Share:

Terakhir Diedit:

Berat badan turun beberapa kilogram adalah hal yang wajar. Penyebab berat badan turun tersebut biasanya adalah karena diet atau olahraga. Tetapi itu menjadi tanda bahaya kalau berat badan turun cukup drastis tanpa sebab yang jelas—Anda tidak sedang jaga makanan ataupun rutin olahraga.

Walaupun penurunan berat badan seperti itu mungkin awalnya dirasa menggembirakan, tetapi itu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Sebenarnya, berat badan turun tanpa sebab hingga 5 persen dari berat tubuh dalam waktu kurang dari 1 tahun adalah tanda Anda mungkin mengidap masalah kesehatan.

Berat badan turun drastis harus dianggap sebagai tanda bahaya, dan Anda mesti konsultasi dengan dokter segera untuk mencari tahu penyebabnya. Ingatlah selalu bahwa semakin awal suatu penyakit diketahui, maka semakin besar tingkat keberhasilan pengobatan yang akan dilakukan.

Artikel ini akan membantu Anda mewaspadai setidaknya 10 penyakit penyebab berat badan turun tanpa sebab. Mari kita lihat satu per satu.

Diabetes

Diabetes adalah penyebab berat badan turun yang umum. Ini adalah penyakit metabolik yang menyebabkan kenaikan tinggi kadar gula darah, entah karena kekurangan insulin di dalam tubuh atau karena ketidakmampuan tubuh untuk merespon insulin.

Penyebab berat badan turun terjadi pada penderita diabetes ada 2: terlalu banyak kehilangan air karena sering buang air kecil, dan tubuh tidak mampu menyerap kalori dari gula dalam darah.

Selain itu, jika terjadi kekurangan insulin, maka tubuh mulai membakar lemak serta otot untuk membuat energi, sehingga terjadi penurunan berat badan secara keseluruhan.

Suatu penelitian di tahun 2014 yang diterbitkan di Indian Journal of Medical Research melaporkan bahwa penurunan berat badan drastis hanya umum dialami oleh penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang penyakitnya tidak terdeteksi untuk waktu lama.

Disamping berat badan turun tanpa sebab, waspadai juga gejala-gejala diabetes lainnya, misalnya sering beser, haus berlebihan, lapar berlebihan, lelah berlebihan, luka dan memar yang lama sembuhnya, dan kesemutan di kaki dan/atau tangan.

Hipertiroidisme

Berat badan turun tiba-tiba padahal tidak mengurangi porsi makan, atau saat selera makan bertambah, kemungkinan adalah tanda dari gangguan tiroid, terutama hipertiroidisme.

Pada jenis gangguan tiroid ini, terjadi peningkatan aktivitas kelenjar tiroid sehingga produksi hormon tiroid jadi berlebihan ke dalam aliran darah.

Kadar hormon tiroid T4, T3, atau kadar keduanya di dalam aliran darah dapat menyebabkan peningkatan laju metabolisme yang terlalu besar, sehingga mengakibatkan peningkatan laju pembakaran “bahan bakar” di dalam tubuh.

Disamping keluhan berat badan, hipertiroidisme juga bisa mempercepat detak jantung dan menyebakan keringat berlebihan, hot flush, serangan panik, mood tidak stabil, mata terlihat melotot, lemah otot, dan kelelahan.

Sakit Maag

Penyebab berat badan turun tanpa sebab yang lainnya adalah sakit maag. Sebenarnya, ini adalah gejala yang dialami oleh banyak penderita maag.

Sakit maag disebabkan oleh adanya luka atau borok yang menyakitkan pada lapisan lambung atau bagian atas usus kecil. Luka ini menimbulkan rasa sakit sehingga membuat orang kehilangan selera makan.

Jadi, penyebab berat badan turun pada kasus sakit maag adalah hilangnya nafsu makan, ditambah lagi dengan gejala mual dan muntah—juga adalah 2 gejala umum lain dari sakit maag.

Baca juga  Tertarik Menambah Berat Badan? Coba Cara Gemuk Sehat Ini

Beberapa gejala maag lain yang perlu diwaspadai adalah perasaan cepat kenyang padahal baru makan beberapa suap, nyeri dada, feses berdarah atau berwarna hitam, dan kelelahan.

Infeksi Parasit

Infeksi parasit di dalam usus adalah penyebab berat badan turun tiba-tiba yang lainnya. Beberapa jenis parasit hidup dan mencari makan di dalam tubuh Anda, dan beberapa dari mereka bertahan hidup dari makanan yang Anda makan. Mereka antara lain adalah cacing kremi, cacing tambang, dan cacing pita, yang masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau ditelan dari mulut.

Selama masa infeksi parasit, Anda akan merasakan peningkatan nafsu makan karena parasit mengonsumsi sejumlah besar makanan yang Anda konsumsi, sehingga Anda merasa lebih lapar daripada biasanya. Selain itu, menurut penelitian tahun 2013 yang dirilis oleh jurnal PLOS, penurunan berat badan mungkin adalah cara tubuh untuk melawan infeksi cacing-cacing tersebut.

Disamping gejala berat badan turun dan meningkatnya nafsu makan, gejala lain yang perlu dicurigai adalah sakit perut, diare, gatal di dubur, lemas, dan kekurangan nutrisi.

Depresi

Walaupun kedengarannya aneh, tapi rupanya depresi juga bisa menjadi penyebab berat badan turun tanpa sebab.

Gangguan mental ini memang memicu timbulnya perasaan sedih, kehilangan, marah atau frustasi yang dapat memengaruhi berbagai aspek dari kehidupan sehari-hari, termasuk selera makan Anda. Akibat dari kurangnya nafsu makan, maka penderita depresi juga akan mengalami penurunan berat badan.

Penelitian tahun 2008 yang diterbitkan di Applied Physiology, Nutrition, and Metabolisme melaporkan bahwa memburuknya gejala-gejala depresi berkaitan dengan menurunnya berat badan.

Selain berat badan turun, gejala depresi lain yang perlu diwaspadai adalah kesulitan konsentrasi, pikiran-pikiran negatif, merasa putus asa dan/atau tidak berguna, pikiran untuk bunuh diri, dan masih banyak lagi. Akan tetapi ada juga penderita depresi yang sebaliknya justru mengalami kenaikan berat badan.

Kanker

Berat badan turun tanpa sebab adalah salah satu tanda yang terlihat dari kemunculan berbagai jenis kanker, termasuk kanker prostat, payudara, paru-paru, pankreas, ovarium, dan kanker usus besar.

Pertumbuhan sel-sel abnormal yang tak terkendali mempercepat metabolisme tubuh dan melelahkan seluruh tubuh Anda karena mereka menguras sumber daya-sumber daya tubuh, sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Jika sel-sel kanker mulai menyebar, hal itu dapat mengganggu fungsi dari beragam organ internal.

Disamping itu, kanker bisa mengakibatkan perubahan kimiawi di dalam tubuh yang sangat menyulitkan penderitanya untuk menambah berat badan, meskipun sudah menjalankan pola makan tinggi kalori.

Pengobatan kanker juga bisa mengarah pada penurunan berat badan. Terapi radiasi dan kemoterapi sering kali mengakibatkan berkurangnya selera makan. Juga, mereka menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, dan sariawan mulut yang membuat penderita kanker susah makan.

Selain gejala berat badan turun dan kehilangan selera makan, Anda juga mesti mencurigai tanda dan gejala kanker lainnya, yang mana gejala-gejala tersebut berbeda pada masing-masing jenis kanker.

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn, yang adalah penyakit radang usus, menimbulkan peradangan pada lapisan dari saluran pencernaan. Ini adalah penyakit lain yang bisa menjadi penyebab berat badan turun tanpa sebab.

Baca juga  Diet Sehat Menurunkan Berat Badan dengan Manfaat Bangle

Berat badan turun merupakan tanda dari malnutrisi disebabkan oleh kekurangan kalori yang dibutuhkan. Ini bisa terjadi akibat kurangnya selera makan, gangguan penyerapan nutrisi, dan hilangnya nutrisi akibat diare atau pendarahan usus.

Penelitian tahun 1994 yang dirilis di American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa penderita penyakit Crohn yang berat badannya turun mengatakan bahwa mereka kurang menikmati makan dan tidak begitu lapar dibandingkan dengan penderita yang tidak turun berat badannya. Disini terlihat bahwa berat badan turun lebih karena berkurangnya asupan makanan daripada karena kenaikan kebutuhan energi akibat penyakit.

Beberapa gejala penyakit Crohn lain yang mesti diwaspadai adalah diare terus-menerus, demam ringan, kurang energi, sakit perut, kram, mual, dan muntah.

Tuberkulosis

Berat badan turun tanpa sebab juga kemungkinan adalah gejala tuberkulosis (TB). Sebenarnya, salah satu tanda awal dari penyakit infeksi serius ini adalah berat badan turun disertai dengan berkurangnya nafsu makan.

Penyakit menular ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, tapi juga bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya kelenjar getah bening, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem saraf.

Disamping itu, Anda juga harus mewaspadai gejala-gejala tuberkulosis lain, antara lain batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu, lelah ekstrim, demam, keringat malam hari, dan gejala lain yang bervariasi tergantung pada organ yang terinfeksi.

Demensia dan Alzheimer

Penyebab berat badan turun yang lain adalah penyakit demensia yang sering dialami oleh orang tua. Walaupun keduanya tampak tidak ada hubungannya, namun para peneliti telah menemukan kaitan antara berat badan turun dan penyakit Alzheimer.

Penelitian tahun 2005 di Institute of Psychiatry di London menyimpulkan bahwa penurunan berat badan pada pasien demensia sering kali dimulai bahkan sebelum kemunculan gejala-gejala utamanya.

Penelitian lain tahun 2014 di Weill Corneel Medical College menunjukkan bahwa penumpukan peptida amiloid beta di otak mengganggu mekanisme pengaturan berat badan, sehingga menyebabkan berat badan turun hingga beberapa tahun sebelum penyakit Alzheimer didiagnosis.

HIV

Berat badan turun secara drastis sering dialami oleh penderita HIV. HIV sama seperti virus lain, tetapi bedanya adalah sistem kekebalan tubuh manusia tidak sanggup menyingkirkan virus HIV.

Sebaliknya, virus menghancurkan sistem kekebalan sehingga tubuh tak lagi mampu mengatasi infeksi maupun penyakit. Bila tidak ditangani tepat waktu, maka HIV bisa berkembang menjadi AIDS.

Selain penurunan berat badan, waspadai juga gejala-gejala HIV lain seperti demam, keringat malam hari, sakit tenggorokan, nyeri otot, ruam (bintik-bintik merah di kulit), kelelahan, mual, muntah, dan diare.

Kehilangan berat badan dalam jumlah besar, bahkan dalam waktu singkat—meskipun Anda tidak sedang diet atau rajin olahraga—jelas bukan sesuatu yang normal. Cobalah tinjau kembali apa saja yang Anda rasakan selain berat badan turun.

Jika Anda melihat adanya tanda dan gejala lain dari penyakit seperti di atas, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter. Jangan pernah biarkan, atau malah merasa bangga, jika berat badan turun tanpa sebab, karena bisa saja itu sinyal adanya masalah di dalam tubuh Anda.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.