Gejala Bipolar Disorder

481

Diedit:

Setiap orang pada dasarnya pasti pernah merasakan dua perasaan yang saling bertolak belakang, yakni senang dan sedih. Perubahan suasana hati dari yang tadinya senang jadi sedih bisa dialami siapapun. Tapi apabila perubahan suasana hati tersebut begitu ekstrimnya sampai mengganggu hidup Anda, itu bisa jadi gejala bipolar disorder.

Gejala bipolar pada dasarnya mencakup perubahan mood dari yang terendah—depresi, sampai pada yang tertinggi—mania (sangat bersemangat). Ada periode-periode perasaan depresi dan mania yang biasanya bergantian dalam jangka waktu tertentu. Perubahan mood bisa terjadi hanya beberapa kali dalam setahun atau bisa begitu parah sampai beberapa kali sehari.

Meski begitu, bipolar disorder tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan perubahan mood saja. Guna mendapatkan diagnosa yang tepat, seseorang harus berkonsultasi dengan psikiater atau dokter spesialis kejiwaan.

Bipolar disorder dibagi ke dalam beberapa jenis. Setiap jenis bipolar memiliki pola gejala yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis bipolar disorder.

  • Bipolar I disorder. Perubahan mood pada bipolar I menyebabkan kesulitan yang cukup besar dalam hal pekerjaan, sekolah, atau hubungan dengan orang lain. Periode-periode mania bisa sangat parah dan membahayakan.
  • Bipolar II disorder. Ini lebih ringan dibandingkan bipolar I. Anda mungkin memiliki mood yang tinggi, mudah marah, atau sedikit perubahan lainnya. Tapi Anda masih sanggup menyelesaikan rutinitas normal sehari-hari. Periode mania yang dialami juga hanya hipomania—jenis mania yang lebih ringan. Di bipolar II, periode depresi biasanya lebih lama daripada periode hipomania.
  • Gangguan siklotimik. Ini adalah jenis bipolar disorder yang ringan. Penderita siklotimik mengalami periode hipomania dan depresi yang mungkin mengganggu rutinitas, tetapi perubahan mood nya tidak separah bipolar.

Gejala bipolar disorder dapat bervariasi pada setiap individu penderitanya. Bagi sebagian orang, periode depresi yang menyebabkan masalah besar, tetapi bagi yang lain gejala mania lah yang dikhawatirkan. Gejala depresi dan gejala mania/hipomania juga bisa dialami dalam waktu bersamaan menjadi periode gejala campuran.

Periode Mania

Gejala bipolar disorder pada fase mania antara lain:

  • Euforia
  • Kepercayaan diri meningkat
  • Pertimbangan yang buruk
  • Pengucapan kata-kata terlalu cepat
  • Banyak berpikir
  • Perilaku agresif
  • Gelisah atau gampang tersinggung
  • Banyak bergerak
  • Banyak belanja atau menghabiskan uang dengan tidak bijaksana
  • Semakin termotivasi untuk mencapai tujuan tertentu
  • Peningkatan gairah seksual
  • Merasa kurang butuh tidur
  • Kinerja yang buruk di tempat kerja atau sekolah
  • Menyalahgunakan obat-obat atau alkohol

Periode Depresi

Gejala bipolar disorder pada fase depresi antara lain:

  • Kesedihan
  • Keadaan putus asa
  • Berpikir untuk bunuh diri
  • Kegelisahan
  • Perasaan bersalah
  • Gangguan tidur
  • Peningkatan atau penurunan selera makan
  • Kelelahan
  • Kehilangan minat untuk melakukan kegiatan yang tadinya dianggap menyenangkan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gampang marah
  • Nyeri kronis tanpa penyebab yang jelas
  • Kinerja yang buruk di tempat kerja atau sekolah

Apabila Anda atau ada orang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala bipolar disorder, sebaiknya carilah bantuan dokter atau ahli kesehatan mental. Bipolar disorder tidak bisa membaik dengan sendirinya. Karena itu penderitanya harus mendapatkan perawatan yang tepat supaya gejala-gejalanya bisa diringankan.

Baca juga:  Pengobatan Gangguan Bipolar