Miopi (Myopia) – Merupakan istilah medis untuk menggambarkan penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh. Bagaimana kondisi penderitanya? Apa saja gejala yang dirasakan penderitanya? Apa penyebab terjadinya gangguan mata ini? Apa pengobatan yang tersedia untuk memulihkan penglihatan bagi penderitanya?

Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi terkait dengan miopi. Simak juga fakta seputar penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh selengkapnya. Ketahuilah bahwa info dalam artikel ini hanyalah sebagai bahan informasi tambahan yang tidak bertujuan untuk menggantikan konsultasi medis yang dilakukan oleh dokter. Source: WebMD – What Is Myopia.

Miopi – Info Seputar Penyakit Mata Minus (Penyakit Rabun Jauh)

Penyakit Rabun jauh, juga dikenal sebagai penyakit mata minus. Ini merupakan gangguan mata yang umum terjadi karena kesalahan refraksi. Manakala objek dekat terlihat dengan jelas, namun objek yang jauh tampak buram. Miopi terjadi ketika pertumbuhan bola mata ‘memanjang’ dari depan ke belakang.

Normalnya mata akan memfokuskan gambar pada retina (jaringan yang peka terhadap cahaya) di bagian belakang mata. Namun saat miopi terjadi, lensa mata memfokuskan gambar di depan retina. Orang-orang yang mengalami miopi memiliki penglihatan jarak dekat yang baik, namun sebaliknya penglihatan jarak jauh yang mereka miliki sangat buruk.

Penderita miopi biasanya dapat melihat cukup baik sewaktu sedang membaca buku atau menatap layar komputer. Namun mereka harus berjuang untuk melihat objek yang lebih jauh. Kadang-kadang penderita miopi yang tidak terdiagnosis dengan baik dapat mengalami sakit kepala dan kelelahan mata, terutama saat berusaha untuk melihat kejauhan dengan jelas.

Miopi juga bisa terjadi sebagai akibat dari kornea (lapisan terluar mata) yang terlalu melengkung. Atau karena panjang bola mata maupun lensa mata yang terlalu tebal. Anda dikatakan mengalami penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh jika tidak dapat melihat dalam jarak pandang 2 meter.

Baca juga  Apa Tanda Jika Anda Menderita Rabun Jauh?

Tahukah Anda bahwa sekitar 42% penduduk Amerika dalam rentang usia 12-54 mengalami rabun jauh. Kenaikan kasus miopi pernah mencapai 25% pada tahun 1971. Sebuah tinjauan terbaru juga melaporkan bahwa peningkatan kasus miopi cukup bervariasi bergantung pada etnis.

Misalnya; orang Asia Timur mengalami tingkat kenaikan mencapai 69%. Sedangkan, orang kulit hitam di Afrika memiliki tingkat terendah pada posisi 5,5%. Selain itu anak-anak dari lingkungan perkotaan memiliki kemungkinan mengalami miopi dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang berasal dari lingkungan pedesaan.

Gejala Penyakit Mata Minus (Penyakit Rabun Jauh)

Jika Anda mengidap penyakit rabun jauh, Anda akan mengalami kesulitan membaca rambu-rambu jalan ataupun gangguan saat melihat objek yang jauh sehingga tidak terlihat jelas. Namun Anda dapat melihat dengan baik pada jarak dekat atau untuk tugas-tugas seperti membaca serta menggunakan komputer.

Tanda-tanda lain dari gejala miopi ialah menyipitkan mata, terjadinya ketegangan mata dan sakit kepala. Mata penderitanya sering merasa lelah ketika mengemudi atau berolahraga.

Umumnya penglihatan kabur merupakan gejala miopi yang paling umum terjadi. Gejala lain bisa jadi menimbulkan penglihatan yang tampak ganda atau tidak jelas. Merasa silau atau timbul lingkaran cahaya di sekitar lampu terang. Sering menyipitkan mata untuk melihat objek jarak jauh.

Sumber Gambar – lasereyesurgeryhub.co.uk

Mengalami sakit kepala yang bersifat sementara dikarenakan oleh ketegangan mata. Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala ini saat memakai kacamata atau lensa kontak Anda, cobalah untuk menjadwalkan pemeriksaan mata komprehensif dengan dokter mata atau dokter spesialis mata untuk melihat apakah Anda memerlukan resep yang lebih kuat.

Seseorang yang mengidap rabun jauh memang bisa melihat dengan jelas pada jarak tertentu, namun lama kelamaan penglihatan Anda menjadi kabur. Jika tingkat penyakit mata minus cukup besar, jarak pembacaan standar pun bisa terpengaruh. Berdasarkan pemeriksaan rutin pada mata, sebagian besar mata rabun tampak identik secara struktural dengan mata yang tidak rabun.

Baca juga  Cara Mengurangi dan Mengobati Rabun Jauh!

Dalam kasus miopia tinggi, staphyloma kadang-kadang dapat dilihat pada pemeriksaan funduskopi. Karena penyebab paling signifikan dari miopi ialah peningkatan panjang aksial mata, maka retina harus meregang untuk menutupi area permukaan yang meningkat.

Akibatnya, retina pada pasien rabun dapat menjadi tipis dan bisa mengembangkan lubang retina dan degenerasi kisi di perifer. Miopia tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya robekan retina.

Penyebab Penyakit Mata Minus (Penyakit Rabun Jauh)

Miopi terjadi ketika ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran normalnya, hai ini berhubungan dengan kekuatan fokus kornea dan lensa mata. Sehingga menyebabkan sinar cahaya fokus pada titik di depan retina, bukan langsung di permukaannya. Rabun jauh juga dapat disebabkan oleh keadaan kornea maupun lensa yang terlalu melengkung terkait dengan panjang bola mata.

Dalam beberapa kasus, miopi disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor tersebut. Penyakit mata minus biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi jika kondisi orang tua juga mengidap rabun jauh.

Dalam kebanyakan kasus, rabun jauh menjadi stabil pada awal masa menuju dewasa. Namun kadang-kadang penyakit rabun jauh akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun genetika memainkan peran sebagai penyebab miopi.

Namun adanya peningkatan dramatis baru-baru ini yang didokumentasikan oleh beberapa peneliti di AS dan negara-negara lain menunjukkan lingkungan turut menjadi penyebabnya. Misalnya; kurangnya waktu yang dihabiskan di luar rumah dan terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk melakukan pekerjaan jarak dekat – seperti; membaca, menulis, dan bekerja di depan layar komputer.

Pada tahun 1999, para peneliti melakukan 2 studi jangka panjang pada perkembangan mata yang terjadi pada 1200 anak-anak usia 6 hingga 14 tahun, manakala rentang usia terjadinya miopi. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah memiliki peluang lebih kecil untuk mengidap penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh. Para peneliti masih mencari tahu alasan mengapa menghabiskan waktu di luar rumah membantu mencegah timbulnya miopi.

Baca juga  Apa Tanda Jika Anda Menderita Rabun Jauh?

Beberapa orang bisa jadi menyarankan Anda untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari alami untuk perkembangan mata yang sehat. Sedangkan penelitian lainnya menunjukkan bahwa perkembangan mata yang normal untuk melihat objek yang jauh mungkin memerlukan waktu yang cukup. Anehnya, begitu miopi mulai terjadi, aktivitas di luar rumah tidak dapat memperlambat perkembangan penyakit mata minus tersebut.

Pengobatan Penyakit Mata Minus (Penyakit Rabun Jauh)

Jika Anda mengidap miopi, ada beberapa pilihan yang tersedia guna mendapatkan penglihatan jarak jauh yang jelas. Namun tidak semua metode pengobatan dapat mengembalikan penglihatan yang sudah hilang.

Sumber Gambar – carlalyleoptom.co.za

Tujuan dari pengobatan ialah memaksimalkan kembali fungsi penglihatan sehingga tampak normal. Apa saja metode pengobatan penyakit rabun jauh yang yang tersedia?

Kacamata

Penggunaan kacamata, merupakan cara yang umum dalam mengatasi penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh. Bagi kebanyakan penderita miopi, kacamata merupakan pilihan utama untuk memperbaiki fungsi penglihatan mereka. Namun, hal ini bergantung pada tingkat keparahan penyaki.

Anda mungkin hanya perlu memakai kacamata untuk kegiatan tertentu, seperti; menonton film atau mengendarai mobil. Namun, jika tingkat rabun jauh yang Anda alami cukup parah, Anda mungkin perlu memakainya sepanjang waktu. Umumnya, lensa penglihatan tunggal diresepkan untuk memberikan penglihatan yang jelas di semua jarak.

Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak, merupakan metode lain dalam mengatasi penyakit mata minus atau penyakit rabun jauh. Bagi beberapa orang, penggunaan lensa kontak menawarkan penglihatan yang lebih jelas dan pandangan yang lebih luas daripada kacamata. Namun, karena lensa kontak langsung dikenakan pada mata, dibutuhkan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan mata.

Ortho-k atau CRT

Prosedur non bedah orthokeratology (ortho-k), juga dikenal sebagai terapi refrakter kornea (CRT). Dalam prosedur non-bedah ini, Anda akan memakai serangkaian lensa kontak kaku yang dirancang khusus untuk membentuk kelengkungan kornea secara bertahap. Lensa ini akan memberikan tekanan pada kornea dan meratakannya.

Ini akan mengubah cahaya yang masuk ke dalam mata agar terfokus. Anda akan mengenakan lensa kontak untuk jangka waktu terbatas, misalnya; semalam, lalu melepasnya. Penderita penyakit rabun jauh atau penyakit mata minus yang cukup parah bisa jadi harus menggunakan lensa ini dalam kegiatan sehari-hari mereka.

Laser

Prosedur ini dilakukan dengan bantuan laser. Prosedur laser seperti LASIK (laser in situ keratomileusis) atau PRK (photorefractive keratectomy) juga dapat dijadikan pilihan pengobatan untuk miopi pada orang dewasa. Cahaya sinar laser yang masuk akan membentuk ulang kornea dengan membuang sejumlah kecil jaringan mata. Tingkat miopi yang dapat diperbaiki oleh PRK atau LASIK terbatas, bergantung dengan jumlah jaringan kornea yang dapat dihilangkan secara aman.

Pada prosedur PRK, laser akan menghilangkan lapisan tipis jaringan dari permukaan kornea untuk mengubah bentuknya dan memfokuskan kembali cahaya yang masuk ke mata. Sedangkan pada LASIK, penghilangan jaringan dilakukan dari lapisan dalam, bukan dari permukaan luar kornea.

Hal ini dilakukan dengan mengangkat bagian permukaan kornea luar dan melipatnya kembali, sehingga bagian dalamnya terlihat. Kemudian, Laser akan menghilangkan sejumlah jaringan kornea yang diperlukan untuk membentuk kembali mata. Kemudian, lipatan jaringan luar ditempatkan kembali pada posisinya hingga pulih.

Prosedur Bedah Refraktif

Prosedur ini diperuntukkan bagi penderita penyakit rabun jauh atau penyakit mata minus yang tidak bisa menjalani prosedur laser karena tipisnya lapisan kornea. Dokter mata mungkin menanamkan lensa kecil dengan koreksi optik yang sesuai di mata penderitanya.

Implan dapat ditempatkan tepat di depan lensa alami disebut juga implan lensa intraokuler phakic. Atau implan dapat menggantikan lensa alami disebut juga ekstraksi lensa jernih dengan implantasi lensa intraokular. Prosedur ekstraksi lensa jernih ini mirip dengan operasi katarak tetapi terjadi sebelum katarak timbul.

Terapi Penglihatan Terkait Stres

Terapi penglihatan merupakan pilihan bagi orang-orang yang penglihatan jarak jauhnya kabur karena spasme otot-otot yang mengontrol fokus mata. Berbagai latihan mata dapat meningkatkan kemampuan fokus mata yang buruk dan mendapatkan penglihatan jarak jauh yang jelas.

Jika Anda mengidap miopi, Anda memiliki berbagai pilihan untuk memperbaiki masalah penglihatan Anda. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter mata Anda. Anda dapat memilih perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan visual dan gaya hidup Anda.

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan gangguan penglihatan miopi. Ingin tahu lebih banyak sehubungan dengan penyakit mata lainnya? Nantikan ulasan selengkapnya hanya di Deherba.com – Pusat informasi tepercaya di Indonesia.

😡
☹️
😐
☺️
😍
5/5😍1