Herbal untuk Obat Malaria

832

Di dunia yang semakin modern ini tidak heran apabila dunia kedokteran semakin maju. Ternyata tidak hanya praktik pengobatan medis saja yang terus berkembang. Berbagai metode pengobatan herbal pun ikut bergeliat maju, salah satunya dalam bidang pengobatan malaria. Artikel ini akan membahas mengenai pengobatan malaria serta herbal-herbal yang bisa digunakan sebagai obat malaria.

Dari segi pengobatan medis, dokter biasanya akan menentukan jenis obat yang cocok dengan pertimbangan berbagai faktor. Pengobatan malaria ini didasarkan pada:

  • Jenis parasit malaria mana yang menyebabkan infeksi
  • Seberapa parah infeksi itu terjadi
  • Kondisi Anda saat ini (termasuk usia, kehamilan, alergi, atau masalah kesehatan)
  • Kemungkinan parasit sudah mengembangkan kekebalan terhadap jenis obat tertentu. Misalnya, di banyak wilayah parasit P. falciparum kebal terhadap obat klorokuin.

Selama pengobatan malaria, dokter mungkin akan melakukan pengecekan darah setiap hari untuk mengikuti perkembangan infeksi. Kebanyakan obat malaria dikonsumsi secara oral (melalui mulut). Tetapi adakalanya dokter memberikan obat suntikan langsung ke pembuluh darah jika timbul komplikasi atau ketika kondisi pasien memburuk.

Obat-Obat yang Digunakan untuk Mengobati Malaria

Pada saat dokter sudah yakin seseorang terkena malaria, ia mungkin akan meresepkan obat-obat berikut:

  • Klorokuin, obat malaria paling efektif untuk mengatasi infeksi parasit P. ovale atau P. malariae. Klorokuin juga digunakan untuk mengobati infeksi P. falciparum dan P. vivax.
  • Koartem, obat untuk mengobati infeksi dari P. falciparum.

Apabila infeksi malaria diakibatkan oleh jenis parasit P. falciparum atau P. vivax yang sudah mengembangkan kekebalan terhadap obat, maka untuk mengobatinya akan lebih sulit. Karena obat klorokuin tidak efektif lagi, dokter mungkin akan meresepkan salah satu dari obat ini:

  • Koartem atau Malarone, untuk mengobati malaria akibat P. falciparum yang kebal terhadap klorokuin.
  • Doksisiklin, untuk infeksi yang disebabkan oleh P. falciparum dan P. vivax.

Herbal-Herbal untuk Membantu Pengobatan Malaria

Herbal yang pertama ialah tumbuhan kina yang berasal dari wilayah tropis Amerika Selatan. Kulit pohon kina adalah sumber dari berbagai senyawa alkaloid dan yang paling terkenal ialah kuinina. Kuininan merupakan suatu senyawa dengan kemampuan antipiretik (penurun demam) yang kerap dimanfaatkan sebagai obat malaria. Senyawa kuinina bisa dimanfaatkan untuk membantu mencegah serta meringankan gejala-gejala malaria. Kulit kayu kina ini juga dapat digunakan untuk merangsang pengeluaran getah lambung dan air liur.

Kemudian ada tamanan brotowali yang sering digunakan sebagai obat penurun demam. Di Filipina, brotowali dianggap mirip khasiatnya seperti tanaman kina untuk mengobati malaria. Dan herbal obat malaria berikutnya ialah Tongkat Ali yang memiliki senyawa quassinoid, eurycomanone,dan alkaloid. Ketiga senyawa ini menunjukkan kemampaun sebagai anti-plasmodium atau anti-malaria sehingga bisa dimanfaatkan untuk membantu pengobatan malaria.