Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Meningkatkan Sensitivitas Insulin Meningkatkan Sensitivitas Insulin Shutterstock

14 Cara Meningkatkan Sensitivitas Insulin—Bagian II

Pada artikel bagian pertama, kami telah mengulas mengenai bagian pertama cara untuk meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Kami akan melanjutkan ulasan yang tertunda tersebut dalam pembahasan kali ini.

Telah kami singgung sebelumnya, bagaimana pentingnya peran insulinbagi kinerja dan fungsi tubuh, terutama terkait dengan metabolisme. Bahwa insulin menjadi kunci penyaluran sumber bahan baku energi, yakni glukosa dari darah menuju seluruh sel tubuh. Glukosa yang terserap inilah yang kemudian diubah menjadi energi untuk menjalankan fungsi tubuh.

Mekanisme ini seharusnya berjalan normal untuk bisa memastikan setiap organ dan sel dalam tubuh mendapat suplai energi memadai. Juga seharusnya berjalan normal untuk memastikan kadar glukosa dalam darah tidak berlebihan.

Karena ternyata kadar glukosa berlebihan pada darah atau hiperglikemik bisa berakibat buruk pada fungsi sirkulasi darah, kemampuan darah dalam mengangkut nutrisi dan oksigen juga terhadap fungsi sistem saraf.

Masalahnya kadang fungsi insulin ini tidak bekerja dengan normal, dimana sel menjadi resisten terhadap sinyal insulin. Akibatnya sel-sel tidak mampu membaca perintah untuk menyerap glukosa dari dalam darah.

Kondisi ini bisa merujuk pada gangguan pada sel-sel tubuh akibat tingginya kadar glukosa dalam darah. Akibatnya sel telah menyerap glukosa dalam kadar lebih untuk kemudian tidak mampu lagi menyerap glukosa yang masih tersisa. Situasi berketerusan ini memicu sel menjadi resisten terhadap sinyal insulin pada jangka panjang.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa sebenarnya situasi resisten dari sel terhadap sinyal insulin masih mungkin diatasi dengan beberapa langkah. Tentu saja diluar aspek pengobatan. Anda bisa imbangi beberapa cara berikut dengan terapi pengobatan diabetesyang disarankan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dan berikut adalah lanjutan cara meningkatkan sensitivitas sel terhadap sinyal insulin.

  • Konsumsi kayu manis

    Kayu manisbekerja lebih dari sekedar herbal dan rempah lainnya dalam kasus resistensi terhadap insulin, meski diakui sebenarnya kayu manis masuk dalam kategori herbal dan rempah. Ada manfaat yang lebih dari rempah ini terhadap pasien diabetesyang patut menjadi catatan di sini.

    Dalam ulasan yang diungkap Nutrition Journal tahun 2015 dengan jurnal The glycaemic outcomes of Cinnamon, a review of the experimental evidence and clinical trials dikatakan bahwa kayu manis memiliki manfaat untuk menurunkan kadar glukosa darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.

    Dikatakan pula pada AUTHORITY NUTRITION, bahwa dengan mengonsumsi ½ sampai 3 sendok teh kayu manis setiap hari akan membantu menurunkan kadar glukosa darah dengan efektif, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

    Kayu manis akan bekerja meningkatkan kinerja reseptor untuk glukosa pada sel untuk lebih efisien dalam mengangkut gula dari dalam darah. Sedang riset lain menunjukan adanya kemampuan komponen dalam kayu manis untuk meniru perilaku insulin, sehingga sebenarnya kayu manis efektif bekerja untuk kasus diabetes tipe 1 dan 2 sekaligus.

  • Konsumsi cuka apel

    AUTHORITY NUTRITION juga menunjukan bahwa cuka apelbisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Riset yang diungkap dalam American Diabetes Association dengan jurnal Vinegar Improves Insulin Sensitivity to a High-Carbohydrate Meal in Subjects With Insulin Resistance or Type 2 Diabetes menjadi dasar kuat pandangan tersebut.

    Diungkap bahwa cuka apel memberi manfaat untuk menunda penyerapan karbohidrat dan gula ke dalam usus, sehingga memberi waktu bagi glukosa masuk ke dalam aliran darah. Kondisi yang membantu tubuh untuk tidak mengalami kenaikan glukosa yang terlalu tinggi dan menghindari naiknya insulin pada skala berlebihan.

    Rutin mengonsumsi cuka apel akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin antara 19% untuk penderita diabetes tipe 2 dan mencapai peningkatan 34% pada mereka yang hanya memiliki masalah resistensi insulin.

  • Kurangi konsumsi karbohidrat

    Bila Anda kira gula yang tersimpan dalam darah hanya datang dari asupan makanan manis yang Anda konsumsi, maka Anda salah. Karena sebenarnya sebagian porsi glukosa dalam darah justru datang dari karbohidrat yang Anda asup. Karbohidrat juga nantinya akan diubah menjadi gula oleh tubuh manusia.

    Karenanya disarankan untuk mengendalikan asupan karbohidrat dalam pola makan Anda. Semakin banyak karbohidrat, semakin banyak gula akan diproduksi, dan semakin tinggi kadar gula dalam darah. Kondisi yang akan mendorong pankreas memproduksi insulin berlebihan. Ketika itulah sel-sel menjadi resisten terhadap insulin.

    Dikatakan dalam ScienceDirect, dalam jurnal Diabetes mellitus and oxidative stress—A concise review, bahwa mengendalikan asupan karbohidrat akan membantu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.

    Konsumsi karbohidrat dalam porsi kecil, lakukan makan dengan lebih sering dengan porsi kecil-kecil dan hindari jenis karbohidrat dengan glikemik index yang tinggi. Ini akan menjadi cara terbaik membantu mengendalikan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

  • Hindari lemak trans

    Sementara Anda disarankan untuk mengurangi porsi karbohidrat, Anda juga disarankan untuk sangat membatasi dalam mengonsumsi lemak trans. Bahkan sebisa mungkin untuk menghindarinya sama sekali.

    Dikatakan bahwa lemak trans adalah jenis lemak jenuh yang dapat mendorong peningkatan kadar gula darah dan perlambatan metabolisme yang menyebabkan sel-sel tubuh semakin resisten terhadap insulin. Sebagaimana dijelaskan dalam The British Journal of Nutrition tahun 2005, Dietary trans fatty acids alter diaphragm phospholipid fatty acid composition, triacylglycerol content and glucose transport in rats.

    Menurut keputusan the US Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2015, seluruh makanan yang dijual bebas di Amerika harus sudah bebas dari lemak trans pertahun 2018. Karena lemak trans terbukti klinis memberi efek buruk yang signifikan bagi tubuh, sekaligus dapat menyebabkan sejumlah penyakit degeneratif dan mematikan.

  • Kurangi asupan gula

    Tentu saja, bila Anda sudah diminta mengendalikan asupan karbohidrat dan menhilangkan asupan lemak trans dalam menu Anda, kini Anda juga akan disarankan untuk mengendalikan asupan gula. Karena gula sendiri adalah aspek penyebab utama kenapa Anda menjadi resisten terhadap insulin.

    Gula, baik dalam bentuk sukrosa, glukosa maupun fruktosa akan sebagian diubah menjadi glukosa yang siap larut dalam darah. Semakin banyak gula tentu saja semakin banyak glukosa yang siap larut dalam darah. Ketika Anda hiperglikemik, maka pankreas mendorong produksi insulin yang akan bekerja menstimulasi sel menarik glukosa. Semakin banyak insulin, semakin banyak stimulan dan pada akhirnya justru menyebabkan sel menjadi resisten.

    Yang menarik, AUTHORITY NUTRITION juga mengungkap efek buruk fruktosa yang lebih dari sekedar menambah kadar gula dalam tubuh. Fruktosa mempengaruhi kinerja liver. Seharusnya ketika insulin lain, liver membacanya sebagai perintah untuk menyerap kelebihan gula dari dalam darah untuk dibuang. Hanya saja, karena efek fruktosa, liver tidak bisa optimal menarik gula dari dalam darah.

    Dijelaskan dalam ulasan The American Journal of Crinical Nutrition tahun 2016 dengan jurnal Effect of fructose consumption on insulin sensitivity in nondiabetic subjects: a systematic review and meta-analysis of diet-intervention trials, bahwa mengurangi fruktosa dalam 60 hari akan efektif meningkatkan sensitivitas insulin dan perbaikan fungsi liver.

  • Pastikan tidak kekurangan magnesium

    Magnesiumrupanya mengambil peran dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Dikatakan bahwa kekurangan magnesium akan berkaitan dengan masalah resistensi insulin. Mereka dengan masalah resistensi insulin pada umumnya memiliki kadar magnesium rendah.

    Beberapa pakar juga memberi advise untuk mengonsumsi suplemen magnesium. Suplemen magnesium terbukti bekerja efektif dan cepat dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sebagaimana diungkap pada Diabetes and Metabolism Reviews tahun 2004 dengan jurnal Oral magnesium supplementation improves insulin sensitivity in non-diabetic subjects with insulin resistance. A double-blind placebo-controlled randomized trial.

    Dikatakan bahwa magnesium memiliki peran penting pada kinerja reseptor insulin pada sel dan mempengaruhi kemampuan sel dalam menarik dan menyimpan gula. Juga berperan dalam proses pembentukan energi dari gula. Ini sebabnya kekurangan magnesium memicu resistensi insulin.

    Yang termasuk dalam asupan makanan kaya akan magnesium antara lain adalah sayuran hijau terutama bayamdan brokoli, yoghurt dan kefir, almond, biji bunga matahari, biji labu, biji wijen, alpukat, pisangdan masih banyak lagi.

Membiarkan tubuh Anda mengalami resistensi insulin berkelamaan akan menyebabkan kondisi diabetes tipe 2 yang permanen dan sulit diatasi. Anda selamanya akan terikat dengan obat dan diet yang mengikat. Belum lagi banyaknya efek samping kerusakan yang terjadi pada pasien diabetes menahun.

Karenanya sebelum kondisi Anda memburuk, coba atasi dengan beberapa cara meningkatkan sensitivitas insulin ini. Cara-cara di atas akan membantu Anda memperbaiki perilaku resisten sel terhadap sinyal insulin sekaligus memperbaiki kembali kadar glukosa darah pada titik normal. 

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register