Ada beberapa tes berbeda yang dapat digunakan sebagai cara mendeteksi dan diagnosis kanker payudara. Jika dokter Anda menemukan adanya tanda-tanda kanker pada tes awal, atau jika keluhan-keluhan yang Anda rasakan dicurigai sebagai gejala kanker, Anda mungkin harus menjalankan lebih banyak tes sebelum dokter memberikan diagnosis kanker payudara.

Artikel ini akan membantu Anda mengerti tes dan prosedur apa saja yang umumnya digunakan para dokter untuk memastikan apakah benar pasien menderita kanker ini.

1. Pemeriksaan Payudara secara Manual

Pemeriksaan payudara secara manual (dengan tangan) dilakukan oleh dokter yang telah terlatih untuk mengenali beragam jenis ketidaknormalan dan tanda-tanda kanker.

Memeriksa Penampakan Kulit dan Jaringan

Selama pemeriksaan payudara, dokter akan mengecek penampakan payudara Anda. Anda mungkin diminta mengangkat tangan ke atas kepala, membiarkannya di sisi tubuh, atau menekan tangan Anda ke pinggul. Postur-postur itu memungkinkan dokter melihat apakah ada perbedaan ukuran atau bentuk dari kedua payudara Anda.

Kulit payudara juga dicek apakah ada ruam (bintik-bintik merah), lekukan, atau tanda-tanda tidak normal lainnya. Puting susu Anda mungkin juga diperiksa untuk melihat apakah keluar cairan ketika puting agak ditekan.

Memeriksa Tekstur atau Benjolan Tak Biasa

Dokter akan secara manual (dengan tangan) mengecek seluruh payudara, ketiak, dan area tulang selangka untuk mencari apakah ada benjolan atau ketidaknormalan. Ingatlah bahwa beberapa wanita bisa memiliki tekstur jaringan payudara yang seperti penuh benjolan-benjolan kecil berserat, yang dikenal sebagai kondisi fibrokistik payudara. Kondisi ini tidak terkait dengan kanker, namun tetap perlu diperhatikan.

Benjolan yang mencurigakan biasanya yang berukuran seperti kacang. Pemeriksaan manual dilakukan di satu sisi payudara, lalu dilanjutkan ke sisi satu lagi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada kelenjar-kelenjar getah bening di dekat payudara untuk melihat apakah mereka membesar.

Mengevaluasi Area yang Mencurigakan

Jika benjolan ditemukan, dokter akan mencatat ukuran, bentuk, dan teksturnya. Beliau juga akan mengecek apakah benjolan itu bisa mudah digerakkan. Benjolan yang bersifat jinak (non-kanker) biasanya terasa berbeda dengan benjolan kanker, tetapi benjolan apa pun yang ditemukan perlu diperiksa lebih jauh sebelum diagnosis kanker payudara.

Ingat juga bahwa benjolan yang tampak halus, lunak, bundar, dan bisa digerakkan kemungkinan adalah tumor jinak atau kista—bukan kanker. Benjolan yang keras dan bentuknya aneh, serta terasa kencang menempel di payudara lebih mungkin bersifat kanker, tapi dibutuhkan tes lebih lanjut sebelum diagnosis kanker payudara.

Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Payudara

Pemeriksaan payudara oleh dokter adalah bagian penting dalam cara mendeteksi kanker payudara sejak dini. Meskipun sebagian besar benjolan dapat dideteksi saat Anda melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), namun dibutuhkan ahli medis yang berpengalaman untuk mendeteksi tanda-tanda kanker dengan lebih akurat.

2. Mammogram

Mammogram adalah tes menggunaan sinar-X ke payudara untuk melihat apakah ada perubahan-perubahan pada payudara yang mungkin merupakan ciri-ciri kanker payudara.

Mammogram untuk Wanita dengan Implan Payudara

Kalau Anda memiliki implan payudara, Anda bisa dan memang dianjurkan untuk melakukan mammogram. Tetapi mungkin diperlukan lebih banyak foto-foto hasil sinar-X agar dokter bisa melihat sebanyak mungkin jaringan payudara Anda.

Apa yang Dicari Dokter sewaktu Mammogram?

Dokter yang menganjurkan Anda untuk mammogram mungkin mencari apakah ada perubahan-perubahan pada payudara Anda, misalnya bintik-bintik putih kecil (yang disebut kalsifikasi), benjolan atau tumor (yang disebut massa), dan perubahan mencurigakan lainnya yang bisa menjadi tanda kanker.

Jika Diminta Kembali Setelah Mammogram

Jika Anda dipanggil kembali untuk periksa setelah menjalani mammogram, itu sebenarnya hal yang biasa dan tidak selalu berarti Anda akan mendapat diagnosis kanker payudara. Sering kali, itu artinya Anda perlu lebih banyak menjalani pemeriksaan sinar-X atau ultrasound agar dokter bisa melihat lebih dekat perubahan-perubahan yang mencurigakan.

Memahami Hasil Tes Mammogram

Dokter menggunakan sebuah sistem standar untuk menggambarkan temuan dan hasil dari mammogram. Sistem ini dinamakan Breast Imaging Reporting and Data System (BI-RADS). Supaya mengerti hasil tes kanker payudara ini, Anda perlu membicarakan mengenai hasil tes ini dan apa yang sebaiknya Anda lakukan setelahnya.

Apa Itu Sistem Penilaian BI-RADS?

Dokter menggunakan sistem standar untuk menggambarkan hasil tes diagnosis kanker payudara ini. Sistem ini mengurutkan hasil tes ke dalam kategori-kategori bernomor 0 sampai 6. Dengan begitu, dokter bisa menjelaskan apa yang mereka temukan pada mammogram menggunakan kata-kata dan istilah-istilah yang sama. Sistem ini dibuat agar dokter bisa secara akurat menjelaskan hasil tes ini serta memudahkan untuk menindaklanjuti setelahnya.

Kategori 0 

Definisi: Dibutuhkan evaluasi tes pencitraan tambahan dan/atau perbandingan dengan tes mammogram yang sebelumnya. 

Apa Artinya: Seorang radiologis mungkin telah melihat kemungkinan adanya kelainan, tetapi belum jelas dan Anda perlu lebih banyak tes. 

Kategori 1 

Definisi: Negatif 

Apa Artinya: Tidak ada kelainan signifikan yang dilaporkan. Kedua payudara Anda terlihat sama (simestris) tanpa massa (benjolan), perubahan struktur, atau kasifikasi yang mencurigakan. 

Dalam hal ini, negatif artinya tidak ada hal buruk ditemukan. 

Kategori 2 

Definisi: Temuan jinak (non-kanker). 

Apa Artinya: Ini juga hasil mammogram yang negatif (tanpa tanda-tanda kanker), tetapi radiologis memutuskan untuk menggambarkan temuan ini sebagai jinak; antara lain kalsifikasi jinak, kelenjar getah bening di payudara, atau fibroadenoma kalsifikasi. 

Ini memastikan agar orang lain yang melihat hasil tes ini tidak keliru melihat temuan jinak sebagai hal yang mencurigakan. 

Temuan ini dicatat dalam laporan mammogram Anda sebagai acuan untuk membandingkan hasil mamogram yang selanjutnya (jika dibutuhkan). 

Kategori 3 

Definisi: Kemungkinan temuan jinak—disarankan untuk ditindaklanjuti. 

Apa Artinya: Temuan dalam kategori ini punya kemungkinan sangat besar (di atas 98%) bersifat jinak (non-kanker). Temuan ini biasanya tidak akan berubah. Tapi karena belum dipastikan jinak, maka disarankan untuk memantau perkembangannya. 

Anda mungkin perlu menindaklanjuti dengan tes pencitraan ulang dalam 6 bulan dan setelah itu melakukannya secara rutin sampai temuannya diketahui tidak berubah/stabil (biasanya butuh waktu setidaknya 2 tahun). 

Cara tindaklanjuti ini bertujuan agar tidak dilakukan biopsi yang tidak dibutuhkan. Tetapi jika memang area tersebut mengalami perubahan, maka biopsi mungkin diperlukan untuk diagnosis kanker payudara sejak dini. 

Kategori 4 

Definisi: Kelainan mencurigakan—biopsi harus dipertimbangkan. 

Apa Artinya: Temuan ini tidak terlihat seperti kanker, tetapi ada kemungkinan memang kanker. Radiologis cukup khawatir dengan temuan ini sehingga menyarankan dilakukan biopsi.  

Temuan di kategori ini dapat memiliki tingkatan-tingkatan kecurigaan. Untuk alasan itu, dokter mungkin membaginya lagi menjadi kategori berikut: 

4A: Temuan dengan kecurigaan kanker yang rendah 

4B: Temuan dengan kecurigaan kanker yang sedang 

4C: Temuan dengan kecurigaan kanker yang cukup tinggi, tapi tidak setinggi Kategori 5 

Kategori 5 

Definisi: Sangat dicurigai sebagai keganasan—harus dilakukan tindakan yang tepat. 

Apa Artinya: Temuan ini terlihat seperti kanker dan punya kemungkinan tinggi (setidaknya 95%) bersifat kanker. Sangat-sangat direkomendasikan untuk dilakukan biopsi. 

Kategori 6 

Definisi: Keganasan yang dibuktikan oleh biopsi—harus dilakukan tindakan yang tepat. 

Apa Artinya: Kategori ini hanya digunakan untuk temuan dari tes mammogram yang sebelumnya telah terbukti sebagai kanker oleh tes biopsi.  

Mammogram bisa digunakan dengan cara ini untuk melihat seberapa baik respon kanker terhadap pengobatan atau obat kanker payudara. 

BI-RADS Melaporkan Tingkat Kepadatan Payudara

Laporan hasil tes mammogram Anda juga akan menyertakan penilaian terhadap kepadatan payudara Anda, yang merupakan deskripsi dari seberapa banyak jaringan fibrosa serta kelenjar di payudara Anda—yang dikontraskan dengan jumlah jaringan lemak. Semakin padat payudara Anda, maka semakin sulit untuk melihat keberadaan area abnormal (tidak normal) pada tes mammogram.

Baca juga  7 Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Paling Mudah Dikenali

Mammogram Setelah Diagnosis Kanker Payudara

Wanita yang pernah didiagnosis kanker payudara (lalu menjalankan pengobatan), memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara lain. Karena itu mungkin dibutuhkan tes mammogram berikutnya sebagai cara mendeteksi kanker payudara tersebut.

3. Pencitraan Payudara

Tes kanker payudara ini sering kali digunakan untuk memeriksa beberapa jenis perubahan pada payudara.

Kapan Pencitraan Payudara Digunakan?

Pencitraan berguna untuk melihat beberapa jenis perubahan pada payudara, termasuk benjolan (khususnya yang bisa dirasakan tetapi tidak terlihat pada tes mammogram) atau perubahan-perubahan pada wanita yang mempunyai jaringan payudara padat. Tes ini juga dapat berguna untuk melihat suatu perubahan yang telah terdeteksi pada mammogram sebelumnya.

Pencitraan dilakukan karena tes ini sering dapat membedakan antara kista berisi cairan (yang sangat tidak mungkin bersifat kanker) dengan massa padat (yang mungkin butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah bersifat kanker atau tidak).

Pencitraan juga berguna untuk membantu memandu memasukkan jarum biopsi ke suatu area supaya sel-sel bisa diambil dan dites untuk kanker. Cara ini juga dapat dilakukan pada kelenjar-kelenjar getah bening di bawah ketiak yang membengkak.

Tes pencitraan sangatlah banyak tersedia di rumah sakit, mudah dijalankan, dan tidak membuat Anda terkena radiasi. Biayanya juga jauh lebih terjangkau daripada banyak tes kanker payudara lain.

Bagaimana Cara Menjalankannya?

Pencitraan payudara menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar komputer dari keadaan dalam payudara.

Sebuah gel dimasukkan ke dalam kulit payduara, dan alat seperti tongkat bernama transducer digerakkan di atas kulit. Transducer mengirimkan gelombang-gelombang suara lalu menangkap gema-gema suara saat mereka memantul dari jaringan-jaringan tubuh.

Gema-gema itu dibuat menjadi sebuah gambar pada layar komputer. Anda mungkin akan merasakan sejumlah tekanan seraya alat transducer digerakkan di atas payudara, tetapi harusnya tidak akan merasakan sakit.

Pencitraan otomatis adalah pilihan tes kanker payudara yang menggunakan alat transducer yang jauh lebih besar untuk membuat ratusan gambar yang mencakup hampir seluruh payudara. Jika tes ini dijalankan, biasanya diperlukan tes pencitraan selanjutnya untuk mendapatkan lebih banyak gambar dari area-area yang mencurigakan.

4. Scan MRI Payudara

MRI (magnetic resonance imaging) payudara menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk membuat gambar-gambar terperinci dari keadaan di dalam payudara.

Baca juga  Kanker Payudara

Kapan MRI Payudara Digunakan?

MRI payudara biasanya digunakan pada wanita yang sudah didiagnosis kanker payudara. Tujuannya untuk membantu mengukur ukuran kanker, melihat apakah ada tumor lain dalam payudara, dan mengecek apakah ada tumor lain di payudara satu lagi.

Pada wanita yang memiliki risiko tinggi untuk kanker payudara, skrining kanker* dengan MRI direkomendasikan untuk dilakukan, bersamaan dengan tes mammogram setiap tahun. Namun tidak direkomendasikan untuk menjalankan MRI sebagai skrining itu sendiri, karena tes ini bisa tidak mendeteksi tanda-tanda kanker yang dapat dideteksi oleh mammogram.

Walaupun MRI sanggup mendeteksi beberapa kanker yang tidak terdeteksi oleh mammogram, tetapi ada lebih banyak kemungkinan bahwa tes ini mendeteksi sesuatu yang ternyata bukan kanker—disebut ‘temuan positif palsu’.

Temuan positif palsu perlu diperiksa lagi untuk memastikan apakah itu benar kanker atau bukan. Ini artinya perlu lebih banyak tes dan/atau biopsi. Inilah kenapa MRI tidak direkomendasikan sebagai tes skrining bagi wanita yang tidak terlalu berisiko kanker payudara. Sebab bisa saja akan dilakukan biopsi dan tes-tes lain yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

*) Skrining kanker adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengecek apakah ada tanda-tanda keberadaan kanker di dalam tubuh seseorang, sebelum muncul gejala-gejala yang terlihat.

Apa yang Harus Diketahui tentang MRI Payudara?

Sama seperti mammogram yang dilakukan dengan mesin sinar-X yang dirancang khusus untuk payudara, tes MRI payudara juga membutuhkan peralatan khusus. Mesin MRI dinamakan MRI dengan kumparan khusus payudara. Tidak semua rumah sakit dan pusat pencitraan memiliki peralatan khusus itu.

Jika Anda akan menjalankan skrining dengan MRI, dianjurkan untuk melakukannya di fasilitas-fasilitas kesehatan yang menyediakan peralatan khusus, dan yang sanggup melakukan biopsi payudara yang dipandu MRI.

MRI menggunakan magnet-magnet kuat, sebaliknya daripada radiasi, untuk membuat gambar penampang kondisi tubuh yang sangat terperinci. Satu scan MRI mengambil gambar dari berbagai sudut, seolah-olah seseorang melihat sebagian tubuh Anda dari depan, dari samping, atau dari atas kepala Anda.

MRI menciptakan gambar dari bagian-bagian jaringan lunak tubuh yang terkadang sulit dilihat dengan menggunakan tes pencitraan lainnya.

Tips Sebelum Menjalankan Tes MRI Payudara

Periksa cakupan asuransi Anda sebelum melakukan MRI: Biaya tes kanker payudara ini sangatlah besar, dan mungkin perlu disetujui oleh perusahaan asuransi Anda sebelum melakukannya. Kebanyakan rencana asuransi pribadi yang menutupi biaya skrining mammogram juga akan menutupi biaya MRI sebagai tes skrining jika seorang wanita memiliki risiko tinggi.

Ikuti semua petunjuk yang diberikan: Anda biasanya tidak diharuskan melakukan diet atau persiapan khusus sebelum MRI, namun ikutilah petunjuk apa pun yang diberikan.

Jika Anda memiliki fobia terhadap ruangan sempit: Jika Anda memiliki fobia bernama klaustrofobia, Anda mungkin butuh obat penenang agar lebih rileks selama berada di dalam alat scanner. Bicarakan ini dengan teknisi atau dokter atau tim medis mana pun yang menangani Anda. Mungkin juga membantu jika Anda melihat-lihat dulu alat mesin MRI sebelum menjalankan tes.

Anda akan sendirian di ruang pemeriksaan, tetapi Anda bisa berkomunikasi dengan teknisi MRI—yang dapat melihat dan mendengar keadaan di dalam ruang pemeriksaan. Dalam beberapa kasus, Anda dapat melakukan tes ini dengan mesin MRI terbuka yang punya lebih banyak ruangan di sekitar tubuh Anda.

Lepaskan benda-benda logam: Sebelum tes, Anda akan diminta melepaskan baju dan mengenakan baju yang tidak ada unsur benda-benda logam (termasuk ritsleting logam). Pastikan untuk melepaskan benda logam apa pun yang Anda pakai, misalnya jepitan rambut, perhiasan, aksesoris, kawat gigi, dan tindikan-tindikan di tubuh.

Jika ada logam tertanam dalam tubuh Anda: Sebelum pemindaian (scan), teknisi akan bertanya apakah ada benda logam yang tertanam dalam tubuh Anda. Ada benda-benda logam yang tidak akan menimbulkan masalah selama pemindaian, tetapi ada juga yang bisa menimbulkan masalah.

Jika ada implan-implan medis dari logam, Anda sebaiknya tidak memasuki area pemindaian MRI sampai diperbolehkan oleh dokter radiologis atau teknisi MRI. Implan-implan medis tersebut termasuk:

  • Implan defibrillator atau alat pacu jantung
  • Klip-klip yang digunakan pada aneurisma otak
  • Implan koklea (telinga)
  • Kumparan logam di dalam pembuluh darah

Bagaimana Rasanya saat Menjalankan MRI?

Scan (pemindaian) MRI biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan di sebuah rumah sakit atau klinik. Anda akan berbaring di semacam meja sempit dan rata, dengan wajah ke bawah. Di meja itu ada lubang di bagian payudara agar payudara Anda bisa dipindai tanpa tertekan.

Teknisi mungkin menyediakan bantal-bantal supaya Anda merasa nyaman dan tidak bergerak. Meja kemudian akan melewati sebuah tabung yang panjang dan sempit. Tes MRI tidaklah terasa sakit, tapi Anda diharuskan untuk tetap diam berbaring di dalam tabung sempit itu.

Anda mungkin diminta menahan napas atau sama sekali tidak bergerak selama bagian-bagain tertentu dari tes ini. Mesin dapat mengeluarkan bunyi keras, getar, ceklek, dan mendesing, seperti bunyi mesin ucci, ketika magnet-magnet dinyalakan dan dimatikan. Beberapa fasilitas untuk tes MRI menyediakan musik yang didengarkan melalui earplug atau headphone untuk menyamarkan bunyi-bunyi tersebut.

Baca juga  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Payudara Stadium 3?

Pemeriksaan MRI yang paling berguna untuk pencitraan payudara menggunakan zat berwarna kontras yang disuntikkan ke pembuluh darah di lengan sebelum atau selama pemeriksaan. Ini membantu memperlihatkan dengan jelas keadaan detail dari jaringan-jaringan payudara.

Zat kontras yang dipakai untuk MRI bernama gadolinium—tidak sama dengan zat berwarna kontras yang dipakai untuk scan CT. Beritahukanlah pada teknisi jika Anda tahu bahwa Anda punya alergi-alergi tertentu atau bermasalah dengan zat semacam itu sewaktu menjalankan tes-tes pencitraan sebelumnya.

Ingatlah untuk tetap diam tak bergerak selagi dilakukan pemindaian, yang hanya butuh waktu beebrapa menit sekali. Beritahukan ke teknisi jika Anda merasa butuh bergerak atau beristirahat sejenak.

Tes kanker payudara ini biasanya memakan waktu 45 – 60 menit. Setelah tes, Anda mungkin diminta untuk menunggu selagi gambar-gambar hasil tesnya diperiksa, untuk menentukan apakah dibutuhkan lebih banyak tes lagi.

Biopsi untuk Diagnosis Kanker Payudara


Biopsi adalah satu-satunya cara mendeteksi kanker payudara secara pasti agar dokter dapat menentukan diagnosis kanker payudara atau bukan. Selama biopsi, dokter menggunakan perangkat  jarum khusus yang dipandu oleh sinar-X atau tes pencitraan lain untuk mengambil sampel inti jaringan dari area yang mencurigakan.

Sering kali, sengaja ditinggalkan alat logam penanda kecil di area tersebut sehingga bisa dengan mudah diidentifikasi pada saat Anda melakukan tes pencitraan selanjutnya (jika diperlukan). Sampel biopsi kemudian diberikan ke laboratorium untuk dianalisis, dimana para ahli menentukan apakah sel tersebut bersifat kanker atau tidak.

Sampel biopsi juga dianalisis untuk memastikan jenis sel apa yang dipengaruhi oleh kanker, seberapa agresif kanker itu, dan apakah sel kanker memiliki reseptor hormon atau reseptor lain yang bisa memengaruhi pilihan pengobatan yang sesuai keadaan Anda.

Tes-Tes Kanker Payudara yang Sedang Dikembangkan

Terdapat jenis-jenis tes kanker payudara yang sedang dikembangkan sebagai cara mendeteksi kanker payudara. Beberapa dari tes ini sudah mulai digunakan dalam berbagai keadaan khusus, sementara yang lainnya masih dikembangkan. Butuh waktu untuk memastikan apakah tes-tes ini sama baiknya, atau bahkan lebih baik, dibandingkan tes-tes yang ada sekarang.

Tomosintesis Payudara (Mamografi 3D):

Jenis mammogram yang lebih baru dikenal dengan nama tomosintesis payudara atau mamografi 3D. Dalam tes ini, sebuah mesin mengambil banyak sinar-X dosis rendah seraya itu bergerak di atas payudara. Sebuah komputer akan membuat hasil-hasil pencitraan itu menjadi sebuah gambar 3 dimensi.

Tes Pencitraan Optik:

Tes pencitraan optik mengarahkan cahaya ke payudara lalu mengukur cahaya yang dipantulkan atau yang melewati jaringan. Teknik ini tidak menggunakan radiasi dan tidak perlu menekan payudara. Saat ini sedang diberlangsungkan penelitian pada gabungan tes pencitraan optik dengan tes-tes lain seperti MRI, ultrasound, atau 3D, untuk membantu diagnosis kanker payudara.

MBI:

MBI (molecular breast imaging) adalah tes pencitraan nuklir medis untuk payudara yang baru. Sebuah bahan radioaktif kimiawi disuntikkan ke dalam darah, dan sebuah kamera khusus dipakai untuk melihat keadaannya dalam payudara. Tes ini masih terus diteliti, terutama kegunaannya untuk menindaklanjuti masalah-masalah payudara (misalnya benjolan atau hasil mammogram yang abnormal).MBI juga diteliti sebagai tes yang dapat digunakan bersamaan dengan mammogram untuk diagnosis kanker payudara pada wanita yang payudaranya padat. Satu potensi kelemahannya adalah tes ini membuat seluruh tubuh terkena radiasi, jadi tidak mungkin tes ini akan dimanfaatkan untuk skrining rutin.

PEM:

PEM (positron emission mammography) adalah tes pencitraan payudara yang baru. Sejenis gula dilekatkan ke partikel radioaktif disuntikkan ke dalam darah untuk mendeteksi sel-sel kanker. Cara kerjanya sangat mirip dengan scan PET. Scan PEM mungkin sanggup lebih baik dalam mendeteksi kelompok-kelompok kecil sel-sel kanker di dalam payudara.Saat ini tes kanker payudara ini masih diteliti pada wanita penderita kanker payudara atau masalah payudara lain untuk memastikan apakah PEM mampu membedakan mana benjolan yang kanker dan mana yang bukan. Seperti tes MBI, tes ini membuat seluruh tubuh terkena radiasi, jadi tidak mungkin dimanfaatkan sebagai tes skrining tahunan untuk kanker payudara.

EIT:

EIT (electrical impedance imaging) memindai payudara untuk konduktivitas (kemampuan menghantar) listrik. Ini didasarkan atas gagasan bahwa sel kanker payudara menghantarkan listrik dengan cara berbeda dari sel normal. Tes ini mengalirkan arus listrik yang sangat kecil ke payudara dan kemudian mendeteksinya pada kulit payudara. Ini dilakukan menggunakan elektrode kecil yang ditempel di kulit.EIT tidak menggunakan radiasi atau memberikan tekanan pada payudara. Tes ini telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) untuk membantu menggolongkan tumor-tumor yang ditemukan pada mammogram. Namun saat ini belum ada cukup bukti uji klinis untuk memanfaatkannya dalam skrining kanker payudara.

Elastografi

Elastografi adalah tes yang dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan ultrasound. Ini didasarkan atas gagasan bahwa kanker payudara cenderung lebih kencang dan kaku dibandingkan jaringan payudara di sekitarnya.Untuk tes ini, payudara sedikit ditekan, dan ultrasound dapat menunjukkan seberapa kencang area yang mencurigakan. Tes ini bisa berguna untuk mengetahui apakah area tersebut berpotensi bersifat kanker atau tumor jinak (non-kanker).

Setelah diagnosis kanker payudara yang dibutuhkan selesai dilakukan, dokter akan menjelaskan seluruh hasilnya kepada Anda. Jika dokter memberikan diagnosis kanker payudara, hasil-hasil tes tersebut juga akan dimanfaatkan dokter untuk mengetahui bagaimana keadaan dari kanker lalu menentukan stadiumnya.

Bergantung pada stadium kanker payudaranya, bisa jadi diperlukan tes-tes pencitraan lebih lanjut. Apabila area-area mencurigakan ditemukan di luar payudara dan kelenjar getah bening terdekatnya, maka bagian lain dari tubuh tersebut mungkin perlu diperiksa juga untuk mengkonfirmasi diagnosis kanker payudara yang sudah dibuat.

😡
☹️
😐
☺️
😍
5/5😍1