Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Manfaat Daun Kelor Manfaat Daun Kelor wordpress.com

6 Manfaat Daun Kelor yang Dibuktikan secara Ilmiah

Pernahkah Anda mendengar pepatah “dunia ini tak selebar daun kelor”? Sepertinya daun kelor lebih terkenal karena pepatah tersebut daripada karena manfaat kesehatan yang dimilikinya. Ya, sebenarnya tanaman ini telah dikenali khasiat pengobatannya sejak ribuan tahun lalu. Dan belakangan ini semakin terbukti bahwa ada manfaat daun kelor yang cukup menakjubkan.

Pada tahun 2008, lembaga National Institute of Health menobatkan tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai “plant of the year” karena diakuit bahwa “mungkin tidak seperti spesies lainnya, tanaman ini memiliki potensi untuk membantu membalikkan beberapa masalah lingkungan utama serta menyediakan banyak kebutuhan manusia yang tidak terpenuhi.”

Jelaslah bahwa manfaat daun kelor memang patut diakui dan dipuji. Hingga saat ini ada lebih dari 1.300 penelitian, artikel, dan laporan yang berfokus pada manfaat tanaman kelor dan kemampuan penyembuhannya telah dilakukan yang menunjukkan bahwa tanaman ini penting dimanfaatkan di belahan dunia yang sangat rentan wabah penyakit dan kekurangan nutrisi.

Riset ilmiah memperlihatkan bahwa hampir setiap bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan dengan cara tertentu, entah itu dibuat menjadi teh herbal atau dibuat menjadi minyak. Di seluruh dunia, kelor digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, anemia, kanker, artritis, alergi, asma, sembelit, sakit perut, diare, epilepsi, batu ginjal, darah tinggi, gangguan jantung, sakit kepala kronis, gangguan tiroid, dan lain sebagainya.

Kandungan dalam Daun Kelor

Kelor merupakan sumber yang baik untuk mendapatkan protein, vitamin A, potasium, kalsium, serta vitamin C. Berdasarkan data dari Kuli Kuli, organisasi yang memanen tanaman kelor di Afrika dan mengolahnya agar tersedia bagi masyarakat dunia barat, setiap gram kelor mengandung:

  • 2 kali lebih banyak protein daripada yogurt
  • 4 kali lebih banyak vitamin A daripada wortel
  • 3 kali lebih banyak potasium daripada pisang
  • 4 kali lebih banyak kalsium daripada susu sapi
  • 7 kali lebih banyak vitamin C daripada jeruk

Daun kelor mengandung sumber vitamin A dalam bentuk padat, sehingga dapat membantu mengatasi masalah kekurangan vitamin A yang terkait dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu tanaman kelor juga menyediakan mineral, protein, dan fenolat penting.

Kelor mengandung kombinasi fitonutrien yang unik dan langka untuk pencegahan penyakit, termasuk: zeatin, quertecin, beta-sitosterol, asam caffeoylquinic, dan kaempferol—telah terbukti sebagai anti-inflamasi dengan manfaat pengobatan. Berbagai penelitian membuktikan bahwa senaywa-senyawa tersebut bersifat melindungi jantung, stimulan peredaran darah, anti-tumor, anti-epilepsi, anti-spasmodik, anti-hipertensi, dan anti-diabetes.

Beberapa Manfaat Daun Kelor

Mengandung berlimpah antioksidan serta senyawa fitonutrien lain, menjadikan daun kelor sangat bagus bagi kesehatan kita. Berikut akan dibahas setidaknya ada 6 manfaat daun kelor yang telah dibuktikan secara ilmiah.

1. Menyediakan Senyawa Antioksidan dan Anti-Inflamasi

Salah satu alasan mengapa ada begitu banyak manfaat kesehatan dari tanaman herbal seperti daun kelor ini adalah mereka mengandung kemampuan yang serupa dengan obat kimia. Hanya saja mereka tidak memiliki efek samping yang sama berbahayanya dengan obat-obatan kimia.

Berdasarkan laporan yang dimuat Asian Pacisif Journal of Cancer Prevention, tanaman kelor mengandung beragam asam amino esensial (bahan pembangun protein), fitonutrien karotenoid (jenis yang sama ditemukan dalam tomat dan wortel), antioksidan seperti quertecin, serta senyawa antibakteri alami yang bekerja dengan cara serupa dengan banyak obat anti-inflamasi kimia.

Daun kelor mengandung sejumlah senyawa anti-penuaan dalam jumlah tinggi sehingga dapat menekan dampak stres oksidatif dan peradangan. Senyawa dan kandungan tersebut antara lain polifenol, beta-karoten, vitamin C, quertecin, dan asam chlorogenic. Mereka dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, misalnya kanker lambung, paru-paru, atau usus besar; diabetes; hipertensi; dan gangguan penglihatan karena pengaruh usia.

2. Menyeimbangkan Hormon dan Memperlambat Penuaan

Dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang dipublikasikan oleh Journal of Food Science and Technology menguji khasiat daun kelor bersamaan dengan daun bayam untuk meringankan tingkat peradangan serta stres oksidatif yang dialami wanita menopause. Para peneliti ingin menyelidiki apakah keduanya mampu memperlambat efek penuaan dengan cara menyeimbangkan hormon secara alami.

90 wanita pasca menopause antara usia 45 – 60 tahun dipilihan dan dibagi dalam 3 kelompok yang diberikan suplemen dalam dosis berbeda. Hasilnya memperlihatkan bahwa suplemen daun kelor dan bayam menyebabkan peningkatan signifikan terhadap tingkat antioksidan disertai penurunan signifikan pada tingkat stres oksidatif.

Lebih jauh lagi, kendali glukosa darah selama puasa juga lebih baik dan didapati juga ada peningkatan hemoglobin yang positif. Berdasarkan hasil positif tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa kedua tanaman ini memang berpotensi membantu memulihkan dan mencegah dampak penuaan serta perubahan hormon secara alami.

Daun kelor juga dapat mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh selama masa kehamilan serta meningkatkan produksi ASI selama masa menyusui.

3. Memperbaiki Kesehatan Pencernaan

Karena mengandung anti-inflamasi, daun kelar telah digunakan sejak dulu sebagai obat tradisional untuk mencegah atau mengatasi sakit maag, penyakit hati, kerusakan ginjal, infeksi jamur (misalnya kandida), serta keluhan pencernaan.

Minyak tanaman kelor umumnya digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi hati sehingga membantu detoksifikasi zat-zat berbahaya dari dalam tubuh, seperti racun logam berat. Daun kelor juga mampu membantu mengatasi batu ginjal, infeksi saluran urin, sembelit, penumpukan cairan (edema), dan diare.

4. Menstabilkan Kadar Gula Darah

Daun kelor mengandung asam chlorogenic yang diketahui sanggup membantu mengendalikan kadar gula darah serta memungkinkan sel-sel untuk mengambil atau melepaskan glukosa (gula darah) sesuai kebutuhan. Karena itu bisa dibilang bahwa daun kelor bersifat anti-diabetes dan penyeimbang hormon alami. Ada juga kandungan senyawa isothiocyanates yang juga dikaitkan dengan perlindungan alami terhadap diabetes.

Suatu studi yang dimuat International Journal of Food Science Technology mendapati bahwa daun kelor memiliki dampak positif pada kendali glukosa dan insulin pada pasien diabetes ketika mereka mengonsumsi daun kelor sebagai bagian dari menu makan tinggi karbohidrat.

Penelitian lain dilakukan oleh Biotechnology Institute di Sadat City University, Mesir, mendapati bahwa sifat anti-diabetes dari bubuk kelor dosis rendah (50 – 100 miligram per kg berat badan) membantu meningkatkan tingkat antioksidan serta produksi enzim di dalam hati, pankreas, dan ginjal dari tikus percobaan.

Kadar tinggi immunoglobulin, gula darah puasa, juga hemoglobin glikosilasi—ketiga tanda diabetes—juga didapati berkurang sebagai hasil konsumsi kelor yang diberikan pada tikus percobaan yang mengalami diabetes. Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia, namun dari hasil positif pengujian pada hewan bisa disimpulkan bahwa memang ada manfaat daun kelor bagi pencegahan atau pengobatan diabetes.

5. Melindungi dan Menutrisi Kulit

Daun kelor mengandung senyawa-senyawa antibakteri, antijamur, dan antivirus alami yang bakal melindungi kulit dari beragam infeksi. Beberapa khasiat daun kelor bagi kesehatan kulit misalnya: mengatasi penyakit kaki atlit, menghilangkan aroma badan tak sedap, mengurangi peradangan yang berkaitan dengan jerawat, mengobati infeksi atau abses, menghilangkan ketombe, mengatasi penyakit gusi, dan membantu menyembuhkan luka gigitan, luka bakar, kutil, dan luka lainnya.

Minyak kelor bisa dioleskan langsung ke kulit dan bermanfaat untuk membunuh bakteri di kulit. Dan di saat bersamaan juga berkhasiat untuk melembutkan dan melembapkan dengan cara mengembalikan lapisan kelembapan alami kulit.

6. Menstabilkan Mood dan Melindungi Kesehatan Otak

Sebagai sumber makanan kaya protein dan asam amino triptofan, tanaman kelor bermanfaat bagi fungsi-fungsi neurotransmitter otak, termasuk yang bertugas memproduksi hormon serotonin (pemicu perasaan senang). Kelor kaya akan kandungan antioksidan dan senyawa yang memperbaiki kesehatan tiroid, sehingga juga berkhasiat untuk menjaga tingkat energi sekaligus mengatasi kelelahan, depresi, libido rendah, mood labil, dan insomnia.

Telah dibuktikan melalui sejumlah besar penelitian ilmiah bahwa memang ada banyak khasiat daun kelor yang cukup mengagumkan. Untuk mendapatkan manfaatnya, daun kelor biasanya diolah menjadi teh herbal dengan cara menyeduh daun yang sudah dikeringkan dalam air panas sehingga melepaskan senyawa-senyawa aktif spesialnya.

Daun kelor kering juga dapat digiling menjadi bubuk yang bisa disimpan lebih lama. Atau bisa juga diambil esktraknya untuk dikonsumsi dalam bentuk kapsul suplemen. Tidak ada rekomendasi dosis konsumsi daun kelor karena sifatnya hanya sebagai suplemen herbal. Yang pasti sebaiknya dikonsumsi secukupnya saja dan tidak berlebihan jika ingin merasakan manfaat daun kelor tanpa perlu khawatir dengan efek samping apa pun.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register