Bagikan Artikel Ini:

Diedit:

Penyakit di sekitar anus bukanlah topik yang bisa dengan bebas dibicarakan. Mungkin itulah sebabnya kita jarang mendengar tentang kanker anus, atau kanker anal. Padahal kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang terus meningkat kasusnya. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala dan ciri-ciri kanker anal yang perlu diwaspadai.

Apa saja gejala kanker anus yang mudah dikenali? Jika sudah dirasakan tanda-tanda kanker anus, apa itu berarti Anda mengidap kanker anal? Bagaimana cara dokter memeriksa kanker anal? Mari kita perhatikan penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan itu di artikel ini.

5 Ciri-Ciri Utama Kanker Anal

Banyak kasus kanker anal dapat dideteksi dini, karena sering kali sejak awal perkembangannya sudah muncul ciri-ciri kanker anal yang membuat orang menemui dokter. Beberapa ciri utama dari kanker ini yang perlu diperhatikan ialah:

  • Keluar darah dari anus
  • Benjolan di lubang anus
  • Rasa sakit dan tertekan di bagian anus
  • Gatal-gatal di bagian dubur
  • BAB jadi tidak teratur

Memang tanda-tanda kanker anal di atas lebih sering disebabkan oleh masalah kesehatan yang bukan kanker, misalnya wasir, fisura anal, atau kutil anal. Tapi tetap saja, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mendapati beberapa dari gejala kanker anal di atas.

Ciri-Ciri Kanker Anal Lainnya

Pada kasus-kasus tertentu, atau pada kasus yang lebih parah, seorang penderita kanker mungkin saja mengalami gejala-gejala lain. Beberapa tanda-tanda kanker anal lain yang juga perlu diwaspadai yaitu:

  • Keluar cairan aneh dari anus
  • Bentuk tinja jadi lebih kecil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di anus atau area selangkangan
  • Polip dan kutil di area anus

Jika Anda melihat adanya ciri-ciri kanker anal seperti yang telah disebutkan di artikel ini, terutama bila itu terus ada selama lebih dari 2 minggu, segeralah periksakan ke dokter. Walaupun pada akhirnya dokter memastikan itu bukan kanker, tapi setidaknya beliau akan membantu mengatasi apapun penyebab dari keluhan-keluhan yang Anda alami.

Jika Anda Memiliki Ciri-Ciri Kanker Anal

Kalau Anda khawatir karena telah mengalami gejala-gejala kanker anus seperti di atas, jangan takut untuk periksa ke dokter. Bile dokter yang pertama ditemui bukan yang khusus menangani kanker anal, Anda bisa meminta rujukan ke dokter spesialis lain. Anda juga tidak perlu malu untuk meminta dokter melakukan pemeriksaan di bagian anus Anda.

Biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dulu untuk mengecek apakah keluhan yang Anda rasakan itu benar-benar gejala kanker anal. Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda untuk melihat apakah Anda memiliki faktor-faktor yang membuat Anda berisiko menderita kanker ini.

Dokter juga akan memeriksa untuk mencari apakah ada tanda-tanda kanker anal atau tanda dari masalah kesehatan lain. Pada wanita, pemeriksaan yang dilakukan termasuk pemeriksaan panggul dan tes Pap. Pemeriksaan rektal digital mungkin akan dilakukan juga.

Apa Itu Pemeriksaan Rektal Digital?

Pemeriksaan rektal digital (digital rectal exam atau DRE) adalah tes yang bisa dilakukan pada pria maupun wanita untuk memeriksa bagian rektum bawah, panggul, dan perut bawah. Pada kasus kanker anal, tes ini dilakukan oleh dokter dengan memasukkan jarinya yang telah dilumasi ke anus dan rektum untuk merasakan apakah ada benjolan atau kejanggalan lain. Sebelumnya dokter terlebih dulu memakai sarung tangan.

Bila ditemukan kejanggalan atau perubahan yang mencurigakan, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani pemeriksaan atau tes lain untuk memastikan penyebabnya. Dokter yang memeriksa kemungkinan akan merujuk Anda ke spesialis yang khusus menangani masalah ini, misalnya ahli bedah kolorektal, juga disebut proktologis (proctologist). Mereka adalah dokter yang spesialis menangani penyakit-penyakit di usus besar, rektum, serta anus.

Tes-Tes untuk Diagnosis Kanker Anal

Beberapa tes medis sering digunakan oleh para dokter untuk memastikan penyebab dari kejanggalan yang ditemukan selama pemeriksaan awal. Biasanya tes-tes ini diminta dilakukan oleh pasien setelah dokter mendapati adanya tanda-tanda kanker anus yang cukup jelas. Menurut penjelasan American Cancer Society, berikut adalah sejumlah tes yang dapat dilakukan:

Endoskopi

Endoskopi menggunakan sebuah tabung tipis yang dilengkapi lensa atau kamera video kecil di ujungnya untuk melihat bagian dalam tubuh. Ada banyak jenis endoskopi yang dapat digunakan untuk mencari tahu penyebab gejala-gejala kanker anus. Mereka juga bisa digunakan untuk mengambil sedikit contoh (sampel) jaringan dari bagian dalam saluran anus. Sebelum endoskopi, Anda mungkin diberikan obat untuk membuat Anda tertidur selama tes ini.

Anoskopi

Untuk anoskopi, dokter menggunakan tabung kosong pendek bernama anoskop. Panjangnya 7,5 – 10 cm dan diameternya sekitar 2,5 cm. Di ujungnya mungkin dipasang senter. Dokter melapisi anoskop dengan pelumas lalu dengan lembut mendorongnya ke anus dan rektum. Jika tabung ini diterangi senter, dokter bisa melihat dengan jelas bagian dinding dari rektum dan anus sebelah bawah. Tes ini biasanya tidak terasa sakit.

Rigid Proctosigmoidoscopy (Proktoskopi)

Tabung untuk rigid proctosigmoidoscopy sangat mirip dengan anoskop, hanya lebih panjang (sekitar 25 cm). Tes ini memungkinkan dokter melihat dengan jelas rektum serta bagian bawah kolon sigmoid. Sebelum tes, Anda mungkin diberikan obat laksatif (pencahar) atau enema untuk mengosongkan isi perut.

Biopsi

Bila terlihat kejanggalan atau pertumbuhan yang mencurigakan selama tes endoskopi, dokter biasanya akan mengambil sedikit sampel jaringan untuk memeriksa apakah itu bersifat kanker. Prosedur pengambilan jaringan itu disebut biopsi.

Jika pertumbuhannya ada di saluran anus, biasanya biopsi bisa dilakukan menggunakan endoskop. Sebelumnya pasien diberikan obat untuk membius area itu, baru setelahnya sebagian kecil jaringan disayat untuk diambil dan diperiksa di laboratorium. Jika pertumbuhan di anus itu masih sangat kecil, dokter kemungkinan akan mencoba mengangkat semuanya sekaligus selama biopsi.

Di laboratorium, seorang patologis akan memeriksa sampel jaringan yang diperoleh menggunakan mikroskop. Bila di jaringan itu terdeteksi sel-sel kanker, maka patologis akan memberi laporan ke dokter mengenai jenis dari sel kanker itu serta sudah seberapa luas penyebarannya.

Tes Pencitraan (Imaging)

Tes-tes pencitraan menggunakan sinar-X, medan magnet, gelombang suara, atau zat radioaktif untuk menciptakan gambaran dari bagian dalam tubuh Anda. Tes pencitraan dapat dilakukan sebelum maupun setelah dokter menegakkan diagnosis kanker anal.

Tujuannya antara lain untuk membantu memastikan kanker, mempelajari sudah seberapa jauh penyebaran kankernya, memantau perkembangan dari pengobatan yang dijalani, atau untuk melihat apakah ada tanda-tanda kanker kambuh kembali. Beberapa tes pencitraan yang digunakan untuk kanker anal yaitu USG, CT scan, MRI scan, sinar-X ke dada, dan PET scan.

Jenis-Jenis Pengobatan Kanker Anal

Apabila dokter telah mendiagnosis kanker anal dan stadiumnya sudah diketahui, tim dokter yang menangani Anda akan membicarakan pilihan pengobatan yang cocok. Bergantung pada stadium, jenis kanker, serta faktor-faktor lainnya, pilihan pengobatan yang dianjurkan mungkin terdiri dari: operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Sering kali pendekatan terbaik untuk mengobati kanker anal melibatkan lebih dari satu jenis pengobatan. Kalau dulu, operasi adalah satu-satunya cara untuk pulih dari kanker anal, tapi sekarang sebagian besar kasus kanker ini ditangani menggunakan kombinasi antara radiasi dan kemoterapi. Bahkan, sering kali tidak diharuskan operasi.

Dalam hal pengobatan, kadang Anda merasa harus cepat-cepat membuat keputusan. Tapi sebenarnya Anda disarankan meluangkan waktu untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan serta menyerapnya. Anda perlu menanyakan kepada dokter jika ada yang tidak dimengerti. Pastikan juga bagaimana efek samping dari pengobatan tersebut.

Bagaimana dengan Obat Herbal untuk Kanker Anal?

Bagaimana jika ada yang menganjurkan obat kanker anal herbal? Memang ada jenis herbal yang dapat dengan baik membantu mengatasi gejala kanker anal serta mempercepat pemulihan, tetapi banyak juga yang belum terbukti. Bahkan ada yang bisa membahayakan kesehatan. Jadi lebih baik pastikan herbal itu telah terbukti membantu dan aman dikonsumsi.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai ciri-ciri kanker anal. Diharapkan informasi ini dapat menjawab kekhawatiran Anda, khususnya jika Anda telah merasakan adanya gejala-gejala aneh pada area anus atau dubur. Yang terbaik adalah dengan memastikannya ke dokter, karena beliau bisa membantu mencari tahu penyebabnya dan Anda pun jadi tahu cara tepat mengatasinya.