6 Jenis Herbal Antivirus Terbaik untuk Mendukung Sistem Imun Anda

671

Diedit:

Belakangan ini, tren mencari pengobatan alami untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan semakin populer seraya ilmu pengobatan alami mulai menyusul ilmu pengobatan medis. Ada banyak penelitian yang berfokus pada manfaat dari metode pengobatan alami yang dibandingkan dengan efek samping dari obat-obatan kimiawi.

Akan tetapi, ada kebenaran dasar bahwa ilmu pengetahuan telah sejak lama menyadari bahwa virus pada dasarnya adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan—mereka telah ada selama miliaran tahun, bahkan mungkin mendahului keberadaan manusia. Virus telah bermutasi dari waktu ke waktu, berubah bentuk, tetapi pengobatan modern sudah mampu menangani virus yang juga semakin modern tersebut.

Sayangnya, karena sifat alami virus yang terus bermutasi, virus akhirnya terus berubah menjadi semakin kebal terhadap obat-obatan modern. Hal ini membuat para ahli kemudian berpikir bahwa diperlukan strategi yang sama sekali baru dalam mengatasi virus. Namun suatu pandangan unik juga terpikirkan, yaitu bahwa sebenarnya kita perlu meninjau kembali strategi lama dalam mengatasi virus—menggunakan herbal sebagai antivirus.

Herbal Antivirus Tidak Memicu Kekebalan terhadap Obat

Ada satu istilah yang menimbulkan ketakutan di banyak kalangan medis, yaitu “kebal obat”. Infeksi penyakit yang menjadi kebal (resisten) terhadap berbagai jenis obat sangatlah sulit untuk diobati dan seringkali berakhir dengan kematian. Badan Centers for Disease Control and Prevention mendefinisikan resistensi antivirus sebagai cara suatu virus bermutasi sehingga “obat antivirus menjadi kurang efektif atau bahkan sama sekali tidak efektif mengatasinya”.

Anda mungkin berpikir bahwa saat ini ilmu pengobatan modern telah mampu menciptakan obat yang ampuh mengatasi sakit flu biasa. Namun pada kenyataannya, ilmu pengobatan sama sekali belum sanggup menciptakan obat pembunuh virus flu.

Dengan cara yang serupa, virus influenza terus-menerus bermutasi—dan sebagai akibatnya vaksin flu harus terus-menerus diperbarui dari tahun ke tahun. Dijelaskan oleh Journal of Traditional and Complementary Medicine, infeksi virus merupakan problem kesehatan serius yang dihubungkan dengan penyakit kronis seperti diabetes, kanker hati, dan penyakit Alzheimer.

Meskipun begitu, di alam tersedia dengan limpah herbal-herbal antivirus yang efektif bila dimanfaatkan untuk memerangi infeksi virus—dan tidak memicu resistensi virus terhadap obat—kemungkinan karena herbal memiliki susunan komponen molekul aktif yang luas, tidak seperti obat kimiawi yang hanya memiliki susunan molekul tunggal.

Baca juga:  Acyclovir: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Sampai sejauh ini, diduga bahwa mutasi tunggal bisa membuat suatu mikroorganisme menjadi kebal terhadap suatu molekul—namun hal ini sulit dilakukan oleh organisme tersebut untuk mengembangkan kekebalan terhadap beberapa komponen molekul aktif sekaligus.

6 Jenis Herbal Antivirus Terbaik

Berikut ini 6 jenis herbal terbaik bila dimanfaatkan sebagai obat antivirus alami beserta referensi penelitian yang membuktikan kemampuannya.

  • Oregano

    Tanaman ini bukan hanya populer karena aroma harumnya yang sering disajikan dalam berbagai hidangan, tetapi juga memiliki sifat antivirus yang ampuh berkat kandungan senyawa carvacrol yang dimilikinya. Menurut penelitian yang dimuat oleh Brazilian Journal of Mircrobiology, carvacrol merupakan senyawa utama yang ditemukan dalam minyak esensial Oregano dan mampu menghambat aktivitas virus-virus yang sudah mengembangkan kekebalan terhadap obat, mulai dari virus herpes simpleks sampai virus saluran pernapasan pada manusia.

  • Bawang Putih

    Bawang putih sudah sejak lama terkenal karena sifat antibakteri-nya yang kuat. Tetapi bagaimana dengan kemampuannya dalam melawan infeksi virus? Bawang putih adalah lawan yang kuat untuk memerangi virus. Dua penelitian lawas yang diterbitkan pada tahun 1985 dan 1992 membuktikan potensi bawang putih untuk mengatasi influenza.

    Penelitian pada tahun 1985 mempelajari kemampuan ekstrak bawang putih dan menemukan bahwa herbal ini sanggup melawan influenza tipe B. Hasil yang serupa terlihat dalam penelitian tahun 1992, dimana ekstrak bawang putih segar terbukti membunuh berbagai jenis virus, termasuk virus herpes simpleks. Belakangan, penelitian di tahun 2001 membuktikan bahwa bawang putih sanggup meningkatkan sistem imun tubuh yang membantu memerangi infeksi virus.

  • Elderberry

    Selama berabad-abad, Elderberry telah digunakan untuk mengatasi flu serta mengobati luka terbuka. Sebuah penelitian modern di tahun 2012 oleh Kinoshita menemukan bahwa jus Elderberry mampu meningkatkan respon sistem imun tubuh terhadap virus influenza pada manusia (alias virus flu), sehingga mampu melindungi tubuh dari ancaman infeksi virus.

  • Echinacea

    Echinacea adalah tanaman herbal antivirus asli Amerika yang telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengatasi luka dan infeksi. Herbal antivirus ini dijuluki “penyembuh segala sakit”. Sebuah publikasi terbaru oleh Ross menyimpulkan bahwa ekstrak Echinacea dapat meringankan sakit pilek yang berkepanjangan serta mengurangi kebutuhan penderitanya untuk mengonsumsi obat tambahan. Ross menyimpulkan bahwa Echinacea bisa menjadi obat antivirus yang efektif dalam mengendalikan dan mencegah sakit pilek biasa.

  • Calendula

    Menurut badan National Institutes of Health, bunga Calendula (alias Marigold) biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi kejang otot, demam, serta nyeri dan pembengkakan. Hanya ada beberapa penelitian yang berfokus pada kemampuan herbal ini sebagai antivirus. Salah satu yang paling menonjol adalah penelitian yang diterbitkan oleh Kalvatchev, Walder, dan Garzaro, yang menyimpulkan bahwa ekstrak Calendula organik berpotensi sebagai obat antivirus HIV. Ekstrak ini dapat secara signifikan mengurangi aktivitas HIV dan memperlambat perkembangannya.

  • Noni Juice

    Sayangnya obat herbal HIV yang sudah diakui secara klinis belum mampu sepenuhnya menghentikan laju kehidupan virus apalagi mengatasi penyakit sampai tuntas, termasuk beragam jenis herbal yang terkenal sebagai salah satu sumber daya tahan tubuh terbaik.

    Namun secara umum beberapa obat herbal HIV bisa Anda manfaatkan untuk memberi efek positif mencegah penyebaran virus sekaligus menurunkan risiko munculnya penyakit AIDS. Setidaknya dengan demikian mereka yang sudah mendapat vonis HIV positif masih memungkinkan menjalani hidup yang normal.

    Sistem kekebalan tubuh Anda adalah benteng yang melindungi tubuh dari lingkungan luar dengan menciptakan barisan pertahanan untuk menghalangi masuknya virus ke dalam. Kadang-kadang virus “penjajah” tersebut dapat melewati garis pertahanan pertama dan itulah saatnya bagi sistem kekebalan tubuh bekerja mendeteksi dan menyingkirkan penjajah tersebut sebelum mereka berkembang-biak dan menyebabkan masalah serius. Sel-sel darah putih merupakan komponen utama dari sistem kekebalan tubuh dan tugas mereka adalah untuk menghancurkan “penjajah” asing tadi.

    Tugas tersebut dilakoni oleh sel-sel darah putih dengan memproduksi antibodi-antibodi pelindung yang akan mengepung “penjajah” asing itu dan melahapnya sebelum dia dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh.

    Jika Anda ingin mendapat informasi lebih lengkap mengenai Noni juice, silakan kunjungi artikel berikut: Noni Juice Herbal Teruji.

Setelah mengetahui bahwa ternyata herbal-herbal antivirus ini bisa bekerja lebih efektif dibandingkan obat kimiawi, bagaimana pandangan Anda sekarang terhadap pengobatan alami?

Beberapa orang yang tadinya skeptis terhadap pengobatan alami secara perlahan akhirnya berubah pandangan dan mulai tertarik mencobanya. Tidak mengherankan bila tren pengobatan alami belakangan ini semakin populer, menyusul semakin banyaknya penelitian-penelitian mengenai efektivitas herbal sebagai antivirus alami.

Advertisement
Alinesia