Angina: Nyeri Dada Penyebab Kematian Dadakan


By Cindy Wijaya

Apabila Anda sering merasa nyeri di dada atau seperti tertekan selama beberapa menit sebaiknya jangan segera menganggapnya sebagai nyeri biasa. Karena gejala tersebut bisa jadi adalah angina — biasa dikenal sebagai “angin duduk”, yakni tanda peringatan dari jantung Anda. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala timbul kembali dan bertambah parah.

Angina (Angin Duduk)

Nyeri dada yang diakibatkan angina terjadi karena tidak terdapat cukup banyak darah yang dialirkan ke bagian-bagian jantung. Gejala ini dapat menyebabkan komplikasi berupa penyakit jantung.

Penyebabnya ialah sumbatan pada pembuluh arteri yang mengirimkan darah serta oksigen menuju jantung. Meskipun gejalanya hanya terjadi sebentar, mungkin beberapa menit, namun hal ini bisa jadi gejala dari gangguan jantung yang amat serius.

Jenis Angina

Ada berbagai jenis angina, yakni:

  • Angina Stabil ialah yang paling umum dan biasanya berlangsung selama beberapa menit. Pemicunya adalah aktivitas fisik atau stres. Nyeri dada ini bukanlah serangan jantung, tapi bisa jadi salah satu tanda bahwa Anda berpotensi mengalami serangan jantung di masa mendatang.
  • Angina Tidak Stabil terjadi saat Anda sedang beristirahat atau sedang tidak terlalu aktif. Nyeri yang dirasakan dapat menjadi semakin menyakitkan dan berlangsung lama, juga datang berulang kali. Jenis ini bisa menjadi tanda Anda akan segera mengalami serangan jantung, jadi segeralah kunjungi rumah sakit terdekat.
  • Angina Varian merupakan jenis yang paling jarang dialami dan dapat terjadi di malam hari saat tertidur atau saat Anda beristirahat. Ini disebabkan oleh pembuluh arteri jantung yang tiba-tiba mengencang atau menyempit. Jenis varian mungkin menimbulkan nyeri luar biasa, dan sudah seharusnya Anda mencari pertolongan medis sesegera mungkin.

Penyebab Angina

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh penyakit jantung. Suatu substansi berlemak, yang disebut plak, menumpuk di pembuluh arteri sehingga menghambat aliran darah menuju jantung.

Hal ini memaksa jantung untuk bekerja tanpa asupan oksigen yang memadai — inilah penyebab rasa nyeri dada. Mungkin juga terbentuk gumpalan darah di arteri jantung yang memicu serangan jantung.

Penyebab-penyebab angina yang lainnya ialah:

  • Sumbatan pada pembuluh arteri utama dari paru-paru
  • Pembesaran atau penebalan pada jantung
  • Penyempitan katup di bagian utama jantung
  • Pembengkakan kantung di sekeliling jantung
  • Adanya robekan di dinding aorta, yakni pembuluh arteri terbesar dalam tubuh Anda

Penyakit ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung di kemudian hari. Kabar baiknya, kondisi ini dapat ditanggulangi dan diobati dengan baik. Anggaplah gejalanya sebagai tanda peringatan dan buatlah rencana yang jelas untuk mencegah serangan jantung.

Pengobatannya bergantung pada seberapa besar kerusakan yang dialami oleh jantung. Mereka yang mengalami gejala ringan biasanya diberikan obat resep dan disarankan untuk mengupayakan gaya hidup sehat agar aliran darah lebih lancar. Apabila obat tidak cukup membantu, Anda kemungkinan harus menjalani operasi bedah guna membuka sumbatan pada arteri.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}