10 Makanan Pemicu Demensia: Bagian 1

248

Diedit:

Adanya kaitan antara gaya hidup dan pola makan dengan kesehatan Anda baik dalam jangka pendek maupun untuk jangka panjang sebenarnya memang sudah diamini oleh sejumlah besar pakar kesehatan, bahkan sudah dibuktikan dalam sejumlah riset di berbagai instansi kesehatan, bahwa mereka yang menjalankan pola makan dengan berimbang dan aman akan memiliki risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit, termasuk penyakit berbahaya.

Jadi tidak heran kalau kemudian sejumlah pakar juga menemukan adanya kaitan pola makan dengan kesehatan otak dan kecenderungan seseorang mengalami demensia. Makanan pemicu demensia biasanya memiliki sifat merusak sel otak dan menghambat kinerja neurotransmitter dalam otak, atau bisa dikatakan bekerja sebagai neurotoksin

Pola makan dengan kandungan neurotoksin ini akan bekerja dalam kurun waktu panjang dalam memengaruhi kesehatan otak, daya kemampuan berpikir, pengendalian dan sistem kerja neurotransmitter dalam otak. Lalu, makanan apa saja yang termasuk dalam kategori makanan pemicu demensia?

1. Makanan dengan kandungan AGEs

AGEs adalah sejenis protein bersifat toksin yang berkaitan dengan tingginya konsumsi seseorang akan gula, makanan dengan proses pemasakan dalam temperatur tinggi seperti di goreng rendam (deep frying), juga makanan dengan kadar lemak dan protein kompleks tinggi seperti daging merah termasuk daging sapi, kambing dan babi.

Senyawa ini sendiri dikenal memiliki pengaruh terhadap terjadinya sejumlah keluhan kesehatan seperti hipertensi dan diabetes. Namun berdasarkankan sebuah riset yang dijurnalkan dalam jurnal PNAS diungkap adanya pengaruh AGEs terhadap pembentukan plak amyloid yang menjadi salah satu tanda terjadinya demensia pada seseorang.

Riset yang menggunakan sampel tikus tersebut membuktikan akan adanya pembentukan plak amyloid pada otak tikus pasca pemberian makanan mengandung AGEs dalam jumlah besar yang kemudian mengacu pada penurunan sejumlah fungsi motorik dan kognitif tikus.

2. Makanan dengan kandungan aluminium

Sebenarnya, tubuh kita memang tidak membutuhkan alumunium terutama dalam jumlah besar dalam menjalankan fungsinya. Pada dasarnya alumunium termasuk dalam metal berat yang lebih bisa dikatakan sebagai toksin korosif ketimbang mineral bermanfaat.

Baca juga:  Pahami Gejala Awal Demensia yang Tidak Anda Sadari!

Yang menjadi masalah, tampaknya sulit bagi kita benar-benar menghindari alumunium mengingat Anda bisa menemukannya dalam sebagian besar makanan, bahkan termasuk keju, susu formula, dan makanan gorengan.

Hanya saja, ketika alumunium ini berinteraksi dengan sistem saraf dan sel-sel otak, maka masalah yang dapat ditimbulkannya bisa cukup serius. Sifat korosifnya relatif kuat terhadap sistem saraf, termasuk saraf tepi dan saraf pusat. Sehingga memilih untuk meminimalisir alumunium yang Anda asup adalah sebuah pilihan terbaik yang perlu Anda lakukan. Pastikan selalu mengonsumsi anti oksidan untuk memudahkan Anda menetralisir toksin metal ini.

3. Makanan dengan kandungan merkuri

Merkuri juga termasuk salah satu kandungan makanan yang sebaiknya Anda hindari untuk menjaga kesehatan otak. Dalam Journal of Alzheimer Disease diungkapkan bahwa lebih dari 100 studi membuktikan adanya kaitan antara paparan alzheimer dengan kerusakan sel otak dan beberapa pola yang mengarah pada alzheimer dan demensia.

Pada dasarnya merkuri bukan kandungan yang normal bisa Anda temukan dalam makanan, mengingat sifatnya sebagai metal berat. Hanya saja dengan tingginya kadar polusi di udara dan air, kini Anda bisa menemukan kandungan merkuri dalam sejumlah jenis ikan dan makanan laut juga pada sejumlah hewan konsumsi lain.

4. Makanan dengan kandungan pemanis buatan

Ternyata pemanis buatan juga memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan tubuh. Pemanis buatan kerap dikaitkan dengan toksin yang mempengaruhi kesehatan ginjal, liver, darah dan pencernaan. Tetapi ternyata pemanis buatan juga bisa menjadi makanan pemicu demensia.

Salah satu yang paling berbahaya adalah aspartam. Dalam aspartam ditemukan kandungan neurotoksin bernama methanol yang memiliki sifat korosif terhadap sistem saraf dan merusak fungsi neurotransmitter. Aspartam kerap dikaitkan dengan sejumlah kasus tumor otak, kejang dan demensia.

Baca juga:  4 Jenis Demensia: Penurunan Fungsi Otak

5. Makanan dengan kandungan perasa buatan diasetil

Selain pemanis buatan, perasa buatan juga memiliki pengaruh buruk untuk kesehatan otak dan bisa menjadi makanan pemicu demensia. Dari banyak jenis perasa buatan, diasetil adalah yang termasuk paling merusak. Anda bisa menjumpai diasetil pada sejumlah jenis mentega dan berbagai jenis makanan yang pengolahannya memerlukan mentega seperti makanan yang dipanggang, popcorn, pastry dan masih banyak lagi.

Diasetil memiliki peran besar dalam membentuk plak amyloid pada otak, yang menjadi elemen pembentuk plak kelabu pada otak. Plak kelabu ini merupakan salah satu tanda utama terjadinya demensia dan alzheimer. Bahkan dalam riset lain ditemukan adanya fakta bahwa diasetil menjadi penghambat gyloxalase. Kekurangan senyawa ini bisa memudahkan plak amyloid menyebar.

Demensia sendiri adalah sebuah kondisi dimana kemampuan otak seseorang menurun, berkaitan dengan terbentuknya plak pada area neurotrasmitter yang menyebabkan koneksi sistem saraf pada otak terganggu dan memicu seseorang mengalami penurunan fungsi motorik, ingatan dan kognitif.

Diakui bahwa demensia sendiri merupakan kondisi berkaitan dengan penurunan kualitas kinerja otak, yang kerap pula bersinergi dengan usia. Semakin tua seseorang semakin besar risiko seseorang mengalami demensia. Ini berkaitan dengan menurunnya kemampuan sel otak melakukan regenerasi sehingga kerusakan sel tidak lagi berimbang dengan kemampuan beregenerasi.

Yang banyak tidak diketahui adalah sejumlah makanan bisa memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan otak. Sehingga pada saatnya ketika proses kerusakan yang terjadi perlahan ini terhimpun, seseorang bisa mengalami demensia lebih dini, atau malah mengalami kerusakan yang cenderung lebih berat.

Masih ada 5 lagi makanan pemicu demensia yang perlu Anda ketahui selain 5 yang sudah kami sebutkan di atas. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai 5 makanan neurotoksin lain dalam artikel selanjutnya: 10 Makanan Pemicu Demensia—Bagian 2.

Advertisement
Alinesia