Sabtu, 09 April 2011 16:00

Obat Kanker Usus Besar

obat-kanker-usus-besar

Vonis kanker dapat menyebabkan beragam emosi bagi penderita dan orang terdekat. Beberapa orang boleh jadi berpikir bahwa vonis kanker adalah akhir dari segalanya. Namun, yang sebenarnya perlu dilakukan adalah menetapkan rencana pengobatan yang tepat seraya berjuang melawan waktu.

Untuk melakukan hal itu, diperlukan informasi yang akurat. Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda yang sedang mencari informasi tentang pengobatan kanker usus besar seputar pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker usus besar.

Pilihan Obat Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan secara medis dan secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, dan kemoterapi. Pengobatan alternatif yang paling dianjurkan adalah dengan menggunakan herbal. Dari sekian banyak herbal, yang menempati posisi unggul sebagai obat kanker alami yang paling cepat bekerjanya adalah Sarang Semut, yaitu tanaman obat yang berasal dari pedalaman hutan-hutan di Papua. Apa rahasia di balik kesuksesan Sarang Semut dalam menumpas kanker?

Pada dasarnya kanker jenis apapun termasuk kanker usus besar terjadi karena perubahan sel akibat pengaruh dari luar, sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Sehingga berpengaruh pada proses oksidasi dalam tubuh, yang meningkatkan jumlah molekul oksigen non-stabil yang disebut radikal bebas. Jika tidak dikendalikan, radikal bebas ini dapat menyerang DNA dan merusak struktur dan fungsi membran sel. Dengan demikian terbentuklah kanker.

Perang melawan radikal bebas itulah tugas dari antioksidan. Antioksidan yang diperoleh melalui asupan makanan atau suplemen disebut antioksidan eksogen. Yang termasuk dalam antioksidan eksogena adalah karotenoid, flavanoid, alkaloid, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E berupa tokoferol. Percaya atau tidak, Sarang Semut kaya akan itu semua!

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja sudah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Artinya, kemampuan Sarang Semut dalam meredam radikal bebas dalam tubuh memiliki persentase yang lebih tinggi dan jauh lebih besar efeknya dalam tubuh. 

"Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Doktor Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska Lincoln, Ahmad Sulaeman PhD. Peran vitamin E dalam tokoferol bagi kesehatan amat vital untuk mencegah asam lemak tak jenuh, dan oksidasi oleh radikal bebas pada komponen sel membran.

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna dalam Sarang Semut membuat herbal ini sebagai antioksidan dan antikanker yang efektif.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal serupa juga dirasakan para pelanggan Mecodia (Produk Kapsul Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiatnya setelah mengonsumsinya selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga mencoba memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan dan memadukan Sarang Semut dengan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice, dan Keladitikus dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker usus besar, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Pengobatan Kanker Darah.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Selasa, 05 April 2011 16:00

Obat Kanker Tulang

obat-kanker-tulang

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut adalah solusi tepat sebagai obat kanker tulang.

Pilihan Obat Kanker Tulang

Saat ini, metode pengobatan kanker yang paling umum dijalani seorang penderita kanker adalah pengobatan kanker secara medis, biasanya meliputi pembedahan (operasi), radiasi (penyinaran), dan kemoterapi, atau kombinasi dari ketiganya. Tapi, ada juga penderita kanker yang memilih pengobatan kanker alternatif karena alasan finansial atau karena ingin menghindari efek samping dari radiasi atau kemoterapi.

Ada berbagai macam jenis pengobatan kanker alternatif, tapi yang paling banyak diminati saat ini adalah pengobatan kanker dengan menggunakan herbal antikanker. Selain biayanya yang terjangkau, pengobatan kanker dengan herbal terbukti efektif memberantas sel-sel kanker tanpa efek samping. Salah satu tanaman yang kini banyak diminati sebagai herbal antikanker yang ampuh adalah Sarang Semut yang berasal dari belantara hutan Papua.

Pada dasarnya kanker jenis apapun termasuk kanker tulang terjadi karena perubahan sel akibat pengaruh dari luar, sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Sehingga berpengaruh pada proses oksidasi dalam tubuh, yang meningkatkan jumlah molekul oksigen non-stabil yang disebut radikal bebas. Jika tidak dikendalikan, radikal bebas ini dapat menyerang DNA dan merusak struktur dan fungsi membran sel. Dengan demikian terbentuklah kanker.

Perang melawan radikal bebas itulah tugas dari antioksidan. Antioksidan yang diperoleh melalui asupan makanan atau suplemen disebut antioksidan eksogen. Yang termasuk dalam antioksidan eksogena adalah karotenoid, flavanoid, alkaloid, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E berupa tokoferol. Percaya atau tidak, Sarang Semut kaya akan itu semua!

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja sudah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Dengan kadar tokoferolnya yang tinggi, pastilah kemampuan Sarang Semut dalam meredam radikal bebas dalam tubuh jauh lebih efektif. 

Pernyataan senada juga terlihat dari komentar seorang Doktor Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska LincolnAhmad Sulaeman PhD. Katanya, "Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya." Peran vitamin E dalam tokoferol bagi kesehatan amat vital untuk mencegah asam lemak tak jenuh, dan oksidasi oleh radikal bebas pada komponen sel membran. 

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna dalam Sarang Semut membuat herbal ini sebagai antioksidan dan antikanker yang efektif.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut Papua. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kasus kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal senada juga dirasakan para pelanggan Mecodia (Kapsul ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Dengan limpahnya kandungan antioksidan yang dimilikinya, Sarang Semut tak hanya dapat digunakan untuk mencegah kanker tapi juga dapat digunakan sebagai obat kanker alami, termasuk sebagai obat kanker tulang. Sebagai obat kanker, Sarang Semut telah membantu banyak penderita kanker dengan cara yang aman, tanpa efek samping. Karena bekerja dalam lingkup sel, Sarang Semut tak hanya berperan sebagai obat kanker tapi juga membantu menyehatkan sel.

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker tulang, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Usus Besar.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Senin, 18 April 2011 16:00

Obat Kanker Serviks

obat-kanker-serviks

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia bagi penderita kanker serviks, dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker serviks.

Pilihan Obat Kanker Serviks

Secara medis pengobatan kanker serviks dapat dilakukan dengan Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser bagi yang baru mengalami keabnormalan sel. Jika penyakit telah sampai pada tahap pra-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain:

  • Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  • Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Selain pengobatan kanker secara medis, ada pula obat kanker alami yang dapat mengatasi penyakit kanker serviks. Sarang Semut Papua merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun, termasuk berbagai jenis kanker.

Dan sekarang hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol ,dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker yang terbukti efektif menumpas berbagai jenis tumor dan kanker baik jinak ataupun ganas.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker serviks diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen
    Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker serta menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan cara 'ajaib' herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.

Keampuhan Sarang Semut untuk membantu penyembuhan kanker serviks (leher rahim) terlihat dalam kesaksian seorang Ibu di Jayapura, Papua, yang bernama Ibu Rini. Berikut penuturannya:

Saya seorang ibu yang divonis oleh dokter telah mengidap kanker rahim. Namun, dokter menyarankan untuk tidak dioperasi karena alasan kondisi kesehatan saya yang sudah menurun akibat faktor umur. Namun, di sisi lain dokter juga menyampaikan kalau dibiarkan bibit kanker bisa berkembang dan menyebar. Dokter pun hanya merekomendasikan untuk mengonsumsi obat dokter.

Oleh karena kurang puas, saya pun berusaha mencari alternatif  pengobatan kanker yang lain. Atas saran dari saudara, saya pun mengonsumsi Sarang Semut. Ternyata, setelah 2 bulan mengonsumsi Sarang Semut setiap hari, kanker saya ternyata mengecil. Bahkan, saya memeriksakan kembali ke dokter, sungguh luar biasa, kanker di rahim telah hilang sama sekali.

Keterangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang dalam 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal yang sama juga dirasakan para pelanggan Kapsul Mecodia (Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dengan mengonsumsi selama 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dengan obat kimia dari dokter lebih cepat sembuh daripada pasien yang hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice, dan Keladitikus yang kemudian dikombinasikan penggunaannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Sejak diperkenalkan sebagai tanaman obat, pengguna Sarang Semut kini semakin bertambah, tidak terbatas di Indonesia, tetapi juga digunakan di beberapa negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Banyak laporan positif dari para pengguna Sarang Semut yang telah membuktikan sendiri khasiatnya yang menakjubkan dalam mengobati berbagai penyakit memautkan seperti kanker, tumor, dan sebagainya.

Karena itu bila Anda sedang mencari solusi yang tepat dan terjangkau untuk, Sarang Semut adalah salah satu obat kanker serviks yang harus dipertimbangkan. Bukan hanya karena faktor biaya, tapi juga tentang bagaimana mendapatkan kesembuhan tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang  Obat Kanker Tulang.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Kamis, 07 April 2011 16:00

Obat Kanker Rahim

obat-kanker-rahim

Diagnosa kanker rahim memang menakutkan. Namun, jangan menyerah! Menerima vonis kanker dari dokter memang sulit tetapi dengan bantuan dan informasi yang tepat, Anda dapat berperan besar dalam membuat keputusan tentang pengobatan macam apa yang hendak Anda jalani.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker rahim.

Pilihan Obat Kanker Rahim

Selama ini, cara yang banyak ditempuh oleh para penderita adalah melalui pengobatan medis. Pengobatan kanker secara medis biasanya meliputi pembedahan (operasi), radioterapi, terapi hormonal, dan kemoterapi. Pengobatan kanker secara medis seperti kemoterapi dan radiasi bertujuan merusak dan membunuh sel kanker.

Sayangnya, tidak hanya sel kanker yang rusak, sel dan jaringan yang sehat pun bisa ikut rusak. Karena itu, seringkali pengobatan kanker tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping negatif sehingga pasien seringkali enggan melakukannya. Selain pengobatan kanker secara medis, adakah pilihan pengobatan kanker yang lain? Saat ini, banyak pengobatan kanker alternatif yang telah berkembang

Salah satu pengobatan kanker alternatif yang banyak diminati adalah dengan menggunakan herbal antikanker, misalnya dengan menggunakan Sarang Semut Papua. Berikut ini penjelasan mengapa Sarang Semut dapat dan tepat digunakan sebagai obat kanker rahim.

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua secara turun-temurun, untuk mengobati berbagai penyakit ringan dan berat. Kini, hasil penelitian modern telah menyingkapkan berbagai kandungan senyawa aktifnya yang berperan penting dalam proses pengobatan.  

Dr M. Ahkam Subroto, ahli peneliti utama LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut seperti flavonoid, tanin, dan polifenol berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan sangat dibutuhkan tubuh untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Jika hal itu terjadi, maka DNA dan sel yang kehilangan elektronnya bisa menjadi rusak dan tidak stabil sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan memberikan elektron pada radikal bebas sehingga mencegah radikal bebas untuk mencuri elektron dari DNA ataupun sel, dengan demikian sel menjadi sehat dan kanker pun dapat dihambat.

Sarang Semut yang kaya akan kandungan antioksidan, tidak hanya dapat mencegah kanker,  tetapi juga dapat digunakan sebagai obat kanker yang bahkan penyebarannya cepat sekalipun.  Dengan berbagai kandungan senyawa aktifnya, Sarang Semut bekerja dalam lingkup sel dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, misalnya, salah satu antioksidan yang terkandung dalam Sarang Semut, flavonoid, terbukti memiliki mekanisme dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen: Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi: Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi: Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis: Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Tokoferol, senyawa antioksidan lain dalam sarang semut, juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja sudah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Apalagi Sarang Semut yang kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Tentu persentasenya akan jauh lebih besar. Maka, tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan abnormal lainnya yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Keterangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal serupa dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna Mecodia yaitu produk kaspsul ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses penyembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr. Dewata dalam Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Sari Buah Noni dan Keladi Tikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker rahim, bukan hanya karena alasan ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan cara 'ajaib' herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Serviks.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Rabu, 06 April 2011 16:00

Obat Kanker Prostat

obat-kanker-prostatDiagnosa kanker prostat merupakan ancaman bagi kehidupan seorang pria. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa kanker prostat tidak selalu berujung pada kematian begitu Anda menerima hasil positif dari pemeriksaan. Jadi, jangan putus asa!

Mulailah perjuangan Anda melawan kanker prostat dengan mencari informasi seputar penyakit dan pengobatan kanker prostat. Artikel berikut dapat membantu Anda memahami pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker prostat.

Pilihan Obat Kanker Prostat

Untuk mengatasi kanker, seseorang bisa memilih pengobatan kanker secara medis atau pengobatan kanker alternatif. Jika pengobatan kanker prostat secara medis yang dipilih, maka tindakan yang umum dilakukan adalah operasi (pembedahan), radiasi (penyinaran), dan kemoterapi. Sedangkan pengobatan kanker alternatif adalah pengobatan yang dilakukan secara tradisional, biasanya meliputi penggunaan herbal antikanker, akupuntur, akupresur, homeopati, dll.

Biasanya, semakin dini keberadaan kanker diketahui, maka semakin besar peluang untuk sembuh. Kanker prostat pada stadium dini dapat disembuhkan melalui operasi (pembedahan) atau radiasi. Tapi, pada stadium lanjut, dimana kanker sudah menyebar ke berbagai bagian tubuh, kemungkinan untuk sembuh sangat kecil.

Tindakan medis yang dilakukan pada saat itu, hanya bersifat mengontrol. Namun, jangan berputus asa dulu, banyak penderita kanker yang pantang menyerah, telah mencoba pengobatan kanker alternatif dengan menggunakan ekstrak herbal antikanker, dan hasilnya terbukti ampuh, di samping harganya yang terjangkau dan tanpa efek samping.

Salah satu herbal antikanker yang saat ini banyak diminati sebagai obat kanker prostat adalah Sarang Semut  (Myrmecodia pendans) yang berasal dari pedalaman hutan-hutan di Papua. Sarang Semut mengandung banyak senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai obat kanker stadium awal ataupun stadium akhir.

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, termasuk sebagai obat kanker prostat karena limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting yang dimilikinya seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral lain yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker dalam tubuh. 

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker. Berikut adalah mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen
    ♣ Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi
    ♣ Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    ♣ Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    ♣ Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    ♣ Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat.
    ♣ Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%.  Karena Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm, kemampuan meredam radikal bebas yang dimiliki Sarang Semut tentu jauh lebih besar persentasenya. Maka, tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang sangat cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Tak hanya itu, Sarang Semut juga mengandung mineral seng. Mineral seng sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan prostat. Patut diperhatikan bahwa penderita gangguan prostat cenderung kekurangan seng dalam tubuh mereka. Dengan limpahnya berbagai kandungan senyawa aktif yang ditemukan di dalamnya, Sarang Semut benar-benar terbukti efektif sebagai obat kanker alami sehingga dapat digunakan sebagai obat kanker prostat.

Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan bagaimana herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.

Berbagai penelitian mengenai khasiat Sarang Semut seperti di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut Papua. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Dalam Majalah Natural Ia berkomentar bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya". Hal senada juga dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna Mecodia yaitu produk kaspsul ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat setelah penggunaan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Efek positif serupa juga dirasakan oleh pengguna Sarang Semut yang mengombinasikannya dengan herbal anti kanker lainnya seperti Sari Buah Noni dan Keladitikus. Rata-rata merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker prostat, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Rahim.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Minggu, 10 April 2011 16:00

Obat Kanker Paru-Paru

obat-kanker-paru-paru

Sulit membayangkan bagaimana masa depan Anda terutama ketika menghadapi masalah kesehatan yang serius seperti kanker. Namun, yang perlu Anda lakukan adalah menetapkan rencana pengobatan yang realistis dan dapat dicapai dalam perjuangan melawan kanker.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker paru-paru.

Pilihan Obat Kanker Paru-Paru

Jika Anda memilih pengobatan kanker secara medis maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan operasi pembedahan untuk mengangkat sel kanker, terapi radiasi, kemoterapi, dan penyuntikan Photodynamic (PTD). Selain itu, Anda juga dapat memilih pengobatan kanker alternatif dengan menggunakan herbal yang pastinya akan membantu Anda menghemat pengeluaran dan menghindari berbagai efek samping dari pengobatan kanker secara medis.

Salah satu herbal yang kini banyak dilirik orang sebagai obat kanker paru-paru alami adalah Sarang Semut yang berasal dari hutan-hutan di Papua. Apa rahasia di balik kesuksesannya dalam menghancurkan kanker?

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Kini, hasil penelitian modern menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan antikanker, sehingga tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, ujar Dr M. Ahkam Subroto (Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI).

Pada dasarnya kanker jenis apapun termasuk kanker paru-paru terjadi karena perubahan sel akibat pengaruh dari luar, sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Sehingga berpengaruh pada proses oksidasi dalam tubuh, yang meningkatkan jumlah molekul oksigen non-stabil yang disebut radikal bebas. Jika tidak dikendalikan, radikal bebas ini dapat menyerang DNA dan merusak struktur dan fungsi membran sel. Dengan demikian terbentuklah kanker.

Perang melawan radikal bebas itulah tugas dari antioksidan. Antioksidan yang diperoleh melalui asupan makanan atau suplemen disebut antioksidan eksogen. Yang termasuk dalam antioksidan eksogena adalah karotenoid, flavanoid, alkaloid, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E berupa tokoferol. Percaya atau tidak, Sarang Semut kaya akan itu semua!

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah meredam radikal bebas (antioksidasi) hingga 96%, sedangkan Sarang Semut Papua kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Tentu, efek antioksidan yang dihasilkan Sarang Semut akan lebih tinggi persentasenya. 

Kemudian, dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dibantu ketiga rekannya dari Toyama Medical and Pharmaceutical University — Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg yang kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air.

Mereka lalu menumbuhkan 3 jenis sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi Sarang Semut lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh mengagumkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Artinya, dapat menghambat pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal.

Informasi di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hasil serupa juga dirasakan para pengguna Mecodia (Produk Kapsul Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan mulai merasakan khasiat setelah penggunaan selama 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice, dan Keladi Tikus, yang kemudian dikombinasikan dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tanaman yang sedang naik daun ini telah terbukti secara empiris menyembuhkan berbagai penyakit dan jenis kanker serta tumor sehingga dapat diyakini sebagai salah satu pengobatan kanker paru-paru alternatif yang aman. Berikut adalah penuturan salah seorang yang bernama Michael F Tikung, yang dibantu Sarang Semut untuk mengatasi kanker paru-paru.

Saya didiagnosis mengidap kanker paru-paru, ini karena kebiasaan merokok saya sejak usia 12 tahun, dalam sehari saya bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Penyakit maut itu datang dengan isyarat batuk-batuk yang tak kunjung reda. Awalnya dokter mendiagnosis saya terkena penyakit kolesterol. Namun, akhirnya setelah beberapa kali ke rumah sakit, dokter menemukan bahwa kanker sudah menutup seluruh paru-paru sebelah kiri saya. Karena tidak ingin dikemoterapi, saya mencoba meminum Sarang Semut. Dosisnya 3 hari sekali. Hasilnya, tidak sampai sebulan energi saya kembali pulih.

Batuk yang kerap muncul pada malam hari telah sirna. Yang menggembirakan hasil rontgen menunjukkan kabut yang menutupi paru-paru sebelah kiri kini tinggal seperenam. Dokter yang memeriksa saya pun terheran-heran dan meyakinkan saya bahwa kesembuhan panyakit kanker paru-paru yang saya derita bisa diperoleh secepatnya.

Pastilah disaat harga-harga obat medis dan biaya kesehatan yang terus meningkat, Sarang Semut dapat dijadikan alternatif sebagai obat kanker paru-paru yang terjangkau, bila dibandingkan biaya pengobatan medis yang bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, dan itupun tidak ada jaminan akan sembuh.

Ya, Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker paru-paru, tentunya bukan hanya karena faktor biaya, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Payudara.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Jumat, 08 April 2011 16:00

Obat Kanker Otak

obat-kanker-otakPengalaman setiap penderita kanker unik dan boleh dikatakan bersifat pribadi. Beragam emosi dapat dirasakan oleh pasien dan orang yang mengasihi mereka selama diagnosis dan proses pengobatan.

Pasien dan keluarganya boleh jadi dihadapkan pada keputusan yang sulit sehubungan dengan pengobatan apa yang akan mereka jalani dan seberapa besar manfaat yang akan mereka terima berbanding dengan resiko pengobatan yang mungkin terjadi. Jelaslah, apa yang dibutuhkan pasien dan keluarga adalah informasi yang akurat seputar penyakit dan pengobatannya.

Informasi dalam artikel berikut akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah solusi tepat sebagai obat kanker otak.

Pilihan Obat Kanker Otak

Ada dua metode pengobatan kanker yang dapat di jalani untuk mengatasi kanker otak, yaitu pengobatan kanker secara medis dan pengobatan kanker alternatif. Pengobatan kanker secara medis biasanya dilakukan melalui radiasi (penyinaran), kemoterapi, dan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terkena kanker.

Jika pengobatan secara medis bertujuan merusak dan membunuh sel kanker, maka, pengobatan kanker alternatif ditekankan pada kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Ada berbagai alternatif pengobatan untuk mengatasi kanker, namun pengobatan kanker alternatif yang kini banyak diminati adalah dengan menggunakan herbal, karena biayanya yang terjangkau dan terbukti efektif serta tanpa efek samping.

Alam menyediakan banyak tumbuhan yang dapat digunakan sebagai herbal antikanker, misalnya, Sarang Semut Papua yang terbukti ampuh mengatasi tumor dan kanker. Hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan  bahwa Sarang Semut mengandung senyawa-senyawa aktif yang telah dikenal dalam dunia medis untuk pengobatan berbagai jenis kanker.

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh dimana antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab kanker sehingga sangat baik untuk mencegah dan mengobati kanker.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol yang memiliki efek antioksidan yang efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dari Sarang Semut cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker, zat ini menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif.

Ketika uji in vitro dilakukan oleh Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama rekan-rekannya, terbukti bahwa Sarang Semut memang ampuh sebagai obat kanker. Dalam penelitiannya itu,  Sarang Semut yang digunakan oleh Qui Kim Tran berbobot 2-3 kg. Sarang Semut itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 jenis sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya ternyata sungguh mengagumkan! Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat! Yang berarti menghambat penyebaran sel-sel kanker yang sangat cepat dan abnormal.

Hasil penelitian tersebut menyajikan bukti ilmiah bagi Sarang Semut sebagai obat kanker terbaik, karena efeknya dalam menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker yang bahkan sangat cepat. Kandungan antioksidannya yang tinggi, membuat Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker otak, termasuk kanker otak stadium  awal maupun lanjut.

fakta tersebut selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hasil serupa juga dirasakan oleh para pelanggan Mecodia (Kapsul ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiatnya setelah penggunaan 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Selain itu, Ada juga yang mengombinasikan Sarang Semut dengan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus. dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini dapat menjadi salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker otak, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Paru-paru.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Senin, 11 April 2011 16:00

Obat Kanker Lambung

obat-kanker-lambung

Bagaimana pesaan Anda seandainya Anda divonis menderita kanker? Boleh jadi Anda merasa ragu, terkejut, takut, cemas, tidak berdaya. Namun, bukan saatnya bagi Anda untuk meratapi keadaan dan berdiam diri menanti ajal.

Apa yang harus Anda lakukan adalah memulai perjuangan melawan keganasan kanker. Bagaimana Anda dapat memulai langkah perjuangan Anda? Informasi yang akurat dibutuhkan para penderita kanker dan orang yang mengasihi mereka sehubungan dengan metode pengobatan apa yang tersedia dan efek samping apa yang mungkin terjadi.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah salah satu pilihan tepat sebagai obat kanker lambung.

Pilihan Obat Kanker Lambung

Selain secara medis, pengobatan kanker lambung juga dapat dilakukan dengan penggunaan obat kanker alami. Sarang Semut telah dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai salah satu alternatif pengobatan kanker. Mengapa demikian?

Karena khasiatnya yang luar biasa menakjubkan dalam menumpas berbagai jenis penyakit mematikan termasuk kanker. Kalau begitu, kandungan apa dalam Sarang Semut yang membuatnya bisa begitu menyembuhkan berbagai jenis kanker dan tumor?

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker, maka Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor.

Dr Mangestuti Agil Apt MS (Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya) mengatakan, "Antioksidan itu melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker pun dapat dicegah".

Flavonoid dalam Sarang Semut berguna sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi, dan sebagai antibiotik.

Tokoferol yang terdapat dalam Sarang Semut mempunyai fungsi sebagai antioksidan yang efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dalam Sarang Semut itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker yang menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif.

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja sudah dapat meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Karena itu, persentasenya dalam meredam radikal bebas penyebab kanker pasti jauh lebih tinggi lagi. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang kuat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City bersama koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Semuanya bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya ini, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut berbobot 2-3 kg yang kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap jenis sel kanker. Hasilnya ternyata sungguh menakjubkan! Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat! Yang berarti menghambat penyebaran sel-sel kanker abnormal dengan sangat cepat.

Berbagai ketererangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kasus kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal yang sama juga dirasakan para penderita kanker yang menggunakan Mecodia yaitu produk kaspsul ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata melaporkan bahwa mereka sudah mulai merasakan khasiat Sarang Semut hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Selain obat-obat medis, ada juga yang sudah mengombinasikan Sarang Semut dengan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker lambung, bukan hanya dari segi ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang melelahkan dan menyakitkan karena pembedahan dan kemoterapi atau metode pengobatan lainnya. Juga tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lain yang diakibatkannya.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Otak.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Selasa, 12 April 2011 16:00

Obat Kanker Kulit

obat-kanker-kulit

Mungkin tidak ada perubahan yang lebih besar dalam kehidupan Anda daripada ketika Anda atau orang yang Anda kasihi divonis mengidap kanker.

Vonis kanker memang mengejutkan namun apa yang harus dilakukan bukanlah berdiam diri dan dengan putus asa menunggu kematian. Informasi dalam artikel berikut akan menjelaskan kepada Anda pilihan pengobatan secara medis yang tersedia dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah pilihan tepat khususnya sebagai obat kanker kulit.

Pilihan Obat Kanker Kulit

Jika Anda memilih pengobatan kanker secara medis, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker) atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan, baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi). Namun, ada pula pengobatan kanker alternatif dengan tanaman herbal yang kini diminati banyak orang sebagai obat alternatif yang lebih terjangkau biayanya.

Indonesia kaya akan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal, di antara banyak tanaman yang berfungsi sebagai obat kanker alami, ada satu yang menempati posisi 'primadona' untuk penyembuhan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit.

Nama herbal ini adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang berasal dari belantara hutan Papua. Sarang Semut telah terbukti secara empiris menyingkirkan berbagai penyakit berat termasuk kanker dan tumor. Mari kita menyingkap misteri dibalik kesuksesannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungannya yang berperan penting dalam menumpas kanker dan tumor. Berikut ini beberapa hasilnya.

Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut  meliput flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga sangat tepat jika digunakan sebagai obat kanker. Sarang Semut mengandung senyawa aktif antioksidan - tokoferol dan fenolik. Tokoferol sifatnya mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif.

Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dalam Sarang Semut cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. "Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Ahmad Sulaeman, Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln. Peran vitamin E bagi kesehatan amat vital, dapat mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Persentase yang lebih besar dalam meredam radikal bebas dapat diperoleh pada Sarang Semut karena Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang kuat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga rekan Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg. Sarang Semut tersebut kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastasis yaitu mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu kemudian diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya sungguh luar biasa, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat!! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal.

Sarang Semut juga mengandung flavonoid yang berguna sebagai antioksidan sehingga baik untuk mencegah dan membantu mengobati kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik.

Berbagai ketererangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Ia berkomentar dalam Majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya". Hal yang sama juga dirasakan para penderita kanker yang menggunakan Mecodia yaitu produk kaspsul ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com.

Rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia juga memadukannya dengan Mecodia dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia".

Ada juga yang sudah mengombinasikan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker kulit, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan seperti pembedahan atau kemoterapi. Ditambah lagi tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Lambung.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
Kamis, 14 April 2011 16:00

Obat Kanker Hati

obat-kanker-hati

Begitu Anda menerima diagnosis kanker hati, Anda harus siap untuk memikirkan semua aspek yang terlibat dalam pengobatan yang ingin Anda jalankan. Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut adalah pilihan tepat sebagai obat kanker hati.

Pertama, mari kita kenali apa itu kanker hati. Kanker hati adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker hati adalah jenis kanker kelima yang paling umum di dunia dan tergolong sebagai salah satu kanker yang mematikan.

Kanker hati akan membunuh hampir semua pasien-pasien yang menderitanya dalam waktu satu tahun. Penyebab kanker jenis ini masih belum diketahui secara pasti tetapi kemungkinan bersifat genetik atau karena pengaruh lingkungan yang bersifat karsinogen.

Pilihan Obat Kanker Hati

Selain pengobatan kanker secara medis, ada pula obat kanker alami yang dapat mengatasi penyakit kanker hati. Sarang Semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman yang berasal dari belantara hutan Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Dan sekarang banyak diminati sebagai salah satu metode pengobatan kanker yang ampuh.

Hasil penelitian modern membuktikan bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral penting yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker sehingga sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, ujar Dr M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI. Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker.

Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, diantaranya:

  • Inaktivasi karsinogen
    → Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Antiproliferasi
    → Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    → Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    → Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    → Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    → Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obatan yang dikonsumsi.

Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Apalagi  Sarang Semut yang kaya akan antioksidan tokoferol sampai sekitar 313 ppm. Kemampuan meredam radikal bebas yang dimilikinya pasti lebih besar lagi. Tidak heran, herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan abnormal lainnya yang bisa menjadi tumor atau kanker.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh sebagai obat kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut berbobot 2-3 kg yang kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lalu menumbuhkan 3 sel kanker yang sifatnya amat metastasis (mudah menyebar) ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap jenis sel kanker. Hasilnya sungguh menakjubkan, Sarang Semut ternyata mempunyai aktivitas antiproliferasi yang kuat! Yaitu menghambat penyebaran sel-sel kanker, yang bahkan penyebarannya cepat dan abnormal. Dalam banyak kasus yang dilaporkan penderita kanker hati sudah merasakan hasilnya hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Berbagai informasi di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Dalam Majalah Natural, ia berkomentar bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya". Hal senada juga dirasakan para penderita kanker yang menjadi pengguna Kapsul Mecodia yaitu produk ekstrak Sarang Semut dari Deherba.Com, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker hati, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang melelahkan dan menyakitkan seperti pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan bagaimana herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.

Baca juga artikel kami lainnya tentang Obat Kanker Indung Telur.

Diterbitkan di Artikel Tentang Kanker
<< Mulai < Sebelumnya 1 > >>
Halaman 1 dari 2