Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Diet Sehat Anti Inflamasi Diet Sehat Anti Inflamasi Shutterstock

10 Makanan Anti Inflamasi untuk Diet Bebas Peradangan (2)

Inflamasi kadang bisa terjadi begitu saja, bahkan sebelum sempat Anda sadari dan hindari. Karenanya penting untuk Anda selalu melindungi tubuh Anda dari faktor-faktor pembawa inflamasi dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam membentengi tubuh dalam mencegah dan mengatasi inflamasi sedini mungkin.

Inflamasi atau infeksi kadang bisa saja teratasi dengan mudah, namun tak sedikit inflamasi ringan berkembang menjadi serius dan mematikan. Beberapa inflamasi terbentuk pada organ vital yang akibatnya merusak fungsi organ bersangkutan. Ini juga bisa menyebabkan efek kronis yang berbahaya.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Inflamasi?


Tubuh memiliki kemampuan mandiri untuk melawan inflamasi, dengan sistem imunitas dan regenerasi sel. Hanya saja kadang kemampuan daya tahan tubuh dan regenerasi kita menurun akibat efek dari radikal bebas dan tingginya kadar mikroba jahat yang harus dilawan. Kita membutuhkan stimulan untuk memaksimalkan fungsi imunitas dan regenerasi sel. Inilah peran beberapa makanan anti inflamasi, sebagai stimulan dalam melindungi diri dari inflamasi.

Kami sudah membahas mengenai makanan anti inflamasi ini pada kesempatan sebelumnya di artikel bagian pertama. Dan pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai lanjutan daftar makanan anti inflamasi yang akan diuraikan dalam penjelasan berikut.

  • Konsumsi kunyit

    Dari begitu banyak jenis makanan sehat, Anda tentu saja disarankan untuk menambahkan kunyit dalam menu Anda. Masukan pula bumbu kunyit dalam sajian Anda. Atau Anda bisa rebus beberapa jari kunyit untuk kemudian Anda minum air rebusannya bersama madu.

    Kunyit dikenal sebagai salah satu herbal dengan kemampuan anti inflamasi yang sangat kuat. Riset yang diselenggarakan oleh University of Maryland Medical Center membuktikan efektifitas kunyit sebagai anti inflamasi.

    Terlepas dari riset modern, sejak dulu kunyit secara tradisional sudah dimanfaatkan sebagai terapi tradisional sejumlah masalah infeksi dan iritasi seperti pada kasus gasthritis, arthritis, infeksi usus, infeksi pada hati dan ginjal hingga infeksi pada rahim dan serviks.

    Rahasia utamanya terletak pada kandungan turmerik dan kurkuminoid dalam kunyit yang bekerja sekaligus sebagai anti inflamasi. Senyawa dalam kunyit membantu mempercepat proses pengeringan luka dan proses perbaikan sel yang rusak. Kandungan antibiotiknya bekerja cepat menekan jumlah mikroba jahat dalam area inflamasi.

  • Konsumsi bawang putih

    Bawang putih dikenal mengandung kadar sulfur tinggi disertai kandungan minyak atsiri yang juga bisa berperan mengatasi inflamasi. Sulfur di dalam bawang putih bahkan sangat aktif dalam mengeringkan luka terbuka, sehingga akan dengan sangat cepat mengatasi inflamasi dengan efektif.

    health.clevelandclinic.org, mengatakan Anda bisa mendapatkan manfaat bawang putih dalam merawat fungsi arteri untuk menunjang proses penyembuhan. Karena dengan rajin mengonsumsi bawang putih maka sirkulasi darah akan berjalan dengan lancar sehingga area tubuh Anda yang mengalami inflamasi akan tersuplai nutrisi dan oksigen dengan optimal.

    Sumber yang sama juga menyarankan untuk mengonsumsi bawang putih secara rutin. Anda cukup menambahkan bawang putih dalam setiap masakan Anda sebagai terapi harian. Bahkan dikatakan pula Anda cukup mengonsumsi sup yang sudah dibumbui bawang putih sedikit lebih banyak untuk mengatasi gejala flu dengan efektif.

  • Konsumsi rumput laut

    Sejumlah sumber juga mengatakan bagaimana rumput laut juga kaya akan unsur nutrisi termasuk vitamin C, E, zink, yodium dan vitamin K yang memiliki peran cukup besar dalam membantu mengatasi dan mencegah inflamasi.

    Riset yang dijelaskan dalam jurnal Biomed Central – Cancer cell International tahun 2013 dengan jurnal bertajuk Marine algal natural products with anti-oxidative, anti-inflammatory, and anti-cancer properties membuktikan kekuatan antioksidan dalam jenis rumput laut sangat tinggi dan membantunya sebagai stimulan regenerasi sel dan pendorong imunitas yang sangat efektif.

    Kami sempat mengulas lebih dalam mengenai manfaat rumput laut untuk kesehatan, termasuk untuk membantu mencegah dan mengatasi inflamasi dalam ulasan kami di sini. Dikatakan bahwa rumput laut bukan hanya efektif menutrisi tubuh, tetapi juga mencegah diabetes dan kolesterol yang kerap bersinergi dengan inflamasi.

  • Konsumsi sayuran hijau

    Sayuran adalah makanan anti inflamasi lain yang perlu Anda tambahkan dalam diet Anda. Sebut saja brokoli, kangkung, bok coy, sawi, kembang kol, bayam, buncis, asparagus, kemangi, kacang panjang dan masih banyak lagi.

    Alasannya sangat sederhana karena sayuran hijau mengandung nutrisi penting dalam proses pencegahan dan penanganan inflamasi. health.harvard menjelaskan bahwa sayuran hijau masuk dalam daftar makanan anti inflamasi terbaik yang perlu Anda konsumsi setiap hari.

    Sayuran hijau akan membantu Anda menjaga kadar kalori dalam tubuh yang artinya juga akan mencegah tubuh mengalami kenaikan kadar glukosa dan kolesterol yang akan meningkatkan resiko serangan inflamasi. Sayuran hijau juga kaya antioksidan yang baik untuk imunitas serta kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C, B dan asam amino untuk mendorong regenerasi sel.

  • Konsumsi akar bit

    Dalam ulasan mengenai manfaat akar bit pada MDPI Open Access Journal – Nutrients tahun 2015 dengan tajuk The Potential Benefits of Red Beetroot Supplementation in Health and Disease. Dikatakan bahwa salah satu manfaat dari akar bit adalah sebagai anti inflamasi.

    Riset ini membuktikan peran senyawa antioksidan dalam akar bit yang tinggi akan bekerja mengatasi kerusakan sel dan mendorong sel B bekerja lebih aktif merusak sistem kimiawi dari sel-sel abnormal termasuk bakteri dan virus dalam tubuh. Inilah cara akar bit dalam mengatasi inflamasi.

  • Konsumsi garam yodium

    Garam berlebihan memang selama ini dikenal berbahaya. Karena dalam garam tersimpan sodium yang ketika jumlahnya dalam tubuh menjadi berlebihan akan memicu tubuh menahan lebih banyak air dalam tubuh. Ini menyebabkan naiknya tekanan darah. Bukan hanya itu sodium berlebihan juga bisa memperburuk kondisi inflamasi. Karena sodium akan meningkatkan massa darah yang memudahkan terjadinya perdarahan dan memberi efek tekanan tidak nyaman pada inflamasi.

    Namun garam dari jenis garam laut justru mengandung yodium yang sangat penting untuk fungsi kelenjar tiroid dan memiliki fungsi sangat besar dalam kinerja imunitas.  Menurut globalhealingcenter.com, garam beryodium akan membantu fungsi tiroid dalam bertugas sebagai garda depan pertahanan tubuh, yang artinya juga berperan dalam pencegahan inflamasi.

  • Konsumsi jahe

    Herbal lain yang bisa berperan sangat kuat sebagai anti inflamasi adalah jahe. Sebagai makanan anti inflamasi, biasanya jahe diberikan untuk terapi inflamasi pada pencernaan dan pernafasan. Kami telah mengulas mengenai manfaat jahe termasuk sebagai anti inflamasi dalam ulasan kami di sini.

    Anda bisa menemukan informasi mengenai kemampuan anti inflamasi jahe dalam International Journal of Preventive Medicine tahun 2013 dengan tajuk jurnal Anti-Oxidative and Anti-Inflammatory Effects of Ginger in Health and Physical Activity: Review of Current Evidenc

Mengelola makan yang tepat, menghindar dari makanan yang memicu peningkatan resiko inflamasi, mengurangi kontak dengan sumber-sumber mikroba dan mengonsumsi makanan anti inflamasi adalah cara sederhana yang sangat mudah untuk Anda jalankan demi hidup lebih sehat dan bebas resiko penyakit.  Demikian yang dijelaskan dalam ulasan health.harvard mengenai riset mereka akan makanan anti inflamasi.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register