Share:

Salah satu cara untuk dapat mengobati kanker adalah dengan memahami ciri kanker. Tanpa memahami bagaimana beda karakter dan bentuk sel kanker dengan sel tubuh normal, maka sulit untuk mendapatkan terapi yang efektif mengobati kanker.

Ini karena bersamaan dengan keberadaan sel kanker dalam tubuh, juga terdapat sel tubuh normal. Yang apabila terapi tidak membidik sasaran dengan tepat justru beresiko merusak sel sehat dan memicu masalah lebih serius.

Manfaat memahami karakter  dan ciri-ciri kanker berfungsi sebelum terapi dijalankan. Memahami perbedaan sel kanker dan sel tubuh normal akan menjadi dasar identifikasi keberadaan kanker dan klasifikasinya. Lalu apa sebenarnya karakter dan bentuk sel kanker yang secara khusus membedakannya dari sel tubuh normal?

Bagaimana Awal Mula Bentuk Sel Kanker?

Sel kanker sebenarnya memang berasal dari sel tubuh normal manusia. Hanya saja sel normal ini sudah mengalami proses mutasi sehingga membentuk formula sel baru yang bekerja dan berkarakter beda dari sel seharusnya.

Tubuh manusia memiliki setidaknya 100.000.000.000.000 (100 triliun) buah sel yang masing-masing bekerja dengan cara yang teratur. Setiap sel berada dalam kelompok-kelompok sel yang membentuk fungsi jaringan dan organ. Setiap sel akan memiliki daur hidup yang teratur, baik kapan membelah diri, mati dan beregenerasi.

Sel-sel ini memang bekerja dalam fungsi berbeda-beda, tetapi seluruhnya sama-sama berada dalam kendali nukleus atau inti sel dengan kandungan gen di dalamnya. Gen ini memiliki komponen kromosom dan DNA yang menjadi kode utama kesinambungan karakter sel. Juga memiliki komponen protein dan molekul (RNA) tertentu yang menjadi ciri khas dari sel tersebut.

Karena unsur tertentu, DNA dan kromosom dalam gen mengalami kekacauan dalam proses pembelahan diri. Hasilnya sel baru terbentuk dengan bentuk DNA dan kromosom yang tidak sempurna. Situasi yang juga akan menyebabkan sel memiliki gen yang tidak tepat.

ciri kanker

Sumber: Researchoutreach.org

Kondisi ini kemudian dalam kebanyakan situasi akan berkembang menjadi sel-sel tumorigenesis, dimana sel akan mengabaikan sinyal untuk mati, membentuk sel baru dengan lebih progresif. Sel dapat berkembang menjadi sel kanker ketika mulai membentuk karakter baru yang berbeda dari sel normal dan mulai agresif untuk merusak sel normal di sekitarnya.

Proses perubahan atau mutasi ini sendiri dapat disebabkan oleh unsur genetik. tetapi sebagian besar kasus justru disebabkan oleh unsur karsinogenik yang terendap dalam tubuh sehingga mempengaruhi kesehatan DNA dalam gen.

Menemukan Sel dengan Ciri-Ciri Kanker

Ketika seorang pasien menunjukan sejumlah gejala yang mengarah pada kanker, pasien akan menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah benar pasien memang mengidap kanker.

Cara sederhana yang acapkali dilakukan diawal adalah dengan menemukan massa khusus yang muncul pada organ. Tetapi kerap kali identifikasi massa tidak cukup terlihat meski dengan proses foto scan.

Diperlukan proses biopsi yang dilakukan dengan  mengangkat sampel jaringan dari bagian tubuh dimana dugaan kanker terbentuk untuk dipastikan benarkah jaringan tersebut terdapat sel kanker.

Proses identifikasi ini dilakukan dengan melihat apakah karakter sel yang menjadi sampel memiliki karakter sel normal atau justru memiliki karakter dan bentuk sel kanker. Di sinilah kemudian kita perlu memahami dengan baik apa sebenarnya ciri-ciri kanker dan bagaimana bedanya dari sel tubuh normal.

Beda Sel Kanker dan Sel Tubuh Normal

Terdapat perbedaan umum dan perbedaan spesifik yang sifatnya akan lebih teknikal atas ciri-ciri kanker dan sel tubuh normal. Untuk itu kita akan mencoba menguaknya satu persatu seperti berikut ini.

Pertumbuhan


Pertumbuhan dan proses pembelahan diri dari sel normal sudah diatur sebelumnya oleh gen. Sehingga secara alami sel akan berhenti tumbuh dan memperbanyak diri ketika jumlah sudah cukup. Sel hanya akan terus melakukan regenerasi sekedar untuk menggantikan sel lama yang usang dan mati.

Contoh sederhana terjadi ketika tangan kita terluka. Dalam proses penyembuhan, sel-sel baru akan dibentuk untuk menutup luka dan membentuk jaringan kulit baru menggantikan sel lama yang rusak karena luka. Tetapi proses pembentukan sel baru akan berhenti ketika jumlahnya sudah cukup untuk menutup luka dengan sempurna.

Hal ini sangat berbeda dengan ciri-ciri kanker, dimana sel akan terus tumbuh bahkan tanpa kendali. Sel mengabaikan sinyal gen untuk menghentikan proses pembelahan diri. Malah sel akan membelah diri dengan lebih agresif, lebih kerap dengan jumlah lebih banyak dan tidak berhenti.

Pertumbuhan masif ini menyebabkan terbentuknya massa atau semacam benjolan yang juga dikenal dengan tumor. Kadang tumor tidak memiliki karakter sel yang invasif atau merusak. Tetapi tumor yang terus membesar akan mendesak sel-sel normal di sekitarnya dan mengganggu jalannya fungsi organ.

Pertumbuhan masif ini akan terjadi ketika unsur RNA atau molekul dan protein dalam gen yang bertanggung jawab terhadap proses regenerasi sel tidak berada dalam kondisi seharusnya. Sehingga sistem sel akan gagal membaca sinyal untuk menghentikan pertumbuhan. Bahkan pertumbuhan dan pembelahan diri terjadi sebelum sel cukup matang.

Cara Koneksi


Anda mungkin tidak menduga bahwa sejatinya setiap sel tubuh memiliki kemampuan untuk berkoneksi satu dengan yang lain. Koneksi antar sel ini yang menjadikan setiap sel memahami kapan waktunya untuk mati dan kapan membentuk sel baru. Juga kapan untuk menjalankan fungsinya dan kapan untuk menurunkan intensitas kerjanya.

Tetapi cara koneksi antara sel kanker dengan sel normal sangat berbeda. Sehingga sinyal-sinyal yang seharusnya dengan mudah dipahami oleh sel normal akan sulit untuk dijalankan oleh sel kanker. ciri-ciri kanker yang dimaksud di sini adalah ketidak mampuan sel untuk merespon sinyal dengan tepat.

Ini karena komponen molekul dan protein dalam sel kanker berbeda dari sel normal. Sel kanker tidak menghasilkan protein dan molekul yang diperuntukan sebagai reseptor terhadap sinyal-sinyal tersebut.

Kemampuan Mengikat Diri


Sel tubuh normal juga membentuk semacam substansi khusus yang melekatkan setiap sel dengan sel lain sejenisnya. Ini yang membuat sel terikat satu sama lain dan membentuk koloni sebagai jaringan juga organ. Keterikatan ini memudahkan sel untuk berkoneksi dan menyampaikan sinyal satu dengan yang lain.

Substansi ini tidak muncul pada sel kanker sehingga sel kanker tidak melekat erat satu dengan yang lain. Ini menyebabkan sel kanker akan dengan mudah melepaskan diri dari koloninya, menyebar ke area lain dari organ atau malah masuk ke aliran darah atau aliran limfatik dan menginfeksi organ lain sebagaimana arah aliran darah membawanya.

Kemampuan ini dikenal dengan kemampuan metastasis. Metastasis adalah ciri ciri kanker lain yang menyebabkan sel kanker dengan mudah menyebar ke area tubuh lain selain pertumbuhan kanker primer.

Baca juga  BPJS Jamin Obat Kanker Getah Bening?

Persebaran kanker sekunder dapat terjadi secara random meski kebanyakan kasus persebaran metastasis terjadi pada organ yang lokasinya tidak jauh dari organ dimana kanker primer muncul. .

Perbaikan Sel


Salah satu mekanisme  alami dari sel tubuh adalah kemampuannya untuk memperbaiki diri secara natural. Tepat ketika sistem antibodi menemukan adanya kerusakan atau penyimpangan genetik dalam sebuah sel, sebenarnya antibodi tubuh sudah mengirimkan sinyal reparasi sel.

Sejatinya, mekanisme ini akan menjadi proteksi bagi tubuh untuk melawan kerusakan sel. Ini merupakan sistem alami yang sudah tersedia dalam DNA manusia.

Tetapi sel kanker tidak terbentuk dengan DNA sempurna. Sejumlah komponen yang seharusnya ada tidak berhasil muncul. Salah satunya adalah unsur protein p53 yang bertugas merespon sinyal kerusakan.

Protein ini akan mendorong perbaikan alami oleh DNA sel atau malah mendorong sel untuk mati apabila proses reparasi gagal dijalankan.  Sayangnya, ketidak adaan unsur protein ini menyebabkan sel kanker sendiri gagal merespon sinyal sehingga tidak terjadi proses perbaikan sel.

Kemampuan Apoptosis


Dalam dunia onkologi dikenal adanya kemampuan sel tubuh untuk mematikan dirinya sendiri ketika ditemukan adanya kerusakan atau mutasi genetik dalam sel atau kemampuan apoptosis. Kemampuan ini adalah tindak lanjut dari respon protein P53 terhadap sinyal kerusakan sel.

Apabila proses reparasi gagal dijalankan, maka unsur protein ini akan mendorong reaksi apoptosis. Pada sel kanker, mekanisme ini di non aktifkan. Lagi-lagi karena dalam sel kanker tidak ditemukan adanya komponen protein khusus bernama p53 tersebut.

Sekedar info, sinyal kerusakan sendiri diproduksi oleh sistem antibodi atau immunoglobulin dalam cairan darah dan sistem limfatik. Ketika antibodi mendeteksi keberadaan sel rusak, senyawa ini memproduksi sinyal yang menstimulasi perbaikan sel tubuh atau reaksi apoptosis.

Bentuk Sel


Salah satu yang khas dari ciri-ciri kanker adalah bentuk sel kanker yang khusus dan berbeda dari sel tubuh normal pada umumnya. Pakar kerap dengan mudah mengenali keberadaan sel kanker hanya dengan perangkat mikroskop, karena bentuk sel kanker dan sel normal bisa sangat berbeda.

Perubahan pada susunan komposisi gen dalam nukleus dapat menyebabkan ukuran nukleus membesar atau malah mengecil. Sel kanker pada umumnya memiliki nukleus yang berukuran tidak normal, dan cenderung tampak lebih gelap. Perubahan nukleus akan menyebabkan pula perubahan bentuk dari sel. Sel bisa menjadi terlalu besar atau malah terlalu kecil bila dibandingkan dengan sel normal.

Di sisi lain bentuk sel kanker juga dapat menjadi tidak beraturan, tidak seragam dan juga tidak simetris sebagaimana lazimnya sel tubuh normal. Sementara sel tubuh normal pada umumnya berbentuk simetris dengan ukuran dan bentuk serupa dengan sel sejenis di sekitarnya.

Kematangan Sel


Untuk dapat berfungsi dengan maksimal dan bekerja sebagaimana tugasnya, sel tubuh normal harus berkembang sampai matang. Proses pematangan ini menyempurnakan diferensiasi sel dari bagian tubuh satu dengan sel dari bagian lain.

Tetapi sel kanker tidak bekerja dengan cara yang sama.  Sel kanker akan terbentuk tanpa kemudian mengalami proses diferensiasi. Akibatnya sel tidak dapat bekerja sebagaimana tugas yang semestinya. Tidak hanya itu sel kanker memiliki keserupaan karakter meski berasal dari beragam sel normal.

Justru sel kanker akan mencapai kematangan dengan cara berbeda. Semakin matang sel kanker, maka sel akan semakin menancapkan diri pada organ. Dan sel juga akan semakin agresif merusak sel sehat di sekitarnya. Sel kanker yang matang juga akan membentuk selubung membran yang melindunginya dari serangan sistem imun tubuh.

Mengelabui Sistem Imun


Dalam kondisi normal, sistem imunitas dapat mengenali dengan mudah sel yang sudah rusak untuk kemudian menghancurkan dan mematikannya. Ini adalah cara alami melindungi tubuh dari kerusakan sel yang lebih berat.

Mekanisme ini mengandalkan kemampaun antibodi tubuh dalam membaca unsur molekul dan protein yang dilepas oleh sel. apabila terbentuk molekul dan unsur protein asing yang ditemukan sistem imun akan membacanya sebagai sel rusak.

Mekanisme ini sebenarnya juga berlaku pada bentuk sel kanker. Hanya saja dalam tingkat lanjut, sel kanker dengan mudah beradaptasi dengan kemampuan sistem imun. Sel kanker melepas sejenis membran yang terbuat dari senyawa kimia tertentu yang membuatnya sulit teridentifikasi oleh sistem imun tubuh.

Selubung ini bekerja sebagai toksin bagi sistem reseptor pada sistem imun sehingga imun tidak lagi cukup peka membaca keberadaan unsur patogen dan unsur asing dalam tubuh. Metode inilah yang menyebabkan kerap kali tubuh pasien gagal menyadari keberadaan kanker sejak dini.

Tetapi pedekatan ini pula yang menjadi dasar dari metode pengobatan imunoterapi. Terapi ini dilakukan dengan menambahkan tingkat sensitivitas dari sistem imun dan membantu menangkal efek toksin reseptor tersebut.

Bahkan sel kanker yang sudah pasif dapat menyembunyikan diri dengan membentuk selubung khusus. Ini membuatnya sulit terdeteksi baik secara alami maupun dengan perangkat deteksi onkologi.

Sifatnya memang sedang pasif sehingga pasien akan merasa tubuhnya sudah sepenuhnya sehat. ketika tubuh melemah atau kembali terpapar unsur karsinogenik, sel pasif tadi kembali mengganas dan membentuk koloni kanker baru.

Fungsi Sel


Setiap sel tubuh memang dibentuk dengan diferensiasi  masing-masing. Pasca mencapai kematangan sel, setiap sel akan akan membentuk koloni berdasar kesamaan bentuk dan fungsi. Setiap koloni sel dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan tujuan masing-masing.

Hanya saja, hal tersebut tidak bekerja pada sel kanker. Karena gagal mencapai kematangan, sel kanker tidak mengalami diferensiasi. Dan karenanya karakter dan bentuk sel kanker akan berbeda dari sel normal seharusnya.

Kegagalan ini menyebabkan sel tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Koloni kanker pada organ lambung bisa jadi tidak dapat bekerja sebagaimana seharusnya sel dalam organ lambung. Bahkan tidak dapat memproduksi asam lambung dan gagal memproses makanan. Sel darah putih yang bekerja sebagai bagian imunitas justru menjadi racun dan menyerang organ sehat pada kasus leukemia.

Suplai Darah


Dalam dunia onkologi kita juga mengenal konsep angiogenesis. Ini adalah istilah untuk terbentuknya jaringan pembuluh darah mikro yang mengaitkan sel kanker dengan pembuluh darah di sekitarnya. Keberadaan jaringan pembuluh darah ini adalah untuk memenuhi suplai darah, oksigen dan asupan nutrisi pada sel kanker.

Sel tubuh normal memang mungkin membentuk mekanisme angiogenesis. Hanya saja sifatnya tidak masif dan hanya terbentuk pada kondisi-kondisi tertentu saja atau pada masa pertumbuhan. tetapi, ciri ciri kanker antara lain akan melakukan angiogenesis dengan lebih aktif dan mengabaikan aspek urgensi.

Baca juga  Melatonin Adalah Anti Kanker? Pahami Cara Kerjanya di Sini

Masalahnya, angiogenesis menyebabkan sel kanker semakin kuat, karena jaringan pembuluh darah akan menyebabkan sel tertahan lebih kuat pada organ. Di sisi lain, angiogenesis akan menyebabkan sel mendapatkan sangat cukup asupan nutrisi sehingga lebih siap untuk membelah diri dan bermetastasis.

Sumber Energi


Sel tubuh normal membutuhkan peran oksigen untuk membentuk sumber energi menjadi energi. Tetapi justru sel kanker tidak membutuhkan oksigen dalam prosesnya. Semakin kurang kadang oksigen dalam darah, semakin efektif sel kanker berkembang dan membentuk energi.

Sel kanker akan membentuk lingkungan dengan kadar oksigen rendah demi mendukung kebutuhannya ini. Sel kanker akan membentuk sumber energi menjadi molekul energi yang bernama ATP untuk kemudian dimanfaatkan sebagai kekuatan bermetastasis dan mempertahankan diri. Untuk itulah kemudian sel kanker melakukan angiogenesis, demi mendapatkan sendiri asupan nutrisi sebagaimana yang dibutuhkan.

Sel kanker juga membutuhkan kondisi Ph yang rendah dengan kadar asam tinggi. Karena untuk membentuk ATP sel kanker akan membutuhkan bantuan dari unsur asam dalam jumlah besar.

Itu sebabnya, terapi unsur basa yang meningkatkan kadar Ph tubuh dan terapi oksigen hiperbarik sangat bermanfaat untuk menurunkan intensitas serangan sel kanker. Karena kedua unsur ini efektif mengurangi kemampuan sel kanker membentuk energi baru.

Keabadian Sel


Ciri-ciri kanker lain adalah bersifat abadi, tidak mati dan mengabaikan sinyal untuk mati. Ini berbeda dari sel tubuh normal yang tidak abadi. Dalam daur hidup sel normal sel akan mati kemudian membentuk sel baru.

Rupanya dalam kromosom sel sehat ditemukan adanya unsur penting bernama telometer. Unsur ini akan terus berkurang dan tergerus seiring dengan proses sel tumbuh, matang dan membelah diri. Sampai unsur ini hilang, otomatis sel dianggap usang dan harus di daur ulang.

Ciri-ciri kanker yang unik di sini adalah kemampuan sel untuk memperbarui unsur telometer ini sehingga tidak akan sempat habis. Karena sel terus memiliki telometer, maka sel tidak dapat usang dan mati. Itu sebabnya sel akan terus tumbuh, membelah diri tanpa akan mati.

Kemunculan Antigen


Ciri-ciri kanker lain yang perlu dicermati adalah munculnya unsur antigen. Unsur antigen ini tidak ada dalam sel tubuh normal. Dan karenanya kerap kali dimanfaatkan sebagai metode untuk mengenali sel kanker.

Sebenarnya antigen adalah unsur protein dan unsur molekul yang secara alami dilepaskan oleh sel kanker. Unsur ini pada umumnya akan berbeda dari apa yang ditemukan dalam sel tubuh normal sehingga dapat menjadi media untuk mengidentifikasi sel kanker.

Tetapi dalam perkembangan riset terakhir ditemukan fakta bahwa sejumlah protein dalam sel kanker juga ditemukan dalam sel tubuh normal. Hanya saja jumlah berlebihan sehingga mendorong pertumbuhan atau perilaku yang melebihi karakter sel normal. Kelebihan unsur protein tertentu juga dapat berkembang menjadi antigen.

Pendekatan antigen belakangan dimanfaatkan sebagai pengobatan kanker dengan imunoterapi. Sel dalam sistem imun akan diperkuat dengan kemampuan membaca unsur antigen dengan lebih spesifik. Atau justru menyerang secara khusus pada unsur protein tertentu dalam antigen sehingga melemahkan pertumbuhan dan ketahanan hidup sel kanker.

Sifat Invasif


Sel normal tidak akan merusak sel tubuh lain di sekitarnya. Justru sel-sel normal akan saling mengikat dan terkoneksi dengan baik. Sehingga sel dapat bekerja sama menjalankan fungsi dengan optimal.

Sel kanker tidak bekerja dengan cara yang sama. Sel kanker yang matang akan membentuk serangan pada sel-sel sehat disekitarnya. Anda akan menemukan pembentukan peradangan di area dimana sel kanker berada. Ini karena sel kanker merusak sel di sekitarnya dengan melepas senyawa kimia tertentu yang sifatnya sebagai toksin bagi sel sehat.

Dengan sel sehat menjadi rusak, sel kanker akan dengan mudah merubahnya menjadi sel kanker baru. Bahkan penamaan kanker sendiri berasal dari bahasa latin cancer yang berarti kepiting. Karena sifatnya yang menyerang sel sekitarnya seperti capit kepiting yang ganas.

Gen yang Tidak Stabil


Kerusakan gen adalah asal muasal dari perkembangan sel tubuh normal menjadi sel kanker. Sel kanker dengan mudah dikenali dari keberadaan kromosom dan DNA dengan jumlah, ukuran dan bentuk tidak sempurna sebagaimana sel normal.

Tetapi kondisi buruk ini tidak berhenti sampai di sana. Karena kerusakan dapat berlanjut dan memburuk, seiring dengan proses pembelahan diri masif (proliferasi) dari sel kanker. Sementara sel kanker membelah diri dengan tidak menunggu untuk menjadi matang.

beda bentuk sel kanker dan sel tubuh normal

Sumber: Getty Images

Kadang hasil dari proses pembelahan diri ini menghasilkan sel-sel kanker dengan gen yang semakin rusak dan semakin berbeda dari sel normal. Sel semakin bermutasi menjadi sel yang sepenuhnya berbeda dari sel mula.

Ini sebabnya sel normal dapat berkembang menjadi sel tumor baru kemudian menjadi sel kanker. Ini pula alasan kenapa sel kanker dapat beradaptasi dengan kondisi tubuh dan dengan serangan pengobatan.

Sel Kanker Tidak Selalu Sama


Ini adalah satu fakta yang paling signifikan. Bahwa setiap sel kanker dapat terbentuk menjadi bentuk dan karakter yang sangat berbeda. 200 pasien dengan jenis kanker yang sama dan stadium yang sama dapat menunjukan 200 karakter sel kanker yang berbeda-beda.

Karena aspek yang memicu sel tubuh normal menjadi sel kanker dapat saja berbeda, proses mutasi berjalan dengan cara berbeda, perkembangan mutasi juga berbeda, kondisi dan reaksi tubuh terhadap sel kanker juga berbeda. Adaptasi sel kanker juga akan berbeda-beda.

Ini berbeda dari sel kanker yang sifatnya monoton. Sel pada ginjal pada satu orang akan sama dengan sel pada ginjal orang lain. Bentuk sel darah putih pada satu orang akan sama dengan bentuk sel darah putih pada orang lain. Meski memiliki perbedaan DNA, tetapi secara alami kromosom dari setiap manusia sama.

Ketidaktentuan dari karakter dan bentuk sel kanker inilah yang menjadi alasan sulitnya terapi kanker untuk berhasil. Sifat penyakit kanker sangat personal sehingga kondisi satu pasien akan berbeda dengan kondisi pasien lain.

Pengobatan seharusnya dikembangkan dengan pendekatan personal dan ini adalah PR yang berat. Karena pengobatan yang sukses untuk satu pasien tidak menjamin akan sukses pula pada pasien lain dengan kasus yang sama. Ini sangat bergantung pada ciri-ciri kanker, perubahan dan mutasi karakter serta bentuk sel kanker dan bagaimana reaksi sel tubuh terhadap sel kanker.

Sumber Referensi:

Cancer Research UK. How cancer starts. https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/immunotherapy.html. Accessed: 2018-09-13. (Archived by WebCite®)

Cancer Research UK. Cancer Cells. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/what-is-cancer/how-cancer-starts/cancer-cells. Accessed: 2018-09-13. (Archived by WebCite®)

Lynne Eldridge ,MD. Verywell Health. Cancer Cells vs. Normal Cells: How Are They Different?. https://www.verywellhealth.com/cancer-cells-vs-normal-cells-2248794. Accessed: 2018-09-13. (Archived by WebCite®)

Nurul Kuntarti

Menggeluti dunia penulisan, namun menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.