Bagikan Artikel Ini:

Terakhir Diedit:

Kanker hati merupakan satu jenis penyakit kanker yang memiliki persentase harapan hidup rendah. Hal ini disebabkan oleh tak terdeteksinya ciri-ciri kanker hati di awal perkembangannya, setelah mencapai stadium lanjut barulah diketahui bahwa pasien mengidap kanker hati.

Meskipun gejala-gejala kanker hati biasanya muncul setelah stadium kanker lanjut, bukan berarti Anda sama sekali tidak bisa melihat perkembangan sel kanker sejak awal. Ada beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai sebagai indikasi adanya kanker yang bertumbuh pada organ hati Anda.

7 Ciri-Ciri Utama Kanker Hati

Adakalanya tanda-tanda kanker hati dapat terlihat lebih cepat dan hal ini memudahkan bagi kita untuk segera menanganinya. Beberapa gejala umum dari kanker hati antara lain:

  • Merasa sangat kenyang meskipun hanya makan sedikit
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan hati, merasa seperti ada benjolan di area bawah tulang rusuk sisi kanan
  • Pembengkakan limpa, merasa seperti ada benjolan di area bawah tulang rusuk sisi kiri
  • Merasa sakit di perut atau di dekat tulang belikat kanan
  • Bengkak atau penumpukan cairan di perut
  • Menguningnya warna kulit dan putih mata (penyakit kuning)

Banyak dari gejala-gejala kanker hati di atas mirip dengan gejala dari jenis penyakit lain pada hati. Dalam kasus kanker hati, gejala-gejalanya akan terus berkembang dan memburuk seraya kanker bertambah parah.

Ciri-Ciri Kanker Hati Lainnya

Selain dari 7 ciri-ciri kanker hati yang paling sering dialami para pengidapnya, terdapat juga beberapa ciri-ciri lain yang bisa juga menyertai. Antara lain yaitu:

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Kehilangan selera makan
  • Gatal-gatal
  • Demam
  • Pembuluh darah di perut membesar sehingga tampak di permukaan kulit
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa

Beberapa jenis tumor atau kanker hati dapat memengaruhi hormon pada organ lainnya selain hati. Pengaruh pada hormon-hormon tersebut bisa mengakibatkan:

  • Kadar kalsium darah tinggi (hypercalcemia), yang dapat menyebabkan mual, kebingungan, sembelit, kelemahan, atau masalah otot.
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia), yang dapat menyebabkan kelelahan atau bahkan pingsan.
  • Pembesaran payudara (ginekomastia) dan/atau penyusutan testis pada pria.
  • Jumlah sel-sel darah merah meninggi (erythrocytosis) yang dapat menyebabkan kulit seseorang terlihat memerah.
  • Kadar kolesterol tinggi.

Walaupun beberapa penyakit bukan kanker juga dapat menimbulkan sebagian gejala-gejala kanker hati, bisa jadi ini bukan kanker hati. Maka dari itu pemeriksaan medis yang tepat dan cepat, akan sangat membantu Anda untuk mengetahui informasi yang akurat dan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Dengan mendapatkan diagnosis sedini mungkin, harapan kesembuhan akan lebih besar.

Baca juga  Diagnosis Kanker Hati

Jika Anda mengalami ciri-ciri kanker hati yang disebutkan di artikel ini, terlebih bila dialami dalam waktu bersamaan, sebaiknya periksakanlah ke pusat layanan kesehatan yang terpercaya untuk memastikan penyebabnya dan agar bisa ditangani secepat mungkin.

Tes-Tes untuk Menegakkan Diagnosis

Sebelum menegakkan diagnosis kanker hati, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan atau prosedur medis berikut: Tes darah yang digunakan untuk mendeteksi ada-tidaknya kelainan pada fungsi hati. Tes pencitraan yang dilakukan dokter untuk menjalani pemeriksaan dapat berupa utrasound, CT scan, dan MRI scan.

Tes sampel jaringan hati (biopsi), ini dilakukan dokter dengan memasukkan jarum kecil ke dalam kulit menuju hati guna memperioleh sampel jaringannya. Agar terhindar dari serangan kanker hati, Anda tentu perlu menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan yang sehat. Apakah ada dari antara dari tanda-tanda kanker hati yang Anda alami? Segeralah tangani sebelum terlambat!

Bila kanker ditemukan masih dalam tahap awal perkembangannya, besar kemungkinan Anda belum perlu melakukan proses pengobatan atau pembedahan yang menyakitkan. Obat kanker hati herbal dapat dimanfaatkan untuk menekan gejala-gejala kanker hati agar tidak bertambah parah selagi menunggu hasil pemeriksaan medis.

Pilihan Herbal Asli Indonesia Terbaik untuk Kanker Hati

Bila Anda mencari pilihan pengobatan alternatif guna membantu menumpas pertumbuhan kanker hati sesegera mungkin, berikut adalah informasi 3 pilihan herbal asli Indonesia yang layak Anda pertimbangkan. Herbal tersebut adalah Sarang Semut, Noni Juice, serta Temu Putih.

Sarang Semut

Sarang Semut sudah banyak dikenal kemampuan anti kanker yang dimilikinya. Kunci herbal ini dalam mengatasi kanker terletak pada kandungan senyawa aktif yang dimilikinya. Contohnya senyawa flavonoid yang memiliki berbagai mekanisme kerja yang bisa dibilang ‘jurus jitu’ untuk menumpas sel-sel kanker.

Diantaranya adalah mekanisme inhibisi angiogenesis yang bekerja sama dengan mekanisme penghambatan siklus sel. Inhibisi angiogenesis berarti menghambat pembentukan pembuluh darah yang mengalirkan makanan/nutrisi ke sel-sel kanker.

Jika sel kanker terus-menerus tidak mendapat asupan makanan, lama-lama sel tersebut akan mati. Kemudian mekanisme penghambatan siklus sel bertindak dengan menghambat siklus pembelahan sel-sel kanker agar perkembangan kanker ditekan semaksimal mungkin.

Baca juga  Obat Kanker Hati Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Noni Juice

Noni Juice sanggup bekerja sama dengan mikonutrien lain dalam tubuh untuk menghambat aliran darah yang membawakan makanan/nutrisi ke sel-sel kanker sehingga mencegah mereka mendapatkan makanan dan akhirnya mati sendiri. Noni juga memiliki kandungan damnachantal yang mampu menghambat reproduksi sel-sel kanker secara signifikan.

Penelitian juga membuktikan bahwa herbal ini bisa mendorong kemampuan tubuh untuk memproduksi elemen-elemen di dalam tubuh untuk melawan kanker, seperti nitrit oksida, interleukin, interferon, lipopolisakarida, faktor nekrosis tumor, dan sel-sel penumpas kanker lainnya.

Temu Putih

Penelitian mengungkapkan bahwa herbal Temu Putih (atau yang juga dikenal sebagai Kunyit Putih) mengandung zat RIP (Ribosome Inactivating Protein). Zat ini jika berada di dalam tubuh maka akan menempelkan diri ke sel-sel tubuh yang mengalami mutasi berkembang menjadi sel abnormal (kanker).

Lalu zat RIP mengakibatkan sel-sel tersebut tidak sanggup lagi untuk berkembang biak. Sehingga sel-sel tersebut tidak dapat memperbanyak diri sebelum habis batas usianya. Karena itulah kemampuan herbal Temu Putih dalam menghambat perkembangan tanda-tanda kanker hati bukanlah dengan memusnahkan sel-sel kanker, tetapi dengan memicu agar sel-sel tersebut menjadi mandul.

Ketiga pilihan herbal diatas dapat Anda manfaatkan untuk menekan semaksimal mungkin pertumbuhan kanker agar gejala-gejala kanker hati yang Anda alami tidak bertambah parah serta dapat diatasi. Bila Anda mencari herbal yang paling efektif untuk pengobatan kanker dari segi empiris (pengalaman pengguna), maka pilihan yang patut dipertimbangkan adalah Sarang Semut.

Selain efektif, herbal ini juga unggul dari segi kecepatan dibandingkan banyak herbal lain. Umumnya dalam waktu 1-3 bulan pertama setelah mengonsumsi Sarang Semut, seorang penderita kanker sudah mendapat tanda-tanda pemulihan, bahkan tidak sedikit yang sudah merasa sembuh dari gejala-gejala kanker dalam tiga bulan pertama tersebut.

Apabila Anda sedang khawatir karena merasa sudah mengalami tanda-tanda kanker hati, atau mungkin Anda sudah divonis terkena kanker, wajar jika Anda merasa bingung dan takut menghadapinya. Namun ingatlah bahwa diagnosis kanker bukanlah akhir, justru ini adalah awal perjuangan Anda mengalahkan kanker!

Langkah terbaik yang perlu dilakukan adalah berusaha tetap tenang dan pantang menyerah. Baru setelah itu Anda bisa dengan kepala dingin mencari pengobatan kanker hati yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Bagi Anda yang belum didiagnosis dan masih baru merasakan ciri-ciri kanker hati, jauh lebih besar kemungkinannya bahwa herbal dapat membantu Anda untuk terbebas dari ancaman kanker.

Fery Irawan

Penulis konten yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Penulis berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.