Memahami Bagaimana Kanker Metastasis Terjadi


By Nurul Kuntarti

Banyak orang beranggapan bahwa kanker adalah penyakit mematikan. Padahal sebenarnya, potensi kesembuhan kanker bisa cukup tinggi hingga 80%. Berbeda ketika kanker sudah bermetastasis. Apa itu kanker metastasis? Apa sebenarnya penyebab dan bagaimana kanker metastasis terjadi? Mengapa kondisi ini dapat meningkatkan resiko kematian?

Kita akan mencoba membahas lebih mendalam mengenai kanker yang sudah berada pada stadium lanjut. Ketika kanker sudah mulai menyebar. Apa sebenarnya kanker metastasis dan apa sebenarnya yang terjadi ketika kanker bermetastasis.

Apa Itu Kanker Metastasis?

Tahukah Anda bahwa 90% kematian karena kanker berkaitan dengan metastasis? Tahukah Anda bahwa kondisi metastasis dapat menyebabkan sistem kerja terapi kehilangan efektivitasnya? Apa itu kanker metastasis sebenarnya? Mengapa kondisi ini menjadi ancaman?

Apa itu kanker metastasis? kanker metastasis adalah sel kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kanker menyebar dari organ satu menuju organ lain.

Sulit memprediksi penyebaran dari kanker metastasis. Kanker metastasis dapat tersebar secara acak. Kanker dapat menyebar menuju organ yang terletak dekat dengan organ utama. Organ utama merupakan tempat awal kanker terbentuk. Tetapi kanker juga dapat  muncul pada organ yang terletak cukup jauh.

Tidak seperti sel normal, sel kanker memang memiliki karakter berbeda. Sel kanker lebih ganas dari  tumor jinak atau benign. Sel tumor memang dapat tumbuh secara abnormal hingga menjadi massa yang besar. Tetapi sebesar apapun massa yang terbentuk, kanker tidak akan menyebar.

Inilah salah satu pembeda utama dari kanker dengan tumor. Karena sel kanker memperbanyak diri dengan berlebihan, menyebar dengan agresif dan cenderung merusak sel sehat di sekitarnya. Dari beberapa sel menjadi massa atau benjolan. Setelah terbentuk massa, sel kanker akan menyerang sel sehat di sekitarnya. Menyebabkan kegagalan fungsi organ.

Pada level berikutnya, sel akan melepaskan diri untuk menginvasi sel-sel sehat lain pada organ-organ sekitar. Persebaran ini kemudian menyebabkan kanker baru terbentuk pada organ-organ di luar organ utama dimana sel kanker awal terbentuk. Inilah yang dimaksud sebagai apa itu kanker metastasis.

Kondisi metastasis inilah yang kemudian dianggap sebagai pertanda bahwa kondisi pasien sudah berada pada level bahaya. Biasanya pasien yang sudah mengalami kanker metastasis akan didiagnosa mengidap kanker stadium lanjut atau stadium lebih dari 3 dengan tingkat resiko kematian dibawah 50%.

Karena hampir seluruh bagian organ terinvasi sel kanker. Kemudian sel kanker ini juga menyebar hingga organ lain, baik di sekitar organ utama atau menyebar ke area lain dalam tubuh yang tidak terduga.

penyebab kanker metastasis
Credit: pharmaceutical-technology

Apa Penyebab Kanker Metastasis?

Hingga kini, belum sepenuhnya dipahami soal apa itu penyebab kanker metastasis. Mengapa sel kanker bekerja abnormal dengan melepaskan diri  dari organ induknya. Apa penyebab sel kanker melepaskan diri dari sirkulasi darah dan memasuki organ baru?

Sel kanker sejatinya merupakan sel yang mengalami kerusakan DNA. Kerusakan ini dipengaruhi oleh banyak unsur internal seperti gangguan hormonal dan genetik. Juga karena aspek eksternal seperti paparan unsur kimiawi beracun, kebiasaan makan tidak sehat dan lain sebagainya.

Ketika sel sehat mengalami kerusakan DNA, sel menunjukan perilaku abnormal yang invasif. Sifat invasif ini yang membedakannya dari sel sehat dan sel tumor. Karena sel sehat bekerja secara fungsional dengan kemampuan regenerasi yang sudah tertata. Sedang sel tumor secara fungsional tidak ada gangguan hanya pertumbuhannya masif hingga membentuk massa atau benjolan.

Sedang pada sel kanker,terdapat beberapa sifat khas seperti sifat proliferasi (memperbanyak diri dengan agresif), angiogenesis (membentuk sistem pembuluh darah sendiri) dan non apoptosis (Sel tidak dapat mati dan rusak secara alami).

Sel kanker juga memiliki kemampuan imunitas mandiri. Sejenis sistem pertahanan untuk melawan imunitas tubuh yang notabene sudah dipersenjatai kemampuan mendeteksi kerusakan sel semacam ini.

Menjawab pertanyaan apa itu penyebab kanker metastasis, sama dengan memahami pola karakter dari sel kanker yang cenderung menyebar. Alih-alih sekedar membentuk massa atau benjolan. Sel kanker akan menyebar, merusak dan membentuk peradangan masif.

Sel-sel kanker ini sudah mengalami mutasi DNA, hingga tidak terikat dalam koloni sebagaimana kita pahami pada sel sehat dan sel tumor. Meski sel kanker sejatinya tetap cenderung membentuk massa hingga artinya juga membentuk koloni.

Sel kanker yang lepas ini masuk kedalam sirkulasi darah, sirkulasi cairan limfosit dari jaringan getah bening atau melalui sirkulasi udara dalam tubuh. Kemudian terhantarkan menuju sel-sel sehat lain pada organ lain secara random tergantung arah sirkulasi darah. Sel kanker ini akan menginvasi sel sehat dalam organ baru.

Resiko Munculnya Kasus Kanker Metastasis

Meski sebenarnya semua jenis kanker memiliki potensi untuk berkembang menjadi kanker metastasis. Ternyata sejumlah jenis kanker dapat beresiko lebih tinggi untuk dapat berkembang menjadi metastasis.

Beberapa jenis kanker seperti jenis kanker payudara dengan kategori hormon reseptor, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker liver, kanker prostat dan kanker yang berkembang pada organ berbentuk saluran seperti pada usus dan saluran kencing.

Bagaimana resiko kanker metastasis juga dapat dikaitkan dengan karakter dari sel kanker bersangkutan. Apakah merupakan jenis kanker yang terstimulasi oleh aspek hormon atau enzim tertentu. Apakah memiliki kecenderungan untuk peka terhadap jenis protein tertentu. Ketika aspek stimulan tidak terkendali, maka kanker jenis ini akan lebih mudah bermetastasis.

Perkembangan dan persebaran sel kanker biasanya muncul pada tulang. Juga pada organ-organ di sekitar organ utama dimana kanker pertama kali berkembang. Seperti rentannya kanker payudara membentuk metastasis pada paru-paru. Potensi kanker untuk bermetastasis semakin besar ketika kanker primer berkembang dalam organ yang lokasinya berdekatan dengan banyak organ lain

Penyebab meningkatnya resiko kanker metastasis lain adalah kebiasaan pasien itu sendiri. Pasien yang disiplin untuk merubah gaya hidup dan pola makan cenderung memiliki resiko metastasis lebih terkendali.

Bagaimana Kanker Metastasis Terjadi?

Penggunaan istilah cancer merupakan intepretasi dari kemampuan invasif dari sel kanker. Ini yang kemudian bisa menjadi penjelasan mengenai apa itu penyebab kanker metastasis dan bagaimana kanker metastasis dapat terjadi.

Cancer sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti kepiting. Ini adalah penggambaran dari karakter sel kanker yang bekerja seperti tentakel atau capit. Capit berfungsi untuk merusak sel sehat di sekitar. Kemudian merusak inti sel sehat tersebut dan merubahnya menjadi sel rusak. Nantinya ketika mengalami proses regenerasi sel rusak ini akan beralih menjadi sel kanker.

Sel kanker merupakan sel yang sudah mengalami kerusakan DNA, hingga membentuk karakter sel yang menyimpang. Sel tidak lagi bekerja sebagaimana fungsinya dan mengalami proses regenerasi dan pertumbuhan yang berlebihan.

Pada sel kanker, kondisi ini berkembang pada level yang lebih serius. Inilah yang menjadi alasan bagaimana kanker melakukan metastasis. Karena kanker memiliki sifat invasif, yakni menyerang sel lain supaya berubah menjadi sel kanker.

Sel kanker dapat melepaskan diri dari koloninya. Menyerang sel sehat yang ada di sekitarnya. Atau malah lepas dan masuk ke dalam sirkulasi darah dan sistem kelenjar getah bening, tercampur dengan cairan getah bening dan darah untuk memasuki organ lain dalam tubuh.

Bagaimana sel kanker melakukan metastasis berkaitan erat dengan karakter sel kanker. Sel kanker rupanya juga memiliki kemampuan untuk bertahan hidup secara mandiri. Ini pula yang menyebabkan sel kanker mampu bertahan tanpa koloni. Sel kanker dapat bekerja mandiri untuk membentuk proteksi dan metabolisme sendiri.

Sel kanker juga melakukan proses angiogenesis. Ini adalah kemampuan membentuk sistem pembuluh darah mandiri. Kondisi ini membuat sel mendapatkan cukup nutrisi seperti gula dan protein tertentu untuk bertahan hidup. Hingga sel kanker ini dapat bertahan hidup dan kembali melakukan invasi pada sel-sel sehat yang ada pada organ baru tersebut.

Kanker menyebar pada pembuluh darah (Credit: staticflickr)

Bagaimana Sistem Pembuluh Darah Dapat Berperan dalam Kanker Metastasis?

Telah dijelaskan sebelumnya mengenai bagaimana kanker metastasis terbentuk. Sirkulasi darah adalah salah satu perantara dari kanker metastasis.  Ternyata sirkulasi darah memiliki peran sangat kuat dalam proses metastasisnya sel kanker.

Mengutip dari Journal Developmental Cell tahun 2018,  darah merupakan perantara utama proses metastasis. Bagaimana sel kanker melakukan metastasis? Berikut merupakan gambaran mengenai proses metastasis terjadi.

  • Sel kanker membentuk massa atau benjolan awal
  • Kanker menyerang dan merusak sel fungsional dalam organ
  • Membentuk sel-sel kanker baru menggantikan sel sehat yang rusak dengan karakter yang sepenuhnya berbeda dari sel normal sebelumnya
  • Terjadi aktivitas angiogenesis pada sel kanker baru. Ini adalah pembentukan pembuluh darah baru menuju sel kanker yang terkoneksi dengan pembuluh darah dari organ dimana sel kanker terbentuk di awal
  • Sel kanker yang sudah menginvasi organ akan melepaskan diri dari koloni dan masuk ke dalam pembuluh darah
  • Sel kanker merubah bentuknya hingga mudah berpindah mengikuti sirkulasi darah
  • Dihantarkan oleh darah menuju organ dalam tubuh secara random, sebagaimana darah menghantarkan sari makanan, gula dan oksigen menuju seluruh tubuh
  • Sel kanker melekat pada organ baru membentuk sistem pertahanan dan sistem sirkulasi darah mandiri sebelum kemudian membentuk koloni baru.
  • Mulai terjadi invasi ditandai dengan munculnya kerusakan jaringan pada organ kedua

Bila Kanker Metastasis Terjadi Karena Sistem Limfatik

Selain tubuh memiliki sistem pembuluh darah, tubuh juga memiliki sistem limfatik. Sistem limfatik ini menghantarkan cairan getah bening ke seluruh tubuh sebagai bagian dari sistem imunitas.

Pembuluh limfatik ini berada berjajaran dengan pembuluh darah. Di beberapa titik dekat dengan organ-organ utama, terdapat simpul yang mempertemukan pembuluh darah dan pembuluh limfatik. Simpul ini sekaligus bekerja sebagai kelenjar getah bening.

Biasanya kelenjar ini berada tak jauh dari organ. Sehingga ketika organ terserang sel kanker, maka rentan kemungkinan sel kanker menginvasi sistem limfatik terdekat. Ini bisa cukup membahayakan, karena ketika sel kanker mulai menyerang sistem limfatik, maka sel kanker bisa turut masuk kedalam sistem pembuluh limfatik dan terhantarkan ke organ lain di dalam tubuh.

Kanker yang menyebar hingga sistem limfatik adalah gejala dari kanker stadium 3. Kanker stadium 3 memiliki prognosis lebih rendah dari 70%. Karena potensi kanker metastasis akan lebih tinggi dan kemungkinan sembuh semakin rendah.

Gejala dari kanker stadium 3 biasanya berupa munculnya benjolan pada kelenjar getah bening. Biasanya terdapat di area leher, ketiak, sekitar selangkangan dan panggul. Keluhan ini juga disertai dengan rasa linu atau nyeri di area bengkak.

Masalah muncul ketika sel kanker mulai menyerang kelenjar getah bening. Karena sel kanker dapat larut dalam cairan getah bening atau cairan limfatik. Cairan ini menyebar menuju seluruh tubuh, hingga sel kanker juga akan mencapai bagian tubuh yang lain dengan mudah. Dan akan mulai menunjukan aktivitas sebagaimana pada poin 5 hingga 8 mengenai bagaimana kanker metastasis dengan perantara sirkulasi darah.

Bagaimana Resiko Ketika Metastasis Terjadi?

Ketika pada stadium awal, sel kanker hanya akan terbentuk dalam massa berukuran kecil dan berkoloni atau terpusat pada satu area dalam organ. Lokasi kanker belum meluas hingga terapi sifatnya bisa lebih terfokus.

Karena lokasi kanker tidak luas dan belum menyebar, maka pilihan terapi juga menjadi lebih banyak. Kebanyakan terapi merupakan jenis dengan efek samping lebih rendah.

Bahkan mungkin untuk dilakukan tindakan tanpa bedah seperti dengan tindakan dengan laser. Terapi radiasi lokal juga dapat menjadi pilihan. Karena terapi ini  hanya bekerja secara lokal dan tidak menyebar terlalu luas. Tindakan pembedahan juga bisa menjadi alternatif terapi karena lokasi kanker belum tersebar.

Tetapi terapi untuk kasus kanker metastasis akan berbeda. Biasanya tindakan  pengangkatan jaringan pun tidak lagi efektif untuk dilakukan. Begitu juga dengan terapi lokal seperti laser dan radiasi lokal.

Apa itu jenis terapi yang tepat untuk kanker metastasis? Jenis terapi yang tepat adalah terapi yang bekerja secara general. Karena lebih efektif bekerja mengatasi persebaran sel kanker yang sudah masif.

Kemoterapi atau radioterapi biasanya menjadi pilihan. Karena kedua terapi bekerja secara menyeluruh. Hanya saja, efek samping dari terapi ini juga akan lebih berat. Kemoterapi dan radioterapi memang memiliki banyak efek samping pada pasien kanker.

Tentu saja dengan tindakan terapi yang terbatas, maka potensi untuk bisa sembuh total juga menjadi menurun. Kanker juga sudah menyebar dan menyebabkan efek yang lebih serius. Kanker metastasis terjadi pada saat kanker stadium 4.

Pada stadium 4,  hanya ada 20%-50% potensi untuk sembuh. Karena terapi yang efektif untuk diterapkan hanya bekerja untuk memperlambat proses perkembangan metastasis, tetapi tidak dapat sepenuhnya membunuh sel kanker hingga menyeluruh.

Itulah gambaran mengenai apa itu kanker metastasis, bagaimana kanker metastasis dapat terbentuk dan apa pula aspek penyebab dari kanker metastasis. Termasuk pula bagaimana sebenarnya resiko dari kanker metastasis sebenarnya.

Sumber

Referensi Bagaimana Kanker metastasis Terjadi:

LynneEldridge, MD. Verywellhealth. Updated: 2020-02-14. What is a Metastasis and Why, How, and Where Do They Happen. https://www.verywellhealth.com/metastatic-cancer-2249128

Catharine Paddock, Ph. D. MedicalNewsToday. Updated: 2018-04-11. How blood flow helps cancer to spread. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321464

Jacob Clarke. Healthline. Updated: 2019-02-05. What Happens When Cancer Spreads to Lymph Nodes?. https://www.healthline.com/health/what-happens-when-cancer-spreads-to-the-lymph-nodes

Gudrun Heise. Duestche Welle. Updated: 2019-02-04. Metastases – the real cancer risk. https://www.dw.com/en/metastases-the-real-cancer-risk/a-42709642

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}