10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Bayi: Bagian 2


By Cindy Wijaya

Pada bahasan sebelumnya kami telah mengulas mengenai 5 bagian pertama dari 10 cara meningkatkan kecerdasan bayi dengan stimulasi sederhana. Dan pada kesempatan kali ini kami kembali akan mengulas mengenai 5 bagian kedua mengenai 10 cara meningkatkan kecerdasan bayi.

Dengan panduan ini kami berharap Anda akan lebih mudah menemukan pendekatan paling sederhana dalam menstimulasi kecerdasan si kecil sejak dini. Semakin dini Anda mendorong kecerdasan anak maka semakin baik hasil yang Anda dapatkan, mengingat Anda harus memaksimalkan masa-masa emas perkembangan otak anak di 1 tahun pertama mereka.

Bila perkembangan otak si kecil di usia pertama mereka maksimal, maka si kecil akan lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan dan kemampuan belajar mereka di usia aktif mereka kelak. Tahun pertama usia akan menjadi dasar awal untuk perkembangan 8 tahun pertama usia mereka. Dan 8 tahun ini adalah awal dalam kemampuan belajar dan pengembangan kemampuan mereka di masa depan.

Demikian pandangan dari Dr. Piaget, salah satu tokoh periset perkembangan kognitif anak. Pandangan ini juga disetujui oleh salah seorang pakar kecerdasan anak asal Bogor, Dra. Lina E. Muksin, M.Psi. Beliau membagikan 10 cara sederhana untuk meningkatkan kecerdasan anak dan 5 bagian keduanya akan kami bagikan sebagai berikut.

6. Tunjukkan kasih sayang Anda

Banyak orang mengatakan jangan biarkan anak terlalu banyak digendong karena menjadi kebiasaan. Padahal sebenarnya memang sudah naluri mereka untuk terus meminta digendong. Namun harus diakui terus menerus menggendong bayi akan melelahkan bagi kebanyakan orang tua.

Hanya saja jangan biarkan mereka sendirian dan tidak dihiraukan meski Anda lelah untuk menggendongnya terus menerus. Tunjukkan kasih sayang Anda dengan mengecupnya, menggelitiknya, dan mengajaknya bicara, bernyanyi, serta bercengkerama dengan mereka.

Bilapun Anda terpaksa tidak bisa selalu berada di sisinya, tetap berikan waktu Anda untuk menunjukkan rasa sayang Anda. Perasaan disayang akan menguatkan mental mereka dan ternyata mempengaruhi pertumbuhan otak mereka.

7. Buat mereka mengeksplorasi Anda dan dirinya sendiri

Biarkan mereka meraba wajah Anda, tunjukkan beragam ekspresi wajah di hadapannya dan biarkan mereka mengerti makna dari ekspresi Anda. Misalkan ketika mereka memukul wajah Anda, tunjukkan wajah terluka dan sedih. Dan ketika mereka mengajak Anda bicara, balas suara mereka seakan Anda sedang mengajaknya mengobrol.

Kata-kata yang mereka dengar dari Anda akan menjadi kesempatannya belajar bicara dan mengenal kata. Wajah dengan aneka ekspresi, kesempatan mereka meraba wajah Anda akan membuat mereka mengenal ekspresi dan bentuk wajah.

Ajak pula mereka bercermin dan biarkan mereka mengeksplorasi bayangan dari diri mereka sendiri. Perkenalkan bahwa bayangan di cermin itu adalah diri mereka dan biarkan mereka mengenali diri mereka. Tunjukkan bagian wajah mereka dan sebutkan ketika mereka menyentuhnya. Ajak mereka bernyanyi bersama dengan memperagakannya di depan cermin seperti menyanyikan lagu topi saya bundar dengan gerakannya.

8. Jangan alihkan perhatian mereka

Jangan pindahkan perhatian mereka serta merta dari suatu benda ke benda lain. Kemampuan otak mereka yang masih prematur membuat mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami dan puas bereksplorasi pada suatu benda.

Tunggu sampai mereka puas dengan eksplorasi mereka akan satu benda baru kemudian dikenalkan dengan benda lain. Biasanya tanda-tanda bahwa mereka sudah puas ketika mereka mulai melempar mainan yang ada di genggaman mereka.

Bila Anda merasa yang mereka lakukan atau sentuh itu berbahaya, hindari memberi mereka suara tinggi. Tarik perhatian mereka dengan lembut dan perlahan tanpa memberi mereka suara yang mengejutkan.

Terbukti bahwa bayi yang sering mendengar bentakan justru mengalami kegagalan fatal dalam membangun jaringan impuls pada saraf pusat mereka. Bahkan kadang jaringan yang sudah terbentuk menjadi rusak.

9. Perlakukan seolah mereka mengerti

Bila Anda merasa perlu melarangnya untuk melakukan sesuatu, katakan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami pada bayi Anda. Berikan pula alasan yang mudah diterima dan dimengerti.

Anggap si kecil sudah paham dengan apa yang Anda sampaikan. Meskipun mungkin apa yang Anda sampaikan tidak dapat mereka cerna. Namun dengan memperlakukan mereka seolah mengerti, secara bertahap mereka akan paham bahasa Anda dan pemberitahuan Anda. Ulangi terus untuk mengingatkan mereka.

Beberapa pakar kognitif menemukan fakta bahwa seorang bayi akan memahami kata-kata sang ibu atau perawat pribadinya bila itu disampaikan berulang. Perintah Anda untuk menjauhi area berbahaya yang Anda ulangi beberapa kali akan tertanam pada pikiran mereka sampai usia lebih besar bahkan tanpa mereka sadari.

Stimulasi lain yang bisa Anda berikan berkaitan dengan ini adalah dengan membacakan mereka cerita atau dongeng. Cerita akan membangun imajinasi mereka, mengenalkan mereka akan kosa kata dan membantu mereka konsentrasi mendengarkan.

10. Berikan mereka penghargaan

Siapa bilang hanya anak kecil usia balita saja yang perlu mendapatkan penghargaan Anda. Bahkan bayi kecil yang belum sepenuhnya memahami kata-kata Anda juga akan merasa senang ketika mendapatkan penghargaan.

Ketika mereka mulai menunjukan perkembangan positif, bertepuk tanganlah dan beri senyuman terbaik Anda. Anda bisa mengecupnya atau memberi sorakan kecil untuk membuatnya sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah nilai positif.

Bahkan si kecil akan menunjukkan tanda bahwa dia menyadari reaksi positif Anda dengan turut tertawa, bertepuk tangan, bersorak, atau juga berjingkat senang. Dan penghargaan Anda akan mendorong mereka berusaha melakukan hal baik lain untuk kembali mendapatkan penghargaan dari Anda. Dorongan positif tersebut juga akan memacu kegigihan mereka.

Itulah 5 bagian kedua dari 10 cara mencerdaskan bayi dengan stimulasi sederhana. Tanpa harus menggunakan biaya besar, sebenarnya kecerdasan si kecil bisa Anda pacu dengan langkah, tindakan, dan pendekatan yang tepat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}