6 Cara Mencegah Kanker Usus untuk Minimalkan Risikonya

64
Cara Mencegah Kanker Usus
Credit Photo: Hinterhaus Productions / Getty Images

Diedit:

Memang tidak ada cara yang 100% bisa mencegah kanker usus, tetapi ada banyak hal yang bisa Anda upayakan untuk mengurangi risiko kanker ini. Apa saja tips untuk pencegahan kanker usus? Adakah saran makanan untuk pencegah kanker usus?

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai 6 tips untuk pencegahan kanker usus dan mengenai makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Di bagian akhir artikel ini juga akan dibahas tentang herbal yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker usus.

Cara Mencegah Kanker Usus 1: Pemeriksaan Skrining

Skrining adalah pemeriksaan untuk mendeteksi cikal bakal kanker bahkan sebelum muncul tanda-tanda fisiknya. Skrining untuk kanker usus sering kali mampu mendeteksi pertumbuhan “polip” pada usus besar atau rektum yang dapat dihilangkan sebelum berubah jadi kanker. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendeteksi kanker usus pada stadium awal, ketika kanker masih jauh lebih mudah ditangani.

Lembaga American Cancer Society menganjurkan untuk mulai secara rutin melakukan pemeriksaan skrining kanker usus di usia 45 tahun. Konsultasikanlah dengan dokter Anda mengenai kapan dan jenis tes apa yang tepat untuk Anda.

Cara Mencegah Kanker Usus 2: Pola Makan Sehat

Pola makan sehat untuk pencegahan kanker usus harus terdiri dari banyak sayur, buah, dan serealia utuh. Ketiga jenis makanan tersebut dapat menjadi pencegah atau pengurang risiko terkena kanker usus.

Kurangi atau batasi konsumsi makanan yang terbuat dari daging merah (daging sapi, kambing, babi, dsb) dan daging olahan (sosis, ham, bacon, dsb). Jenis-jenis makanan tersebut dapat memperbesar risiko Anda untuk mengidap kanker usus.

Cara Mencegah Kanker Usus 3: Olahraga

Jika Anda saat ini tidak tergolong aktif secara fisik, kemungkinan Anda punya risiko lebih besar untuk mengembangkan kanker usus. Jadi berupayalah untuk lebih aktif secara fisik dan secara teratur berolahraga untuk mengurangi risikonya.

Cara Mencegah Kanker Usus 4: Jaga Berat Badan

Berat badan berlebihan atau obesitas adalah salah satu faktor risiko untuk mengembangkan kanker usus, serta memperbesar risiko Anda untuk mengalami kematian akibat kanker ini. Jadi usahakanlah untuk mencapai berat badan yang ideal dengan mengubah pola makan Anda dan perbanyak aktivitas fisik untuk upaya pencegahan kanker usus ini.

Cara Mencegah Kanker Usus 5: Jangan Merokok

Para perokok, terutama yang sudah lama merokok, punya risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker usus dan mati akibat kanker ini. Jika Anda sedang merokok, ada baiknya upayakan untuk berhenti merokok sesegera mungkin.

Baca juga:  Makanan Penyebab Kanker Usus yang Perlu Dibatasi

Cara Mencegah Kanker Usus 6: Batasi Alkohol

Konsumsi alkohol dikaitkan dengan meningkatnya risiko untuk mengidap kanker usus. Lembaga American Cancer Society menganjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 2 takaran per hari bagi pria, atau 1 takaran per hari bagi wanita.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan yang ada kaitannya dengan pola makan, berat badan, dan olahraga berhubungan dengan risiko kanker usus. Dan hubungan tersebut lebih kuat daripada jenis-jenis kanker lainnya.

Jadi upayakanlah pencegahan kanker usus dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut. Membuat perubahan gaya hidup bukan hanya dapat mengurangi risiko kanker usus, tetapi juga risiko dari banyak jenis kanker lainnya serta penyakit serius seperti gangguan jantung dan diabetes.

Adakah Makanan Pencegah Kanker Usus?

Sebenarnya kurang cocok jika suatu jenis makanan tertentu disebut sebagai “makanan pencegah kanker usus”, sebab setiap jenis makanan sehat punya nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan risiko kanker usus. Jadi daripada berfokus pada suatu jenis makanan yang diklaim pencegah kanker usus, lebih baik untuk memasukkan beragam jenis makanan sehat ke pola makan Anda.

Berikut adalah contoh-contoh makanan sehat yang memiliki nutrisi penting untuk membantu pencegah kanker usus.

  • Sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli, kale, dsb) mengandung lutein, vitamin E, beta-karoten, dan kalsium.
  • Buah dan sayur berwarna oranye (wortel, blewah, labu kuning / waluh, dsb) mengandung beta-karoten.
  • Tomat, semangka, dan limau gedang (grapefruit) berwarna merah muda mengandung likopen.
  • Almond, mangga, dan minyak safflower mengandung vitamin E alami.
  • Ikan, jeruk, daging unggas, dan berbagai jenis makanan lain mengandung vitamin C.
  • Beras, gandum, dan kacang Brazil mengandung selenium.

Kapan pun Anda makan, baik itu di pagi, siang, atau malam hari, piring Anda harus diisi dengan buah-buahan dan sayuran, serta sedikit protein dan lemak. Lembaga American Cancer Society menyarankan untuk setiap hari memakan sedikitnya 5 porsi buah dan sayur (porsi gabungan, bukan 5 buah dan 5 sayur). Jika Anda memenuhi piring dengan buah dan sayur, Anda pasti jadi mengurangi porsi untuk daging dan makanan berlemak.

Cara Mencegah Kanker Usus dengan Bantuan Herbal

Sarang Semut Papua (Myrmecodia pendans) adalah tanaman asli Indonesia yang secara tradisional digunakan untuk mengobati beragam penyakit berat, termasuk kanker. Sejumlah penelitian telah menunjukkan kemampuan Sarang Semut untuk melawan berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, rahim, lidah, dan mulut.

Baca juga:  Makanan untuk Penderita Kanker Usus yang Disarankan Ahli

Sarang Semut mengandung flavonoid yang diketahui memiliki mekanisme anti-kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, anti-proliferasi, induksi apoptosis, inhibisi angiogenesis, serta inhibisi siklus sel atau gabungan dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Sarang Semut Papua untuk Pencegahan Kanker Usus

Apakah Sarang Semut dapat digunakan untuk pencegahan kanker usus? Telah dilakukan penelitian untuk menguji kemampuan anti-kanker herbal ini terhadap sel kanker usus (sel Caco-2 dan HCT-116). Hasilnya memperlihatkan bahwa herbal ini memiliki nilai IC50 sebesar 24 dan 33 ppm pada masing-masing sel Caco-2 dan HCT-116.

Hasil ini menunjukkan bahwa Sarang Semut dapat menghambat kelangsungan hidup sel kanker usus dan punya aktivitas sitotoksik yang kuat terhadap sel kanker usus, karena nilai IC50 yang dimilikinya lebih kecil dari 100 ppm. Selain itu, pengujian juga memperlihatkan bahwa Sarang Semut dapat menghambat proliferasi sel kanker usus serta memperlambat waktu penggandaan sel-sel itu.

Singkatnya, Sarang Semut mampu menunjukkan aktivitas anti-kanker yang berpotensi tinggi terhadap sel-sel kanker usus. Karena itu herbal ini dapat dikonsumsi sebagai cara untuk membantu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam usus.

Kesimpulan tentang Pencegahan Kanker Usus

Ada 6 tips yang bisa diupayakan untuk pencegahan kanker usus: pola makan sehat, olahraga, jaga berat badan, jangan merokok, dan batasi alkohol. Dengan mengupayakan hal-hal tersebut, Anda bisa sebisa mungkin mengurangi risiko untuk mengembangkan kanker usus.

Adakah makanan pencegah kanker usus? Setiap makanan sehat punya nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan risiko kanker usus. Jadi daripada berfokus pada suatu jenis makanan yang diklaim sebagai pencegah kanker usus, lebih baik untuk memasukkan beragam jenis makanan sehat ke pola makan Anda. Upayakanlah untuk mengonsumsi berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan serealia utuh.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang cara mencegah kanker usus. Semoga informasi ini dapat menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga Anda. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker usus hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

Wilkinson, Julie. What Can I Eat to Prevent Colon Cancer?. Updated: 2019-08-20. URL: https://www.verywellhealth.com/what-can-i-eat-to-prevent-colon-cancer-797483. Accessed: 2019-10-29

American Cancer Society. Six Ways to Lower Your Risk for Colorectal Cancer. Published: 2019-02-19. URL: https://www.cancer.org/latest-news/six-ways-to-lower-your-risk-for-colon-cancer.html. Accessed: 2019-10-29

Bashari, M, dkk. (2018). THE N-HEXANE FRACTION OF MYRMECODIA PENDANS INHIBITS CELL SURVIVAL AND PROLIFERATION IN COLON CANCER CELL LINE. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 10(1): 108. DOI: 10.22159/ijpps.2018v10i1.21882


Advertisement
Alinesia