Sindrom Nefrotik, Waspadai Mulai dari Sekarang


By Cindy Wijaya

Sindrom Nefrotik merupakan gangguan pada organ ginjal. Gangguan ini bisa mengakibatkan tubuh manusia menjadi kehilangan protein terlalu banyak pada urin. Walaupun memang jika dilihat faktanya, sindrom nefrotik ini jarang terjadi, namun tetap bisa dialami oleh siapapun, termasuk pada anak-anak.

Sindrom nefrotik sendiri pertama kali terdeteksi pada tubuh anak-anak, khususnya anak-anak dengan senjang usia 2 hingga 5 tahun. Gejala primer sindrom nefrotik yaitu adanya kandungan protein pada urine, tetapi juga ada gejala yang lainnya, yang akan kita bahas di bawah nanti. Mari baca selengkapnya.

Sindrom Nefrotik yang Menyerang Anak-Anak

Sindrom nefrotik seperti disebutkan sebelumnya memiliki kemungkinan menjangkiti anak-anak, bahkan sindrom nefrotik pertama juga terjadi pada usia anak-anak. Nama lain dari gangguan ini disebut dengan nephrosis, kadang disebut juga nefrotik syndrom, dan ada lagi beberapa sebutan yang lain. Istilah sindrom nefrotik di anak-anak menggambarkan keadaan di mana organ ginjal bocor dengan jumlah besar, kandungan abnormal protein yang tercampur urine pun akan semakin tinggi.

Apabila protein hilang melalui urine akan mengakibatkan edema atau pembengkakan, khususnya di daerah pergelangan kaki dan kelopak mata, namun pada beberapa kasus pembengkakan juga dapat terjadi di bagian perut anak. Apabila sindrom ini tak segera mendapatkan pengobatan, maka bisa berlanjut ke masalah serius pada pernafasan, infeksi, dan tentunya masalah asupan makanan.

Anak-anak yang mengalami sindrom nefrotik ini umumnya didiagnosis memakai 3 temuan edema atau pembengkakan, proteinuria atau tingginya kadar protein di dalam urine, dan juga albumin atau rendahnya tingkat protein pada darah atau hipoalbuminemia. Pembengkakan yang terjadi pana anak yang mengalami gangguan sindrom nefrotik akan berkembang dengan perlahan-lahan, tak bisa diketahui dengan cepat. Ketika diagnosis dilakukan oleh dokter, anak yang terkena sindrom mungkin sudah mengalami proses pembengkakan luar biasa, jadi perlu dirawat di rumah sakit sesegera mungkin.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Penyebab sindrom nefrotik akan kita bahas sekarang. Di kondisi normal, seharusnya urine tak memiliki kandungan protein sama sekali. apabila glomeruli mengalami kebocoran maka tubuh pun akan kehilangan zat protein dengan jumlah yang cukup banyak, kemudian mengeluarkan zat protein yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh melalui urine. Kerusakan di glomerulilah yang menjadi biang utama dari seseorang mengalami sindrom nefrotik. Adapun penyebab-penyebabnya adalah karena penyakit ataupun kondisi kesehatan berikut ini:

  • Infeksi hepatitis, HIV, dan sifilis
  • Beberapa type kanker, contohnya limfoma, dan leukemia atau kanker darah
  • Penyakit lupus
  • Glomerulonefritis perubahan normal. Gangguan ini akan memicu fungsi yang tak normal di organ ginjal manusia, namun sampel jaringan ginjal pasien tetap terlihat normal, bisa juga mendekati normal ketika dilakukan pemeriksaan menggunakan mikroskop. Sekitar 90% sindrom nefrotik yang dialami oleh anak-anak diakibatkan oleh penyakit atau gangguan yang satu ini
  • Komplikasi ginjal karena penyakit diabetes (Nefropati diabetes)
  • Terbentuknya jaringan parut di glomeruli, disebut juga dengan glomerulosklerosis

Herbal untuk Sindrom Nefrotik

Salah satu penyebab sindrom nefrotik adalah diabetes. Jadi sebaiknya Anda mengkonsumsi herbal yang bagus untuk menyembuhkan faktor penyebab sindrom nefrotik tersebut. Adapun herbal yang berkhasiat untuk itu adalah herbal Sarang Semut.

Sarang Semut ini berasal dari pohon yang dibuat sarang (Tanaman berongga di mana semut bersarang), dan ternyata memiliki berbagai khasiat, termasuk menyembuhkan gangguan diabetes. Sekian artikel mengenai sindrom nefrotik yang perlu diwaspadai mulai dari sekarang, semoga bermanfaat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}