Share:

Diedit:

Deteksi dini ciri-ciri kanker testis tentunya akan memungkinkan pasien mendapatkan penanganan lebih baik. Beruntung, kanker ini merupakan jenis yang sering kali bisa ditemukan pada stadium awal. Tapi bagaimana caranya mendeteksi gejala awal kanker testis?

Seperti apa tanda-tanda kanker testis? Bila tanda-tandanya sudah terjadi pada diri Anda, apa itu artinya Anda mengidap kanker testis? Bagaimana cara dokter memeriksa kanker testis? Di artikel ini kita akan memperoleh penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan itu.

5 Ciri-Ciri Utama Kanker Testis

Jika Anda melihat adanya gejala kanker testis seperti di bawah ini, segeralah temui dokter. Memang, seringnya gejala-gejala ini disebabkan oleh penyebab selain kanker. Tetapi kalau penyebabnya benar-benar karena kanker, maka Anda pun bisa secepatnya memulai pengobatan.

  • Benjolan di testis
  • Testis membengkak atau membesar
  • Rasa berat atau sakit di perut bagian bawah atau di skrotum
  • Dada membesar atau terasa nyeri
  • Pubertas dini pada anak-anak, misalnya suara menjadi berat, tumbuh kumis, jenggot, atau bulu-bulu di tubuh

Perhatikanlah ciri-ciri kanker testis pada masing-masing testis, karena kanker biasanya hanya menyerang salah satu testis. Segeralah periksa ke dokter bila Anda merasakan sakit, bengkak, atau benjolan di testis atau area selangkangan, terutama jika itu sudah lebih dari dua minggu.

Ciri-Ciri Kanker Testis Stadium Lanjut

Adakalanya kanker tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga kanker testis tidak terdeteksi pada tahap awal stadiumnya. Bahkan meski kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, ada orang yang tidak langsung merasakan gejalanya. Tetapi bila kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, biasanya akan muncul tanda-tanda kanker testis berikut:

  • Sakit punggung bagian bawah—akibat kanker menyebar ke kelenjar-kelenjar getah bening di bagian belakang perut.
  • Sesak napas, nyeri dada, atau batuk (mungkin batuk berdarah)—akibat kanker menyebar ke paru-paru.
  • Sakit di perut—akibat pembengkakan kelenjar getah bening atau karena kanker menyebar ke hati.
  • Sakit kepala atau kebingungan—akibat kanker menyebar ke otak.

Ingatlah ada banyak masalah kesehatan selain kanker yang gejala-gejalanya mirip. Misalnya cedera atau peradangan di testis bisa saja memiliki tanda-tanda yang serupa dengan tanda-tanda kanker testis. Radang testis dan radang epididimis, yang bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, juga dapat menyebabkan bengkak dan nyeri di testis.

Periksa Diri Anda: Pemeriksaan Testis Sendiri

Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan sendiri adalah sewaktu atau setelah mandi, saat kulit skrotum masih kendur. Beberapa dokter menyarankan agar setiap laki-laki yang sudah puber memeriksa testis sendiri setiap bulan.

  • Pegang penis dan posisikan agar tidak menghalangi testis.
  • Pegang testis di antara ibu jari dan jari-jari dari kedua tangan Anda dan putarkan perlahan di antara jari-jari.
  • Lihat dan rasakan jika ada benjolan-benjolan keras atau benjolan-benjolan bulat yang halus atau perubahan ukuran, bentuk, atau kepadatan testis.

Hal yang normal jika satu testis lebih besar dari yang satunya, dan satu menggantung lebih rendah dari yang satunya. Setiap testis normal juga mempunyai pembuluh kecil melingkar (epididimis) yang bisa terasa seperti benjolan kecil di sisi luar sebelah atas/tengah testis.

Testis normal juga punya pembuluh-pembuluh darah, jaringan-jaringan pendukung, dan pembuluh yang mengantarkan sperma. Beberapa orang mungkin salah mengiranya sebagai benjolan abnormal. Jika Anda khawatir dengan hasil pemeriksaan sendiri, tanyakanlah ke dokter.

Jika Anda Memiliki Ciri-Ciri Kanker Testis

Kalau Anda merasakan adanya benjolan, bengkak, atau nyeri di selangkangan atau skrotum, mungkin Anda akan khawatir. Sebenarnya, kanker testis tidak bisa dipastikan hanya dari pengamatan gejala-gejalanya. Jadi sebaiknya Anda temui dokter untuk memastikan penyebab dari keluhan yang dirasakan.

Dokter mungkin akan bertanya apakah Anda mengalami gejala kanker testis (misalnya rasa sakit) dan berapa lama itu sudah terjadi. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa testis Anda untuk mencari apakah ada bengkak, benjolan, dan keanehan lain yang mencurigakan. Dokter mungkin juga memeriksa perut, area selangkangan, dan bagian tubuh lain, untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar.

Bila ditemukan sesuatu yang aneh, maka dokter dapat melakukan pemeriksaan USG pada skrotum dan testis. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan mudah dilakukan. Tes-tes lain juga mungkin diperlukan sebelum dokter menegakkan diagnosis kanker testis.

Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Testis

Beberapa tes dan prosedur lain dapat dijalankan setelah dokter memastikan bahwa Anda memiliki ciri-ciri kanker testis yang mencurigakan. Biasanya ciri-ciri tersebut adalah ditemukannya benjolan di testis. Berdasarkan keterangan dari American Cancer Society, berikut adalah cara-cara yang digunakan untuk diagnosis kanker testis.

USG pada Testis

USG (ultrasonografi) biasanya adalah tes pertama yang dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kanker testis. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dari bagian dalam organ testis Anda. USG mudah dilakukan dan tidak menggunakan radiasi. Anda hanya diminta berbaring di atas meja seraya seorang teknisi menggerakkan alat transduser di sepanjang kulit skrotum. Sebelumnya kulit mungkin dilumasi dulu dengan gel khusus.

Tes Darah

Beberapa jenis tes darah dapat membantu diagnosis kanker testis. Banyak kanker testis mengakibatkan tingginya kadar protein tertentu yang disebut tumor marker. Protein itu misalnya alpha-fetoprotein (AFP), dan human chorionic gonadotropin (HCG). Jika tumor marker ini terdeteksi dalam darah, ada kemungkinan Anda mengidap kanker testis.

Kanker testis juga dapat meningkatkan kadar suatu enzim yang bernama lactate dehydrogenase (LDH). Tetapi meningkatnya kadar LDH juga bisa terjadi pada masalah kesehatan selain kanker. Kadar tinggi LDH sering kali (tapi tidak selalu) menandakan penyakit yang telah menyebar.

Tes tumor marker kadang juga digunakan untuk tujuan lain, contohnya untuk membantu memperkirakan tingkat penyebaran atau perkembangan (stadium) dari kanker. Tujuan lainnya ialah untuk memantau perkembangan pengobatan dari pasien, atau untuk memeriksa apakah tanda-tanda kanker testis muncul kembali setelah pasien dinyatakan pulih.

Operasi

Kanker dapat didiagnosis dengan cara biopsi. Biopsi merupakan prosedur untuk mengambil sebagian kecil (sampel) jaringan yang dicurigai tumor/kanker dan memeriksanya menggunakan mikroskop. Namun biopsi jarang dilakukan untuk kanker testis karena ditakutkan akan memicu penyebaran kanker.

Dokter biasanya sudah cukup yakin setelah memperoleh hasil tes USG dan tes darah tumor marker. Jadi sebaliknya dari melakukan biopsi, dokter lebih cenderung langsung menyarankan pasien untuk menjalani operasi pengangkatan tumor/kanker di testis secepat mungkin.

Operasi itu disebut radical inguinal orchiectomy. Selama operasi, dokter bedah membuat sayatan tepat di atas area kemaluan, lalu mengangkat seluruh tumor/kanker sekaligus testis dan korda spermatik. Korda spermatik berisi sebagian vas deferens, serta pembuluh darah dan kelenjar getah bening yang dikhawatirkan berfungsi sebagai jalur untuk penyebaran kanker ke bagian tubuh lain.

Setelah operasi, dokter mungkin meminta Anda menjalani tes-tes pencitraan pada bagian tubuh lain untuk mengecek apakah kanker telah menyebar ke bagian-bagian itu. Kadang tes-tes ini dilakukan sebelum diagnosis ditegakkan.

Jenis-Jenis Pengobatan Kanker Testis

Setelah kanker testis didiagnosis dan telah diketahui stadiumnya, tim dokter yang menangani Anda akan mendiskusikan pilihan pengobatan bagi Anda. Bergantung pada jenis, stadium kanker, juga faktor-faktor lain, pilihan pengobatan yang disarankan mungkin terdiri dari: operasi, terapi radiasi, kemoterapi, serta kemoterapi dosis tinggi dan transplantasi sel punca. Kadang-kadang disarankan lebih dari satu metode pengobatan.

Bila waktu memungkinkan, Anda bisa mencari pendapat dari dokter atau ahli pengobatan kanker lainnya. Mereka bisa memberikan informasi lebih banyak dan membuat Anda merasa yakin terhadap metode pengobatan yang dipilih. Tempat Anda dirawat juga penting. Ada lebih besar kemungkinannya untuk pulih kalau Anda memilih rumah sakit yang telah berpengalaman menangani penyakit serupa.

Bagaimana dengan Obat Herbal untuk Kanker Testis?

Bagaimana jika ada yang menyarankan obat kanker testis herbal? Memang ada herbal yang benar-benar membantu mengatasi gejala kanker testis dan mempercepat pemulihan, tetapi banyak juga yang belum terbukti efektif. Bahkan ada yang berbahaya. Jadi ada baiknya pastikan herbal itu sudah terbukti membantu dan aman dikonsumsi.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang ciri-ciri kanker testis. Semoga informasi ini bisa mengurangi kekhawatiran Anda, terutama bila Anda sudah merasakan adanya kejanggalan pada area testis atau selangkangan. Yang paling baik adalah dengan memastikannya ke dokter, kemudian dokter akan mencari tahu penyebab sebenarnya dari keluhan yang Anda rasakan.

😡
☹️
😐
☺️
😍
5/5😍2