Selasa, 03 May 2005 04:12

Khasiat Buah Merah

khasiat-buah-merahA. Kanker dan Tumor

Kanker dan tumor - salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia - disebabkan oleh abnormalitas sel dalam tubuh. Kanker ini bisa menyerang bagian tubuh mana pun, seperti rahim, payudara, bahkan otak. Penyakit kanker yang sudah parah bisa menyebabkan kematian.

Peran Buah Merah dalam membantu penyembuhan kanker ini dipengaruhi oleh kandungan tokoferol dan betakarotennya yang relatif tinggi. Kedua senyawa kimia ini bekerja sama sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sebagai antioksidan, kedua senyawa ini berperan mencegah dan menekan pertumbuhan sel-sel kanker. Omega 3 yang terkandung di dalam Buah Merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak, sehingga sangat disarankan bagi penderita kanker payudara.

Penderita kanker yang sudah membaik biasanya meminum sari Buah Merah sebanyak satu sendok teh dua kali sehari. Jika sudah meminum sari buah ini, disarankan tidak mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin E karena vitamin E yang terkadung dalam sari Buah Merah sudah tinggi.

Kondisi kolesterol juga harus selalu diperiksa, karena beberapa orang yang mengonsumsi sari Buah Merah kolesterolnya cenderung meningkat. Disarankan pula sebelum mengonsumsi sari Buah Merah, penderita kanker berkonsultasi dengan dokter dan herbalis yang ahli menangani penyakit kanker.

B. HIV/AIDS

HIV (human immunodeficiency virus) yang menyebabkan AIDS (aquired imunodeficiency syndrome), menyerang tubuh manusia hingga sistem kekebalan tubuhnya menjadi lemah atau hilang.

Oleh sebab itu, orang yang terinfeksi HIV dan mempunyai penyakit lain, biasanya tidak bisa sembuh karena tidak mempunyai sistem kekebalan tubuh yang bisa melawan penyakit. Hal inilah yang menyebabkan kematian penderita AIDS.

Dalam kasus HIV/AIDS, sari Buah Merah akan memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan memecah senyawa protein yang menjadi makanan virus HIV/AIDS. Akibatnya, virus HIV/AIDS tersebut semakin melemah karena tidak memperoleh makanan untuk pertumbuhannya.

Salah satu senyawa kimia yang ada di dalam sari Buah Merah adalah tokoferol atau vitamin E dan betakaroten. Tokoferol dan betakaroten inilah yang berfungsi sebagai antioksidan dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang menjadi masalah utama pengidap HIV/AIDS.

Kedua senyawa ini juga bisa menangkal radikal bebas. Dengan sistem kekebalan tubuh yang meningkat inilah, pasien pengidap AlDS diharapkan bisa melawan penyakit yang menyerang. Tokoferol dan betakaroten tersebut juga bekerja sama untuk memecah senyawa asam amino yang dibutuhkan oleh HIV, sehingga virus tersebut tidak memperoleh makanan untuk kelangsungan hidupnya.

Protein yang tinggi di dalam Buah Merah juga bisa membantu asupan protein yang diperlukan oleh penderita AIDS. Kombinasi dengan pegagan dan sambiloto juga bisa dilakukan, karena pegagan bisa berfungsi sebagai antivirus dan sambiloto sebagai antibiotik atau antiradang.

Untuk membantu penyembuhan AIDS, Buah Merah ini sebaiknya dikonsumsi sebagai pendamping dan tidak meninggalkan obat-obatan dari dokter. Minyak Buah Merah bisa diberikan sebanyak satu sendok teh tiga kali sehari.

C. Darah Tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi disebabkan kerja jantung yang berfungsi sebagai pemompa darah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kerja jantung dalam memompa darah yang terlalu cepat inilah yang dinamakan penyakit tekanan darah tinggi.

Salah satu pemicu gejala ini adalah darah kekurangan oksigen atau darah yang terlalu kental. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan stroke.

Peran tokoferol alami dalam Buah Merah inilah yang kemudian bekerja mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah, sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal. Bila kekentalan darah dan kandungan oksigen menjadi normal, otomatis tekanan darah menjadi turun atau normal.

D. Asam Urat

Penyakit asam urat terjadi karena fungsi lever tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga lever memproduksi asam urat berlebihan. Asam urat ini kemudian tertampung di dalam ginjal dan menjadi batu, selanjutnya melalui aliran darah dibawa ke tubuh dan mengumpul, terutama di ujung-ujung jari tangan dan kaki.

Peran tokoferol dalam hal membantu penyembuhan asam urat adalah mengencerkan dan memperlancar aliran darah, sehingga memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever yang benar ini kemudian bisa mengurangi produksi asam urat dan memperbaiki daya kerja jantung. Lemak alami yang ada di dalam Buah Merah juga bisa menghambat produksi asam urat yang berlebihan.

Meskipun sudah mengonsumsi sari Buah Merah, penderita penyakit asam urat harus tetap melakukan diet dengan berpantang makanan yang bisa memicu penyakit asam urat.

E. Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyerang otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh darah yang membeku dan dibarengi dengan penyempitan pembuluh darah. Penyakit tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu pemicu penyakit ini.

Jika tekanan darah meningkat, darah menggumpal, dan terjadi penyempitan pembuluh darah, suplai darah ke otak akan berkurang. Bahkan, pembuluh darah bisa pecah. Penyakit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan pada anggota badan, baik kelumpuhan total maupun kelumpuhan sebagian tubuh.

Peran Buah Merah adalah mencegah dan membantu pengobatan serangan stroke. Senyawa kimia yang berperan adalah tokoferol. Tokoferol yang ada dalam Buah Merah adalah tokoferol alami dan berfungsi mencegah penggumpalan darah dengan mengencerkannya.

Efeknya, penggumpalan darah bisa dihindari dan aliran darah ke otak menjadi lancar. Buah Merah juga berfungsi untuk memperbaiki sistem kerja jantung sehingga tekanan darah yang terlalu tinggi bisa menurun.

Sari Buah Merah dalam mencegah dan membantu penyembuhan stroke bisa dikonsumsi sebanyak satu sendok teh 2-3 kali sehari. Selain itu, penderita stroke dianjurkan memperhatikan pola makan dengan melakukan diet dan tidak mengonsumsi warfarin.

F. Gangguan pada Mata

Penyakit yang sering menyerang mata, seperti kebutaan sementara dan penyakit rabun, biasanya disebabkan tubuh kekurangan vitamin A. Sementara itu, vitamin A tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Di sinilah peran betakaroten dalam Buah Merah. Betakaroten yang diserap oleh tubuh kemudian akan diubah menjadi vitamin A.

G. Herpes

Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintil-bintil berair di bagian kulit yang berasa sangat gatal. Bintil-bintil penyakit ini bisa menyerang seluruh tubuh atau di daerah di sekitar alat kelamin.

Saat ini dikenal dua macam penyakit herpes yaitu herpes yang menyerang kulit dan herpes yang menyerang kelamin. Herpes kulit bisa menyerang seluruh bagian permukaan kulit tubuh dan herpes kelamin umumnya menyerang daerah di sekitar alat kelamin manusia. Penyebaran virus ini biasanya lewat hubungan seksual, pakaian, keringat, dan dari lingkungan yang tidak sehat.

Secara empiris, pengidap herpes yang mengonsumsi sari Buah Merah dan mengoleskan minyaknya di daerah tubuh yang terkena herpes mengalami kesembuhan. Meskipun demikian, secara ilmiah belum diketahui senyawa apa yang bisa menyembuhkan herpes tersebut.

H. Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus sering juga disebut dengan penyakit gula darah. Penyakit ini disebabkan kerja pankreas terganggu, sehingga tidak bisa memproduksi insulin secara cukup. Akibatnya, metabolisme karbohidrat terganggu dan glukosa tidak dapat diolah oleh tubuh, kandungan gula di dalam darah meningkat yang kemudian dikeluarkan bersama dengan urine.

Gejala penyakit gula darah ini adalah adanya kandungan gula dalam urine, turunnya berat badan, selalu haus dan lapar, dan buang air kecil secara terus-menerus. Pengobatan secara medis untuk penyakit ini adalah dengan menyuntikkan insulin secara teratur. Di samping itu, penderita perlu juga melakukan diet ketat dan mengatur pola makan.

Proses penyembuhan diabetes ini bisa dibantu dengan cara mengonsumsi minyak Buah Merah karena vitamin E alami atau tokoferol yang dikandungnya. Tokoferol dalam Buah Merah ini akan memperbaiki kerja pankreas, sehingga fungsinya untuk mensekresi insulin menjadi sempurna.

Agar lebih memaksimalkan daya kerja minyak Buah Merah, penderita diabetes mellitus dianjurkan melakukan diet dengan berpantang makanan yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit diabetes mellitus.

I. Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang biasanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, terutama kaum perempuan. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan kalsium, sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang dan menyebabkan tulang menjadi keropos.

Kemampuan Buah Merah mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis disebabkan sari buah ini mengandung kalsium yang tinggi. Dalam setiap 100 gram Buah Merah segar terkandung 54.000 mg kalsium. Mencegah dan membantu penyembuhan osteoporosis bisa dilakukan dengan mengonsumsi Buah Merah dalam bentuk pasta, Buah Merah segar, dan minyak Buah Merah.

J. Ambeien

Ambeien atau wasir sering juga disebut dengan hemoroid. Penyakit ini disebabkan oleh pembengkakan di ujung saluran pelepasan atau dubur. Orang yang terserang ambeien di bagian duburnya akan terasa panas dan sakit. Perasaan tersiksa ini akan terjadi terutama setelah mengonsumsi makanan pedas atau saat buang air besar (BAB).

Pada kasus ambeien yang parah, kadang-kadang kelenjar dubur bisa sampai nongol keluar. Ambeien yang demikian ini oleh dokter biasanya akan dioperasi.

Sampai sekarang banyak sekali penderita ambeien yang sudah sembuh setelah mengonsumsi Sari Buah Merah dalam hitungan minggu. Meskipun demikian, belum ada keterangan dari kalangan medis tentang khasiat sari Buah Merah dalam menyembuhkan ambeien.

K. Lupus

Menurut survei yang dilakukan, sampai saat ini paling tidak ada 5.000 orang yang meninggal akibat penyakit lupus. Penyakit ini bisa diketahui dengan adanya bercak-­bercak berbentuk kupu berwarna merah seperti luka bekas cakaran atau gigitan. Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh dari dalam dan tidak mampu mengenali jaringan tubuhnya sendiri.

Sistem kekebalan tubuh penderita lupus biasanya menjadi liar dan menyerang diri sendiri. Lupus yang sudah gawat bisa menyebabkan serangan pada sendi, kulit, ginjal, hati, paru-paru, pembuluh darah, dan otak. Biasanya penyakit ini juga dibarengi dengan nafsu makan dan berat badan yang menurun, serta rambut rontok.

Penyakit lupus ada dua jenis, yakni discoid lupus erythematosus (DLE) dan systemic lupus erythe­matosus (SLE). Lupus jenis DLE hanya menyerang kulit. Lupus SLE lebih berbahaya daripada lupus DLE karena menyerang organ tubuh bagian dalam dan sangat berbahaya.

Penyakit lupus menyerang ibu hamil bisa mengakibatkan keguguran. Penderita lupus biasanya akan bertambah berat penderitaannya jika sering terkena sinar matahari secara langsung. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini.

Peran Buah Merah dalam membantu penyembuhan penyakit lupus adalah meningkatkan stamina tubuh penderita. Buah Merah dalam penyembuhan penyakit ini berfungsi juga sebagai antioksidan.

Sari Buah Merah yang dikonsumsi diharapkan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga stamina penderita kuat dan mampu melawan penyakitnya sendiri. Sampai sekarang beberapa penderita lupus yang mengonsumsi sari Buah Merah sudah menunjukkan perkembangan yang positif.

L. Meningkatkan Libido atau Aprodisiak

Secara testimonial sari Buah Merah banyak membantu meningkatkan libido seksual kaum laki-laki. Namun, dari percobaan yang dilakukan terhadap 10 orang laki-laki dengan berbagai tingkatan umur, pengaruhnya berbeda-beda, tergantung pada kondisi fisiknya. Ada yang bereaksi 15 menit setelah meminumnya, ada yang satu jam atau dua jam, dan ada juga yang tidak bereaksi sama sekali.

Vitamin E dalam jumlah tinggi pada Buah Merah tersebut bisa membantu meningkatkan produksi sperma, terutama bagi laki-laki yang produksi spermanya kurang. Kombinasi antara vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam buah segar inilah yang diduga bisa berperan sebagai aprodisiak.

M. Membantu Meningkatkan Kecerdasan

Salah satu cara membantu meningkatkan kecerdasan otak manusia adalah dengan merangsang pertumbuhan otak bayi sejak dalam kandungan dan dalam masa pertumbuhan. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi asam esensial berupa omega 3 dan omega 6.

Keduanya harus dikonsumsi bersama-sama agar daya kerjanya efektif. Senyawa omega 3 dan omega 6 tersebut terdapat dalam Buah Merah sebanyak 7,8% dan 8,8%. Kedua omega ini bisa merangsang daya kerja otak yang berlanjut meningkatkan daya kecerdasan otak.

Minyak Buah Merah untuk meningkatkan daya kerja otak ini bisa dikonsumsi dalam bentuk minyak atau dipakai sebagai minyak goreng saat menumis atau memasak makanan. Sementara itu, anak-anak dianjurkan mengonsumsi sebanyak satu sendok teh sekali sehari.

(Sumber: Buku Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka yang Tersembuhkan, Penulis Bernard T. Wahyu Wiryanta)

Selasa, 03 May 2005 03:55

Kandungan Buah Merah

kandungan-buah-merahSampai saat ini senyawa kimia yang terkandung di dalam sari Buah Merah masih tidak seragam, terutama tokoferol dan betakarotennya. Beberapa sampel sari Buah merah yang diteliti menunjukkan kadar kandungan tokoferol dan betakaroten yang berbeda-beda.

Jumlah kandungan dua senyawa ini dipengaruhi oleh tempat tumbuh tanaman dan proses pembuatannya. Tokoferol dan betakaroten yang tinggi diperoleh dari buah yang berasal dari tanaman dataran tinggi dan melalui proses pemasakan yang benar.

Proses pemasakan dengan pemanasan tinggi dan waktu lama akan menurunkan dua kandungan tersebut. Kandungan senyawa kimia ini juga dipengaruhi oleh jenis buah merah tersebut. Di pedalaman Papua sendiri bisa ditemukan paling sedikit 14 jenis atau varietas tanaman Buah Merah.

Sampel sari Buah Merah yang berhasil diteliti oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.

Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No.
Bahan Kimia Kandungan
1.
Tokoferol
511 ppm
2.
Alfatokoferol
351 ppm
3.
Betakaroten
59,7 ppm
4.
Protein
0,27%
5.
Kalsium
9,730 mg
6.
Besi
17,885mg
7.
Fosfor
0,774%
8.
Vitamin C
0,088 ug/g
9.
Asam Palmitoleat
1091 mg
10.
Asam oleat
66057 mg
11.
Asam linoleat
5532 mg
12.
Asam alfa linolenat
589 mg

Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap Buah Merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan hasil seperti di 2 tabel berikut ini.

Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No.
Bahan Kimia Kandungan
1.
Tokoferol
511 ppm
2.
Alfatokoferol
351 ppm
3.
Betakaroten
59,7 ppm
4.
Protein
0,27%
5.
Kalsium
9,730 mg
6.
Besi
17,885mg
7.
Fosfor
0,774%
8.
Vitamin C
0,088 ug/g
9.
Asam Palmitoleat
1091 mg
10.
Asam oleat
66057 mg
11.
Asam linoleat
5532 mg
12.
Asam alfa linolenat
589 mg

Kandungan Nutrisi per 100 Gram Buah Merah

No. Bahan Kimia Kandungan
1.
Energi
396 kal
2.
Protein
3.300 mg
3.
Lemak
28.100 mg
4.
Serat
20.900 mg
5.
Kalsium
54.000 mg
6.
Fosfor
30mg
7.
Besi
2,44 mg
8.
Vitamin B1
0,90 mg
9.
Vitamin C
25,70 mg
10
Niasin
1,8 mg
11.
Air
34,90 mg

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam Buah Merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.

Tokoferol yang ada di dalam Buah Merah tersebut adalah vitamin E alami yang bisa mengencerkan darah. Hal ini baik untuk penderita stroke. Salah satu pemicu stroke adalah tekanan darah tinggi dan penyumbatan atau penggumpalan darah di pembuluh darah.

Jika tekanan darah meningkat dan terjadi penggumpalan atau penyumbatan di dalam pembuluh darah, pembuluh darah bisa pecah. Pecahnya pembuluh darah ini dinamakan stroke. Tokoferol tersebut akan membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, atau menurunkan tekanan darah.

Sementara itu, betakaroten di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Vitamin A inilah yang berfungsi membantu menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan mata.

Senyawa asam lemak tak jenuh, seperti omega 9, omega 6, dan omega 3 berperan membantu sistem kerja otak. Selain itu, senyawa ini di dalam tubuh juga bisa bekerja sebagai antioksidan.

Kalsium dan besi yang ada di dalam buah merah sangat tinggi dan bisa membantu mencegah dan mengobati osteoporosis. Sementara itu, senyawa lainnya, seperti vitamin C dan B hanya sedikit.

(Sumber: Buku Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka yang Tersembuhkan, Penulis Bernard T. Wahyu Wiryanta)

Selasa, 03 May 2005 04:10

Cara Konsumsi Buah Merah

Pengingat dalam Mengonsumsi Sari Buah Merah

cara-konsumsi-buah-merahKandungan senyawa yang berfungsi untuk pengobatan dalam Buah Merah dan sari buahnya berbeda-beda. Pada buah segar tergantung dari tingkat kematangan dan tempat hidupnya. 

Sementara itu, pada sari buahnya tergantung pada proses pembuatannya. Perbedaan mencolok terutama pada kandungan tokoferol dan betakarotennya. Kedua senyawa ini akan larut jika dalam proses pemasakannya menggunakan panas yang tinggi dalam waktu yang lama.

Karena perbedaan kandungan senyawa aktif ini, sampai sekarang belum ada patokan baku tentang dosis yang tepat dalam mengonsumsi sari Buah Merah. Saat ini ada orang yang mengonsumsi satu sendok makan dengan interval 2-3 kali sehari dan ada pula yang mengonsumsi satu sendok teh dengan interval 2-3 kali sehari.

Meskipun demikian, penderita suatu penyakit disarankan mengonsumsi sari Buah Merah sebanyak satu sendok teh, 2-3 kali sehari dan orang yang sehat sebanyak satu sendok teh, 1-2 kali sehari.

Dianjurkan juga sebelum mengonsumsi sari Buah Merah, sebaiknya mengetahui kondisi kesehatan seperti gula darah, asam urat, kolesterol, jantung, maag, tekanan darah, dan faktor kesehatan lainya.

Kemudian agar lebih aman sebaiknya dua minggu setelah mengonsumsi sari Buah Merah, kondisi kesehatan diperiksa lagi. Jika memang ada perubahan positif, konsumsi sari Buah Merah ini bisa dilanjutkan. Namun, jika ada efek negatif sebaiknya dihentikan terlebih dahulu.

Jika penderita yang ingin mengonsumsi sari Buah Merah masih dalam perawatan dokter, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan. Jika tidak, sebenarnya bisa juga mengonsumsi sari Buah Merah, tetapi juga tetap mengonsumsi obat dari dokter, dengan catatan mengonsumsinya dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi obat dari dokter tersebut.

Untuk menghilangkan rasa mual dan merasa nyangkut di tenggorok, sebelum minum sari Buah Merah sebaiknya minum air putih hangat, begitu juga sesudahnya.

Pemula disarankan mengonsumsi sari Buah Merah sebelum makan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah muntah-muntah dan makanan yang sudah dimakan terbuang, karena biasanya pemula akan merasa mual dan ingin muntah setelah mengonsumsi sari Buah Merah.

Saran untuk Konsumen

Pertanyaan pertama kali yang dilontarkan konsumen yang akan membeli sari Buah Merah adalah masalah keasliannya. Pertanyaan tersebut sebenarnya adalah hak konsumen dan merupakan hal yang wajar jika dilontarkan kepada penjual atau produsen.

Meskipun demikian, sebenarnya pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sia-sia karena sebodoh-bodohnya penjual dan produsen, pertanyaan tersebut pasti akan dijawab dengan jawaban yang sudah pasti, yaitu "asli".

Sebenamya pertanyaan konsumen yang bijak adalah, dari mana asal buah yang diproduksi tersebut dan dari ketinggian berapa? Bagaimana proses pembuatannya? Berapa lama proses pemanasannya? Apakah sudah mendapat izin dari Departemen Kesehatan? Apakah sudah pernah diteliti kandungan kimianya dari proses pembuatan tersebut?

Sari Buah Merah yang berkualitas berdasarkan hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan harus berasal dari Buah Merah dari tanaman yang ada di dataran tinggi, minimum 1.500 m dpi. Buah Merah yang ada di dataran rendah memiliki kandungan tokoferol dan betakaroten yang sangat rendah dan bahkan bisa tidak ada sama sekali. Buah Merah seperti ini bisa dijumpai pada Buah Merah di dataran rendah seperti Jayapura.

Proses pembuatan yang tidak higienis bisa mengakibatkan sari Buah Merah terkontaminasi bakteri dan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan. Proses pemasakan melalui pemanasan tinggi dalam waktu yang lama bisa mengakibatkan kandungan senyawa betakaroten dan tokoferolnya lenyap karena larut atau berkurang.

Proses pemasakan menggunakan bahan dari besi dan alumunium juga bisa mengakibatkan sari Buah Merah bereaksi dengan benda tersebut. Ini juga membahayakan tubuh karena sari Buah Merah bisa mengandung peroksida.

Tips Memilih Sari Buah Merah

Mengetahui kualitas sari Buah Merah yang baik bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu melihat, mencium, dan merasakannya dengan lidah.

A. Melihat Kualitas Sari Buah Merah

Sari Buah Merah yang berkualitas tidak terdapat endapan atau pasta. Hal ini bisa diketahui dengan cara melihatnya. Sari Buah Merah yang ada di dalam botol transparan bisa langsung diketahui dengan cara menyorotkan lampu senter atau lampu lain dan melihat bagian sisi sebaliknya.

Jika terlihat ada endapan, kualitas sari Buah Merah tersebut patut dipertanyakan karena kemungkinan endapan tersebut adalah pasta atau campuran minyak goreng. Jika dituang di dalam piring atau sendok, sari Buah Merah berwarna merah tua.

Sari Buah Merah yang berwarna hitam menandakan gosong atau hangus saat proses pembuatannya. Sementara itu, sari Buah Merah yang berwarna kekuningan menandakan proses pemasakannya terlalu lama dan merupakan minyak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan. Minyak yang keruh menandakan masih banyak campuran pasta dan perlu diendapkan  lagi.

B. Mencium Sari Buah Merah

Sari Buah Merah yang berkualitas tidak mempunyai bau sama sekali atau hanya ada bau gurih yang mirip bau pandan. Berbau busuk berarti sari Buah Merah tersebut jelek. Sari buah seperti ini biasanya disebabkan proses pembuatannya tidak higienis atau terlalu banyak mengandung pasta. Bau sari Buah Merah yang busuk menyerupai bau telur busuk. Berbau asam seperti bau cuka berarti sari Buah Merah sudah rusak.

Berbau gosong atau hangus berarti sari Buah Merah tersebut gosong karena proses pemasakannya dengan cara digoreng atau melalui proses pemanasan  tinggi dalam waktu lama. Kandungan tokoferol dan betakaroten sari Buah Merah seperti ini sudah berkurang banyak.

C. Merasakan dengan Lidah

Sari Buah Merah yang baik jika dirasakan dengan lidah tidak mempunyai rasa sama sekali. Saat ini sari Buah Merah yang banyak beredar adalah dalam bentuk minyak. Rasa sari Buah Merah dalam bentuk minyak sama dengan rasa minyak goreng biasa, tidak berasa sama sekali, baik manis, asam, asin, maupun asam.

Jika terasa asam, berarti sari Buah Merah tersebut sudah busuk. Rasa manis atau asin berarti sari buah tersebut sudah tercampur atau dicampur dengan bahan lain, seperti gula, garam, atau zat lain.

Pengingat-pengingat yang disebutkan di atas mungkin akan membuat para peminat herbal ini merasa repot dalam mengonsumsinya. Bagi Anda yang tidak mau repot dalam mengonsumsi herbal, Sarang Semut (herbal asal Papua) dapat membantu Anda. 

Tidak seperti Buah Merah, para penggunanya dapat mengonsumsi Sarang Semut dalam kondisi apapun (sehat maupun sakit). Untuk mengetahui apa itu Sarang Semut dan apa saja khasiat yang dimilikinya, kunjungi halaman Sarang Semut Tumpas Berbagai Penyakit Berat

(Sumber: Buku Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka yang Tersembuhkan, Penulis Bernard T. Wahyu Wiryanta)

Rabu, 04 May 2005 19:10

Bukti Ilmiah Sari Buah Merah

Hasil Penelitian Drs. I Made Budi, M.S.

bukti-ilmiah-buah-merahBuah Merah pertama kali dikenalnya saat ia berada di lingkungan masyarakat pedalaman Wamena pada 1988. Ketika itu ia sedang meneliti jamur alam di daerah Kurulu, Wamena.

Di sana, masyarakat setempat menjadikan Buah Merah sebagai bagian dari konsumsi harian mereka. Dari informasi yang diperoleh, mereka jarang mengalami kasus penyakit degeneratif.

"Data statistik setempat pun mencatat, mereka memiliki angka harapan hidup cukup tinggi," papar alumnus Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) IKIP Negeri Manado tahun 1985 itu.

Sayangnya, kesibukan sebagai dosen tak memberi kesempatan baginya untuk segera menemukan jawaban atas fakta itu. Peluang baru muncul 10 tahun kemudian saat ia menempuh pendidikan S2 di Program Pascasarjana IPB. Bidang ilmu Gizi Masyarakat dipilih lantaran obsesinya itu.

Di Laboratorium Gizi IPB Made menganalisis kandungan Buah Merah. Hasilnya? Buah Merah mengandung senyawa-senyawa aktif berkhasiat dalam kadar tinggi. Yang paling menonjol ialah tingginya kandungan betakaroten dan tokoferol.

Untuk mengetahui aktivitas betakaroten dalam proses metabolisme, ia mencampurkan ekstrak Buah Merah ke dalam pakan ayam petelur. Ternyata kuning telur yang dihasilkan menjadi merah."Tandanya betakaroten terserap sempurna dalam proses metabolisme," paparnya.

Dalam sistem metabolisme, setiap molekul betakaroten akan menghasilkan 2 molekul vitamin A. Dengan tersedianya vitamin A dalam jumlah cukup, penyerapan protein yang mendukung sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan. Penelitian pada ayam petelur membuktikan hal tersebut. "Ayam yang pakannya diberi ekstrak Buah Merah tidak terserang tetelo pada musim penyakit," papar Made.

Hal serupa dilakukan pada ayam potong untuk menguji aktivitas tokoferol yang dikandung Buah Merah. Ia mencampurkan ekstrak Buah Merah pada konsentrat keluaran pabrik. Pakan kemudian diberikan pada ayam pedaging berumur 1 bulan dengan dosis standar, 3 kali sehari. Setelah 4 bulan perlakuan, ternyata daging ayam benar-benar bebas lemak. Itu berarti tokoferol mampu menjalankan fungsinya untuk menekan pembentukan lemak tubuh.

Hasil uji aktivitas pada 2001 itulah yang meyakinkan Made bahwa Buah Merah benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai obat. Mengandalkan kadar tinggi betakaroten dan tokoferol sebagai senyawa antioksidan, ia percaya Buah Merah dapat mengatasi kanker. Apalagi obat alami itu didukung banyak metabolisme.

Selain omega 3 dan omega 9—asam lemak tak jenuh yang gampang diserap tubuh, Buah Merah juga masih dilengkapi sejumlah vitamin dan mineral lain. Penelitian Made mengungkapkan bahwa Buah Merah mengandung 3 senyawa antikanker yang sangat signifikan.

Ia tidak berhenti di situ. Ia mengolah buah merah ala masyarakat pedalaman. Hasil olahannya diberikan kepada keluarga para tetangga di Kompleks BTN Kotaraja, Jayapura, yang menderita sakit. Karena terbukti ampuh, berita soal obat itu cepat menyebar.

Lebih dari 1.000 orang di berbagai daerah dan mancanegara kini telah merasakan khasiat obat temuannya. Penyakit yang disembuhkan beragam meliputi kanker, tumor, kolesterol, asam urat, diabetes, hipertensi, flek paru, hepatitis, jantung koroner, mata, osteosporosis (rapuh tulang), hingga HIV/AIDS.

Sejak 2003 ia pun ikut membantu mengobati penderita HIV/AIDS di beberapa lembaga sosial di Jayapura, Wamena, Sorong, dan Merauke. "Itu salah satu solusi penting untuk memecahkan masalah HIV/AIDS di Papua," papar pria 44 tahun itu ketika Oktober lalu di salah satu kamar hotel di bilangan Jakarta Barat. Maklum, hingga Juni 2004 jumlah penderita HIV/AIDS di Papua tercatat 1.579 orang. Sebanyak 983 orang terinfeksi virus HIV dan 596 pasien positif mengidap AIDS.

Tak pernah terbersit di benak Made jika sari Buah Merah bakal melambungkan namanya. Bahkan, sampai membuat mata dunia tertuju ke provinsi di ujung timur Nusantara itu. Semula ahli gizi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih, Jayapura, itu hanya ingin mengungkap misteri kandungan gizi buah itu. Itu pun lantaran penasaran melihat kondisi fisik masyarakat pedalaman Wamena yang prima.

Informasi penting itu kemudian disebarkan kepada masyarakat. Bekerjasama dengan dinas-dinas terkait di Papua, ia aktif menyampaikan manfaat Buah Merah di berbagai seminar, lokakarya, dan sidang-sidang di DPRD Papua. Tanpa kenal lelah ia berbaur dengan masyarakat untuk membina dan melatih teknologi pengolahannya.

Saat pertama kali menjejakkan kaki di Papua, ia memang pernah berikrar untuk menyumbangkan pikiran, tenaga, dan keahliannya demi kemajuan masyarakat Papua. "Kalau saya tinggalkan Papua, saya telah tinggalkan sesuatu buat mereka. Masyarakat akan mengenang hasil karya saya di sini." Impian itu kini terkabul. Berkat Made, Buah Merah mendunia dan menjadi modal berharga bagi masyarakat Papua.

Hasil Penelitian Farmasi ITB

Tidak ada satu pun professional dari kalangan medis yang meragukan manfaat Buah Merah untuk kesehatan. Namun, menyebutnya sebagai obat penyakit tertentu, nanti dulu! Apalagi kalau Buah Merah dicap sebagai penyembuh aneka penyakit degeneratif. Kebanyakan profesional yang paham benar aturan di dunia medis itu mempertanyakan tahap-tahap pengujian yang sudah dijalani oleh Buah Merah.

Salah satu pertanyaan yang paling sering terlontar ialah berapa dosis aman untuk dikonsumsi manusia? Apa dasar pemberian dosis itu? Kini pertanyaan tentang dosis itu sudah dijawab dengan riset ilmiah yang dilakukan oleh Prof Dr Elin Yulinah Sukandar dari Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA-ITB).

Elin, doktor Farmakologi alumnus ITB melakukan uji toksisitas akut pada mencit, Maret 2005. Ada 2 kelompok mencit yang dijadikan sebagai kelinci percobaan. Masing-­masing terdiri atas 6 ekor: 3 jantan dan 3 betina berbobot 25-30 g. Mus cervicolor berumur 3 bulan itu dipuasakan selama 16 jam. Setelah itu sebuah kelompok diberi ekstrak sari Buah Merah dengan dosis 2 g; kelompok lain, 5 g per ekor.

Dosis pemberian itu mengacu pada OECD yang berpusat di Jepang. Lembaga itu sejak 2001 merekomendasikan 2 g sebagai dosis percobaan dari sebelumnya 5 g. Kemudian sampai 14 hari perilaku satwa yang aktif pada malam hari itu diamati. Ada 26 hal yang menjadi objek pengamatan Elin. Beberapa di antaranya, apakah mencit mengalami tremor (tubuh bergetar), writhing (berjalan dengan menyeret perut), katalepsi (gangguan kemampuan menggantung), dan grooming (kaki kerap menggaruk-garuk mulut).

Hasilnya, pada mencit jantan tremor, writhing, dan katalepsi masing-masing 0%, sedangkan grooming 66,7%. Pada mencit betina tremor, writhing, dan katalepsi masing-masing juga 0%; grooming 33,3%. Itu berarti, "Dosis itu relatif aman," kata Prof Elin. Jika dikonversi ke manusia yang berbobot 70 kg, misalnya, dosis itu setara 240 g. Volume tiga sendok makan Buah Merah sekitar 45 ml setara 36 g.

Yang juga diiuji di jurusan Farmasi ITB adalah klaim Buah Merah sebagai ant iinfeksi. Ini memang baru uji pendahuluan yang hasilnya amat menggembirakan. Prof Elin Yulinah Sukandar memanfaatkan 3 kelinci jantan berbobot masing-masing 2,5 kg. Di punggung—setelah kulit dikerok—setiap kelinci disuntikkan 3 cendawan/bakteri berbeda: Candida albicans, Staphylucoccus aureus, dan Microsporum gypseum. Menurut dr Willie Japaris,  Candida albicans cendawan merupakan penyebab penyakit infeksi pada saluran pernapasan, pencernaan, dan organ lain. Ia menyerang pasien yang memiliki kondisi tubuh lemah dan acap terjadi pada penderita HIV/AIDS.

Staphylucoccus aureus jenis kuman penyebab infeksi kulit hingga terjadi bisul atau luka bernanah. Ia juga menyerang saluran pencernaan dan pencernaan. Sedangkan Microsporum gypseum penyebab penyakit kulit, pemakan zat tanduk atau keratin, serta merusak kuku dan rambut. Selama 9 hari setelah penyuntikkan cendawan, Elin mengamati eritema alias pemerahan, eschar atau luka, dan pembentukan udem atau yang populer sebagai bengkak.

Sehari setelah diberi bakteri dan cendawan, indeks iritasi sedang pada skala 4. Artinya, eritema berat dan pembentukan eschar. Namun, setelah luka diolesi ekstrak Buah Merah hari ke-2, skala iritasi turun menjadi 3. Iritasi itu kian mengecil dan sembuh total pada hari ke-8 dan sebagian ke-9. Sebaliknya, kelinci yang tak diolesi ekstrak Buah Merah hingga hari ke-9 belum juga sembuh. Saat itu indeks iritasi pada skala 2 (eritema sedang-berat) alias masih tetap mengalami peradangan. Dengan uji itu Buah Merah amat berpotensi sebagai antiiritasi/infeksi.

Klaim Buah Merah sebagai anti inflamasi juga diteliti. Pada Maret 2005, Suwendar MSi menguji klaim itu pada 3 kelompok mencit—masing-masing 7 ekor. Kaki kiri belakang mencit disuntik dengan 0,05 ml karagenan supaya membengkak. Penanganan setiap kelompok berlainan.

Pembengkakan kaki sebuah kelompok diatasi dengan cara mengoleskan Buah Merah. Setelah itu luka ditutup dengan plastik transparan. Kelompok lain diolesi dengan obat lain yang telah mapan di pasaran. Obat itu mengandung metil salisilat. Pengolesan kedua obat itu sejam, 4 jam, dan 8 jam setelah penyuntikkan karagenan. Sebuah kelompok lagi tanpa perlakuan apa pun. Setelah itu luas pembengkakkan sebelum dan setelah pengolesan diukur dengan pletismometer. Hasil riset menunjukkan, Buah Merah tidak terlalu signifikan sebagai obat anti inflamasi.

Hasil Penelitian Farmasi UI

Riset toksisitas akut yang merupakan kerjasama dengan majalah Trubus juga ditempuh koleganya, Dr Yandiana Harahap dan Dra Syafrida Siregar Apt dari Jurusan Farmasi Universitas Indonesia. Hasil uji toksisitas mereka menunjukkan, LD50 mencit jantan sekitar 2,687 g/kg bobot tubuh; mencit betina, 6,714 g/kg bobot tubuh. "Potensi ketoksikan pada jantan, sedikit toksik dan pada betina hampir tak ada toksik," ujar Yandiana seperti tertera pada hasil pemeriksaan. Yandiana sepakat dengan Elin, dosis Buah Merah yang selama banyak dianjurkan cukup aman. "Harus ada penelitian lanjutan untuk mengetahui akumulasi konsumsi," katanya.

Uji lain juga diperlukan untuk mengetahui EDS, alias dosis efektif konsumsi Buah Merah. Dari angka itulah diketahui, Indeks Terapi (IT) dengan cara membagai LD50 dengan ED50. Menurut Dr Anas Subarnas dari Jurusan Farmasi Universitas Padjadjaran, "Makin tinggi Indeks terapi suatu obat berarti makin aman. Artinya jarak antara LD50 dan EDSC makin jauh. LD50 semakin tinggi, artinya konsumsi Buah Merah yang banyak pun masih aman."

(Sumber: Buku Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka Yang Tersembuhkan, Penulis Bernard T. Wahyu Wiryanta)