Waspadai Sindrom Baby Blues Pasca Melahirkan

730

Diedit:

Anda seorang ibu yang baru saja melahirkan? Kemudian, apakah Anda mengalami apa yang disebut dengan sindrom baby blues? Jangan khawatir karena artikel ini akan membahas secara detail dan mendalam mengenai baby blues syndrome ini terkait dengan faktor penyebab, gejala maupun hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi baby blues syndrome ini.

Telah menjadi rahasia umum bahwa pasca melahirkan ialah periode dimana seorang ibu akan menjalani hari-hari yang tak kalah melelahkannya dibandingkan dengan masa kehamilan.

Keadaan tersebut sangat terkait dengan kondisi fisik maupun psikis yang lebih lanjut akan menimbulkan perasaan stres (tertekan). Penelitian menunjukkan bahwa ada sekitar 50-80% wanita pasca melahirkan yang mengalami baby blues syndrome atau sering disebut juga dengan postpartum distress syndrome ini. Berarti, ada lebih dari setengah kaum wanita yang baru melahirkan terkena sindrom ini.

Sindrom baby blues ini memang tergolong ringan dan biasanya terjadi pada waktu sekitar 2 mingguan. Sindrom ini menimbulkan perasaan sedih yang kemudian biasanya diwujudkan dengan menangis, kecemasan, kebingungan, kelelahan, kegelisahan, tak bisa tidur bahkan sampai penolakan terhadap bayinya sendiri. Kalau Anda merasakan hal-hal semacam itu, maka bukan mustahil Anda sedang terkena sindrom baby blues ini.

Penyebab Sindrom Baby Blues

Setiap penyakit, hampir dipastikan memiliki penyebabnya tersendiri. Baby blues syndrome memang belum diketahui penyebab secara pastinya, namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebabnya, antara lain:

Faktor Hormonal

Pasca persalinan selesai, hormon kortisol pada seorang ibu akan naik mendekati kadar seperti pada orang yang tengah depresi. Di saat yang bersamaan, prolaktin dan hormon laktogen yang memicu produksi air susu ibu (ASI) juga meningkat, dan sebaliknya hormon progesteron malah mengalami penurunan signifikan. Akibat dari semuanya itu ialah timbulnya kelelahan fisik sehingga memicu terjadinya depresi.

Baca juga:  Sindrom Baby Blues, Apa Itu & Bagaimana Mengatasinya?

Faktor Fisik dan Faktor Psikologis

Sindrom baby blues juga bisa dipicu dari rasa lelah dan capai yang tiada tara pasca melahirkan dan juga disambung dengan kewajiban mengurus sang bayi secara intensif dan telaten.

Kondisi pada ibu yang baru melahirkan sangat lelah dan secara psikologis memerlukan perhatian dan bantuan ekstra dari suami dan juga keluarga terdekatnya.

Kalau semua hal itu tidak didapatkannya, maka kondisi psikologisnya akan down karena merasa sendirian dalam menghadapi kelelahan fisik dan psikisnya tersebut. Akhirnya, baby blues syndrome pun akan menjangkiti.

Faktor Sosial

Ibu yang baru pertama kali melahirkan tentunya akan memiliki kondisi yang berbeda dengan ketika ia masih belum memiliki bayi. Seorang ibu yang kesulitan dalam menghadapi hal baru tersebut tentu akan merasa bahwa bayinya justru menjadi penghalang kebebasannya.

Gejala-Gejala Sindrom Baby Blues

Kondisi dimana seorang ibu yang mengalami sindrom ini bisa dilihat dari timbulnya gejala-gejala seperti sangat sensitif: mudah menangis, merasa sedih, dan kesal; hilangnya nafsu makan, terjadinya penurunan berat badan atau bahkan bisa terjadi sebaliknya yakni meningkatnya nafsu makan dan terjadinya kenaikan berat badan secara berlebihan; berkurangnya energi dan motivasi sehingga sulit melakukan berbagai kegiatan, termasuk mengurusi bayinya sendiri; sulit tidur dan adanya perasaan khawatir secara berlebihan seperti khawatir akan menyakiti diri dan bayinya, dan kecemasan lainnya.

Cara Mengatasi Sindrom Baby Blues

Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi baby blues syndrome ini:

  • Banyak melakukan kegiatan/aktifitas yang bermanfaat seperti membaca, berbincang dengan suami, saudara, dan lainnya.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan memanjakan keinginan sendiri untuk menghilangkan rasa stres dan lelah pasca melahirkan.
  • Banyak beristirahat. Untuk mengurusi sang bayi bisa dibantu oleh pasangan atau keluarga terdekat.
  • Banyak mengonsumsi makanan yang bergizi.
  • Menggunakan jasa pembantu/baby sitter untuk mengurangi beban pekerjaan Anda pasca melahirkan.
Baca juga:  Atasi Baby Blue Syndrome Secepatnya dengan Cara-Cara Berikut!

Untuk langkah lebih lanjut, tak ada salahnya kalau Anda mencoba berkonsultasi dengan dokter apakah baby blues syndrome yang dialami termasuk parah atau biasa-biasa saja.

Hal tersebut sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya guna menangani sindrom ini supaya tidak mengganggu kelanjutan kehidupan Anda dan keluarga.