Depresi: Bantuan Bagi Anggota Keluarga untuk Mencegah dan Mengatasi Bunuh Diri!

479
Google Image

Diedit:

Dapatkah Anda mencegah terjadinya bunuh diri? Bagaimana jika Anda tidak sempat mencegah orang yang hendak bunuh diri? Ya, informasi berikut bisa jadi membantu Anda sebelum kejadian tersebut benar-benar terjadi! Ingatlah bahwa Anda dapat mengatasi hal ini jika Anda dapat tenang dan mengendalikan situasi dengan baik, untuk lebih jelas simaklah info ini!

Bagaimana Caranya Mencegah Bunuh Diri?

Ketahuilah bahwa orang yang hendak bunuh diri biasanya ditandai dengan kurangnya komunikasi dan kecenderungan untuk menyendiri. Sewaktu melihat ciri-ciri tersebut, janganlah mengabaikannya. Ada baiknya untuk mendekati mereka perlahan-lahan, buatlah mereka merasa nyaman dan aman saat berada di samping mereka. Pastikan tidak ada benda-benda yang dapat mencelakakan Anda atau orang tersebut.

Setelah itu, jadilah seorang sahabat yang mau mendengarkan mereka. Ingatlah bahwa setiap luapan emosi atau perasaan yang mereka utarakan, termasuk kepedihan hati maupun keputusasaan, benar-benar mereka rasakan. Hindari kalimat ‘ah, itu perasaan kamu saja!’dengan mengatakan hal tersebut sebenarnya Anda tidak benar-benar memberikan perhatian yang dibutuhkannya.

Jangan pernah mengabaikan kata-kata ‘saya mau mati saja’ atau ‘lebih baik saya hilang dari dunia ini’ yang dilontarkan oleh orang itu. Bantu dia untuk melihat sisi positif dalam dirinya dan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada kehidupannya. Ada baiknya agar Anda tidak memberikan komentar yang menyudutkan atau seolah dia-lah penyebab masalah yang timbul. Jika Anda menjadi pendengar yang baik tentu ia akan lebih terbuka dan upaya bunuh diri bisa dicegah.

Ingatkanlah dia apa yang akan terjadi pada orang-orang yang mengasihinya atau bagaimana perasaan mereka jika ia bunuh diri. Namun, adakalanya Anda memerlukan layanan medis darurat jika situasi benar-benar parah dan tidak dapat dikendalikan, atau orang ini berpotensi membahayakan jiwa.

Baca juga:  Depresi: Apa itu Depresi Pasca Persalinan?

Bagaimana Caranya Keluarga Dapat Mengatasi Perasaan Kehilangan?

Adakalanya Anda tidak berada di tempat kejadian manakala orang yang dikasi memutuskan untuk mengakhiri kehidupan mereka. Hal ini tentu menimbulkan luka emosi yang cukup dalam, perasaan bersalah, kekecewaan, penyesalan, dan amarah bisa bercampur menjadi satu. Beberapa orang yang merasa dekat dengan korban bisa sangat menderita secara mental.

Adapula yang menyalahkan diri mereka sendiri, karena tidak meluangkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Anggota keluarga lainnya bisa jadi keheranan, karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan korban. Namun, apakah perasaan menyalahkan diri sendiri atau orang lain adalah hal yang dapat mengembalikan kehidupan orang tersebut?

Sadarilah bahwa Anda tidak selalu dapat memahami pikiran dan perasaan mereka, terlebih jika mereka tidak membicarakan masalahnya dengan Anda. Merasa sedih itu wajar, namun jika ini berkelanjutan tentu akan memengaruhi kesehatan Anda. Tetaplah beraktivitas dan melakukan hal yang positif, jadikan kenangan bersama korban menjadi suatu penghiburan bagi Anda. Jika timbul rasa rindu, cobalah untuk menghubungi anggota keluarga lainnya atau sahabat untuk berbagi cerita.

Advertisement
Alinesia