Apa Saja Sindrom Metabolik Itu?

547

Diedit:

Mungkin istilah sindrom metabolik masih belum familiar di kalangan masyarakat kita. Patut diketahui bahwa sindrom metabolik itu merupakan kumpulan dari beragam gangguan metabolisme penyebab berbagai penyakit kardiovaskuler yang berbahaya.

Seseorang dikatakan dalam keadaan sindrom metabolik jika memiliki setidaknya beberapa kondisi yakni bertekanan darah tinggi, obesitas, kadar lemak dalam darah tidak normal, dan juga rendahnya kadar HDL atau kolesterol baik.

Pada orang yang menderita sindrom metabolik ini, mayoritas pasiennya baru mengetahui kondisi yang dialaminya pasca adanya keluhan. Mereka tak menyadari bahwa kondisi semacam itu bisa dikatakan sudah terlambat karena sudah ada organ yang terganggu atau rusak.

Seharusnya, hal itu bisa dicegah bila faktor resiko sindrom metabolik segera diketahui dan ditangani. Mari kita simak beberapa kondisi yang bisa dikatakan adalah sindrom metabolik.

Kadar Gula Darah Tinggi

Gula ialah sumber kalori dan energi bagi tubuh. Normalnya, gula yang dikonsumsi akan dikeluarkan dari darah dan disimpan sebagai energi. Jika gula tetap berada dalam darah akan menyebabkan kondisi kadar gula darah tinggi.

Glukosa dalam darah akan mencapai seluruh organ tubuh dan sistem seperti arteri jantung dan vena, ginjal, dan sistem saraf. Seseorang dengan kadar gula darah tinggi memiliki resiko beberapa penyakit seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan amputasi.

Kadar gula darah tinggi seringkali berkembang menjadi penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2. Faktor resiko sindrom metabolik adalah ketika kadar gula darah puasa di atas 110 mg/dL. 

Obesitas

Salah satu indikasi sindrom metabolik yaitu obesitas sentral berupa kegemukan di sekitar perut. Seseorang didiagnosis mengalami kegemukan jika berat badannya adalah lebih atau sama dengan 20% berat badan idealnya. Kegemukan menyebabkan resistensi insulin yaitu ketidakmampuan untuk merespon insulin secara normal.

Baca juga:  Info Lengkap Seputar Sindrom Metabolik

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di arteri terlalu tinggi. Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh darah. Jika tekanan darah tinggi berlangsung dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah akan menebal dan menjadi kurang fleksibel.

Hal ini disebut dengan aterosklerosis dan dapat mempengaruhi arteri yang memberikan darah ke jantung. Faktor resiko sindrom metabolik adalah ketika tekanan darah lebih dari 130/85 mmHg.

Trigliserida Tinggi

Kadar trigliserida tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan penimbunan lemak di arteri yang disebut dengan plak yang menyebabkan darah yang mengandung oksigen sulit untuk mencapai jantung. Kadar trigliserida tinggi yakni lebih dari 150 mg/dl meningkatkan resiko serangan jantung. 

Kadar Kolesterol Tidak Normal

Kolesterol dapat diproduksi oleh hati atau dapat juga berasal dari makanan yang dimakan. Terdapat jenis kolesterol baik dan kolesterol jahat. Terlalu banyak kolesterol jahat (trigliserida dan LDL) dan kurang kolesterol baik (HDL) dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Trigliserida dan kadar HDL merupakan indikator penting sindrom metabolik.

Seseorang yang mengalami sindrom metabolik dan tidak ditangani dengan benar, akan beresiko mengalami penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes melitus.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sindrom metabolik sangat erat dengan metabolisme individu atau bagaimana tubuh memproses makanan. Secara normal, makanan diserap tubuh ke aliran darah dalam bentuk gula dan substansi dasar lainnya.

Ketika kadar gula darah meningkat, pankreas melepaskan hormon insulin. Insulin berada di sel tubuh yang menyebabkan glukosa masuk dan digunakan untuk energi.

Pada beberapa orang, sel tubuh tidak dapat merespon insulin (resistensi insulin). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi resistensi insulin dapat berkembang menjadi sindrom metabolik.

Baca juga:  Info Lengkap Seputar Sindrom Metabolik
Advertisement
Alinesia