Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Jantung Sehat Jantung Sehat dobellave.com

Hati-Hati!! 10 Makanan Sehat Ini Justru Bisa Membahayakan Jantung (II)

Pada artikel sebelumnya kami sempat membahas mengenai sejumlah produk makanan sehat yang tidak lagi sehat. Beberapa bahkan terbukti bisa memberi efek negatif untuk kesehatan jantung. Informasi ini penting untuk memahami, bahwa tidak selamanya makanan sehat di pasaran benar-benar sehat. Penting untuk Anda tetap memperhatikan kandungan dan daftar nutrisi yang tersimpan dalam makanan untuk memastikan setiap sajian memang benar-benar sehat.

Ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai ulah pasar. Berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pola makan yang sehat merubah paradigma pasar. Perkembangan ini menggiring terbentuknya pasar baru di masyarakat yang membutuhkan produk makanan sehat, yang mudah dibuat, simpel dan terjangkau.

Potensi ini dibaca dengan baik oleh produsen dengan memproduksi produk massal yang dibuat dengan sejumlah komponen yang sudah terbukti secara klinis sebagai makanan sehat. Tidak ada yang dibohongi dalam hal ini, para produsen tersebut memang membuat produk mereka dari bahan-bahan yang terbukti sehat dan mengandung manfaat.

Yang tidak Anda tau dan tidak disampaikan oleh para produsen tersebut adalah bahwa makanan-makanan sehat ini diolah dan ditambahkan dengan sejumlah komponen lain yang akan mempengaruhi manfaat dari makanan sehat tersebut.

Beberapa diolah sehingga khasiat dan nutrisi dari makanan sehat tersebut tidak lagi sebaik sebelumnya. Sedang sisanya diolah dengan menambahkan sejumlah komponen bahan tambahan yang justru menyebabkan makanan sehat tersebut menjadi buruk untuk kesehatan.

Beberapa bahan tambahan seperti berikut bisa merusak manfaat dari makanan sehat:

  • Pemanis tambahan

    Pemanis tambahan lazim diberikan untuk membantu makanan sehat yang kadang terasa tawar untuk lebih enak dinikmati. Masalahnya beberapa menggunakan gula yang akan dengan cepat menaikan kadar glukosa darah. Makanan sehat yang tadinya rendah kalori serentak menjadi makanan kaya kalori karenanya.

    Sedang masalah lain yang kadang terjadi adalah ketika makanan tersebut ditambahkan dengan pemanis buatan yang justru menyebabkan masalah pada fungsi liver. Alih-alih menjadi sehat, tubuh Anda harus menanggung masalah serius di jangka panjang akibatnya.

  • Komponen tepung

    Banyak makanan sehat yang telah dikemas di pasaran diolah dengan menambahkan komponen tepung. Pada umumnya tepung mengandung karbohidrat sederhana yang tidak sehat dan dengan cepat menaikan kadar glukos dalam darah.

    Sama dengan menambahkan gula pada makanan sehat, penambahan tepung juga akan menambahkan efek kenaikan kalori pada makanan. Ini belum bila ternyata Anda terbilang sensitif dengan produk gluten.

  • Komponen kolesterol

    Beberapa produk biasanya juga ditambahkan dengan komponen kolesterolseperti dengan menambahkan telur, lemak, margarin, minyak dan lain sebagainya. Makanan sehat yang sepenuhnya aman akan berubah menjadi sumber kolesterol bila tidak hati-hati memilih.

  • Komponen adiktif

    Jangan salah, meski diklaim sehat, banyak makanan sehat yang dijual dipasaran ternyata sudah diimbuhi dengan zat-zat adiktif yang memberi efek pengawet, pewarna dan penguat rasa. Beberapa bekerja sebagai pengental atau anti gumpal. Beberapa komponen ini memang masih cukup aman dikonsumsi dalam kadar moderat, tetapi beberapa bisa jadi cukup berbahaya untuk tubuh.

Dan sebagaimana sebelumnya kami telah membahas 5 makanan sehat yang rupanya menjadi tidak sehat untuk jantung, berikut adalah 5 lagi jenis makanan sehat yang juga tidak sehat untuk jantung lainnya bersumber pada livestrong.com

Yoghurt non fat

Pada dasarnya yoghurt adalah produk turunan susu, yang sudah lazim mengandung komponen lemak. Beruntungnya, komponen lemak dalam yoghurt sebenarnya masih relatif moderat mengingat sebagian sudah diolah sebagai asam laktat oleh bakteri dalam yoghurt.

Namun banyak orang masih takut dengan adanya substansi lemak dalam yoghurt dan memilih mengonsumsi jenis yoghurt non fat atau bebas lemak. Jangan Anda kira ini adalah pilihan sehat, karena rupanya yoghurt sendiri sebenarnya memang membutuhkan substansi lemak sebagai komponen pengikat. Dan tanpa adanya lemak yoghurt butuh substansi pengikat pengganti.

Masalahnya, ternyata kebanyakan produsen menggunakan gula atau sirup sukrosa sebagai pengganti lemak. Ini jelas bukan ide yang baik, mengingat sukrosa adalah bahan dengan kalori yang sangat tinggi dan dengan sangat cepat berubah menjadi glukosa dalam tubuh. Yoghurt yang seharusnya sehat dan rendah kalori berubah menjadi kaya kalori karena hal tersebut.

Margarin

Mentega belakangan sudah banyak dihindari orang karena berpendapat produk ini kaya lemak jenuh. Produk mentega sendiri memang terbuat dari susu yang didadihkan sehingga cukup kaya akan lemak dari susu.

Hanya bila kemudian mentega ini Anda ganti dengan margarine apakah menjadi lebih baik? Meski tidak mengandung lemak susu, rupanya sejumlah margarine masih mengandung cukup banyak lemak jenuh yang tidak kalah buruk dari lemak dalam mentega.

Jadi untuk amannya, sebaiknya Anda memilih margarine yang sudah melalui proses penyaringan ekstra sehingga tidak lagi mengandung lemak trans yang tinggi. Atau mungkin sekalian ganti saja margarine dengan sesendok makan minyak zaitunmurni. Yang satu ini jelas tidak mengandung lemak jenuh sama sekali.

Mentega kacang bebas lemak

Kacang memang mengandung lemak, dan akibat pandangan lama sejumlah masyarakat, banyak orang relatif phobia dengan lemak. Ini membuat kemudian semua orang berbondong-bondong memilih produk yang sudah menyematkan label bebas lemak.

Padahal justru bagian tersehat dari kacang adalah lemak di dalamnya. Ini karena lemak dalam kacang adalah lemak jenis monosaturated fat yang sehat dan baik untuk menambahkan kadar HDL kolesterol dalam darah.

Jadi sebaiknya memang Anda jangan keburu takut dengan kandungan lemak, karena sebenarnya justru lemak pada beberapa jenis makanan sangat sehat dan menjadi lebih sehat dibandingkan ketika komponen lemaknya dihilangkan.

Dan sebagaimana pada kasus yoghurt kebanyakan produsen kemudian menggantikan komponen lemak dalam mentega kacang dengan gula dan lebih banyak sodium. Ini ide yang buruk, mengingat gula akan meningkatkan kadar glukosa darah dan sodium bisa meningkatkan tekanan darah.

Minuman kopi

Kopi dalam 5 tahun terakhir ditetapkan sebagai minuman sehat. Baik untuk sirkulasi darah, membantu kinerja otak, mencegah demensia, membantu kinerja jantung dan membantu mencegah pembentukan plak kolesterol serta mengurangi resiko diabetes.

Hanya saja itu berlaku untuk kopi original. Yang menjadi masalah, fenomena di masyarakat adalah sajian minuman kopi dengan sejumlah tambahan bahan seperti aneka krim, susu, gula, sukrosa, hingga aneka jenis perasa kacang-kacangan, vanilla dan sebagainya.

Penambahan krim, susu, perasa dan gula inilah yang menjadi masalah. Karena ini membuat kopi yang sehat dan kaya akan antioksidan berubah menjadi minuman kaya kalori, kaya lemak dan kaya gula. Minuman sehat yang baik untuk tubuh temasuk untuk jantungberubah menjadi penyebab diabetesyang belakangan juga bisa menyebabkan gangguan jantung.

Protein dan granola bar

Banyak orang mulai mengenal bahwa protein adalah komponen penting yang sehat untuk tubuh, bahkan lebih sehat dari karbohidrat. Sedang di kalangan pemerhati makanan sehat juga sudah dipahami betul bagaimanan manfaat grain dan granola.

Inilah yang kemudian mengembangkan konsep produk massal protein bar dan granola bar. Kedua produk ini mengambil ide dari biskuit atau wafer yang mudah dibawa, mudah dikonsumsi dalam beberapa gigitan dengan rasa yang enak dan kaya akan nutrisi makanan sehat.

Idenya memang brilian, yang tidak bisa ditoleransi adalah bagaimana produsen tidak benar-benar mengoah produk granola dan tepung protein ini dengan sehat. Produk bar diolah dengan menambahkan sejumlah komponen tidak sehat sebagai pengikat seperti bahan telur, lemak, gula dan lain sebagainya.

Alih-alih menjadi sehat, produk protein bar dan granola bar justru menjadi kaya kalori, kaya gula atau malah kaya kolesterol. Dan Anda tidak lagi bisa mendapatkan manfaat optimal dari protein dan granola. Bahkan dikatakan bahwa produk tepung protein atau granola panggang yang Anda olah sendiri bisa berkali lebih sehat dari protein bar di pasaran.

Jadi, ternyata tidak selamanya propaganda iklan di pasaran mengenai produk instant dan kemasan berbahan makanan sehat benar-benar cukup sehat untuk Anda konsumsi. Penting sekali untuk menjai selektif memilih produk mana yang benar-benar sehat dan bebas bahan-bahan yang merusak manfaat dari makanan sehat. Jangan sampai tubuh Anda termasuk jantung Anda menjadi korban dari ketidakpahaman Anda.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register