Depresi atau Kesedihan Belaka? Cari Tahu Gejala-Gejala Depresi!

565

Diedit:

Merasa sedih atau sendu sesekali itu wajar, namun apabila seseorang terlalu sering kecil hati sampai depresi, itu baru tidak wajar. Kesedihan biasa akan berlalu dengan sendirinya, sebaliknya, depresi merupakan kondisi yang lebih serius dan sulit dipulihkan. Kabar baiknya, depresi tetap dapat disembuhkan dan tersedia banyak bantuan bagi penderitanya. Namun sebelum memilih bantuan terbaik, ada baiknya Anda memastikan gejala-gejala depresi.

Bagaimana Caranya Mendiagnosis Depresi?

Berdasarkan situs kesehatan Mayo Clinic, depresi sering tidak terdiagnosis. Apabila Anda menduga diri Anda mulai merasakan tanda-tanda depresi segeralah temui dokter. Dengan begitu Anda bisa menjalankan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi sekaligus membantu Anda mengatasi masalahnya. Berikut adalah sejumlah pemeriksaan medis yang mungkin dilakukan oleh dokter:

Kuesioner: Selama kunjungan medis yang rutin, dokter mungkin akan menanyakan mengenai perasaan serta suasana hati Anda akhir-akhir ini. Mungkin juga ia meminta Anda mengisi kuesioner atau daftar pertanyaan singkat. Semua hal ini membantunya mengidentifikasi gejala-gejala yang Anda rasakan.

Pemeriksaan Fisik: Dokter biasanya memeriksa detak jantung, tekanan darah, dan tanda-tanda vital kehidupan lain.

Tes Laboratorium: Suatu tes darah yang disebut “complete blood count” dan tes tiroid dilakukan untuk melihat apakah terdapat kondisi medis lain. Kondisi kesehatan semisal gangguan tiroid dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan depresi.

Tes Psikologi: Mungkin dokter akan merujuk ke seorang psikolog atau ahli kesehatan mental lain yang dapat melakukan evaluasi psikologis lebih rinci. Evaluasi demikian dapat membantu mengidentifikasi perasaan, pikiran, pola perilaku, atau gejala lain dari depresi.

Apa Saja Gejala-Gejala Depresi?

Dalam proses mendiagnosis depresi, seorang ahli medis mungkin lebih dulu memastikan bahwa Anda memiliki berbagai gejala yang dijelaskan dalam buku panduan medis yang disebut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Baca juga:  Bunuh Diri: Bagaimana Kalau Saya Merasa Ingin Mati Saja?

Ada cukup banyak gejala depresi. Anda bisa jadi mengalami depresi apabila memiliki setidaknya lima dari antara gejala-gejala di bawah ini selama 2 minggu terakhir.

  • Kurang menikmati atau tidak merasa senang sepanjang kegiatan-kegiatan hampir setiap hari dalam seminggu.
  • Terus merasa tertekan atau suasana hati cenderung sendu sepanjang hari.
  • Kurang tidur atau sebaliknya kelebihan tidur.
  • Selalu merasa lelah dan kurang bertenaga hampir setiap hari.
  • Sangat gelisah serta lambat bertindak.
  • Berat badan berkurang padahal tidak diet atau berat badan bertambah, dan perubahan nafsu makan.
  • Terus merasa bersalah atau merasa tidak berharga hampir setiap hari.
  • Berulang kali berpikir atau mencoba untuk bunuh diri.

Diagnosis terhadap depresi biasanya ditetapkan hanya jika salah satu gejala yang Anda alami berkaitan dengan perasaan muram, kehilangan minat atau kemampuan untuk merasa puas dan bahagia yang sudah berkepanjangan atau kronis.

Jika Anda mempelajari perbedaan antara depresi dengan kesedihan yang biasa dialami setiap orang, Anda akan semakin yakin memutuskan apakah yang dialami adalah gejala depresi dan perlu bantuan atau tidak. Jangan pendam penderitaan seorang diri. Carilah bantuan mulai dari anggota keluarga atau orang terdekat yang bisa dipercayai. Kemudian bicarakan dengan dokter atau ahli kesehatan mental lain agar masalah Anda bisa cepat diatasi.