Sakit Kepala Anda Bisa Jadi Karena 8 Kondisi Berikut: Bagian 1

531

Diedit:

Sakit kepala adalah salah satu keluhan yang sangat lazim Anda alami. Anda bisa mengalaminya di saat Anda terlalu lelah, stress atau bahkan di saat Anda baru saja bangun tidur. Beberapa pakar mengungkap bagaimana keluhan sakit kepala ini begitu menarik. Pasalnya, berdasar riset The David Geffen School of Medicine diungkap bahwa jaringan otak sama sekali tidak memiliki indera perasa yang memungkinnya merasakan sakit.

Dari riset ini diungkap bahwa ternyata otak hanya bisa menimbulkan sejumlah keluhan berkaitan dengan sistem saraf dan beberapa kondisi keseimbangan seperti kekacauan visual sebagaimana pada keluhan vertigo atau keluhan pusing dan pening.

Otak tidak memiliki kemampuan merasakan sakit, hingga jelas rasa nyeri yang muncul ketika seseorang mengalami sakit kepala bukan berasal dari jaringan otak. Akhirnya terungkap bahwa sebenarnya rasa sakit kepala muncul karena sejumlah sistem saraf yang terjaring dengan otot penyangga otak, jaringan neurotransmitter dan sejumlah jaringan pembuluh darahlah yang menimbulkan rasa nyeri, tegang dan sakit pada kepala.

Pada dasarnya, sakit kepala bisa dipicu oleh berbagai aspek penyebab dan keluhan sakit kepala juga bisa berpusat pada sejumlah titik pada area kepala dan otak. Ini menjadi dasar pembedaan jenis sakit kepala sebagaimana yang berhasil kami himpun dari sumber Health.com, WebMD dan CBSNews. Dan berikut inilah sejumlah jenis sakit kepala yang biasa terdiagnosa.

  • Sakit kepala dengan efek tegang

    Biasa pula disebut dengan tension headache, sakit kepala jenis ini tergolong yang paling lazim terjadi. Sakit kepala ini memunculkan rasa nyeri pada satu atau dua titik di kepala, biasanya pada area sisi kiri atau kanan mata, tengah atas hidung hingga belakang telinga.

    Sakit kepala jenis ini bisa berasal dari gejala flu, efek terjadinya proses inkubasi infeksi ringan, efek lelah yang menyebabkan terjadi kontraksi berlebihan antara otot leher, paparan sinar matahari yang terlalu panas,dehidrasi, otot penyangga otak dan sejumlah saraf di sisi kepala. Mereka yang kurang tidur atau kebanyakan tidur juga bisa mengalami keluhan semacam ini.

    Jenis sakit kepala ini biasanya terasa relatif ringan bahkan beberapa orang masih bisa bertahan untuk menjalankan aktivitas sembari merasakan nyeri ini. Anda bisa mengurangi rasa nyeri dengan meminum minuman hangat yang diketahui efektif mendorong aliran oksigen lebih maksimal menuju otak, mengambil waktu sejenak untuk tidur atau sekedar mengkonsumsi obat pereda nyeri macam parasetamol, aspirin atau ibuprofen.

  • Sakit kepala cluster

    Menurut Health.com, keluhan satu ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Rasa nyeri bisa menyerang cukup berat dan menusuk, biasanya menyerang satu sisi kepala dan juga menyebabkan dorongan dan tekanan pada area wajah dan hidung. Biasanya akan muncul efek hidung dan mata yang berair. Memiliki sejumlah keluhan yang mirip dengan migrain, tetapi keluhan cluster berbeda dengan migrain.

    Penyebabnya belum sepenuhnya dipahami secara medis. Namun sejumlah dugaan muncul mengenai pemicu sakit kepala cuslter yang berkaitan dengan masalah penglihatan, stress, efek sistem sirkulasi darah yang tidak lancar, sistem saraf yang mengalami gangguan dan aspek genetik.

    Kata cluster dikaitkan dengan keluhan sakit kepala jenis ini karena biasanya kemunculannya bersifat kambuhan. Akan muncul beberapa kali dalam sehari sekitar 2 – 3 pekan kemudian akan hilang bahkan hingga tahunan untuk kemudian muncul kembali.

    Sifatnya sangat personal untuk tiap kasus, beberapa pasien mengeluhkan masalah ini saat merasa sedang dalam tekanan tinggi, beberapa justru mengalami ini karena kekurangan aktivitas, seperti seseorang setelah pensiun.

    Beberapa pakar menyarankan pasien untuk mengubah pola makan dengan lebih banyak mengkonsumsi anti oksidan dan menjaga tingkat stress mereka untuk mengurangi efek sakit kepala. Asup sejumlah analgesik umum untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul.

  • Sakit kepala sinus

    Sakit kepala ini jelas berkaitan dengan kemunculan infeksi pada area hidung dan sinus. Biasanya pusat sakit akan muncul pada area tengah di antara kedua mata, dahi tengah sampai ke batang hidung. Gejala bisa muncul bersamaan dengan keluhan demam dan hidung yang tersumbat.

    Anda harus waspada ketika sakit kepala ini terus menyerang dengan disertai rasa nyeri hebat pada hidung. Dokter akan memberi Anda antibiotik untuk mengatasi infeksi pada hidung dan membantu mengatasi rasa nyeri dengan analgesik seperti ibuprofen, asam mefenamat, neuralgin, parasetamol dan aspirin.

  • Sakit kepala dental

    Bila sakit kepala muncul bersamaan dengan efek nyeri menusuk pada satu area di mulut Anda dan efek serupa dengan kram pada area wajah satu sisi yang sama dengan area mulut, besar kemungkinan sakit kepala yang Anda rasakan berkaitan dengan gigi atau dental.

    Sakit gigi kadang juga menyertakan serangan pada sejumlah jaringan saraf dan pembuluh darah. Rasa nyeri yang muncul bisa menyebar hingga ke seluruh kawasan muka dan kepala satu sisi dengan rasa sakit berdenyut yang cukup kuat.

    Anda harus segera menangani kondisi gigi Anda untuk bisa mengatasi keluhan dengan tuntas. Sementara itu, kendalikan rasa nyeri dengan jenis penghilang rasa nyeri macam asam mefenamat, aspirin atau ibuprofen.

Baca juga:  Singkirkan si Biang Kerok Penyebab Sakit Kepala!

Berikut tadi 4 bagian pertama dari beragam jenis penyakit sakit kepala. Kami akan melanjutkan ulasan mengenai 8 jenis sakit kepala dengan pemicu, karakter dan penangannya lengkap pada ulasan kami di artikel selanjutnya. Anda bisa membacanya dengan klik halaman artikel ini.

Penting untuk Anda memahami terlebih dulu apa jenis penyakit sakit kepala yang Anda alami untuk bisa memahami bagaimana cara terbaik mencegah dan mengatasi kemunculannya dengan tepat.

Advertisement
Alinesia