Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Tanda Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung Tanda Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

10 Tanda Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung yang Harus Anda Tahu!

Pembuluh darah arteri seperti pipa di sepanjang tubuh yang mengalirkan darah beroksigen dari jantung menuju ke jaringan dan organ berbeda dalam tubuh. Pembuluh darah jantung yang sehat haruslah memiliki dinding bagian dalam yang halus sehingga memudahkan peredaran darah. Tetapi jika ada plak-plak di sepanjang dinding, itu bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung.

Plak bisa terbentuk di pembuluh arteri koroner, karotid, periferal, dan renal. Plak ini terbentuk dari penumpukan lemak, kolesterol, dan zat-zat lain di dalam tubuh yang akhirnya mengeras lalu membuat penyempitan pembuluh darah jantung. Tak heran jika hal tersebut membatasi aliran darah beroksigen ke organ-organ dan bagian tubuh yang membutuhkannya.

Walaupun pemicu utama penyumbatan pembuluh darah masih belum jelas, namun faktor-faktor yang paling dicurigai adalah usia tua, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, darah tinggi, obesitas, merokok, diabetes, penyakit inflamasi, dan riwayat keluarga yang memiliki pengerasan arteri.

Penumpukan plak di arteri adalah proses yang panjang dan progresif. Bukan tidak mungkin hal tersebut dimulai sejak Anda masih kecil.

Penyumbatan pembuluh darah jantung meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, penyakit arteri karotid, penyakit arteri periferal, serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak. Oleh sebab itu Anda harus tahu apa saja gejala-gejala yang muncul agar bisa segera mengatasi masalahnya sebelum terlambat.

1. Angina (Nyeri Dada)

Angina, atau nyeri dada, disebabkan oleh berkurangnya aliran darah menuju jantung akibat penyempitan pembuluh darah. Jenis nyeri dada ini muncul dengan keluhan seperti perasaan sesak, berat, dan tekanan di belakang tulang dada. Gejala ini biasanya dipicu oleh stres fisik maupun emosional, dan cenderung lebih parah setelah aktivitas fisik lalu mereda setelah Anda beristirahat.

Nyeri dada tidak selalu menandakan adanya penyumbatan pembuluh darah jantung. Pada kasus-kasus tertentu, itu bisa saja terjadi akibat kejang otot, penyakit maag, infeksi saluran pernapasan atas, penyakit kandung kemih, atau gangguan pencernaan.

2. Sesak Napas

Tanda berikutnya yang harus diwaspadai adalah sesak napas. Karena plak di arteri, jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuan tubuh, sehingga menyebabkan sesak napas atau perasaan lelah yang ekstrim.

Sebuah studi ilmiah tahun 2005 di Cedars-Sinai Medical Center mendapati bahwa pasien-pasien yang sesak napas memiliki risiko tinggi meninggal akibat penyakit jantung daripada pasien yang tidak merasa sesak napas, meskipun mereka merasakan gejala-gejala penyakit jantung lainnya.

Akan tetapi, sesak napas bisa saja hanya karena terlalu lelah beraktivitas, kurang oksigen di tempat-tempat tinggi, anemia, infeksi pernapasan, bronkitis, dan alergi.

3. Disfungsi Ereksi

Ini adalah masalah seksual pria yang paling umum dialami, dan bisa menjadi tanda adanya penyumbatan pembuluh darah jantung.

Berdasarkan artikel tahun 2011 yang dipublikasikan Circulation Journal, disfungsi ereksi adalah gejala umum aterosklerosis atau pengerasan pembuluh arteri. Aterosklerosis sering kali awalnya berdampak pada penis, lalu pada jantung dan otak.

Selain karena penyempitan pembuluh darah, masalah seksual ini juga bisa disebabkan depresi, rendah testosteron, gangguan saraf, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

4. Kebotakan Pria

Kebotakan di bagian atas kepala pria dapat menjadi tanda adanya penyempitan pembuluh darah jantung. Selain rontok di kepala, Anda juga mungkin melihat kerontokan di bulu-bulu kaki,

Sebuah studi ilmiah tahun 2000 yang dirilis Archives of Internal Medicine menjelaskan adanya kaitan antara kebotakan pria dengan penyakit jantung koroner, khususnya di antara pria yang mengidap darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Penyebab umum lain dari kebotakan pria antara lain adalah keturunan, kanker-kanker tertentu, pengobatan, kondisi tiroid, dan steroid anabolik.

5. Lipatan di Telinga

Percaya atau tidak, suatu lipatan di telinga Anda bisa jadi mengindikasikan penyumbatan pembuluh arteri. Terutama sebuah lipatan bersiku yang berjalan miring dari dalam telinga ke tepi bawah daun telinga. Lipatan tersebut mungkin adalah tanda buruknya sirkulasi darah akibat penyempitan pembuluh darah jantung.

Sebuah studi tahun 1989 di British Heart Journal menunjukkan kaitan antara lipatan diagonal pada telinga dengan penyakit kardiovaskular yang fatal. Juga, studi di tahun 2012 di American Journal of Cardiology mendapati bahwa orang-orang yang punya lipatan di telinga ternyata lebih riskan mengalami penyakit jantung koroner.

Akan tetapi bisa saja lipatan telinga ini dipicu oleh sebab-sebab lain yang tidak berhubungan dengan masalah jantung, misalnya karena efek penuaan.

6. Keringat Berlebihan

Keringat berlebihan, terutama di malam hari, walaupun udara sedang sejuk, bisa jadi tanda selanjutnya dari penyumbatan pembuluh darah.

Berkeringat lebih daripada biasanya meski tidak sedang beraktivitas mungkin adalah sinyal bahwa jantung Anda sedang bekerja keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang tersumbat.

Namun keringat berlebihan juga bisa terjadi akibat stres, cemas, obesitas, atau kurang nutrisi. Jika Anda seorang wanita yang berusia di atas 50 tahun, mungkin keringat berlebihan disebabkan oleh menopause.

7. Kelemahan atau Pusing

Pusing, tiba-tiba merasa kepala ringan, adalah pertanda lain dari adanya penyempitan pembuluh darah sekaligus tanda-tanda peringatan stroke.

Pusing yang disertai kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi gerakan, dan sering jatuh bisa diakibatkan oleh penumpukan plak pada pembuluh arteri karotid. Arteri ini memasok darah menuju bagian depan otak—tempat dimana diolahnya kemampuan berpikir, berbicara, kepribadian, dan fungsi sensorik serta motorik.

Akumulasi dari penumpukan zat-zat lemak di pembuluh arteri tersebut dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengurangi atau bahkan menghentikan aliran darah menuju otak.

Gejala pusing juga bisa disebabkan oleh darah rendah, masalah neurologik, anemia, hipoglikemia (gula darah rendah), infeksi telinga, heat stroke, kelainan penglihatan, migrain, gangguan kecemasan, dan cedera di kepala.

8. Jantung Berdebar-debar

Sewaktu jantung berdebar-debar, Anda mungkin merasa jantung seperti sedang ‘balapan’, berdentum keras, atau detaknya tidak beraturan (kadang lambat, kadang cepat). Orang-orang sering mengeluhkan gejala ini sewaktu berolahraga, sedang stres, atau setelah konsumsi kafein atau nikotin.

Bagi beberapa orang, keluhan ini mungkin terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung, khususnya jika disertai gejala pusing, pingsan, penglihatan kabur, nyeri dada, berkeringat, dan mual. Bahkan gejala jantung berdebar-debar bisa jadi tanda penyakit jantung yang berbahaya.

Penyebab lain dari keluhan ini antara lain ketidaknormalan elektrolit tubuh, penyakit tiroid, apnea tidur, pengobatan tertentu, gangguan katup jantung, dan anemia.

9. Gangguan Pencernaan, Mual, dan Muntah

Penyempitan pembuluh darah jantung dapat memicu gejala-gejala yang menyerupai gangguan pencernaan, misalnya mual, muntah, kembung, atau perasaan tersedak, juga gejala-gejala seperti maag lainnya. Ini karena kurangnya aliran darah beroksigen.

Orang-orang yang memiliki penyumbatan di pembuluh arteri renal yang memasok darah menuju ginjal juga mungkin mengeluhkan gejala mual, gangguan pencernaan ringan, sakit perut, atau muntah.

10. Nyeri di Kaki dan Betis

Jika kaki Anda sering terasa sakit atau Anda merasa tidak sanggup berjalan jauh, itu mungkin pertanda adanya penumpukan plak di pembuluh arteri yang memasok darah ke bagian-bagian kaki.

Hal ini khususnya menjadi tanda penyakit arteri periferal, yang artinya penumpukan kolesterol serta plak di arteri telah menjadi cukup parah. Penyakit ini menyebabkan ketidaknyamanan di bagian kaki sehingga membatasi pergerakan serta aktivitas Anda.

Penyebab lain dari nyeri di kaki dan betis adalah kejang otot, kelelahan otot, kurang nutrisi, dehidrasi, atau akibat berdiri dalam waktu lama. Nyeri di kaki juga bisa disebabakn oleh ketegangan otot, tendonitis, sindrom kaki gelisah, artritis, dan kerusakan saraf.

Penyumbatan pembuluh darah jantung bisa mengakibatkan penyakit jantung yang berakibat fatal. Oleh sebab itu, bila Anda yakin bahwa gejala-gejala yang dirasakan di atas disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah, sebaiknya segera lakukan perubahan pola makan dan gaya hidup untuk mengatasinya.

Silakan lihat artikel berikut yang dapat bermanfaat bagi Anda, ‘Pola Hidup Sehat Terbaik untuk Penyembuhan Segala Macam Penyakit!’ dan artikel ‘10 Jenis Makanan untuk Membersihkan Penyumbatan Pembuluh Darah’.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register