10 Tips Mengurangi Kadar Hormon Stress yang Meninggi: Bagian 2

433
healthline.com

Diedit:

Kortisol adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal. Ketika tubuh merasakan sesuatu sebagai ancaman, tubuh akan memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol serta adrenalin. Boleh dibilang ini adalah alarm alami tubuh untuk menanggapi situasi-situasi genting.

Tubuh dapat menganggap stres sebagai ancaman, sehingga kortisol juga kerap kali dikenali sebagai hormon stress. Jika Anda terbiasa hidup dalam keadaan penuh stres, maka bisa jadi tingkat kortisol di dalam tubuh akan selalu tinggi. Hal ini tentunya sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh.

Hormon stress yang dibiarkan selalu tinggi akan meningkatkan risiko Anda mengalami kecemasan dan depresi, sakit jantung, sakit kepala, gangguan daya ingat dan konsentrasi, gangguan pencernaan, serta masalah bobot badan.

Jadi sangatlah penting untuk mengontrol kadar hormon kortisol demi menghindari akibat-akibat buruknya terhadap kesehatan. Artikel bagian pertama telah membahas 5 tips untuk menurunkan kortisol, sekarang mari kita bahas 5 tips berikutnya untuk mengurangi dan mengendalikan hormon kortisol.

1. Tertawa Seperti Anak Kecil

Tertawa sudah sejak dulu diketahui mampu membuat orang lebih bahagia, dan sekarang ini juga dikenal sebagai teknik untuk mengendalikan kadar hormon stress.

Tertawa lepas sebentar saja tampaknya sudah cukup berpengaruh pada kadar kortisol. Bahkan juga membantu menurunkan dua hormon stress lain—adrenalin dan dopac (senyawa kimia otak yang membantu memproduksi adrenalin).

Penelitian tahun 2008 oleh American Physiological Society mendapati bahwa merencanakan untuk tertawa membantu menurunkan hormon stress yang berpotensi merusak.

Bukan hanya itu, tertawa lepas akan membantu meringankan beban mental serta membuat Anda tidak terpengaruh oleh berbagai hal pemicu stress.

Jadi selama waktu-waktu penuh tekanan, cobalah sejenak lupakan segalanya dan mulai tonton film atau video lucu. Anda juga bisa bicara dengan teman yang punya selera humor.

2. Mandi Berendam dengan Garam Epsom

Pelepasan adrenalin dan kortisol yang sering terjadi sebagai respon terhadap stress yang tak kunjung selesai bisa jadi disebabkan oleh masalah tubuh kekurangan magnesium.

Magnesium memainkan peranan penting dalam pelepasan dan penyerapan serotonin—zat kimia otak yang memberikan perasaan gembira. Jika kadar serotonin kurang maka dapat memicu peningkatkan hormon stress sekaligus rasa cemas, gangguan tidur, dan depresi.

Baca juga:  Stress: Apa Saja Penyebab dan Akibat Stres?

Bila kekurangan magnesium adalah penyebabnya, maka Anda bisa membantu mengatasinya dengan mandi berendam dengan air yang dicampur garam Epsom. Garam ini adalah sumber yang baik dari magnesium.

  • Tambahkan 1 cangkir garam Epsom ke dalam bak mandi berisi air hangat.
  • Berendamlah di dalamnya selama 20 menit untuk membuat Anda rileks.
  • Lakukanlah ini sebanyak 2 – 3 kali seminggu untuk mengendalikan kadar hormon stress.

Disamping mandi dengan garam Epsom, Anda juga perlu memasukkan makanan kaya magnesium ke dalam menu harian, seperti sayuran hijau gelap, yogurt, alpukat, dan pisang.

3. Luangkan Waktu Bersama Binatang Peliharaan

Meluangkan waktu bersama binatang kesayangan dapat sangat membantu mengatasi stress. Ini membantu meningkatkan kadar hormon oksitosin yang mengurangi stress sekaligus juga menurunkan produksi kortisol.

Hewan kesayangan Anda juga membantu menekan rasa cemas dan takut sehingga Anda bisa merasa lebih tenang. Mereka bahkan sanggup secara efektif menurunkan detak jantung serta tekanan darah, yang cenderung meningkat sewaktu mengantisipasi stress. Manfaat ini mungkin lebih dirasakan jika memiliki hewan peliharaan sendiri.

Suatu penelitian tahun 2012 yang dirilis Frontiers in Psychology mendapati bahwa interaksi antara manusia dan hewan mengarah pada aktivasi sistem oksitosin, yang membantu mengurangi tingkat stress. Juga memberikan banyak manfaat psikologis serta psikofisiologis lainnya.

Ketika stress sedang tinggi-tingginya, cobalah lupakan sejenak tekanan hidup dan luangkan waktu merawat dan bermain bersama hewan kesayangan Anda. Bahkan ada orang yang berbicara dengan hewan mereka mengenai masalah mereka untuk membantu mereka mengalihkan pikiran dari situasi yang penuh stress.

4. Seruput Secangkir Teh Hangat

Teh, salah satu minuman yang paling populer di seluruh dunia, rupanya mampu menurunkan kadar hormon stress. Teh hijau maupun teh hitam sama-sama memiliki kemampuan pelepas stres.

Kandungan teanin yang tinggi di dalam teh hitam membantu mengurangi kenaikan hormon stress dengan memicu produksi gelombang alfa otak, yang mendorong relaksasi dan kewaspadaan mental.

Penelitian tahun 2007 yang dirilis Psychopharmacology menemukan bahwa konsumsi teh hitam selama 6 minggu dapat memicu penurunan kortisol dan relaksasi lebih besar, sekaligus berkurangnya aktivitas trombosit. Selain itu, teh hitam mempunyai banyak manfaat kesehatan lain yang berguna untuk memulihkan stres.

Baca juga:  Cara Menurunkan Hormon Kortisol secara Alami

Teh hijau juga bermanfaat sebagai obat stres alami. Kandungan antioksidan kuat di dalamnya memiliki efek menenangkan dan merilekskan pikiran serta tubuh.

Penelitian tahun 2009 yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa meminum beberapa cangkir teh hijau setiap hari dikaitkan dengan rendahnya tekanan psikologis secara keseluruhan.

Teh herbal semacam teh chamomile dan teh rosemary juga bermanfaat untuk merilekskan dan menenangkan. Karena kemampuan sedatif yang mereka miliki, Anda pun dibantu untuk lebih menikmati tidur. Jadi kapan pun Anda merasa sedang stress, cobalah seruput secangkir teh hangat.

5. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Makanan berperan penting dalam mengendalikan hormon stress seperti kortisol. Anda harus memiliki pola makan yang seimbang dengan kandungan protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat untuk menjaga hormon kortisol tetap dalam batas aman.

  • Sertakan minyak ikan berkualitas tinggi dalam konsumsi harian. Contohnya adalah minyak ikan cod yang kaya akan asam lemak omega-3.
  • Sertakan vitamin B, khususnya vitamin B5, dalam menu harian untuk mengurangi kelebihan produksi kortisol. Beberapa makanan yang kaya vitamin B5 contohnya jamur, keju, alpukat, jagung, brokoli, kale, dan ubi jalar.
  • Makanlah makanan kaya asam folat untuk mengendalikan aktivitas dan fungsi dari kelenjar adrenal, yang membuat kortisol.
  • Pastikan konsumsi protein berkualitas tinggi. Juga, sertakan makanan dari gandum utuh untuk membantu protein mengendalikan produksi kortisol.
  • Makanlah makanan kaya vitamin C, yang secara alami mengurangi kadar hormon kortisol.

Di waktu yang sama, hindari konsumsi gula tambahan dan karbohidrat olahan agar mencegah lonjakan kadar gula darah. Misalnya makanan seperti kue, biskuit, minuman/makanan manis, dan roti. Gula darah tinggi juga dikaitkan dengan tingginya hormon stress.

Walaupun kortisol dianggap sebagai hormon ‘jahat’, tapi sebenarnya kita membutuhkannya untuk bertahan hidup. Yang pasti kita perlu mengendalikannya agar tetap berada dalam kadar normal untuk menghindari dampaknya bagi kesehatan.

Beruntung ada banyak cara untuk menurunkan kadar hormon stress secara alami. Sudahkah Anda mencoba 10 tips di atas? Jika belum, maka cobalah lakukan beberapa tips di atas sewaktu sedang banyak tekanan agar tidak larut dalam kehidupan penuh stress.

Advertisement
Alinesia