Sifilis: Penyakit Apakah Ini?

599

Diedit:

Sifilis memiliki nama lain raja singa. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit yang bersifat menular, dan juga kronis. Jika Anda bertanya tentang apa yang menyebabkan seseorang terserang penyakit raja singa ini, yaitu Treponema Pallidum. Sifilis dapat menyerang berbagai organ tubuh, contohnya otak, susunan saraf, dan juga organ jantung. Penyakit sifilis juga tak pandang bulu, penyakit ini menyerang baik pria maupun wanita, serta tak ada batasan umur, semua berpotensi terkena. Mari baca selengkapnya.

Penyebaran penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Treponema Pallidum ini melalui IMS atau Infeksi Menular Seksual. Jadi hubungan seksual antara seseorang dengan orang yang lain yang terinfeksi sifilis – lah yang mengakibatkan penularan terjadi. Tetapi terdapat sebab lain sifilis bisa menular, selain dari hubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Adapun cara penularan lain tersebut yaitu pajanan tubuh penderita, contohnya dari darah.

Hubungan Seksual yang Memungkinkan Penularan Sifilis

Tetapi dari fakta di lapangan menunjukkan yang terbanyak tertular sifilis adalah melalui kontak langsung dengan penderita. Hubungan seksual baik berupa seks anal, vagina, dan oral kesemuanya memungkinkan penularan sifilis tersebut. Juga, jarum suntik pun bisa menjadi sarana penularan. Itulah sebabnya para pengguna narkoba yang memakai jarum suntik seringkali tertular sifilis, termasuk orang yang memiliki hobi menindik telinga dan tato.

Berdasarkan World Health Organization, penyakit sifilis ini dibagi ke dalam beberapa macam, yaitu sifilis tingkat lanjut dan sifilis tingkat dini. Dibutuhkan waktu kurang lebih 2 hingga 4 tahun untuk sifilis tingkat dini sebelum berkembang ke sifilis tingkat lanjut. Penyakit sifilis dini tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan sifilis lanjut. Sifilis lanjut tak bersifat menular.

Gejala Penyakit Sifilis

Infeksi penyakit sifilis ini dibagi dalam 4 tahapan utama, yaitu:

  • Sifilis primer

    Di tahapan ini gejala yang muncul pada penderita adalah luka atau lesi di alat kelamin, bisa juga di daerah mulut dan bagian dalam mulut. Luka yang muncul itu memiliki bentuk layaknya ketika digigit serangga namun tak menyebabkan rasa sakit apapun. Di tahapan ini, apabila orang yang telah terinfeksi sifilis tersebut berhubungan seksual bersama orang lain, maka tingkat persentase penularan sangat tinggi. Luka ini dapat bertahan untuk waktu 1 hingga 2 bulan. Dan akhirnya luka akan sembuh sendirinya dan tanpa bekas apapun.

  • Sifilis sekunder

    Muncul ruam merah dengan ukuran koin, umumnya di telapak kaki dan telapak tangan. Nafsu makan turun, demam, kutil kelamin, dan radang tenggorokan ciri dari tahap sifilis sekunder.

  • Sifilis laten

    Di tahap ini, sifilis seperti sudah sembuh. Tak muncul gejala apapun. Sifilis laten bertahan untuk waktu 2 tahun, sesudahnya akan berlanjut ke tahap akhir, yakni sifilis tersier (Infeksi sifilis)

  • Sifilis tersier

    Apabila infeksi tak diobati, maka sifilis dapat berkembang pada tahap keempat ini. Pada sifilis tersier, infeksi dapat memberikan efek serius ke tubuh. Beberapa contoh akibat dari sifilis tersier yakni kebutaan, kelumpuhan, demensi, impotensi, kematian, dan masalah pendengaran. Oleh karena itu sifilis harus segera disembuhkan.

Baca juga:  Penyakit Sifilis: Info Seputar Penyakit Menular Seksual

Herbal untuk Mengatasi Sifilis

  • Siapkan daun sirsak dan sirih merah 7 lembar masing-masingnya
  • Campurkan, dan rebus memakai air bersih 4 gelas
  • Tunggu mendidih, hingga tersisa setengahnya, angkat lalu dinginkan
  • Minumlah ramuan rebusan tersebut, untuk waktu pagi juga malam, minumlah 1 jam sebelum Anda makan

Perlu diingat bahwa herbal ini hanyalah untuk membantu pengobatan penyakit sifilis, bukan berarti digunakan sebagai metode pengobatan utama. Apabila Anda curiga sudah terkena sifilis, maka segeralah periksakan diri ke dokter agar bisa cepat ditangani.