Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Karbohidrat untuk Diabetes Karbohidrat untuk Diabetes 123rf

18 Jenis Karbohidrat untuk Diabetes yang Terbaik—Bagian 1

Begitu dokter mengatakan Anda mengidap diabetes, maka saat itulah Anda berasumsi Anda akan hidup tanpa gula. Dan kemudian menemukan informasi yang tampaknya semakin memperburuk situasi, kalau karbohidrat juga menjadi pantangan Anda.

Seburuk itukah situasi yang harus Anda hadapi? Sebenarnya tidak, mungkin yang perlu Anda pahami dulu adalah tidak semua karbohidrat buruk untuk pasien diabetes. Dan seburuk apapun kadar gula dalam darah Anda, faktanya tubuh Anda secara alami tetap membutuhkan sumber energi.

Mungkin Anda memang harus hapus donat favorit Anda dari list makanan yang boleh Anda makan. Tapi masih banyak sumber karbohidrat lain yang sepenuhnya aman bahkan dianggap baik untuk pengidap diabetes.

Kenapa Karbohidrat Berbahaya bagi Diabetes?

Sementara kebanyakan orang mungkin langsung bisa menerima ketika mereka diminta untuk menghindari gula, tak semua orang dengan mudah menerima permintaan dokter untuk mengatur ulang kadar karbohidrat yang mereka konsumsi.

Kenapa seorang dengan diabetes perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi karbohidrat? Kenapa karbohidrat untuk diabetes bisa berbahaya? Apa yang terjadi dengan karbohidrat dalam tubuh manusia?

Pada dasarnya karbohidrat secara menyeluruh tidak berbahaya. Hanya komponen zat pati dari karbohidrat saja yang kemudian oleh tubuh akan diolah menjadi glukosa. Dan inilah yang perlu Anda waspadai.

Sebagaimana dijelaskan dalam American Diabetes Association, karbohidrat pada dasarnya terbagi dalam serat , pati dan komponen gula itu sendiri.  Dan khusus untuk zat pati, jenis karbohidrat ini bisa Anda temukan dalam segala jenis makanan legum, termasuk beras, gandum, oat, barley, jagung, kentang dan lain sebagainya.

Sebenarnya, makanan karbohidrat ini justru memiliki keistimewaan. Jenis ini memiliki 3 lapisan yang justru membuatnya sehat dan aman dikonsumsi. Karena terdiri dari lapisan kulit yang mengandung serat tinggi, lapisan ari yang kaya vitamin dan bagian inti yang kaya pati.

Jenis legum ini baru dikatakan tidak aman ketika Anda konsumsi tanpa kulit dan ari, sehingga hanya pati yang masuk ke dalam tubuh Anda. Sementara justru serat dan ari yang akan membantu menghambat proses pembentukan glukosa dari pati dan membantu menurunkan kadar glukosa yang sudah ada dalam tubuh.

Sebenarnya, ketika dikatakan karbohidrat merupakan sumber energi, maka formula pati yang telah diubah menjadi glukosa inilah yang kemudian disebut sebagai formula yang siap diubah menjadi energi.

Sel-sel dalam tubuh akan menarik glukosa dari dalam darah untuk kemudian akan diubah menjadi energi. Proses ini melibatkan insulin yang menjadi sinyal keberadaan glukosa dalam darah.

Hanya saja, kondisi tersebut menjadi masalah pada penderita diabetes, karena sejumlah aspek kebutuhan energi dan daya serap glukosa dari tiap-tiap sel tidak mampu mengimbangi tingginya kadar glukosa dalam darah. Kondisi yang kemudian merujuk pada hiperglikemia atau kelebihan gula dalam darah. Inilah sebabnya karbohidrat untuk diabetes bisa berbahaya.

Karbohidrat untuk Diabetes yang Aman

Untuk memastikan sejauh mana Anda aman mengonsumsi karbohidrat, akan dilihat dari sejauh mana pengaruh asupan karbohidrat yang Anda konsumsi akan menaikan kadar gula dalam darah.

Biasanya kondisi ini dinilai dengan menggunakan glikemik indeks. Menurut LIVESTRONG, ada penilaian dari 0 – 100 untuk melihat sebaik apa sebuah asupan aman untuk diabetes. Pada glikemik Indeks (GI) di bawah 55 maka makanan tersebut secara umum aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Dan dari begitu banyak pilihan karbohidrat yang tersedia, beberapa di antaranya justru dikatakan aman bahkan disarankan untuk dikonsumsi oleh mereka pengidap diabetes dengan nilai GI yang di bawah 55.

Apa saja pilihan karbohidrat untuk diabetes yang direkomendasikan? Berikut beberapa di antaranya.

Beras Berwarna

Selama ini Anda mungkin lebih terbiasa dengan beras putih bukan? tetapi belakangan di pasaran mulai banyak beredar beras hitam, beras cokelat dan beras merah. Dan rupanya memang jenis beras-beras ini dikatakan memiliki manfaat lebih baik untuk pengidap diabetes.

Pada dasarnya beras-beras berwarna ini mengandung ari yang lebih tebal dibandingkan kebanyakan beras putih. Dan itu artinya memiliki komponen nutrisi vitamin yang lebih unggul. Nilai GI dari keduanya berada di level 50.

Di sisi lain sebagaimana dijelaskan dalam LIVESTRONG.COM, warna dalam beras menambahkan komponen anti oksidan dan zat besi dalam beras. Semakin gelap beras, semakin tinggi kadar antoksidan antosianin yang terbukti baik meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Selain juga mengandung kadar kalori yang jauh lebih rendah dari beras putih.

Beras cokelat sendiri sebenarnya adalah beras putih biasa yang dipanen tanpa mengangkat kulit terluarnya. Ini membuat beras cokelat sama baiknya dengan gandum utuh karena kaya akan serat. Anda juga kini bisa menemukan beras hitam dan beras merah yang dijual dalam bentuk utuh.

Kentang

Pada dasarnya kentang bisa dikatakan sebagai asupan medium untuk Anda yang mengidap diabetes. Tak sepenuhnya aman, apalagi mengingat kebiasaan kebanyakan orang yang mengolah kentang dengan cara-cara yang membuatnya mengalami kenaikan kadar kalori. Sebut dengan di goreng atau dengan ditambahkan keju mozarella.

Kadar GI dalam kentang secara umum mencapai 53 – 55 dengan kadar kalori hanya 76 kal pada 100 gramnya atau sekitar 1/2 ukuran 1 butir kentang. Tidak rendah, tetapi relatif sedang dan masih aman untuk pengidap diabetes selama mereka tidak mengasupnya dengan tambahan yang kaya kalori.

Dalam laman diabetic connect, dikatakan pasien diabetes sebenarnya aman mengonsumsi kentang. Lebih aman dari nasi dan roti putih. Konsumsi dengan kulit arinya karena di sana tersimpan komponen anti oksidan dan serat oligosakarida yang sangat sehat. Oligosakarida baik untuk membantu mengendalikan daya serap tubuh terhadap glukosa.

Masalah terbesar dari kentang justru terletak pada pengolahannya. Kentang sendiri relatif aman, hanya ketika Anda goreng sebagai menjadi stik kentang, menjadi keripik atau Anda olah dengan limpahan keju, disaat itulah sebenarnya kentang menjadi pantang untuk Anda konsumsi.

Ubi

Sementara kentang dikatakan masih mengandung kalori yang lebih tinggi, rupanya kerabatnya ubi-ubian malah dianggap lebih sehat untuk penderita diabetes. Meski memiliki rasa lebih manis dari kentang, justru ubi lebih sehat untuk pasien diabetes.

Salah satu penyebabnya karena ubi pada umumnya memiliki warna yang lebih kuat sehingga dipastikan juga mengandung komponen anti oksidan yang lebih tinggi. Dalam jenis ubi ungu malah ditemukan kadar antosianin yang tinggi, yang telah dijelaskan sebelumnya sangat baik untuk penderita diabetes.

Dalam MedicalNewsToday, juga dijelaskan bahwa kadar kalori dalam seporsi ubi relatif sangat rendah, hanya dikisaran 103 kalori. Sedang di dalamnya terkandung komponen serat yang lebih tinggi dari kentang dan kaya pula dengan vitamin dan mineral. Juga terdapat komponen protein yang bebas sama sekali dari lemak.

Tak perlu khawatir dengan rasa manis dalam ubi karena sejumlah riset memastikan bahwa rasa manis dalam ubi relatif masih aman untuk pengidap diabetes. Ini karena komposisi seratnya yang tinggi membantu tubuh menahan proses penyerapan gula berlebihan.

Oatmeal

Yang satu ini mungkin Anda sendiri sudah mulai cukup familiar. Jenis grain yang terbuat dari tanaman oat ini dikenal kaya akan serat dengan komponen nutrisi yang tinggi. Dilengkapi dengan kadar kalori yang relatif sangat rendah.

Jenis bebas gluten ini mengandung serat sangat tinggi, dengan komponen asam lemak yang baik. Dalam laman healthline, diungkap bahwa oat mengandung komponen serat beta glucan yang menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Juga mengandung jenis antioksidan khusus bernama avenanthramides yang terbukti baik untuk memperbaiki sirkulasi darah dan tekanan darah. Dan terbukti pula meningkatkan sensitivitas insulin.

Dan yang menarik dalam oatmeal tersimpan komponen anti inflamasi yang kuat. Ini sangat membantu pada pasien diabetes yang tengah mengalami kasus inflamasi dan luka berkepanjangan.

Menurut informasi LIVESTRONG.COM, dikatakan bahwa untuk semangkuk bubur oatmeal yang terbuat dari rebusan biji oat dengan air tanpa gula dalam porsi 200 gram mengandung kadar kalori sebesar 150 kal dan dengan nilai GI sebesar 50.

Menariknya, Anda bisa padukan oatmeal dengan beberapa jenis berry, pisang atau susu rendah lemak untuk membantu meningkatkan kualitas nutrisi dalam asupan Anda. Sebuah pilihan tepat dan sehat untuk sarapan memulai hari.

Gandum Utuh

Tak afdol jika tak memasukan yang satu ini dalam daftar karbohidrat untuk diabetes, bukan? Gandum utuh adalah bentuk terbaik untuk Anda bisa menikmati gandum dengan lebih sehat. Mengandung komposisi yang sama dengan beras cokelat, seperti pati, ari yang kaya vitamin dan mineral dan memiliki lapisan kulit yang kaya serat.

Dalam laman everyday HEALTH, dikatakan bahwa komponen serat dalam gandum utuh sangat membantu menghambat proses penyerapan gula dari zat pati dalam gandum.

Meningkatkan kadar lipid sehingga meningkatkan kadar HDL kolesterol yang pada akhirnya membantu tubuh memperbaiki metabolisme dan daya serap sel terhadap glukosa.

Selain kadar kalori dalam gandum utuh terbilang rendah hanya sekitar 260 kal per 100 gram. Dengan kadar serat yang tinggi gandum utuh justru membantu Anda mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Jagung

Di pasaran pada dasarnya tersedia dua jenis jagung, kita biasa menyebutnya jagung manis dan jagung bulir. Jagung manis mengandung kadar fruktosa yang lebih tinggi dengan sebagian lainnya adalah sukrosa.

Sedang jagung bulir memiliki rasa lebih tawar dan warna lebih pucat. Rasa tawar ini menandakan jagung jenis ini mengandung gula lebih rendah, tetapi juga komponen anti oksidan lebih rendah.

Anda dengan kondisi diabetes sebaiknya mengurangi atau malah menghindari asupan dari jagung manis mengingat komposisi gula di dalamnya yang relatif tinggi. tetapi untuk jenis jagung bulir, dalam skala moderat jelas lebih aman.

Selain rendah gula, jenis jagung bulir juga memiliki kadar serat relatif tinggi. Jagung memang tidak mengandung kulit luar atau sekam sebagaimana pada gandum atau beras, tetapi komponen serat dalam jagung juga tak kalah bersaing. Menurut LIVESTRONG.COM, ini adalah pilihan yang jauh lebih sehat dari roti tawar atau nasi putih.

Masih ada beberapa jenis asupan sumber karbohidrat untuk diabetes yang aman bagi para pengidap diabetes. Nantikan informasi selengkapnya di ulasan artikel bagian kedua.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register