi-kondisi tertentu, konsumsi kafein berlebihan bisa memicu terjadinya aritmia, atau detak jantung yang bekerja tidak beraturan.

Secara umum kafein masih dikatakan aman. Namun pihak medis tetap menyarankan untuk menjaga kadar konsumsi kafein dalam kadar aman untuk mereka dengan kasus hipertensi jangka panjang dan keluhan jantung. Karena pada kondisi demikian toleransi pembuluh darah dan jantung mereka terhadap efek stimulasi kafein menurun.

Masalah Otot

Dalam beberapa laporan, ditemukan bahwa mereka dengan konsumsi kafein berlebihan akan memicu terjadinya keluhan Rhabdomyolysis. Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Human and Experimental Toxicology tahun 2014.

Rhabdomyolysis sendiri adalah keluhan yang berawal dari kerusakan serat otot. Serat otot ini masuk ke dalam saluran darah dan memicu terjadinya kerusakan ginjal. Kabar buruknya, kasus ini kadang bisa muncul pada mereka yang mengonsumsi kafein berlebihan dalam tempo singkat.

Pada umumnya pada tahap awal, keluhan umum seperti mual hebat disertai muntah, dengan rasa anyang-anyangan dan urin yang gelap perlu Anda waspadai segera.

Itulah beberapa kondisi yang mungkin muncul sebagai efek samping kafein. Kafein pada dasarnya tidak berbahaya, bahkan bermanfaat bagi tubuh. Tetapi efek stimulannya cukup kuat terutama bila Anda konsumsi berlebihan. Dan inilah yang memicu munculnya efek samping kafein.

Membiarkan tubuh Anda bereaksi negatif terhadap efek kelebihan kafein bukan sikap yang tepat. Karena ini bisa menyebabkan sejumlah keluhan berbahaya dalam jangka panjang. 

Advertisement
Alinesia