Penyebab Dehidrasi: Ketika Tubuh Kekurangan Cairan

548

Diedit:

Para ahli menyarankan agar Anda meminum air sedikitnya 8 gelas apabila sedang tidak melakukan aktivitas berat di hari itu. Sedangkan bagi yang banyak beraktivitas fisik, atlit, atau siapapun yang berada di luar pada cuaca panas dianjurkan untuk lebih banyak minum air. Apabila tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak daripada pemasukan, Anda sangat beresiko mengalami dehidrasi. Tahukah Anda kondisi apa saja yang jadi penyebab dehidrasi?

Ketika cairan tubuh menghilang, berbagai organ, sel, serta jaringan tubuh gagal berfungsi dengan semestinya, dan akhirnya bisa mengarah pada komplikasi fatal. Apabila kondisi itu tidak segera diperbaiki, Anda dapat mengalami shock atau renjatan.

Bagaimana Proses Terjadinya Dehidrasi?

Tubuh Anda secara berkala kehilangan cairan pada saat berkeringat dan mengeluarkan urin. Tapi, jika cairan tersebut tidak digantikan, Anda menjadi dehidrasi. Dehidrasi disebabkan oleh situasi atau keadaan apapun yang membuat tubuh kehilangan cairan lebih dari biasanya. Di bawah ini adalah sejumlah kondisi yang memicu dehidrasi.

Berkeringat

Saat cuaca sedang panas, kelenjar keringat menjadi aktif dalam mengeluarkan cairan dari tubuh sebagai upaya untuk mendinginkan kembali suhu tubuh. Cara kerjanya bisa dijabarkan seperti berikut: Ketika menguap dari kulit, keringat membawa serta sedikit suhu panas di dalamnya. Semakin banyak keringat yang dikeluarkan, semakin banyak pula penguapan suhu panas yang terjadi sehingga suhu tubuh menurun.

Namun jika berkeringat berlebihan, Anda sangat beresiko mengalami dehidrasi. Istilah medis bagi kondisi berkeringat berlebihan adalah hyperhidrosis.

Penyakit

Penyakit apapun yang menyebabkan muntah-muntah atau diare dapat menjadi penyebab dehidrasi. Ini dikarenakan muntah dan diare membuat banyak cairan serta elektrolit penting dalam tubuh terbuang. Elektrolit merupakan mineral yang berguna untuk mengontrol otot, kimia darah, dan fungsi organ. Mineral ini terdapat pada darah, urin, maupun cairan lain di tubuh yang sangat mungkin menghilang akibat muntah-muntah dan diare.

Demam

Apabila demam, Anda akan kehilangan cairan melalui permukaan kulit sebagai upaya menurunkan temperature tubuh. Sering kali, demam membuat Anda berkeringat berlebihan yang mengarah pada dehidrasi jika cairan tubuh tidak segera diganti.

Buang Air Kecil

Membuang urin adalah proses alami tubuh untuk melepaskan racun-racun dari dalam tubuh. Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi keseimbangan kimiawi tubuh dapat membuat pengeluaran urin jadi lebih dari biasanya. Apabila tidak cukup banyak minum air, Anda sangat mungkin mengalami dehidrasi.

Solusi Dehidrasi dengan Rehidrasi yang Bisa Diterapkan di Rumah

Anda bisa membuat sendiri cairan rehidrasi di rumah dengan mencampurkan 1 liter air matang dengan setengah sendok teh garam dan 6 sendok teh gula. Anda harus benar-benar yakin sudah menakar dengan akurat. Terlalu banyak mencampurkan gula atau garam bisa membahayakan kesehatan Anda.

Baca juga:  Penyebab dan Tanda-Tanda Dehidrasi yang Perlu Segera Dikenali

Yang Harus Dihindari Ketika Mengalami Dehidrasi

Jangan dulu minum soda, minuman yang terlalu manis, atau kafein. Ketiga minuman tersebut malah membuat kondisi Anda memburuk.

Anda tidak perlu repot-repot menderita akibat dehidrasi apabila kebutuhan tubuh akan cairan sudah terpenuhi. Maka ingatlah untuk selalu minum air secukupnya atau saat Anda sudah merasa haus, bahkan sewaktu sedang tidak melakukan aktivitas apapun. Namun jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang jadi penyebab dehidrasi, segera konsultasikan dengan dokter yang terpercaya.

Advertisement
Alinesia