14 Makanan Untuk Mempercepat Penyembuhan Cedera Akibat Olahraga: Bagian 1


By Cindy Wijaya

Rasanya memang sangat mutlak untuk mencantumkan aktivitas fisik dan olahraga ke dalam daftar harian Anda ketika Anda ingin menjalankan gaya hidup sehat.Jelas bahwa Olahraga adalah satu bagian penting dari gaya hidup sehat.

Namun olahraga sendiri bukan tanpa risiko. Faktanya dibalik segala bentuk aktivitas fisik yang membakar kalori dan membentuk otot itu, ada sejumlah ancaman cedera yang bisa saja mengancam.

Cedera akibat olahraga kadang tidak berakibat fatal, masalah cedera bisa saja sembuh dalam waktu singkat. Namun beberapa keluhan cedera ternyata juga bisa saja menyebabkan masalah jangka panjang yang sulit di atasi. Beberapa bahkan menyisakan cedera jangka panjang yang berisiko menyebabkan masalah pada aktivitas fisik Anda sehari-hari.

Karenanya penting untuk Anda tau, bahwa sebenarnya mengatasi cedera akibat olahraga memerlukan upaya yang berkesinambungan yang perlu pula dilakukan dengan langkah cepat. Kadang perawatan dan terapi-terapi fisik lain tak cukup mengatasi masalah. Tidak jarang malah salah langkah dalam memilih terapi fisik bisa menyebabkan keluhan berkembang menjadi lebih serius.

Menurut Modernmedicine.com proses penyembuhan cedera akan berkaitan dengan 3 frase, yakni frase penyembuhan inflamasi, frase proliferasi sel dan frase remodelling sel. Dan untuk itu, Anda jelas membutuhkan lebih dari sekedar terapi fisik, tetapi juga diet khusus yang membantu mempercepat proses penyembuhan. Dan beberapa jenis sumber makanan berikut adalah pilihan terbaik yang perlu Anda masukan dalam diet khusus untuk mempercepat penyembuhan cedera akibat olahraga.

1. Makanan Kaya Vitamin K

Vitamin K memiliki peran besar dalam membekukan darah. Kandungan vitamin K yang tinggi dalam darah akan membantu luka lebih cepat mengering dan ini adalah kondisi penting pertama yang harus Anda pastikan ketika luka terjadi. Ketika luka tak kunjung kering, luka jadi rentan mengalami infeksi. Selain itu vitamin K juga penting untuk proses penyerapan kalsium pada tulang, serta proses pembentukan sejumlah enzim penyerap protein.

Jadi vitamin K adalah hal pertama yang perlu Anda pastikan berada dalam level aman ketika tubuh Anda mengalami cedera. Vitamin K berperan mulai dari awal cedera terbentuk sampai proses penyembuhan dan pembentukan sel baru. Ini sempat kami jelaskan dalam ulasan kami mengenai vitamin K di artikel ‘Ternyata Ada Begitu Banyak Manfaat Vitamin K.’

Untuk mendapatkan asupan vitamin K Anda membutuhkan beberapa sumber makanan seperti sayuran hijau, jenis kubis-kubisan, brokoli, kembang kol, seledri asia, oregano, asparagus, buncis dan masih banyak lagi. Buah-buahan dalam keluarga berry seperti raspberry, strawberry termasuk pula Noni juga mengandung vitamin K.

2. Makanan Kaya Protein

Cedera yang paling lazim terjadi akibat aktivitas fisik adalah terkilir. Sebenarnya terkilir terjadi ketika otot pada tubuh mengalami luka, sobekan atau penyumbatan yang menyebabkan otot membengkak dan inflamasi.

Dan untuk mempercepat proses regenerasi sel pada otot, Anda jelas membutuhkan protein. Karena protein adalah komponen utama dari pembentukan otot. Dengan mengonsumsi protein dengan lebih optimal diharapkan proses perbaikan pada jaringan otot yang terluka bisa lebih cepat dilakukan.

Selain itu, ketika Anda mengalami masalah dengan otot, maka otomatis Anda akan mengurangi aktivitas fisik Anda. Otot akan mengalami penurunan massa akibat aktivitas yang berkurang. Protein yang Anda asup akan mencegah penurunan yang berlebihan pada massa otot dan mencegah lemak menggantikan massa otot yang berkurang.

Kinerja protein terhadap perawatan otot ini bisa Anda temukan dalam sejumlah jurnal seperti pada publikasi Sport Medicide 2015, ‘Nutritional Support for Exercise-Induced Injuries.’

3. Makanan Kaya Serat

Masalah lain yang kerap mengganggu selama Anda mengalami cedera adalah berkurangnya aktivitas fisik pada area otot yang cedera. Ini kerap menimbulkan masalah pasca proses penyembuhan berakhir, yakni terbentuknya massa lemak pada area otot. Ini membuat tubuh menjadi kehilangan kepadatannya.

Serat akan membantu mencegah terbentuknya massa lemak menggantikan massa otot yang hilang akibat berkurangnya aktivitas fisik selama masa cedera. Karena kadar serat yang tinggi juga akan menurunkan masuknya kalori berlebihan dalam tubuh yang jelas berkaitan dengan masalah lemak.

Bukan hanya itu, ternyata terbukti kalori yang berlebihan juga akan memperlambat proses penyembuhan luka. Ini dijelaskan dalam The American Journal Of Clinical Nutrition tahun 2007 dengan tajuk ‘Calorie restriction accelerates the catabolism of lean body mass during 2 wk of bed rest.’

4. Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C berperan sangat besar dalam proses penyembuhan luka dan cedera akibat olahraga. Ini berkaitan dengan peran vitamin C dalam proses pembentukan senyawa kolagen. Kolagen sendiri memiliki peran dalam proses regenerasi tulang, kulit, jaringan tubuh termasuk otot dan tendon.

Selain itu, vitamin C memiliki kemampuan sebagai anti inflamasi. Dijelaskan dalam laman Authoritynutrition.com bahwa vitamin C akan membantu meningkatkan kinerja imunitas untuk melawan inflamasi. Ini akan mencegah kondisi inflamasi memburuk dan sekaligus mengatasi inflamasi itu sendiri.

Upayakan untuk memilih asupan vitamin C alami dari buah-buahan karena beberapa pandangan melihat manfaat vitamin C alami yang beberapak kali lebih baik dari vitamin C dalam suplemen. Ini karena terbukti tubuh lebih efektif dalam menyerap vitamin C alami dan beberapa fakta yang mengarah pada adanya efek residu dari vitamin C suplemen terhadap kesehatan tubuh secara general.

5. Asam Lemak Omega 3

Bicara soal luka dan cedera ternyata juga bicara soal asam lemak. Sebelumnya kami sampaikan penting untuk mencegah tubuh Anda tidak membentuk lapisan massa lemak pada tubuh. Tetapi pernyataan tersebut tidak lantas membuat Anda jadi menghindari lemak. Karena ternyata beberapa jenis lemak justru membantu proses penyembuhan cedera.

Salah satunya adalah asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 yang lazim Anda dapatkan pada jenis minyak ikan dan daging ikan-ikanan laut dalam ini ternyata justru membantu mencegah inflamasi berkembang menjadi lebih buruk.

Dijelaskan dalam Advances in Food and Nutrition Research tahun 2012 bertajuk ‘Health benefits of n-3 polyunsaturated fatty acids: eicosapentaenoic acid and docosahexaenoic acid’ bahwa terdapat kemampuan anti inflamasi dalam sejumlah makanan dengan kandungan asam lemak omega 3.

Dijelaskan pula dalam riset lain The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2011 bertajuk ‘Dietary omega-3 fatty acid supplementation increases the rate of muscle protein synthesis in older adults: a randomized controlled trial’ bahwa asam lemak omega 3 bisa membantu meningkatkan daya serap tubuh terhadap protein dan mendorong sel-sel otot memaksimalkan penarikan asam amino untuk membentuk sel otot baru.

Perhatikan pula untuk memastikan kadar asupan omega 3 dan 6 Anda dalam komposisi 3 : 1. Berlebihan dengan asam lemak omega 6 ternyata justru bisa meningkatkan risiko memburuknya kondisi inflamasi.

Masih ada setidaknya 9 jenis makanan lain yang perlu Anda konsumsi ketika Anda dalam proses penyembuhan cedera akibat olahraga. Nantikan juga informasi lebih lanjut mengenai 9 asupan penting lain mengenai penyembuhan cedera di seri artikel bagian kedua.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}