Jangan Sampai Kurang Gizi pada Ibu Hamil

785
Shutterstock

Setiap orang yang sudah menikah pasti ingin mendapatkan keturunan, terlebih keturunan yang sehat dan normal untuk dapat meneruskan generasi keluarganya. Seorang ibu senantiasa menginginkan mendapatkan keturunan yang normal, tidak kurang suatu apapun. Keinginan yang sangat wajar dan manusiawi. Namun, sebaiknya keinginan tersebut dibarengi dengan upaya nyata.

Kelahiran seorang anak yang sehat dan normal tentu saja sangat erat kaitannya dengan kondisi ibunya. Seorang ibu yang sedang mengandung sebaiknya sangat memerhatikan kondisi ketercukupan gizinya supaya janin yang sedang dikandungnya juga terpenuhi kadar gizinya.

Harus dipahami bahwa seorang ibu yang sedang hamil, tidak hanya harus mencukupi kebutuhan gizi untuk dirinya saja melainkan untuk calon bayi yang tengah dikandungnya juga.

Kondisi kekurangan gizi bisa disebabkan oleh masa paceklik, diet yang ketat, dan keadaan hidup yang serba kekurangan. Kondisi kekurangan gizi pada masa kehamilan, contohnya, seperti yang pernah terjadi di Belanda pada medio 1944-an.

Kala itu, bisa dikatakan sebagai masa-masa yang berat dimana bayi-bayi yang lahir rata-rata mengalami berat badan yang kurang, lingkar kepala, panjang badan, serta berat plasenta yang lebih kecil dibandingkan dengan bayi-bayi yang ketika di dalam kandungan terpenuhi gizinya.

Jika Anda atau keluarga Anda ada yang sedang hamil harus benar-benar diperhatikan ketercukupan gizinya supaya tidak melahirkan bayi yang kurang/tidak normal.

Kondisi ibu hamil memang sangat rentan karena erat kaitannya dengan segala perubahan fisiologis yang pada akhirnya berakibat pada peningkatan volume sel darah merah dan cairan di dalam tubuh, serta terjadinya penurunan nutrisi mikro.

Misalnya, ketika seorang ibu hamil kekurangan asupan seng (zinc), maka akan berakibat pada terjadinya gangguan pertumbuhan tulang. Kemudian, kekurangan asam folat selama masa kehamilan akan menyebabkan terganggunya perkembangan otak sejak masa janin.

Kekurangan asam folat pada ibu hamil akan menyebabkan terjadinya stem cells atau sel jaringan utama memiliki kecenderungan membelah lebih lambat dibandingkan janin pada ibu hamil dengan asam folat yang cukup.

Karena itu, sel jaringan utama yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan otak akan berkurang dengan sendirinya. Disamping itu, sel-sel akan mati lebih cepat dari yang seharusnya.

Disinyalir bahwa bayi yang lahir prematur memang ada kaitannya dengan kekurangan zat gizi pada sang ibu meskipun memang secara medik belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Namun, dalam pengujian yang dilakukan pada hewan, disimpulkan bahwa ada korelasi yang sangat kuat antara kelahiran prematur dengan kekurangan nutrisi ibu hamil.

Pada kehamilan normal dimana zat-zat gizi dipenuhi dengan baik oleh si ibu, janin sendiri yang akan menentukan kapan dirinya akan berproses untuk dilahirkan. Makanya ketercukupan nutrisi tersebut harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum Anda mulai hamil.

Sebaiknya, ketika merencanakan kehamilan, Anda harus sudah mencukupi segala kebutuhan nutrisi supaya tidak terjadi kasus kekurangan nutrisi dan berakibat fatal bagi sang janin.

Memang bukan perkara mudah untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, terutama mereka yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Misalnya, jangankan untuk membeli susu khusus ibu hamil, untuk makan sehari-hari saja tidak cukup.

Makanya, persoalan gizi ibu hamil ini harus melibatkan pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih kepada mereka, golongan ekonomi menengah bawah yang hidupnya serba kekurangan.

Para ibu hamil yang miskin tersebut harus disubsidi secara langsung ataupun tidak langsung yang sifatnya meringankan beban mereka supaya dapat melahirkan bayi yang sehat dan normal. Bukankah, mereka para bayi yang dilahirkan itu merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan diperhatikan?