Waspada! Kenali Efek Samping Ginkgo Biloba sebelum Mengonsumsinya

810

Diedit:

Sebelumnya kami sempat mengulas mengenai 9 manfaat dari herbal ginkgo biloba. Ternyata dari jenis herbal daun ini tersimpan manfaat untuk membantu melancarkan aliran darah, kesehatan mata dan kinerja otak, termasuk meningkatkan konsentrasi, daya ingat dan menekan depresi.

Tetapi ternyata, dibalik manfaatnya ini tersimpan pula efek samping gingko biloba yang perlu Anda kenali. Bahwa ternyata memang ada titik moderat dalam mengonsumsi ginkgo biloba, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan mafaat optimal dari ginkgo biloba, tetapi juga untuk meminimalisir efek samping gnkgo biloba.

Karena ternyata, meski dianggap sebagai herbal yang aman termasuk untuk Anda konsumsi harian dalam suplemen, tetap saja ginkgo biloba menyimpan beberapa catatan bahkan hingga membuat Food and Drug Administration atau FDA – USA tidak memberi rekomendasi pemanfaatan gingkgo biloba sebagai pengobatan alternatif.

Ditambah dengan ditemukan sejumlah reaksi obat yang kadang bisa mengakibatkan beberapa risiko, maka sangat penting melakukan konsultasi sebelum mengonsumsi ginkgo biloba. Sebenarnya apa saja efek samping ginkgo biloba yang perlu Anda waspadai.

  • Perdarahan dalam

    Ada beberapa kondisi yang menyebabkan ginkgo biloba justru mendorong tubuh seseorang lebih rentan mengalami perdarahan dalam. Beberapa pakar melihat kemampuan senyawa dalam ginkgo biloba bekerja mengecilkan ukuran darah menjadikannya lebih leluasa untuk bergerak sehingga aliran darah menjadi lancar.

    Hanya saja, bila Anda cenderung mudah mengalami perdarahan dalam atau sedang menghadapi beberapa prosedur, sebaiknya hindari ginkgo biloba sebagai terapi tubuh Anda. Bahkan menurut catatan the University of Maryland Medical Center pasien yang akan menjalankan langkah pembedahan diminta tidak mengonsumsi ginkgo biloba suplemen setdaknya selama 36 jam sebelum pembedahan.

  • Insomnia

    Dalam laman livestrong dijelaskan untuk menghindari mengonsumsi herbal ginkgo biloba sekitar 2 jam sebelum tidur. Karena sifatnya melancarkan sirkulasi darah, otak justru mendapatkan suplai oksigen yang langsung akan bekerja menghilangkan rasa kantuk. Dan ini bisa memicu insomnia bilia Anda abaikan.

    Anda bisa mensiasatinya dengan mengonsumsi suplemen ginkgo biloba tepat menjelang waktu tidur Anda. Kemampuannya mendorong sirkulasi darah justru membantu aliran darah menuju otak selama tidur semakin optimal. Hasilnya Anda akan bangun dengan tubuh yang lebih bugar dan lebih mudah berkonsentrasi.

  • Mengganggu keseimbangan glukosa darah

    Gnkgo biloba ternyta memberi efek negatif terhadap kadar insulin dalam tubuh. Sementara insulin kita ketahui menjadi pematik penyerapan sel terhadap glukosa dalam darah, kini ketika ginkgo biloba menurunkan kadar insulin, jelas artinya sel tubuh tidak lagi optimal menyerap energi dan menyebabkan glukosa terendap dalam darah.

    Bagi Anda yang membutuhkan asupan suplemen sedang Anda juga memiliki diabetes, sebaiknya konsultasikan pada dokter Anda demi memastikan penyesuaian takaran obat penekan diabetes dengan kondisi tubuh Anda pasca mengonsumsi ginkgo biloba.

  • Efek racun dan alergi

    Sebenarnya di dalam biji ginkgo biloba terdapat sejenis toksin yang dikenal dengan nama ginkgotoksin. Tetapi kabar buruknya, ternyata toksin ini juga bisa Anda jumpai pada daun dan batangnya.

    Sebenarnya kadar toksin dalam daun sangat ringan, bahkan tidak terlalu memberi pengaruh selama Anda mengonsumsi dalam takaran yang aman, hanya saja kadang efeknya baru akan muncul ketika Anda mengonsumsinya dalam komposisi besar atau dalam jangka panjang. Namun sejumlah keluhan muncul ketika ginkgo biloba dikonsumsi oleh mereka yang memiliki alergi dengan ginkgotoksin, biasanya berupa efek pusing, mual, lemas atau gejala alergi lain.

  • Meningkatkan risiko stroke

    Mereka yang berada pada usia manula memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan stroke bila mereka rutin mengonsumsi ginkgo biloba. Dalam riset yang dipublikasikan pada Neorology Journal tahun 2008 dijelaskan bahwa sekalipun terbukti bahwa ginkgo biloba sangat baik untuk membantu mencegah penurunan kemampuan kognitif manula, tetapi pasca penggunaan setelah 40 minggu, ginkgo biloba akan meningkatkan risiko serangan stroke. Disarankan untuk manula mengonsumsi ginkgo biloba dengan menggunakan sistem On/off setiap 2 -3 pekan untuk menekan risiko.

  • Risiko masalah liver

    Dalam jurnal yang diterbitkan oleh the National Toxicology Program pada 2013 dijelaskan bahwa ada dugaan peningkatan risiko pemberian suplemen ginkgo biloba dalam jangka panjang terhadap kesehatan liver.

    Riset ini melibatkan sampel tikus yang mendapatkan terapi ginkgo biloba selama 3 bulan dan terbukti mengalami kondisi kerusakan liver. Pada komposisi ginkgo biloba yang tinggi, toleransi liver terhadap kadar ginkgotoksin mulai rendah dan dapat memicu kanker hati.

  • Bereaksi terhadap sejumlah obat

    Dalam laman livestrong, terdapat sejumlah peringatan mengenai konsumsi ginkgo biloba bersama sejumlah pengobatan. Seperti dengan ibuprofen atau aspirin yang bisa memicu terjadinya peningkatan risiko perdarahan dalam, Juga bisa memberi reaksi tidak berimbang ketika Anda padukan dengan obat anti depresan karena pengaruhnya terhadap pembentukan hormon serotonin.

  • Memberi efek mual dan kembung

    Pada beberapa konsumen ginkgo biloba, mereka mengaku menampakan gejala adanya reaksi sistem pencernaan. Biasanya gejala ini hanya reaksi awal yang tidak perlu Anda khawatirkan. Rasa mual dan kembung akan hilang seiring pencernaan beradaptasi dengan kandungan ginkgo biloba.

    Namun bila reaksi mual tak kunjung hilang dalam kurun waktu lebih dari 3 pekan, sebaiknya Anda menghentikan suplemen ini. Bisa jadi Anda sedang mengalami alergi terhadap ginkgotoksin.

    Kadang pasien juga menampakan efek diare. Anda bisa atasi dulu dengan obat penanganan diare untuk kemudian Anda observasi dengan melakukan konsumsi secara on/off.. Bila setelah 2 pekan dan Anda masih saja diare acapkali mengonsumsi ginkgo biloba bisa jadi Anda juga perlu menghentikan asupan ini dengan permanen.

  • Memberi efek hipotensi

    Beberapa konsumen yang pada dasarnya sudah memiliki kondisi hipotensi atau tekanan darah rendah sebaiknya juga berhati-hati mengonsumsi ginkgo biloba. Sifatnya yang melancarkan aliran darah berasal dari kemampuan senyawa dalam ginkgo biloba mengecilkan ukuran sel darah. Pada beberapa orang kondisi ini memicu tekanan darah rendah.

Baca juga:  Ini Dia 9 Manfaat Ginkgo Biloba Bagi Kesehatan Anda!

Lalu bagaimana seharusnya mengonsumsi ginkgo biloba dengan cara yang aman? Adakah dosis tepat yang bisa Anda gunakan demi mendapatkan manfaat herbal ini tetapi dengan risiko efek samping ginkgo biloba yang minimal?

Menurut Livestrong, memang tidak ada kadar pakem untuk Anda terapkan dalam mengonsumsi ginkgo biloba. Masing-masing orang memiliki pendekatan individu bekaitan dengan komposisi terbaik yang sesuai dengan tubuhnya.

Hanya saja, setidaknya ada panduan konsumsi yang bisa Anda gunakan berdasar alasan Anda memanfaatkan ginkgo biloba sebagai suplemen. Untuk kesehatan sirkulasi darah belaka Anda bisa menerapkan dosis 120 – 240 mg perhari dengan dibagi menjadi 2 – 3 kali sehari. Untuk mengatasi keluhan mata seperti glukoma, Anda bisa mulai dengan 40 mg perhari selama 4 pekan.

Sedang untuk membantu meringankan PMS, Anda bisa gunakan takaran 80 mg selama awal masa menstruasi. Kemudian untuk meringankan keluhan pada area kepala, mulai dengan 120 – 300 mg perhari yang dibagi dalam setidaknya 3 kali makan.

Upayakan berada dalam angka moderat 120 mg perhari dan tambahkan hanya pada saat-saat perlu saja. Kemudian asup hanya selama setidaknya 6 – 12 pekan untuk kemudian Anda hentikan selama 2 pekan dan kembali Anda konsumsi kembali. Cara ini akan sangat membantu Anda menekan risiko efek samping ginkgo biloba.

Advertisement
Alinesia