Bagaimana Migrain Terjadi? Penyebab Migrain yang Sebenarnya


By Fery Irawan

Untuk mencegah, mengobati, dan mengendalikan migrain, para peneliti terus berupaya menemukan penyebab dan pemicu timbulnya penyakit ini. Sayangnya, sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan migrain secara permanen sehingga pengobatan yang dilakukan terhadap migrain hanya bersifat mencegah dan mengurangi gejalanya.

Karena itu, penderita migrain seringkali dianjurkan untuk mengenali akar permasalahan migrain guna mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Ya, penderita migrain perlu mengenali kelainan-kelainan fisik apa saja yang mereka alami, yang bisa jadi mengarah pada serangan migrain.

Migrain, Bukan Otak Sumber Masalahnya

Rasa sakit yang ditimbulkan migrain sebenarnya bukan berasal dari organ otak seperti asumsi banyak orang. Fakta nyata ini terlihat dalam suatu metode operasi yang tidak diketahui banyak orang. Anda pernah mendengar tentang operasi stereotactic (Awake Craniotomy)?

Dalam proses ini, pasien sengaja dibiarkan terjaga (sadar) untuk mengetahui respon otak selama proses pembedahan guna mengenali bagian-bagian yang bermasalah pada otak.

Anestesi khusus dilakukan hanya ketika tempurung kepala dibuka dan dijahit. Ya, ini membuktikan bahwa otak, boleh dikatakan ‘tidak berperasaan’.

Jadi, dimana sebenarnya sumber masalah, penyebab rasa sakit pada penderita migrain? Stimulus apapun yang diterima tubuh (suhu, aroma, rasa nyeri) sebenarnya dapat kita rasakan berkat adanya beberapa komponen dalam sistem saraf. Rasa nyeri akibat migrain dapat dirasakan penderita berkat respon dari ujung saraf (Nerve ending).

Pada migrain, rasa nyeri yang ditimbulkan terjadi akibat pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) otak yang menyebabkan adanya tekanan pada saraf-saraf.

Selanjutnya, sistem saraf yang terganggu akan menyebabkan tegangnya otot-otot yang dapat memperparah rasa sakit pada penderita migrain.

Yang patut anda ketahui, abnormalitas apapun yang terjadi dalam tubuh, dapat memengaruhi sistem saraf dan turut berkontribusi pada timbulnya penyakit migrain. Mari kita kenali beberapa diantaranya.

Baca Juga:  Hindari 9 Makanan dan Minuman Pemicu Migrain Ini Agar Sakit Kepala Cepat Hilang!

Gangguan Distribusi Ion

Ion-ion dalam tubuh sangat dibutuhkan dalam proses penghantaran impuls saraf (sinyal-sinyal listrik) dan sebagai molekul dasar pembangun sistem saraf. Hal ini juga berkaitan langsung dengan kesehatan otot-otot Anda karena ion-ion berperan penting dalam kontraksi dan relaksasi otot.

Dalam sel tubuh, terdapat saluran ion yang bertugas mengatur keluar-masuknya ion-ion tertentu yang diperlukan tubuh (Natrium, Kalsium, Kalium, dan Magnesium). Jika distribusi ion terganggu, sistem saraf dan otot Anda akan terganggu dan menyebabkan terjadinya migrain.

Defisiensi Neurotransmiter

Apa itu neurotransmiter? Neurotransmiter merupakan molekul-molekul yang bertugas sebagai pengantar pesan dari sistem saraf. Defisiensi/rendahnya kadar neurotransmiter dapat memicu berbagai gejala fisik dan mental, misalnya migrain. Penelitian menunjukkan bahwa defisiensi serotonin, salah satu neurotransmiter dalam otak, dapat memicu terjadinya serangan migrain.

Defisiensi Magnesium

Penelitian menunjukkan bahwa penderita migrain memiliki kadar magnesium yang rendah dibandingkan dengan orang sehat. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan otot-otot menjadi tegang dan terbukti turut berkontribusi pada terjadinya aura (gangguan visual dan sensorik) yang dialami penderita migrain.

Selain memastikan kecukupan mineral ini dalam tubuh, penderita migrain sebaiknya menghindari minuman dengan pemanis aspartam karena dapat mengganggu sistem saraf.

Fluktuasi/Perubahan Tingkat Hormon Estrogen

Menjaga kestabilan hormon estrogen dapat membantu meringankan gejala migrain. Fluktuasi kadar estrogen yang dialami wanita selama menstruasi, masa kehamilan, dan menopause, dapat memicu timbulnya migrain.

Ketidakstabilan kadar estrogen dalam tubuh dapat memicu kontraksi pada pembuluh darah dan menyebabkan rasa nyeri yang mendenyut. Untuk mengatasinya, dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan terapi pengganti hormon maupun pilihan pengobatan lain yang dibutuhkan.

Pelepasan Fragmen Protein Akibat Stres

Peptida, bagian kecil penyusun protein (Fragmen protein), dilepaskan dalam tubuh selama Anda mengalami stres. Peptida yang dilepaskan ini memicu terjadinya pelebaran pembuluh darah dan mengakibatkan peradangan (inflamasi).

Baca Juga:  Sakit Kepala Biasa dan Sakit Kepala Migrain, Bagaimana Membedakannya?

Inflamasi yang terjadi akan memengaruhi saraf-saraf trigeminal yang bertanggung jawab pada area kepala dan wajah dan dapat memicu terjadinya migrain.

Polusi Oksida Nitrat

Oksida nitrat yang berasal dari asap knalpot kendaraan dapat memicu terjadinya migrain. Tidak heran bahwa banyak penderita melaporkan terjadinya serangan migrain selama mereka mengalami kemacetan lalu lintas.

Konsultasi dengan dokter dapat membantu Anda menemukan kelainan fisik apa yang Anda alami yang mungkin menyebabkan Anda mengalami migrain. Tulislah keluhan apa saja yang Anda alami dan seberapa sering Anda mengalaminya. Mengenali akar permasalahan migrain yang menyerang Anda merupakan langkah terbaik untuk melawan penyakit ini.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}