14 Cara Alami Mengobati Luka Bakar

458
mengobati luka bakar - mengatasi luka bakar - bekas luka
Sumber: Shutterstock

Kecelakaan bisa saja terjadi di manapun dan di waktu kapanpun. Termasuk ketika Anda mengalami luka bakar. Tak selamanya  Anda bisa dengan leluasa menemukan cara mengobati luka bakar dengan mudah. Kadang kala luka bakar terjadi di tempat dan waktu yang sulit untuk Anda mengatasi luka bakar dengan cepat.

Untuk saat saat darurat semacam ini, membekali diri dengan pengetahuan soal apa saja bahan alami dan rumahan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengobati luka bakar perlu juga Anda miliki. Ini membantu Anda mengatasi masalah dengan cepat di saat darurat.

Karena penanganan luka bakar yang tepat dan cepat akan berpengaruh kuat pada bagaimana luka bakar itu nantinya akan sembuh. Karena penanganan yang cepat akan mencegah kerusakan sel kulit dengan lebih efektif dan membantu mencegah terbentuknya bekas luka yang berat.

Untuk itu kita akan mencoba membahas 14 jenis terapi rumahan dari bahan rumahan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu Anda di saat darurat mengatasi luka bakar.

Jenis-Jenis Luka Bakar

Sebelum memahami apa saja bahan alami yang baik untuk membantu mengatasi luka bakar, lebih baik kita pahami dulu bahwa sebenarnya luka bakar sendiri terbagi dalam beberapa kategori. Beberapa pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Luka bakar tingkat 1

    Luka bakar ini hanya mengenai lapisan terluar dari kulit. Luka bakar relatif tipis dan lebih mudah diatasi. Tentu dengan luka bakar tipis semacam ini bekas luka yang berat lebih mudah untuk dicegah. Luka bakar karena efek paparan sinar matahari atau luka bakar karena tersentuh benda panas bisa menjadi penyebab luka bakar tingkat 1 ini.

  • Luka bakar tingkat 2

    Luka bakar jenis ini cenderung lebih berat dan menyakitkan. Karena luka muncul pada beberapa lapisan kulit. Kadang luka bakar jenis ini sudah menyentuh jaringan pembuluh darah dan saraf paling tepi. Mengobati luka bakar jenis ini tentu membutuhkan langkah lebih mendalam dan kadang juga beresiko menyisakan bekas luka yang cukup tampak.

  • Luka bakar tingkat 3

    Ini adalah jenis luka bakar yang berat, dimana area yang terpapar cukup luas dan dalam. Kadang luka bakar sudah menyentuh jaringan lunak di balik kulit. Rasa nyeri yang dihasilkan bisa cukup berat dan biasanya diperlukan tindakan medis khusus termasuk operasi untuk membantu proses pemulihan.

    Pada umumnya, obat-obatan rumahan dan alami hanya dapat membantu pada serangan luka bakar tingkat 1 dan tingkat 2 bila area yang terkena luka bakar tidak terlalu luas. Sedang bantuan dengan bahan-bahan alami cenderung tidak banyak membantu untuk mengobati luka bakar tingkat 3.

mengobati luka bakar - mengatasi luka bakar - bekas luka
Sumber: Shutterstock

Cara Rumahan Mengobati Luka Bakar

Beberapa bahan alami rupanya memiliki manfaat membantu mendinginkan efek panas yang muncul ketika kulit terpapar api atau senyawa khusus yang bersifat membakar.  Tidak hanya mendinginkan, beberapa bahan alami ini juga baik untuk membantu mengatasi inflamasi, mempercepat keringnya luka dan membantu proses regenerasi kulit.

Adapun beberapa bahan alami yang cocok untuk mengatasi luka bakar antara lain adalah sebagai berikut.

Minyak kelapa

Minyak kepala sudah lama dikenal secara tradisional untuk mengatasi luka bakar. Terapi dengan minyak kelapa juga dikatakan baik untuk mencegah terbentuknya bekas luka yang berat.

Ini karena dalam minyak kelapa terdapat kandungan bahan yang bersifat anti inflamasi, analgesik dan sebagai anti demam sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Pharmaceutical Biology tahun 2010.

Kandungan sejumlah asam lemak essensial seperti asam laurik dan asam kaprilik juga bekerja sebagai astringent dan sebagai anti biotik alami, sebagaimana  dijelaskan dalam Journal of Dairy Science 2005.

Kandungan tokoferol dan polifenol dalam minyak kelapa juga membantu menstimulasi proses regenerasi sel dan membantu proses penyembuhan luka. Minyak kelapa juga memiliki unsur pelembab alami. Dalam Indian Journal of Pharmacology tahun 2008 dijelaskan luka bakar akan lebih cepat sembuh bila selalu terjaga kelembabannya.

Selain dalam jurnal Skin Pharmacology and Physiology tahun 2010 dijelaskan bahwa komponen polifenol adalah stimulan kolagen. Sementata kolagen berperan besar tidak hanya mengobati luka bakar tetapi mencegah terbentuknya bekas luka.

Madu

Terapi madu untuk mengobati luka bakar juga bisa Anda gunakan. Tetapi pada umumnya terapi dengan olesan madu akan lebih efektif pada jenis luka bakar tipe 1.

Menurut jurnal Metabolism Brain Disease tahun 2014, madu memiliki unsur anti inflamasi dan analgesik yang akan bekerja untuk membantu mencegah peradangan pada luka bakar dan meredakan rasa nyeri.

Sedang menurut European Food Research and Technology tahun 2014, madu tidak hanya mengandung anti inflamasi tetapi juga mengandung senyawa yang bekerja mempercepat penyembuhan luka.

Dalam madu juga tersimpan unsur astringent yang mendinginkan luka bakar, unsur anti biotik alami, unsur pelembab alami dan komponen anti oksidan yang membantu mempercepat proses regenerasi sel kulit.

Tidak hanya efektif mengobati luka bakar, terapi dengan madu juga baik untuk mencegah terbentuknya bekas luka. Sebagaimana diungkap dengan jelas dalam jurnal Annals of Burns and Fire Disasters tahun 2014.

Kunyit

Ini adalah herbal yang paling banyak dikenal sebagai anti inflamasi dan asteringent terbaik. Begitu efektif mengatasi luka dan membantu mempercepat luka untuk kering dengan tanpa menyisakan rasa nyeri dan perih.

Untuk mengatasi luka bakar, Anda harus mengoleskan pasta dari kunyit pada area luka bakar. Kadang mencampurkan kunyit dengan susu akan bekerja lebih efektif dan nyaman.

Kemampuan kunyit dalam membantu mengatasi luka bakar dijelaskan dalam sebuah riset yang melibatkan tikus. Hal ini dilaporkan pada World Journal of Plastics Surgery tahun 2015.

Ini berkat kandungan anti inflamasi dan anti bakterial dalam kunyit yang efektif mencegah luka bakar memburuk dan berkembang menjadi peradangan. Sebagaimana dijelaskan dalam Alternative Medicine Review tahun 2009.

Kemampuan kunyit sebagai herbal dengan kandungan senyawa penyembuh luka dapat Anda temukan informasinya dalam sebuah jurnal Live Science tahun 2014.

Di sini dijelaskan dalam kunyit tersimpan senyawa curcuminoid, polifenol, tokoferol, isoflavon dan sejumlah komponen asam lemak dan asam amino yang bekerja mengatasi luka bakar dan luka luka lain. Termasuk mencegah terbentuknya bekas luka.

Baca juga:  Lidah Kena Air Panas? Coba Sembuhkan dengan 9 Cara Gampang Ini

Teh

Tidak hanya enak untuk dinkmati, teh rupanya juga bisa Anda gunakan sebagai kompress saat Anda mengalami luka, termasuk mengatasi luka bakar. Ini karena teh sendiri mengandung komponen anti inflamasi, astringent dan stimulan regenerasi sel yang baik untuk penyembuhan luka termasuk luka bakar.

Kemampuan teh dalam membantu proses penyembuhan luka dapat Anda lihat pada laporan International Journal of Surgery pada tahun 2013. Juga pada Medical Physiology Journal of Nairoby University tahun 2016.

Kandungan tannin dan katekin dalam teh selain bekerja sebagai anti oksidan rupanya juga efektif untuk membantu mengatasi luka bakar, membantu mengeringkan darah dan luka yang basah serta memberi efek mendinginkan luka.

Untuk mengobati luka bakar secara alami, Anda bisa gunakan air teh tawar yang sudah didinginkan untuk dioleskan pada luka bakar atau menggunakannya sebagai rendaman. Pilihan lain yang lebih praktis adalah dengan menggunaan teh celup yang sudah dibasahkan sebelumnya sebagai kompress.

Kandungan teh yang terkonsentrasi dalam satu kantung teh celup akan sangat efektif mengompress luka bakar dan segera mengatasi luka sebelum  berkembang lebih berat.

Aloe Vera

Aloe vera atau lebih kita kenal dengan nama lidah buaya memang sudah lama dikenal sebagai herbal alami yang membantu meredakan inflamasi, memberi efek astringent dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Seketika Anda meng

mengobati luka bakar - mengatasi luka bakar - bekas luka
Sumber: Getty Images

oleskan lendir dari lidah buaya ini pada luka bakar, Anda akan merasakan efek dingin yang nyaman. Ini membantu mencegah panas semakin membuat luka melebar dan masuk lebih dalam ke lapisan kulit.

 

Sebagaimana dijelaskan dalam Annals of Plastic Surgery tahun 2016, terapi dengan memberikan gel atau lendir lidah buaya secara topikal pada permukaan kulit yang luka akan menjadi terapi pengobatan yang efektif.

Komponen polifenol dan flavonoid dalam lidah buaya membantu mempercepat proses keringnya luka dan proses perbaikan sel yang rusak. Sedang menurut the Indian Journal of Dermatology tahun 2008, dikatakan lidah buaya juga memiliki efek melembabkan dan ini adalah bagian penting dari proses penyembuhan luka bakar.

Kabar baiknya, selain membantu mengobati luka bakar, terapi dengan daun lidah buaya ini akan membantu mencegah luka berkembang menjadi bekas luka yang terlalu kentara.

Minyak lavender

Kebanyakan orang memanfaatkan minyak lavender sebagai aromaterapi untuk memberi efek menenangkan, sekaligus membantu mengatasi nyamuk karena memang nyamuk dan serangga kebanyakan tidak begitu suka dengan aroma dari ekstrak bunga lavender ini.

Yang tidak banyak diketahui orang, minyak lavender juga baik untuk membantu mengatasi luka, termasuk mengatasi luka bakar. Bahkan terapi dengan minyak lavender akan membantu mencegah luka bakar membentuk bekas luka yang berat.

Menurut laporan Phytoterapy Research tahun 2002, minyak lavender mengandung sejumlah komponen senyawa anti inflamasi, analgesik, stimulan untuk regenerasi kulit, mengeringkan luka, menjaga kelembaban kulit dan membantu memberi efek astringent yang efektif.

Masih dari jurnal yang sama, dijelaskan bahwa minyak lavender adalah telah terbukti sebagai cara alami yang efektif untuk mengatasi luka bakar dan luka bekas gigitan serangga.

Air garam

Menggunakan garam sebagai terapi untuk luka jelas bukan ide yang baik. Sifatnya cukup agresif terhadap luka terbuka sehingga akan memberi rasa nyeri dan kadang menimbulkan reaksi peradangan.

Tetapi pada dasarnya garam memiliki komponen nutrisi yang penting untuk proses penyembuhan luka. Sejumlah mineral penting seperti yodium, natrium dan komponen lain berperan penting untuk mempercepat keringnya luka dan membantu proses regenerasi sel. Hal ini dijelaskan dalam International Journal of Food Microbiology tahun 2008.

Dan untuk membantu Anda mendapatkan manfaat garam untuk proses mengobati luka bakar, Anda perlu campurkan garam dengan air. air akan meringankan efek korotif dan agresif dari garam, namun tetap mengandung komponen mineral yang kaya untuk membantu penyembuhan luka.

Untuk mendapatkan manfaat garam dengan efek negatif yang minimal, campurkan satu sendok makan garam dengan satu mangkuk besar air hangat. Aduk dan gunakan kapas untuk mengoleskan larutan pada luka.

Susu

Susu ternyata juga memiliki manfaat untuk membantu proses penyembuhan luka. Menurut International Milk Genomics Consortium, dijelaskan susu memiliki sejumlah komponen biokimia yang bermanfaat untuk penyembuhan luka.

Dalam susu terkandung sel darah putih, sejumlah komponen asam amino dan beberapa molekul yang memberi stimulan aktivasi bagi sel-sel rusak untuk memperbaiki diri dengan lebih efektif.

Susu memiliki komponen senyawa unik seperti lactoferin, Lysozyme, cytokenin dan bivone colostrum. Komponen ini bekerja sekaligus membantu imunitas, sebagai stimulan bagi regenerasi sel dan sebagai anti inflamasi.

Colostrum pada hewan memang berbeda dari colostrum pada manusia. Tetapi tetap memberi manfaat bagi sistem daya tahan tubuh manusia. Apalagi bila yang Anda konsumsi atau manfaatkan secara topikal adalah jenis susu murni yang belum melalui proses kimiawi dan pabrikan.

Dalam International Journal of Surgery tahun 2018, dijelaskan pula sejumlah mineral dalam susu turut berperan dalam meningkatkan manfaat susu untuk mengobati luka termasuk mengobati luka bakar. Susu diduga kuat menstimulasi produksi kolagen yang memiliki peran sangat kuat untuk membantu perbaikan dan regenerasi sel rusak.

Cuka

Sama dengan garam cuka memiliki sejumlah elemen bermanfaat yang sangat baik untuk mengatasi luka bakar. Tetapi pengaplikasian langsung pada luka sama sekali tidak disarankan. Kandungan asam dalam cuka demikian tinggi sehingga ketika terpapar pada luka terbuka akan memicu peningkatan inflamasi.

Tetapi cuka mengandung komponen anti bakterial yang sangat kuat. Asam Asetat dalam cuka sangat efektif membunuh kuman, sebagaimana dijelaskan dalam American Society of Microbiology tahun 2014.

Dan dalam Journal of the American Academy of Dermatology tahun 2009, dijelaskan pula bagaimana sejumlah komponen kimia dalam berbagai jenis cuka memiliki peran menstimulasi keringnya luka, mempercepat luka sembuh dan mendorong proses perbaikan sel.

Baca juga:  Lakukan P3K untuk Mengatasi Gigitan Ular agar Nyawa Korban Selamat!

Hanya saja sifat asam dalam cuka perlu Anda netralisir dengan mencampurkannya terlebih dulu dengan air. larutan cuka ini dibuat dengan perbandingan 1 : 5 bagian. Larutan ini lah yang bisa Anda oleskan secara topikal pada luka. Pemberian terapi dengan teratur beberapa kali dalam sehari akan mempercepat luka bakar mengering.

Pastikan untuk tidak melakukan cara mengobati luka bakar ini dengan berlebihan. karena ketika luka bakar terpapar zat asam berlebihan, luka memang akan cepat kering tetapi lebih mudah membentuk bekas luka.

Minyak sereh

Menurut riset yang diadakan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, tahun 2015, minyak sereh atau minyak citronela memiliki kemampuan untuk mengobati luka termasuk mengobati luka bakar.

Ini berkat kandungan anti inflamasi, anti bakterial dan astringent dalam minyak sereh yang membantu proses keringnya luka dan mencegah luka berkembang lebih buruk. Sebagaimana dijelaskan dalam Libyan Journal of Medicine tahun 2014.

Sedang menurut International Food Research Journal  tahun 2013, minyak sereh ini memiliki komponen anti oksidan yang tidak hanya baik untuk mempercepat penyembuhan luka juga membantu proses pelepasan kolagen dan memiliki kandungan tokoferol sangat tinggi yang berperan pada proses regenerasi sel.

Anda bisa gunakan minyak sereh ini untuk dioleskan pada luka bakar beberapa kali dalam sehari. Cara sederhana ini akan dengan efektif mengobati luka bakar hingga tidak menyisakan bekas luka.

Minyak tea tree

Tea tree  memang sudah lama dikenal sebagai salah satu herbal dengan kemampuan penyembuhan luka yang cukup ampuh. Dikenal mengandung toksin sehingga tidak disarankan dikonsumsi, justru terapi topikal menunjukan hasil sangat kuat.

Kemampuan minyal Tea tree ini untuk membantu dalam proses pengobatan luka termasuk luka terbuka, luka terpotong dan luka bakar dijelaskan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine tahun 2013.

Cara mudah untuk mengobati luka bakar dengan minyak essensial ini adalah dengan cara mengompresnya menggunakan kapas. Atau dengan membuat larutan air dengan minyak Tea tree   untuk kemudian Anda manfaatkan sebagai rendaman untuk area terluka.

Sejumlah pakar sepakat kandungan terpenin, cineole, lineol dan terpineol adalah komponen kandungan yang penting untuk proses penyembuhan luka.

Hanya saja, sebaiknya pastikan dulu Anda tidak alergi terhadap minyak  Tea tree  ini. karena beberapa pasien yang memiliki efek alergi akan menunjukan gejala alergi berat termasuk batuk- batuk, kemerahan dan biduran. Beberapa yang sensitif juga justru mengalami perkembangan buruk pada luka mereka akibat paparan minyak Tea tree   ini.

Kentang

Sedikit yang mengetahui adanya manfaat penyembuhan luka bakar pada kentang. Kentang memiliki kemampuan cukup kuat berkat sejumlah biokimia yang terkandung di dalamnya, sehingga efektif membantu mengeringkan luka dan mempercepat penyembuhan.

Dalam jurnal Food Chemistry tahun 2016, terbukti mengompress luka bakar dengan kentang akan membantu proses keringnya luka, tetapi dengan tetap mempertahankan kelembaban permukaan kulit. Ini penting karena kelembaban yang baik adalah bagian krusial dari proses regenerasi sel.

Sejumlah komponen anti oksidan termasuk phenolic, sejumlah jenis flavonoid dan carotenoid, diklaim sebagai faktor yang menjadikan kentang kaya manfaat untuk mengobati luka bakar.

Dan sejumlah komponen kimia lain bekerja sebagai analgesik dan astringent. Ini membantu luka cepat mendingin dan tidak menyebar ke area lebih luas dan lebih dalam.

Putih telur

Sebuah riset dilakukan untuk melihat pemanfaatan putih telur untuk membantu penyembuhan luka bakar pada tingkat 3. Riset ini dilakukan karena secara tradisional putih telur sudah lama dikenal di berbagai belahan dunia untuk mengobati luka bakar.

Dalam riset yang dilaporkan dalam Iran Red Crescent Medical Journal tahun 2011 terbukti bahwa terapi dengan putih telur memiliki pengaruh terhadap proses pembentukan sel baru pada luka. Luka mengalami proses pengeringan lebih cepat dan pembentukan sel baru dengan lebih cepat pula.

Kandungan albumin dalam putih telur adalah komponen terkuat yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Albumin adalah salah satu jenis asam amino yang sangat berperan dalam proses regenerasi sel.

Terapi dengan putih telur bahkan diklaim dengan cepat menutup luka dan membentuk semacam epidermal baru yang akan membantu memproteksi luka bakar dari paparan bakteri luar. Lapisan ini juga akan mendorong regenerasi kulit dengan cepat.

Selain itu, dalam putih telur terkandung komponen kimia unik yang dikenal dengan sebutan chalcanthite. Menurut laboratory Animal Research tahun 2016, komponen ini bekerja sebagai anti inflamasi yang mencegah terbentuknya peradangan dan infeksi pada luka.

Pepaya

Pepaya dikenal dengan enzim papainnya yang membantu merelaksasi otot dan mendorong kontraksi termasuk kontraksi pada usus besar. Inilah sebabnya kita lebih banyak mengenal pepaya sebagai buah anti sembelit.

Tetapi dalam pepaya juga terkandung komponen yang bekerja sebagai stimulan imunitas dan anti inflamasi yang kuat. Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Immunotoxicology tahun 2016.

Dalam laporan jurnal Burns tahun 2018, terapi dengan krim yang terbuat dari ekstraksi pepaya akan sangat berperan dalam proses penyembuhan luka bakar. Terapi ini membantu mengatasi luka bakar dengan mendinginkannya, melawan inflamasi dan membantu mencegah infeksi.

Termasuk pula sejumlah enzim di dalamnya menjadi stimulan bagi sel sel yang terbakar untuk membentuk kolagen baru dan meregenerasi sel dengan cepat. komponen analgesik juga bisa Anda temukan dalam pepaya sehingga efektif meredakan nyeri.

Asupan Makanan untuk Mengobati Luka Bakar

Selain bekerja mencegah inflamasi dan infeksi, terapi untuk mengatasi luka bakar juga bertujuan untuk lebih cepat mengeringkan luka dan mendorong sel melakukan regenerasi dan perbaikan.

Dan untuk itu, tubuh membutuhkan lebih dari sekedar terapi topikal seperti oles dan kompress. Tubuh membutuhkan sejumlah asupan yang berperan dalam proses regenerasi sel.

Beberapa asupan penting tersebut antara lain buah-buahan  yang kaya anti oksidan, sejumlah asam amino, vitamin C dan vitamin E. Komponen ini akan aktif menstimulasi pembentukan kolagen baru yang akan menjadi bagian penting regenerasi sel. beberapa buah seperti berry-berryan, noni, semangka, buah naga, pepaya dan lain sebagainya akan penting di sini.

Konsumsi ikan-ikanan sebagai sumber protein, asam amino dan asam lemak omega 3. Ini adalah asupan yang jauh lebih sehat dari pada daging merah. Karena peran ketiga komponen tersebut akan sangat baik untuk mendorong proses penyembuhan luka dan mencegah terbentuknya bekas luka yang berat.

Albumin sebagai salah satu jenis asam amino yang sangat berperan dalam penyembuhan luka juga dengan mudah Anda dapatkan pada sejumlah jenis ikan-ikanan. Termasuk ikan laut dalam dan ikan gabus.

Itulah sejumlah informasi seputar cara mengobati luka bakar dengan alami. Pilihan terapi alami yang mudah Anda temukan di sekitar Anda bisa menjadi alternatif untuk Anda mengatasi luka bakar.

Tetapi bila dirasa luka bakar tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera bawa pasien ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Perawatan yang cepat dan tepat akan menjadi cara terbaik mencegah luka bakar memburuk dan menyisakan bekas luka yang sulit hilang.

Advertisement
Alinesia